MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 09 Januari 2019 06:46
Penundaan Tarif Bagasi Lion Air
Jika Disetujui, Angkasa Pura Siapkan Fasilitas
-

PROKAL.CO, PENUNDAAN penerapan biaya bagasi Lion Air dan Wings Air juga dibenarkan pengelola Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan. Kebijakan ini seharusnya berjalan sejak Selasa (8/1) kemarin, namun kini Angkasa Pura (AP) I masih menunggu kabar dari Lion Air. Sebab informasi yang beredar maskapai berlambang singa tersebut masih harus bertemu dengan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk perizinan penerapan biaya bagasi.

“Keputusannya tetap ada pada Kemenhub. Apabila disetujui, AP akan memberikan fasilitas pendukung dan sosialisasi kepada calon penumpang,” kata General Manager AP I Balikpapan Farid Indra Nugraha, kemarin. Bantuan berupa fasilitas dan sosialisasi ini juga sudah berdasarkan diskusi yang dilakukan AP I bersama otoritas bandara (Otban). 

Nantinya jika Lion Air resmi menerapkan pembayaran bagasi, maka pihaknya selaku pengelola bandara memberikan bantuan fasilitas sesuai kapasitasnya. Contoh yang sudah dipersiapkan AP I saat ini yakni mengirimkan petugas yang berjaga di dekat check-in counter Lion Air. Mereka di antaranya aviation security (Avsec), terminal service officer, dan customer service.

Petugas ini akan melayani penumpang yang ingin mencari informasi, pengaduan, dan sebagainya. “Kami hanya bisa membantu seperti mengawasi dalam penerapan kebijakan itu,” ucapnya. Tak hanya mengirim bantuan petugas, AP I juga akan membantu dalam sosialisasi. Informasi tentang biaya bagasi Lion Air akan beredar di media yang berada di bandara, seperti media massa.

“Kami pasang informasinya di televisi yang ada di bandara, spanduk, standing banner. Misalnya spanduk maskapai yang buat, nanti kami bantu fasilitas pasang di bandara,” sebutnya.

Sementara itu, dalam siaran pers Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub mengatakan, biaya bagasi dapat dikenakan untuk maskapai yang tercatat pada kelompok pelayanan berbasis biaya rendah. Namun penerapan ini terlebih dahulu harus memenuhi syarat dan tahapan sesuai aturan Kemenhub.

Yakni melakukan perubahan SOP Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri (sebagaimana ketentuan pasal 63, PM 185 Tahun 2015) untuk mendapatkan persetujuan Direktur Jenderal Perhubungan Udara terlebih dahulu.

Memastikan kesiapan SDM, personil dan peralatan yang menunjang perubahan ketentuan, sehingga tidak menimbulkan adanya antrean di area check-in counter, di area kasir pembayaran bagasi tercatat serta kemungkinan gangguan operasional dan ketertiban bandara lainnya yang dapat menimbulkan keterlambatan penerbangan.

Melaksanakan sosialisasi secara massif kepada masyarakat luas (calon penumpang) melalui media cetak, elektronik dan media sosial. Serta melaksanakan koordinasi yang intensif dengan stakeholder terkait antara lain Badan Usaha Bandar Udara, Unit Penyelenggara Bandar Udara dan Kantor Otoritas Bandar Udara.

Ada pun ketentuan mengenai bagasi tercatat berada dalam Pasal 22 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Di mana, setiap maskapai dalam menentukan standar pelayanan memperhatikan kelompok pelayanan yang diterapkan masing-masing maskapai.

Termasuk kebijakan bagasi tercatat disesuaikan dengan kelompok pelayanannya. Kemudian dalam pasal 3 PM 185 Tahun 2015, terdapat tiga kelompok pelayanan yang diterapkan oleh masing-masing Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal. Di antaranya pelayanan dengan standar maksimum (full services), pelayanan dengan standar menengah (medium services), dan pelayanan dengan standar minimum (no frills).

Kepala Otoritas Bandara Wilayah VII Balikpapan Alexader Rita menyatakan, kebijakan biaya bagasi murni kewenangan maskapai. Namun sekali lagi harus mengikuti aturan yang berlaku. Apalagi mengingat Lion Air masuk dalam kategori pelayanan standar minimun atau no frills. “Dalam aturannya memang diperbolehkan sama saja seperti Air Asia yang sudah lebih dahulu memberlakukan biaya bagasi,” ungkapnya.

Sementara untuk kategori maskapai full service, penerapan biaya bagasi jelas tidak diperbolehkan. Misalnya Batik Air yang termasuk Lion Air Goup tidak ikut memberlakukan kebijakan itu. Berbeda dengan Lion Air yang memang memasang tarif rendah. “Jadi tinggal pilihan masyarakat saja, kalau mau naik Lion Air harusnya tidak perlu bawa bagasi banyak. Kalau mau bawa bagasi, sadar ada tambahan biaya,” tuturnya.

Sebagai informasi, saat ini maskapai pelayanan full service di Indonesia yakni Garuda Indonesia dan Batik Air. Kemudian medium service yaitu Trigana Air, Travel express, Sriwijaya Air, NAM Air, dan Transnusa Air Service. Terakhir kategori no frill service di antaranya Lion Air, Wings Air, Indonesia AirAsia, Indonesia AirAsia Extra, Citilink Indonesia, dan Susi Air.

Dalam kelompok pelayanan ini berlaku standar pelayanan yang tidak sama. Termasuk dalam fasilitas membawa bagasi tercatat. Ketersediaan bagasi tercatat dalam seluruh kelompok pelayanan diberikan oleh maskapai penerbangan dengan ketentuan khusus. Mulai dari kelompok full service paling banyak 20 kg tanpa dikenakan biaya. Kemudian kelompok medium service maksimal 15 kg tanpa dikenakan biaya, dan kelompok no frills dapat dikenakan biaya.

Alex meminta sebelum menerapkan aturan biaya bagasi, maskapai perlu memastikan ketersediaan fasilitas pendukung di bandara. Selanjutnya menginformasikan kepada penumpang soal biaya dan tata cara pembayarannya. "Sehingga mereka tidak baru sibuk saat sudah tiba di bandara. Jadi tidak menimbulkan kendala dan mengganggu kenyamanan penumpang lain," tutupnya. (gel/ndu/k18)


BACA JUGA

Minggu, 21 Juli 2019 01:36

PI 10 Persen Blok Mahakam Diraih, Tiap Tahun BUMD Ini Terima Dana

PROKAL.CO, SAMARINDA - PT Migas Mandiri Pratama Kutai Mahakam (MMPKM)…

Sabtu, 20 Juli 2019 23:07

Kelebihan Tank Damkar Inovasi Baru, Bisa Mengapung dan Masuk Hutan

JAKARTA -- Perusahaan terkemuka dalam negeri, PT Sena Sanjaya Makmur…

Jumat, 19 Juli 2019 11:25

Pemprov dan Pemkab Kukar Ambil Bagian dari WK Mahakam

Kepastian participating interest (PI) 10 persen yang didapat Pemprov Kaltim…

Jumat, 19 Juli 2019 11:23

Rush Berjaya, Market Share Balikpapan Capai 27 Persen

JAKARTA - Meski ekonomi sedang tidak begitu baik, market share…

Jumat, 19 Juli 2019 10:27

Suku Bunga Turun Gairahkan Otomotif

JAKARTA – Setelah tujuh bulan bertahan sejak November tahun lalu,…

Rabu, 17 Juli 2019 11:47

Maksimalkan Dana Desa untuk SDM, Kurangi Masyarakat Miskin

SAMARINDA – Tak hanya fokus kepada peningkatan infrastruktur di daerah,…

Rabu, 17 Juli 2019 11:32

Pemerintah Setujui PoD Blok Masela

JAKARTA – Tarik ulur pengembangan proyek Blok Masela yang berlangsung…

Selasa, 16 Juli 2019 12:05

Kredit UMKM Capai Rp 21,23 T, Didominasi untuk Modal Usaha

SAMARINDA- Kinerja penyaluran kredit untuk usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 16 Juli 2019 12:04

Kejar Target Produksi Migas, PEP Asset 5 Bor Enam Sumur pada Juli-Agustus

BALIKPAPAN- Pertamina EP (PEP) Asset 5 fokus mengejar target produksi…

Selasa, 16 Juli 2019 12:03

LPDB KUMKM Jemput Bola ke Kaltim, Katrol Penyaluran Dana Bergulir

SAMARINDA - Kaltim menempati urutan ke-11 dalam urusan penyaluran dana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*