MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 12 Januari 2019 06:11
Pemerintah Dongkrak Konsumsi Listrik Nasional

Masih Kalah dari Malaysia dan Singapura

PROKAL.CO, JAKARTA  –  Pemerintah terus berusaha mendorong konsumsi listrik dalam negeri. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM mencatat konsumsi listrik per kapita di 2018 telah mencapai 1.064 kWh per kapita dari target sebesar 1.129 kWh per kapita. Namun, angka itu masih lebih rendah dibanding Malaysia dan Singapura.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Sommeng mengakui jika konsumsi listrik per kapita Indonesia masih kalah dengan dua negara tetangga tersebut. Meski begitu, pemerintah akan terus berupaya menaikkan konsumsinya menjadi lebih baik.

"Enggak, bukan paling kecil (konsumsinya). Ya Kalah lah (dibanding) dengan Malaysia. Kalah dengan Singapura. Malaysia itu sudah 4.000 kWh per kapita. Kita baru 1.064 kWh per kapita. Tahun ini diharapkan 1.200 kWh per kapita," kata Sommeng, Kamis (10/1).

Meski perbandingan secara rata-rata masih kalah, namun sejumlah kota sudah menunjukkan angka konsumsi yang baik. Jakarta misalnya, konsumsinya hampir setara dengan Malaysia. "Apa kita bisa seperti itu? Bisa. Jakarta sudah sama seperti di Malaysia. 3.500 sampai 4.000 kWh per kapita. Jadi kalian-kalian ini sudah di negara cukup baik kalau tinggalnya di Jakarta," jelasnya.

"Tapi kalau saudara-saudara kita di NTT tadi kan harus kita kejar supaya jika nantinya konsumsinya per kapitanya tinggi," tambahnya. Dengan semakin tingginya angka konsumsi listrik, Sommeng optimistis perekonomian di beberapa wilayah juga ikut terangkat.

"Tentunya kalau sudah tinggi bagaimana mereka industrinya pada datang investasi di sana. Apakah industri manufaktur pariwisata itu kan ciptakan lapangan kerja," tegas Sommeng.

Oleh karena itu, pemerintah saat ini tidak membatasi masyarakat untuk meningkatkan jumlah konsumsinya melalui penambahan daya. Cara itu dianggap paling efektif untuk terus menggenjot konsumsi listrik.

"Kalau zaman dulu kita batasin (tambah daya), sekarang mau nambah daya berapapun bisa apalagi kayak di Jakarta. Dengan meminta listrik sambungan premium. Bisa di Jakarta. Cukup berbanggalah dengan kondisi listrik sekarang," pungkasnya.

Pemerintah juga menargetkan tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 3.796 MW. Tambahan itu membuat kapasitas terpasang pembangkit listrik pada 2019 menjadi 66.565,71 MW. Pada 2018 total kapasitas pembangkit di Indonesia mencapai 62.589,71 MW atau bertambah jika dibandingkan 2017 sebesar 60.790 MW.

Andy menambahkan, kapasitas yang besar diperlukan untuk meningkatkan ketahanan energi. “Akses meningkat artinya tarif listrik affordable, tetapi juga jaga sustainable-nya. Yaitu, dari EBT (energi baru terbarukan),” ujarnya. Dengan begitu, pemerintah bisa menekan kenaikan tarif listrik nasional.

Seperti diwartakan, pemerintah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif listrik hingga akhir triwulan pertama 2019. Beberapa proyek yang akan beroperasi tahun ini adalah PLTU Tabalong di Kalimantan Selatan berkapasitas 2x100 MW. Proyek yang dibangun pada Juni 2016 oleh PT Tanjung Power Indonesia (TPI) tersebut direncanakan bisa beroperasi pada Maret 2019.

Ada pula PLTA Air Putih di Bengkulu sebesar 21 MW. Perkembangan konstruksi pembangkit yang direncanakan beroperasi pada akhir tahun tersebut saat ini sudah mencapai 89 persen. Selain itu, ada PLTU Pangkalan Susu di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Pembangkit berkapasitas 2x200 MW tersebut diperkirakan beroperasi pada akhir 2019 dengan perkembangan konstruksi saat ini 86 persen.

Penambahan pembangkit juga sejalan dengan target pemerintah mendongkrak konsumsi listrik nasional. Pada 2019 target konsumsi listrik nasional mencapai 1.200 kWh per kapita. Naik dibandingkan tahun lalu 1.064 kWh per kapita.

Sementara itu, PT PLN Unit Induk Jawa dan Bali tahun ini berencana menambah investasi 9 unit trafo. Hal tersebut merupakan bagian dari proyek 35 ribu MW yang dicanangkan pemerintah. General Manager PLN Unit Induk Jawa dan Bali Soeroso mengatakan, tujuan investasi trafo adalah menjamin kebutuhan listrik di Jawa-Bali yang kini semakin meningkat.

“Kapasitas trafo yang akan kami tambah tahun ini memang tidak terlalu besar, yaitu masih di bawah kapasitas trafo yang sudah dipasang tahun lalu. Tapi, cukup bermanfaat untuk menambah pasokan listrik,” jelasnya.

Pada 2018 PLN Unit Induk Jawa dan Bali telah menambah kapasitas trafo sebesar 2.570 MVA. Perinciannya, penambahan dari unit induk transmisi sebanyak 18 trafo dengan kapasitas 1.220 MVA dan dari unit proyek sebesar 1.350 MVA.

Executive Vice President Organisasi Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (JBTN) Ari Wardhana juga menambahkan, investasi trafo seperti itu nanti tidak hanya dilakukan di area Jawa-Bali, tetapi juga diharapkan sampai wilayah timur Indonesia. ’’PLN akan terus membangun infrastruktur ke berbagai daerah untuk memperlancar pasokan listrik. Bahkan sampai ke timur Indonesia seperti Lombok, NTB, dan NTT,’’ imbuhnya. (ndu2/k15)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 12:46

Triwulan II 2019, Ekonomi Kaltim Terakselerasi

SAMARINDA-Pada triwulan II 2019 diperkirakan ekonomi Kaltim mengalami akselerasi pertumbuhan.…

Rabu, 20 Maret 2019 12:45

Percepatan Populasi Sapi Terus Digenjot

SAMARINDA-Upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting (upsus siwab)…

Jumat, 15 Maret 2019 13:45

Kargo Laut Belum Tumbuh Maksimal

SURABAYA – Pertumbuhan jasa pengiriman barang lewat jalur laut belum…

Jumat, 15 Maret 2019 13:43

Pertamina Perpanjang Masa Cicilan Garuda

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dan tujuh BUMN (badan usaha…

Jumat, 15 Maret 2019 13:32

Target Ekspor RI Realistis

JAKARTA – Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5 persen…

Kamis, 14 Maret 2019 15:16

Produksi Teh Turun, Harga Telur Rendah

JAKARTA – Pelaku usaha berharap Indonesia bisa meningkatkan lahan dan…

Rabu, 13 Maret 2019 12:51

Genjot Produksi Padi, Dituntut Maksimalkan Lahan Rawa

SAMARINDA – Tak hanya melakukan diversifikasi pangan, Pemprov Kaltim dituntut…

Rabu, 13 Maret 2019 12:47

SABAR..!! Pengelolaan APT Pranoto Masih di Tangan Kemenhub

SAMARINDA- Pemerintah Kaltim saat ini masih menunggu kepastian pembahasan draf…

Rabu, 13 Maret 2019 10:25

Industri Galangan Kapal di Kaltim Masih Lesu

SAMARINDA- Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Indonesian National Shipowners…

Rabu, 13 Maret 2019 10:13

KEK Maloy Diresmikan, Ini Efeknya Buat Kaltim

SAMARINDA - Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rachmad memprediksi Kawasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*