MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 09 Januari 2019 10:47
Setahun, 1.125 Kasus Malaria, Kabupaten PPU Endemis Tertinggi di Kalimantan
dr. Eka Wardhana

PROKAL.CO, PENAJAM–Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diklaim sebagai daerah endemis malaria tertinggi di Kalimantan. Dengan jumlah pengidap 1.125 kasus selama 2018. Sehingga ditetapkan zona merah endemis malaria oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles itu banyak menyerang buruh yang bekerja di sektor kehutanan. Terbesar di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam, 462 kasus. Disusul Kecamatan Sepaku, yakni Kelurahan Sepaku 190 kasus. Kelurahan Maridan 118 kasus. “Kebanyakan malaria menyerang mereka yang bertugas mencari kayu di hutan,” kata Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Diskes) PPU dr Eka Wardhana, Selasa (8/1).

Tingginya jumlah penderita malaria di PPU, dipengaruhi letak kawasan hutan yang menjadi endemis malaria. Yakni, Kabupaten Kubar dan Paser. Selama ini, Diskes mengaku kesulitan mendata buruh pencari kayu.

 Mulai tahun ini akan dicoba mengaktifkan Pos Malaria. Terutama di Puskesmas Sotek yang memiliki catatan kasus malaria tertinggi. “Harusnya diproteksi dengan minum obat. Nanti, dicoba melakukan pendataan dulu,” ucap Eka.

Meskipun menjadi endemis malaria tertinggi, belum ada yang dinyatakan meninggal. Ke depan, Diskes mengimbau para pekerja menjalani pemeriksaan sebelum masuk hutan. Berikut, menghindari daerah yang berdekatan dengan air. “Termasuk, harus menggunakan body lotion dan kelambu saat tidur,” imbuhnya.

Upaya menekan tingginya kasus malaria di PPU telah dilakukan secara optimal. Salah satunya membagikan kelambu yang dilapisi zat insektisida dari Kemenkes. Ada 12 ribu kelambu dibagikan selama 2018. Tahun ini, PPU kembali mendapat bantuan 15 ribu kelambu. Selain itu, akan dilakukan pemeriksaan malaria terhadap ibu hamil.

Mengenai penanganan kasus malaria 2019 ini, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) hanya mengalokasikan Rp 53 juta. Tidak sepadan tren penyakit malaria yang selalu mengalami peningkatan, dalam waktu dua tahun terakhir. (*/kip/san/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 11:40

Menanti Dampak Perda Tata Niaga Sawit

TANA PASER – Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan di Kabupaten…

Senin, 21 Januari 2019 10:55

Pansel KPU Buka Lagi Pendaftaran

SAMARINDA–Kerja Panitia Seleksi (Pansel) Komisioner KPU Kaltim 2018–2023 sempat terhenti.…

Minggu, 20 Januari 2019 11:00

MUDAHAN LEBIH HOT..!! Tanpa Kisi-Kisi di Debat Kedua

JAKARTA – Debat capres-cawapres edisi kedua masih sebulan lagi. Namun,…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:09

Biaya Tol Teluk Kian Membengkak

BALIKPAPAN  –   Semakin lama tertunda, anggaran pembangunan Jembatan Tol…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:07

Abu Bakar Ba’asyir Bebas Tanpa Syarat

JAKARTA  -  Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir bisa mengakhiri…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:04

Polres Belum Terima Komplain Konsumen

BALIKPAPAN –  Kasus obat kosmetik ilegal diungkap jajaran Polres Balikpapan,…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

SERASA ANAK TIRI..!! Bandara APT Pranoto “Dicueki” Pusat

SAMARINDA–Moda transportasi udara jadi idola untuk memangkas waktu perjalanan. Sayangnya,…

Jumat, 18 Januari 2019 08:11

Kosmetik Ilegal Dijual Mahal

BALIKPAPAN – Nurliah (26) hanya bisa menunduk. Perempuan berkulit putih…

Jumat, 18 Januari 2019 08:01

Mengubur Kebencian

OLEH: BAMBANG ISWANTO (Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda)…

Jumat, 18 Januari 2019 07:57

Koran Adalah Alat Perjuangan, Bertahan dengan Kualitas Sajian

Media daring menjamur. Tapi tak akan membunuh koran. Tak membuatnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*