MANAGED BY:
SELASA
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 10 Januari 2019 07:52
MENGEJUTKAN..!! Begini Pengakuan Pasangan Mahasiswa Pembuang Bayi
MENYESAL: Kedua tersangka saat diamankan di Mapolsek Tenggarong Seberang.(rifqi/kp)

PROKAL.CO, class="yiv5536849368ydp419f3de4msonormal">TENGGARONG – Setelah menerima informasi ditemukannya seorang bayi di semak-semak di Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Abdul Rauf langsung bertindak. Puluhan personel Polsek langsung dibagi dalam beberapa tim, tak satu pun personel yang libur hari itu.

Tim itu langsung di bawah kendali kapolsek. Sebagian ada yang ditempatkan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan informasi dari warga. Ada juga personel ke Kecamatan Tenggarong, hingga Samarinda. Mereka mengumpulkan informasi ke seluruh klinik bersalin hingga rumah sakit untuk mencari berbagai informasi.

Hingga akhirnya, titik terang muncul. Polisi mendapat kabar jika ada persalinan seorang mahasiswi berinisial Sr di sebuah klinik di Jalan PM Noor Samarinda. Berbekal informasi tersebut, anggota yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Tenggarong Seberang Ipda Hadi langsung mendatangi klinik tersebut.

Meski telah mendapat petunjuk awal, polisi rupanya masih kesulitan mencari tahu alamat mahasiswi tersebut. Hingga akhirnya, petugas mendapat petunjuk lain yang mengarah pada alamat tempat tinggal orangtua bayi malang tersebut.

Selama ini, Sr tinggal dengan kekasihnya berinisial St. Sejumlah barang bukti pun diamankan. Mulai dari pakaian bayi, kuitansi pembayaran persalinan serta buku kontrol perawatan ibu dan anak. Kedua tersangka akhirnya diamankan di kontrakannya di Samarinda tanpa perlawanan pada Senin (7/1) sekitar pukul 14.00 Wita.

“Meski keduanya mengakui perbuatannya, tapi petugas di lapangan terus berupaya mengumpulkan barang bukti dan petunjuk lain, agar memudahkan proses penyidikan,” kata kapolsek.

Tak perlu menunggu lama, selama 22 jam kasus tersebut mengemuka, polisi berakhir mengamankan kedua tersangka. Dari hasil pemeriksaan kata kapolsek, salah satu penyebab keduanya nekat membuang bayi lantaran keduanya masih berstatus mahasiswa dan belum menikah.

Selain itu, hubungan keduanya tidak diketahui oleh orangtua masing-masing. “Alasan keduanya, dia tidak mau mengecewakan orangtuanya karena masih kuliah. Termasuk biaya untuk memenuhi kebutuhan bayi. Mereka berharap ada orang yang mengambil bayi tersebut saat dibuang,” tambahnya.

Atas perbuatannya tersebut, kedua tersangka akan diancam dengan Pasal 305 KUHP junto 55 KUHP dan atau 76 B junto Pasal 77 Undang-Undang 35/2014 tentang perubahan atas Undang-Undang 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun enam bulan.

Sementara itu, St saat ditanya awak media mengaku menyesal atas perbuatannya. Ia pun mengaku sebenarnya sayang dengan bayi buah hubungannya tersebut. Termasuk kepada Sayang kini harus menanggung hasil perbuatannya. Senada, Sr mengatakan, dirinya sayang dan menyesal telah membuang bayinya.

Ia pun berharap tetap diberi kesempatan untuk memelihara bayi tersebut. Sebelumnya diwartakan, warga Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang mendadak geger. Sekitar pukul 16.00 Wita, seorang bayi  laki-laki ditemukan di semak-semak tak jauh dari jalan raya.

Di bawah terik matahari, bayi tersebut tampak menangis dan akhirnya ditemukan warga yang melihatnya. Empa (45), warga Desa Teluk Dalam, RT 1, Kecamatan Tenggarong Seberang menjadi orang pertama yang menemukan bayi malang tersebut.

Kepada polisi, Empa mengaku mendengar suara tangisan bayi saat hendak buang air kecil di bahu jalan. Penasaran dengan suara tersebut, Empa lalu mencari sumber suara. (qi/kri/k18)

loading...

BACA JUGA

Senin, 17 Juni 2019 22:13

Cekcok, Aldi Tikam Leher Ompi Pakai Badik di Pantai Pelangi Samboja

KUTAI KARTANEGARA- Hanya gara-gara persoalan sepele, seorang pemuda ditikam di…

Senin, 17 Juni 2019 12:29

Padahal Sangat Potensi, Pertanian Baru Tergarap 100 Hektare

TABALAR-Potensi pertanian di Kampung Tabalar Muara, Kecamatan Tabalar, disebut cukup…

Senin, 17 Juni 2019 12:28
Soal Pembangunan Boiler IV di PLTU Lati

Investor Asal Tiongkok Belum Beri Kepastian

TANJUNG REDEB–Rencana kerja sama PT Indo Pusaka Berau (IPB) dengan…

Senin, 17 Juni 2019 12:25

MUDAHAN KONSISTEN..!! Berani Jual Bensin Eceran Langsung Disita

TANJUNG REDEB-Pembentukan tim pengawas untuk mengatasi keberadaan pengetap dan perdagangan…

Senin, 17 Juni 2019 12:17

Banjir Kiriman Landa Tiga Kecamatan di Kutai Barat

SENDAWAR- Banjir kiriman melanda sejumlah kampung dari beberapa kecamatan di…

Senin, 17 Juni 2019 12:14

Sungai Kejawi Hilang, Banjir pun datang

Rapat koordinasi terbatas di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar pada…

Senin, 17 Juni 2019 12:12

31 Pejabat Administrator Ikut Seleksi Open Bidding

PENAJAM- Pendaftaran lelang jabatan terbuka atau open bidding untuk Jabatan…

Senin, 17 Juni 2019 12:04

Optimistis Rumah Sakit Ini Beroperasi Akhir Tahun Ini

PENAJAM- Rumah Sakit Pratama (RSP) Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara…

Senin, 17 Juni 2019 12:03

YAELAA..!! WTP Lawelawe Masih Kurang Rp 11 M, untuk Apa..??

PENAJAM- Operasional Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air…

Minggu, 16 Juni 2019 13:21

Hilangkan Stress, Cukup Wisata ke Bontang Kuala

BONTANG- Objek wisata kampung nelayan sangat banyak di Kalimantan Timur.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*