MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Kamis, 10 Januari 2019 07:40
Mari Budayakan Membaca

PROKAL.CO, Oleh: Septyana Endang H.S.

(Guru Bahasa Indonesia di SMP 34 Samarinda)

PADA era digital ini, informasi begitu mudah kita dapatkan dengan dukungan teknologi. Wikipedia, blog-blog tulisan, situs berita online sudah bukan hal yang asing bagi generasi sekarang. Kemudahan ini dapat memberikan dampak positif maupun negatif dalam dunia media massa.

Di lingkungan media massa, salah satu dampak negatifnya adalah gulung tikarnya beberapa koran dan majalah yang sudah lama beredar di masyarakat. Tabloid olahraga nomor satu nasional yang menjadi bacaan favorit penulis, di luar dugaan akhirnya menerbitkan edisi perpisahan Oktober 2018 dan menimbulkan kesedihan bagi penggemarnya. Penulis menyimpulkannya sebagai dampak negatif, karena adanya kontribusi signifikan dari media cetak terhadap perkembangan budaya bahasa pembacanya.

Sebelum penulis menjabarkan kontribusi tersebut, ada baiknya kita bandingkan wartawan media online dan media cetak. Wartawan online berpacu dengan waktu mengejar deadline setiap saat, hasil liputan langsung ditulis saat itu juga. Hasilnya, bahasa jurnalis yang disampaikan ringkas dengan judul yang membuat penasaran calon pembacanya sehingga meng-klik judul berita tersebut.

Berbeda dengan wartawan koran, mereka mempunyai waktu hingga malam hari untuk menyempurnakan hasil liputannya. Riset mendalam, penambahan referensi berita dan proses editing berulang merupakan kegiatan yang akrab dijalani wartawan media cetak. Kerja keras ini menghasilkan karya jurnalistik yang menurut penulis berdampak positif bagi perkembangan budaya bahasa dibandingkan redaksi berita online.

Makin rendah peradaban suatu masyarakat, makin sederhana bahasanya. Sebaliknya, makin berkembang kebudayaan dan peradaban suatu masyarakat, makin luas juga jangkauan pemikirannya, sehingga mereka membutuhkan bahasa yang berkemampuan tinggi untuk menyatakan semua yang dipikirkannya. Karena itu, bahasanya harus kaya, bukan saja dalam kosa kata namun juga penggunaannya yang luas.

Media cetak berperan dalam memperkaya kosa kata bahasa Indonesia. Sebuah harian nasional yang terbit tanggal 06 Januari 2019 memuat beberapa kosa kata baru yang masih asing di telinga penulis. Penyintas, milenial, gim, dan seterusnya.

Adakah yang tahu kata-kata tersebut? Bahkan di KBBI belum tercantum kata tersebut. Atau sudah terdapat di KBBI namun kita belum terbiasa memakainya seperti kata gawai (kerja/pekerjaan), kontemporer (masa kini), hegemoni (dominasi), melek (mengerti) dan seterusnya. Banyak kata-kata baru yang dipakai di media cetak dan akhirnya diakui dalam KBBI.

Peran positif media cetak berikutnya adalah membentuk opini atau gambaran hal-hal yang bermanfaat bagi pembacanya. Contohnya, masih pada harian edisi di atas, artikel di kolom Gaya Hidup dengan judul Baca Buku Itu Keren, Kawan. Artikel tersebut berisi komentar dari beberapa kawula muda yang hobi membaca buku dan membandingkannya dengan hobi yang lain.

Tulisan yang ringan namun sarat makna dan pesan buat generasi muda agar timbul semangat untuk meningkatkan minat dan daya bacanya. Tingginya tingkat baca masyarakat akan berpengaruh positif pada budaya bahasanya.

Kedua hal di atas adalah contoh sederhana peran media cetak dalam pengembangan budaya bahasa masyarakat. Penulis mendambakan tulisan yang singkat ini memberi pengaruh positif pada para pihak untuk turut berperan dalam membangun budaya bahasa kita. Penerbit, wartawan dan pembaca, mari kita bentuk generasi yang cerdas, gemar membaca dan cinta bahasa Indonesia. (ndu/k18)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 15 Maret 2019 11:51

Persiapkan Komisioner KPU 2024 – 2029 Sejak Sekarang

Catatan Abd. Kadir Sambolangi: Anggota panitia seleksi (Pansel) calon Komisi…

Rabu, 13 Maret 2019 10:40

Mereka Anggap Monster Itu Bernama Prabowo

Oleh : Hersubeno Arief Mereka ingin memutarbalik arus besar perubahan…

Minggu, 03 Maret 2019 11:34

Keadilan untuk Pak Sopir

Oleh: Bambang Iswanto, Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda…

Minggu, 03 Maret 2019 11:21

Memilih (Ke) Pemimpin (An) dengan Iman

Oleh : Dewi Sartika, SE., MM*   Perhelatan akbar sebentar…

Sabtu, 09 Februari 2019 12:49

Moderasi Beragama untuk Kebersamaan Umat

Oleh: Mukhamad Ilyasin (Rektor IAIN Samarinda)  Judul ini diangkat dari…

Sabtu, 09 Februari 2019 10:47

Stanley dan Mogulisme Media yang Anjay Sekali

Oleh: Ramon Damora Wartawan Indonesia KETUA Dewan Pers, Yosep Adi…

Selasa, 05 Februari 2019 10:18

Posisi Ketua Adat dalam Acara Pemerintah

PERINGATAN ulang tahun ke-59 Kabupaten Paser berjalan dengan sukses, meski…

Rabu, 30 Januari 2019 07:24

Guru Ideal dan Revolusioner

Oleh: Heni Susilowati MPd (Guru SMA 1 Long Kali, Paser)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*