MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Kamis, 10 Januari 2019 07:40
Mari Budayakan Membaca

PROKAL.CO, Oleh: Septyana Endang H.S.

(Guru Bahasa Indonesia di SMP 34 Samarinda)

PADA era digital ini, informasi begitu mudah kita dapatkan dengan dukungan teknologi. Wikipedia, blog-blog tulisan, situs berita online sudah bukan hal yang asing bagi generasi sekarang. Kemudahan ini dapat memberikan dampak positif maupun negatif dalam dunia media massa.

Di lingkungan media massa, salah satu dampak negatifnya adalah gulung tikarnya beberapa koran dan majalah yang sudah lama beredar di masyarakat. Tabloid olahraga nomor satu nasional yang menjadi bacaan favorit penulis, di luar dugaan akhirnya menerbitkan edisi perpisahan Oktober 2018 dan menimbulkan kesedihan bagi penggemarnya. Penulis menyimpulkannya sebagai dampak negatif, karena adanya kontribusi signifikan dari media cetak terhadap perkembangan budaya bahasa pembacanya.

Sebelum penulis menjabarkan kontribusi tersebut, ada baiknya kita bandingkan wartawan media online dan media cetak. Wartawan online berpacu dengan waktu mengejar deadline setiap saat, hasil liputan langsung ditulis saat itu juga. Hasilnya, bahasa jurnalis yang disampaikan ringkas dengan judul yang membuat penasaran calon pembacanya sehingga meng-klik judul berita tersebut.

Berbeda dengan wartawan koran, mereka mempunyai waktu hingga malam hari untuk menyempurnakan hasil liputannya. Riset mendalam, penambahan referensi berita dan proses editing berulang merupakan kegiatan yang akrab dijalani wartawan media cetak. Kerja keras ini menghasilkan karya jurnalistik yang menurut penulis berdampak positif bagi perkembangan budaya bahasa dibandingkan redaksi berita online.

Makin rendah peradaban suatu masyarakat, makin sederhana bahasanya. Sebaliknya, makin berkembang kebudayaan dan peradaban suatu masyarakat, makin luas juga jangkauan pemikirannya, sehingga mereka membutuhkan bahasa yang berkemampuan tinggi untuk menyatakan semua yang dipikirkannya. Karena itu, bahasanya harus kaya, bukan saja dalam kosa kata namun juga penggunaannya yang luas.

Media cetak berperan dalam memperkaya kosa kata bahasa Indonesia. Sebuah harian nasional yang terbit tanggal 06 Januari 2019 memuat beberapa kosa kata baru yang masih asing di telinga penulis. Penyintas, milenial, gim, dan seterusnya.

Adakah yang tahu kata-kata tersebut? Bahkan di KBBI belum tercantum kata tersebut. Atau sudah terdapat di KBBI namun kita belum terbiasa memakainya seperti kata gawai (kerja/pekerjaan), kontemporer (masa kini), hegemoni (dominasi), melek (mengerti) dan seterusnya. Banyak kata-kata baru yang dipakai di media cetak dan akhirnya diakui dalam KBBI.

Peran positif media cetak berikutnya adalah membentuk opini atau gambaran hal-hal yang bermanfaat bagi pembacanya. Contohnya, masih pada harian edisi di atas, artikel di kolom Gaya Hidup dengan judul Baca Buku Itu Keren, Kawan. Artikel tersebut berisi komentar dari beberapa kawula muda yang hobi membaca buku dan membandingkannya dengan hobi yang lain.

Tulisan yang ringan namun sarat makna dan pesan buat generasi muda agar timbul semangat untuk meningkatkan minat dan daya bacanya. Tingginya tingkat baca masyarakat akan berpengaruh positif pada budaya bahasanya.

Kedua hal di atas adalah contoh sederhana peran media cetak dalam pengembangan budaya bahasa masyarakat. Penulis mendambakan tulisan yang singkat ini memberi pengaruh positif pada para pihak untuk turut berperan dalam membangun budaya bahasa kita. Penerbit, wartawan dan pembaca, mari kita bentuk generasi yang cerdas, gemar membaca dan cinta bahasa Indonesia. (ndu/k18)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 06:59

Tumbler: Langkah Awal Peduli Kualitas Air Minum Isi Ulang

BARU - baru ini kita dikejutkan dengan video laut yang…

Kamis, 17 Januari 2019 08:37

Banjir Dungu

OLEH: SUNARTO SASTROWARDOJO (DOSEN SEKOLAH PASCA PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN WILAYAH…

Rabu, 16 Januari 2019 07:48

Berselancar di Atas Batu Bara

OLEH: NUGRA, ST(Competent Person Cadangan Coal) BATU BARA, barang Tuhan…

Selasa, 15 Januari 2019 07:59

Jangan Jadi Penyampah

Oleh: Hendrajati, S.Pd (Praktisi K3, Pendiri HSE Indonesia, Mahasiswa S-2…

Selasa, 15 Januari 2019 07:54

Ayo, Konsisten Cinta Persiba

Oleh: Andi Amirul Tarninda BP (Ketua Panpel Piala Soeratin U-17…

Senin, 14 Januari 2019 07:23

Kado Awal Tahun: Jaga Kebersamaan Umat

Oleh: Mukhmahad Ilyasin (Rektor IAIN Samarinda) MASYARAKAT Indonesia merupakan masyarakat…

Senin, 14 Januari 2019 06:53

Mengembangkan Ekonomi Syariah lewat Dunia Digital

Oleh: Rifki Maulana (Analis ekonomi–BI Kaltim) INDONESIA dikenal sebagai salah…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:24

Prostitusi

Di tengah hiruk pikuk berita dan tingginya tensi politik, kabar…

Kamis, 10 Januari 2019 07:40

Mari Budayakan Membaca

Oleh: Septyana Endang H.S. (Guru Bahasa Indonesia di SMP 34…

Kamis, 10 Januari 2019 07:38

Banggalah Berbahasa Indonesia

Oleh: Nurhana (Guru MAN 2 Samarinda) SATU dari empat fungsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*