MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 11 Januari 2019 09:30
Dapur Sempat Kosong, Ditawari Keliling Indonesia

Hotcoffee Barbershop; Kopi Gratis untuk Relawan Bencana Palu

KOPI SOSIAL: Ricky Joe dan Don Andrea Pandelaki di Hotcoffee Barbershop. Mereka melayani relawan bencana Palu dengan menyediakan kopi gratis. (FERLYNDA PUTRI/JPG)

PROKAL.CO, Hotcoffee Barbershop tak sebatas tempat cukur rambut. Dari tempat ini muncul kesadaran bahwa bangkit dari bencana harus dimulai dari masyarakat itu sendiri. Ricky Joe, pemilik Hotcoffee Barbershop, tak pernah menyangka aksi isengnya membantu korban bencana di Sulawesi Tengah dan relawan, menginspirasi. 

FERLYNDA PUTRI, Palu

BENCANA yang menimpa Sulawesi Tengah pada 28 September masih membekas. Bangunan roboh karena tsunami, gempa, atau likuifaksi masih banyak ditemui. Ribuan orang mengungsi. Meski demikian, provinsi ini terus berbenah. 

Perjalanan saya ke Palu pertengahan Desember lalu membawa saya berkenalan dengan Ricky Joe dan Don Andrea Pandelaki. Pertemuan ini bermula dari rasa penasaran saya dengan papan bertulisan; “Ngopi Gratis Khusus Relawan PLN, TNI, Polri, Basarnas, BNPB”. Awalnya saya kira ini adalah kedai kopi biasanya. Saya baru tahu kalau ini tempat cukur rambut pria ketika masuk ke terasnya. 

Don merupakan orang pertama saya temui ketika masuk ke tempat di Jalan Maluku, Palu, itu. Dia adalah sahabat Ricky, pemilik barbershop tersebut. Dari awal tempat itu menjadi “wadah ngopi gratis”, Don sudah membantu. 

Aksi yang diawali Ricky ini bukan kesengajaan. Tiga hari setelah gempa, kondisi di Palu masih semrawut. Listrik putus. Bantuan sedikit. Di kondisi yang serbasulit, Ricky mencoba bangkit. Beruntung sesekali sinyal provider mampir di telepon genggamnya.

Dari sanalah dia mengabarkan kepada kerabat di luar Palu bahwa kondisinya baik. Ternyata beberapa kerabatnya telah menyiapkan bantuan untuk dikirim ke Palu. ”Saya suruh kirim saja. Namun, sudah saya niatkan untuk dibagikan,” tuturnya. 

Mulanya hanya enam kantong. Isinya beras, gula, minyak, dan kebutuhan pokok lain. Yang dijangkaunya adalah pelosok Palu. Bantuan itu lalu diunggah ke akun media sosial Facebook. Ternyata membuka pintu, bantuan lain berdatangan.

Sepekan pertama Ricky sudah rutin ke pelosok. Tak sendiri, dia dibantu Don dan beberapa orang lain. Sebagian adalah pemilik barbershop di kota itu. Total 12 orang. Setiap pembagian bantuan, mereka menggunakan sepeda motor. 

Pada pekan pertama setelah bencana, relawan mulai berdatangan. Namun, toko, warung, atau kafe belum ada yang buka. Memiliki nama Hotcoffee membuat barbershop itu sering dikunjungi relawan. ”Tanya ada kopi yang tersedia tidak?” ungkapnya.

Barbershop ini mempunyai konsep unik. Pelanggan diberikan kopi gratis. Silakan membuat sesuka hati, sambil menunggu giliran cukur. 

Kebetulan sebelum gempa, Ricky belanja kopi, gula, dan susu. ”Saya lihat banyak TNI yang jalan-jalan, mungkin cari kafe atau apa, akhirnya kalau ada yang tanya saya suruh buat,” ungkapnya. Awalnya hanya dua orang yang datang. Kelamaan, semakin banyak. 

Pada 9 Oktober akhirnya plakat “Ngopi Gratis Khusus Relawan PLN, TNI, Polri, Basarnas, BNPB” dipasang di depan barbershop-nya. Saat “pelanggan gratisannya” masih sedikit, Ricky selalu melayani. Ngajak ngobrol sambil berterima kasih karena mau membantu kotanya. 

Akhirnya tempat tersebut juga menjadi tempat transit dan melepas penat para relawan. Tak hanya TNI. Relawan Polri, BNPB, Basarnas, hingga PLN pun mampir. Kalau berkumpul sampai dua mobil. Semuanya dijamu Ricky dengan gratis. Namun, syaratnya satu, self service atau membuat kopi sendiri. Semua bahan disediakan. Termasuk air panas. 

Kopi yang disajikannya tak hanya bisa dinikmati di tempat. Tak jarang relawan membawa teko lalu dibawa pulang. ”Dulu itu sampai dapur kosong. Kami mau masak untuk makan sendiri, ternyata bahannya sudah dibagikan ke pengungsi dan relawan,” kenang Don.

Mereka melakukan ini tanpa pamrih. Walau dapur pernah kosong, tak ada kekurangan. Satu malam, hampir pukul 24.00 dan mereka sedang beres-beres, ada rombongan relawan yang datang.

”Sudah mau tidur itu. Namun tetap harus dilayani,” tutur Ricky. Don kembali merebus air dan Ricky yang menemani. Meski kantuk dan lelah melanda, mereka tetap menemani ngopi. Tak terasa sudah pukul 02.00 dini hari. Akhirnya tamu itu pulang.

Belum lama berselang, ada mobil yang datang lagi. ”Duh sampai pagi,” pikir Ricky. Ternyata yang datang itu adalah rombongan relawan.  ”Mereka minta kami ke markas untuk ambil bantuan,” imbuhnya. 

Bantuan tersebut tentu kembali dibagikan kepada korban bencana. Tim dibagi dua, ada yang membagi bantuan dan ada yang menyambut relawan di Barbershop Hotcoffee. 

Mereka juga beberapa kali mendapat kiriman kopi, gula, dan susu. Untuk kopi, ada yang memberikan yang masih berupa biji, ada juga yang suah digiling. Ini khusus persediaan di barbershop mereka. Kiriman itu beberapa ada yang datang dari relawan yang telah pulang. 

Dua perusahaan consumer goods pun pernah menyumbang untuk kegiatannya. ”Saat orang lain berterima kasih bahkan sampai ada yang hanya nangis tanpa kata-kata, itu yang menjadi penyemangat saya,” tutur Ricky.

Ricky tak berniat melepas plakat ngopi gratisnya. Dari sana, dia mendapat tawaran untuk menjadi role model relawan yang muncul dari masyarakat terdampak. ”Basarnas pernah bilang kalau akan diajak ketika ada bencana lagi. Sebagai contoh,” ucapnya. 

Ricky dan Don merupakan sosok yang perlu dicontoh. Sebagai korban bencana tentu mereka juga terpuruk. Namun, mereka mampu bangkit dan menolong saudaranya. Hal tersebut diapresiasi Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Kemarin (8/1) Sutopo mengatakan bahwa langkah yang dilakukan Ricky dan Don diperlukan untuk kembali membangkitkan daerah bencana.

”Perlu kekompakan semua pihak saat bencana. Urusan bencana adalah urusan bersama yaitu pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha,” kata Sutopo. (jpg/dwi/k16)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 21:08

Terang-terangan Mau Jadi Istri Kedua Sandiaga, Ini Alasan Tiffani

Pernyataan terbuka yang disampaikan mahasiswi cantik Vincentia Tiffani bahwa dia…

Sabtu, 23 Maret 2019 20:51

Rommy Ngeluh Rutan Pengap, Ini Kata KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons keluhan mantan ketua umum PPP…

Sabtu, 23 Maret 2019 20:50

Kampanye Akbar Jokowi-Ma'ruf, Ini Menteri-Menteri yang Ikut Serta

 Pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin bakal…

Sabtu, 23 Maret 2019 12:12
Spanyol vs Norwegia

500 Hari Mencari Morata

 VALENCIA – Jangan tanya berapa banyak gol yang dicetak Alvaro…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:09

TEGANYA..!! Puluhan Anak Dipaksa Jadi Anjal

SAMARINDA-2018 jadi awal mula mimpi buruk dua bersaudara, FK (12)…

Jumat, 22 Maret 2019 10:34

Lagi Angkat Barang di Pelabuhan, Ayah Bhrada Aldy Ditelepon Komandan Brimob, Menangis…

Bharada Muhammad Aldy – personel Brimob putra asal Kabupaten Nunukan…

Kamis, 21 Maret 2019 21:48

Tabrak Batu di Riam Udang, Tiga Orang Belum Ditemukan

SAMARINDA - Sebuah kapal long boat bermuatan penumpang dan barang…

Kamis, 21 Maret 2019 21:26

ASTAGAAA..!! Oknum Lurah dan Pegawai Protokol Pemkot Tertangkap Pesta Sabu

SAMARINDA - Jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur…

Kamis, 21 Maret 2019 01:20

BAWASLU WASPADALAH..!! Di Malaysia Ada Calo Suara, Tawarkan 15-50 Ringgit per Suara

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tampaknya harus lebih jeli mewaspadai…

Kamis, 21 Maret 2019 00:00

Ma'ruf Amin Optimistis Pertahankan Kemenangan 01 di Kaltim

BALIKPAPAN- Calon Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*