MANAGED BY:
SELASA
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 11 Januari 2019 08:21
Tarif Pengiriman Paket Naik 20 Persen
PENYESUAIAN: Langkah maskapai menaikkan tarif surat muatan udara (SMU) pada Oktober 2018 berdampak pada kenaikan harga pengiriman barang. Saat ini beberapa perusahaan sudah menaikkan hingga 20 persen.(paksi sandang prabowo/kp)

PROKAL.CO, SURABAYA – Perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos, dan logistik melakukan penyesuaian tarif pengiriman paket sejak awal 2019. Kenaikan tarif tersebut dilakukan lantaran biaya operasional membengkak.

Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jatim Ardito Soepomo menyatakan, biaya operasional meningkat signifikan sejak beberapa bulan terakhir. Karena itu, hampir seluruh penyedia layanan pengiriman memutuskan menaikkan tarif 10-20 persen.

Rata-rata kenaikan biaya operasional perusahaan jasa pengiriman 20-50 persen. Beberapa komponen mengalami kenaikan sehingga harus menyesuaikan. “Kenaikan itu berlaku untuk semua jenis pengiriman yang basis pengiriman menggunakan airlines,” katanya, Rabu (9/1).

Salah satu komponen dasar yang berpengaruh signifikan adalah tarif surat muatan udara (SMU) yang diberlakukan maskapai. Kenaikannya cukup besar jika dibandingkan sebelum-sebelumnya. “Selama sebulan bisa naik dua kali,” ungkap Ardito. Diketahui, maskapai telah menaikkan tarif SMU Oktober 2018 lalu. Bahkan, beberapa maskapai menaikkan tarif hingga dua kali dalam sebulan.

Yang jelas, lanjut Ardito, kenaikan tarif SMU adalah salah satu komponen dasar. Sebab, untuk pengiriman ke luar pulau, yang tercepat adalah via udara. “Jika komponen dasar sudah tinggi, bagaimana lagi kami bisa bertahan kalau tidak mengikutinya,” paparnya. Sebagai contoh, biaya SMU untuk Surabaya–Jakarta dari Rp 2.900 menjadi lebih dari Rp 6.000.

Meski tarif SMU naik signifikan, hingga sekarang, permintaan layanan pengiriman belum terpengaruh. Menurut dia, permintaan pengiriman paket dari pelanggan masih normal. Selain mengandalkan pasar ritel seperti dari e-commerce, perusahaan jasa pengiriman memiliki pelanggan tetap dari kalangan korporasi. Saat ini sumbangan dari korporasi masih mendominasi. “Tiap perusahaan berbeda-beda, tapi untuk korporasi rata-rata 60 persen,” tuturnya.

Selain menempuh langkah menaikkan tarif, perusahaan jasa pengiriman berupaya menekan biaya operasional. Tiga komponen besar yang menyumbang biaya operasional selain transportasi ialah listrik dan UMR. “Hal-hal yang bisa diefisienkan akan dimaksimalkan. Efisiensi memang harus dilakukan di berbagai sektor, khususnya untuk menekan operational cost yang sangat tinggi,” kata Ardito. (res/jpg/ndu2/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Juni 2019 12:06

Transaksi Nontunai Kaltim Menurun 8,71 Persen

SAMARINDA-Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan Bank Indonesia-Real Time…

Sabtu, 15 Juni 2019 12:01

Realisasi Investasi Capai Rp 9,24 Triliun

SAMARINDA-Pada 2019, Kaltim menargetkan realisasi investasi mencapai Rp 36,35 triliun.…

Sabtu, 15 Juni 2019 11:47

Optimistis Pariwisata Samarinda Makin Mantap, Ini Indikatornya

SAMARINDA-Sejak beroperasinya Bandara Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, pariwisata…

Jumat, 14 Juni 2019 15:58

Cadangan Devisa Indonesia Turun Lagi

JAKARTA – Jumlah cadangan devisa (cadev) RI turun terus sejak…

Jumat, 14 Juni 2019 14:08

Lion Air Bantah Utang Rp 614 T

Order 800 pesawat dikabarkan menyisakan utang besar bagi Lion Air.…

Kamis, 13 Juni 2019 14:54
Dampak Banjir di Samarinda

SEMENTARA SEPI..!! Pengunjung Lembuswana Turun 90 Persen

SAMARINDA- Tak hanya merendam 12 kelurahan, banjir di Samarinda juga…

Kamis, 13 Juni 2019 11:36

Tahu Usaha Menjanjikan

Udin (38), pembuat tahu dan tempe di Jalan Marsma Iswahyudi, Teluk…

Kamis, 13 Juni 2019 00:09

Pertanian Serap Tenaga Kerja Terbanyak

BALIKPAPAN – Berkembangnya perkebunan kelapa sawit di Bumi Etam berkontribusi…

Rabu, 12 Juni 2019 14:46

Musim Hujan Harga Cabai Semakin Pedas

SAMARINDA-Usai Idulfitri kebanyakan harga komoditas bahan makanan di Kaltim masih…

Selasa, 11 Juni 2019 16:30

Ekonomi ke Depan Lebih Baik, Inflasi Mei Terkendali

JAKARTA – Inflasi selama Ramadan tahun ini cukup terkendali. Badan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*