MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Jumat, 11 Januari 2019 10:34
Perkara Narkoba Terus Meningkat

PROKAL.CO, SENDAWAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat (Kubar) membeberkan hasil kerjanya sepanjang 2018. Untuk diketahui, Kejari ini menangani Kabupaten Kubar dan Mahakam Ulu (Mahulu).

Pada 2018 kasus pidana umum (pidum) yang ditangani Kejari Kubar selaku penuntut umum, yakni narkoba berada di urutan pertama. Menyusul kasus perlindungan anak (PA) di urutan kedua.

“Kasus narkoba pada 2017 hanya 49 perkara, meningkat dua kali lipat di 2018 menjadi 70 perkara,” terang Kepala Kejari Kubar Syarief Sualeman Nahdi kemarin.

Menurut dia, perkara pidum pada 2018 menjadi tolok ukur tugas Kejari Kubar seiring sejalan dengan polres dan Pengadilan Negeri Kubar yang komitmen memberantas narkoba secara pasif.

“Setiap perkara narkoba, Kejari Kubar menuntut relatif tinggi dibanding dengan yang lain, meski barang buktinya sedikit. Karena menjadi keprihatinan kami untuk menyelamatkan generasi bangsa dari narkoba,” bebernya.

Dia menyebut, parahnya, dalam perkara narkoba pada 2018 di Kubar ada terdakwa anak-anak. Sehingga sudah sampai tingkat mengkhawatirkan. Pada peringkat kedua perkara pidum, yakni kasus perlindungan anak (PA) 17 kasus.

“Kami berharap masyarakat, utamanya orangtua agar lebih mengawasi putra-putrinya dalam pergaulan, jangan lengah,” katanya.

Mengenai perkara pidsus (pidana khusus) sepanjang 2018, Kejari Kubar telah menyelamatkan uang negara Rp 3,8 miliar dari dua perkara yang ditangani.

“Yaitu kasus pemberian dana hibah Pemprov Kaltim kepada tiga yayasan pendidikan di Kubar dan kasus dugaan korupsi Perusda Witeltram Kubar,” katanya.

Dia membeberkan, kasus korupsi dana hibah oleh tiga yayasan di Kubar sudah putus di PN Tipikor Samarinda, namun kurang sesuai. Tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) adalah 10 tahun penjara kepada terdakwa Profesor Susadya Sutedjawidjaya, tapi diputus hanya 6 tahun.

Sehingga Kejari Kubar banding dan saat ini dalam tahap kasasi. Uang Rp 3,8 miliar tersebut diselamatkan di dalam rekening penampungan Kejari Kubar. “Setelah kasus korupsi tiga yayasan itu inkracht (berkekuatan hukum tetap), uang tersebut akan disetor ke kas negara,” ungkapnya.

Kajari menegaskan, pada 2019, pihaknya menekankan seluruh kasus yang ditangani untuk penyelamatan uang negara melalui pengembalian oleh para terduga koruptor. Sebab, di samping menghukum fisik, alangkah baik dapat melakukan pengembalian uang negara.

“Untuk kasus dugaan penyimpangan penggunaan dana KPU Mahulu sebesar Rp 30 mliar tahun anggaran 2015/2016, belum ditetapkan tersangkanya. Kami masih terus mendalami seluruh barang bukti yang harus kami verifikasi. Secepatnya akan diumumkan berapa kerugian negara dari kasus itu, dan siapa tersangkanya," tutupnya. (rud/kri/k16)

loading...

BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 11:44

Pencuri Motor di Bawah Umur

TANA PASER – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 11:32

“Data BPJS Kesehatan Enggak Benar”

PENAJAM – Ribuan data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat…

Senin, 21 Januari 2019 11:20

Kontraktor Masih Resah

SANGATTA–Meskipun sudah mendapat janji manis berupa pelunasan utang paling lambat…

Senin, 21 Januari 2019 11:18

Tetap Gunakan Desain Sebelumnya

TANJUNG REDEB–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau…

Senin, 21 Januari 2019 11:17

Caleg Tersangka, KPU Tunggu Putusan

TANJUNG REDEB–Seorang calon legislatif (caleg) Kabupaten Berau ditetapkan tersangka oleh…

Senin, 21 Januari 2019 08:22

Jembatan Tering 17 Tahun Mangkrak

SENDAWAR - Dua proyek jembatan menyeberangi Sungai Mahakam di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Tumpuk Tanah, Izin Belakangan

TENGGARONG - Manajemen PT Gerbang Daya Mandiri (GDM) mengklaim belum…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:32

Ada yang Harus Skedul Ulang

SANGATTA - Kebijakan Pemkab Kutai Timur  (Kutim) yang menginginkan anggaran…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:30

Proyek 2015 Belum Dibayar Disdik?

SANGATTA - Surat perintah kerja (SPK) proyek di Dinas Pendidikan…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:29

Pembangunan Maratua Sangat Pesat

TANJUNG REDEB – Jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Maratua dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*