MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 09 Januari 2019 10:47
Setahun, 1.125 Kasus Malaria, Kabupaten PPU Endemis Tertinggi di Kalimantan
dr. Eka Wardhana

PROKAL.CO, PENAJAM–Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diklaim sebagai daerah endemis malaria tertinggi di Kalimantan. Dengan jumlah pengidap 1.125 kasus selama 2018. Sehingga ditetapkan zona merah endemis malaria oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles itu banyak menyerang buruh yang bekerja di sektor kehutanan. Terbesar di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam, 462 kasus. Disusul Kecamatan Sepaku, yakni Kelurahan Sepaku 190 kasus. Kelurahan Maridan 118 kasus. “Kebanyakan malaria menyerang mereka yang bertugas mencari kayu di hutan,” kata Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Diskes) PPU dr Eka Wardhana, Selasa (8/1).

Tingginya jumlah penderita malaria di PPU, dipengaruhi letak kawasan hutan yang menjadi endemis malaria. Yakni, Kabupaten Kubar dan Paser. Selama ini, Diskes mengaku kesulitan mendata buruh pencari kayu.

 Mulai tahun ini akan dicoba mengaktifkan Pos Malaria. Terutama di Puskesmas Sotek yang memiliki catatan kasus malaria tertinggi. “Harusnya diproteksi dengan minum obat. Nanti, dicoba melakukan pendataan dulu,” ucap Eka.

Meskipun menjadi endemis malaria tertinggi, belum ada yang dinyatakan meninggal. Ke depan, Diskes mengimbau para pekerja menjalani pemeriksaan sebelum masuk hutan. Berikut, menghindari daerah yang berdekatan dengan air. “Termasuk, harus menggunakan body lotion dan kelambu saat tidur,” imbuhnya.

Upaya menekan tingginya kasus malaria di PPU telah dilakukan secara optimal. Salah satunya membagikan kelambu yang dilapisi zat insektisida dari Kemenkes. Ada 12 ribu kelambu dibagikan selama 2018. Tahun ini, PPU kembali mendapat bantuan 15 ribu kelambu. Selain itu, akan dilakukan pemeriksaan malaria terhadap ibu hamil.

Mengenai penanganan kasus malaria 2019 ini, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) hanya mengalokasikan Rp 53 juta. Tidak sepadan tren penyakit malaria yang selalu mengalami peningkatan, dalam waktu dua tahun terakhir. (*/kip/san/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 25 Maret 2019 11:53

Cepat Bangkit, Kejar Target Lain!

HANOI – Nasib tim nasional U-23 Indonesia dalam dua bulan…

Senin, 25 Maret 2019 11:12

Yuni Dibunuh di Rumah, Wajah Lebam, Harta-Benda Raib

SAMARINDA–Sebuah rumah di Jalan Masjid, RT 30, Nomor 21, Rawa…

Senin, 25 Maret 2019 08:59

Dokter Menumpuk di Samarinda, Mahakam Ulu Tak Ada Dokter Spesialis

Dokter spesialis lebih suka bertugas di daerah perkotaan. Pasalnya, mereka…

Minggu, 24 Maret 2019 12:52

TEGAS..!! Kaltim Tolak Pembatasan Produksi Batu Bara

SAMARINDA- Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi mengatakan, untuk menjaga…

Minggu, 24 Maret 2019 11:54

Hantu Kacak Balikpapan Meresahkan, Masih Ada 2 yang Keliaran

BALIKPAPAN – Kasus pelecehan seksual terhadap perempuan di Kota Beriman…

Minggu, 24 Maret 2019 11:48
Belanda vs Jerman

PEMBUKTIAN PEROMBAKAN

AMSTERDAM–Kualifikasi Euro 2020 akan menjadi babak baru bagi Jerman. Sejak…

Minggu, 24 Maret 2019 10:18

Tim SAR Temukan Anak Tenggelam di Tenggarong Seberang

TENGGARONG - Tim gabungan Search and Rescue (SAR) berhasil menemukan…

Sabtu, 23 Maret 2019 21:08

Terang-terangan Mau Jadi Istri Kedua Sandiaga, Ini Alasan Tiffani

Pernyataan terbuka yang disampaikan mahasiswi cantik Vincentia Tiffani bahwa dia…

Sabtu, 23 Maret 2019 20:51

Rommy Ngeluh Rutan Pengap, Ini Kata KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons keluhan mantan ketua umum PPP…

Sabtu, 23 Maret 2019 20:50

Kampanye Akbar Jokowi-Ma'ruf, Ini Menteri-Menteri yang Ikut Serta

 Pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin bakal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*