MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 07 Januari 2019 09:58
Upaya Normalisasi Sungai Karang Mumus, Warga Mau Direlokasi ke Sini...
MENYALAHI ATURAN: Pemerintah tengah mengupayakan relokasi warga penghuni bantaran Sungai Karang Mumus agar mengembalikan fungsi sungai.

PROKAL.CO, SAMARINDA–Pengendalian banjir tak semudah membalikkan telapak tangan. Penyelesaiannya perlu bertahap dengan anggaran besar. Di Samarinda, tantangan terbesar ada dalam pengendalian Sungai Karang Mumus (SKM). Sungai yang membelah Kota Tepian itu alami pendangkalan hingga 70 persen. Padahal, pengaruh SKM dalam pengendalian limpasan air di Samarinda mencapai 60 persen.

Beberapa waktu lalu, Gubernur Kaltim Isran Noor menegaskan tengah mengupayakan agar Samarinda mendapat bantuan APBN Rp 7 triliun tahun ini. Anggaran itu dialokasikan khusus program pengendalian banjir hingga 2021. Anggaran tersebut rencananya banyak digunakan untuk membenahi SKM.

Pemkot Samarinda sangat mendukung upaya gubernur. Ini disampaikan Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sungeng Chairuddin. “Pak Gubernur (Isran Noor) tentu akan membantu menyiapkan solusi. Begitu pula dalam hal regulasi,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap bekerja. Sesuai masterplan yang telah mereka susun. Pihaknya membantu dari sisi pembebasan lahan untuk relokasi. “Apalagi semua bangunan rencananya direlokasi. Drainase yang mengarah ke SKM akan dibenahi,” terang dia.

Pihaknya juga berencana menyatukan bangunan milik warga yang bermukim di tepi SKM. Jika ada 100 rumah berdempetan, rencananya diterapkan pergantian dengan membangunkan rumah. “Tapi, tetap di lokasi yang sama. Hanya, bangunannya ke atas (bertingkat). Tetap mengikuti batas sempadan sungai. Kan 10 meter dari tepi sungai tidak boleh ada bangunan. Seperti di Banjarmasin. Ternyata polanya bagus,” jelasnya.

Jika berjalan demikian. Mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda itu menyebut, warga tidak perlu pindah jauh. Hanya, tepi sungai dan bangunan dibuat lebih rapi. “Tetap dikondisikan agar warga mau bergabung. Yang jelas, kami akan berkoordinasi dengan Pemkot Banjarmasin. Bagaimana mereka menerapkan sistemnya,” ungkap dia.

Dia memastikan, bangunan akan dibuat bagus. Dengan jumlah lebih sedikit. Lantaran bangunan dibuat bertingkat. “Kami berupaya secepatnya. Apalagi Pak Isran (Gubernur Kaltim) Januari sudah bergerak,” pungkasnya.

Perlu diketahui, sekarang kondisi SKM dapat dikatakan sedang kritis. Ini akan mengancam kelangsungan ekologis. Sehingga, penanganannya tidak dapat dilakukan satu pihak. Apalagi, permukiman masih memenuhi tepinya.

Selama terus seperti itu. Kondisi SKM tidak akan berubah. Walaupun pengendaliannya sudah berjalan. Maka, untuk mengembalikan fungsi SKM seperti sediakala, yakni dengan merelokasi masyarakat yang bermukim di bantaran SKM.

Akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Mulawarman (Unmul) Riza Hayati Ifroh mengatakan, faktor perilaku atau masyarakat harus diperhatikan. Juga, dibantu dan didukung dengan advokasi serta kemitraan dari berbagai pihak. “Menangani SKM tidak hanya bagian hulu atau hilirnya saja. Tapi, dari hulu ke hilir,” ujar Riza.

Dia tidak menampik, hulu SKM kondisinya hijau tanpa permukiman. Namun, yang menjadi permasalahan di kawasan perkotaan. Jelas terlihat bagaimana perbedaannya. “Selama masyarakat tidak direlokasi. Masalah tidak akan selesai. Polusi yang muncul di SKM. Berasal dari masyarakat tepi sungai,” kata dia.

Memang diperlukan kajian determinan sosial. Untuk memastikan kondisi SKM. Konsepnya mencakup psikologis, fisik, biologis, dan perilaku masyarakat. Sehingga pihaknya tidak bisa asal berasumsi. “Namun, jika dilihat kondisi sekarang. Kelangsungan ekosistem pasti terganggu,” terangnya.

Pada 2013, dia mengaku pernah melakukan penelitian. Terhadap Sungai Mahakam. Walhasil, kadar logam di Sungai Mahakam cukup tinggi. “Tidak boleh dikonsumsi secara langsung. Itu kondisi Sungai Mahakam. SKM, silakan menilai sendiri,” jelas dia.

Jika dilihat dari konsep kesehatan masyarakat (kesmas). Tidak hanya berbicara tentang satu aspek. Tapi, tentang kolaborasi dari semua pihak. “Perilaku masyarakat juga harus diperhatikan,” imbuhnya.

Sungai bisa sehat kalau dijaga jalur hijaunya. Seperti batas sempadan sungai, 10 meter dari tepi sungai tidak boleh ada bangunan. Begitu pula daerah aliran sungai (DAS). Diperlukan tumbuhan yang hidup di dalam air. Seperti eceng gondok dan kumpai. "Fungsinya menghisap racun di dalam air,” terang dia.

Sedangkan tepi sungai. Diperlukan tanaman yang dapat menutrisi. Dan menyerap racun sebelum masuk ke sungai. Seperti pohon rumbia dan pohon jarak. (*/dq/ndy/k8)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 07:44

Se-Kalimantan, di Sinilah Termahal Biaya Hidup

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berada di urutan…

Selasa, 15 Januari 2019 21:03

Persentase Kemiskinan Kaltim Naik Jadi 6,06% di September 2018

SAMARINDA  - Persentase penduduk miskin di Kalimantan Timur di September…

Selasa, 15 Januari 2019 10:29

Diperiksa 9 Jam, Ini Hasil Pemeriksaan Vanessa Angel

SURABAYA - Vanessa Angel kembali mendatangi Mapolda Jatim untuk memenuhi…

Selasa, 15 Januari 2019 10:11
Misteri Legiman, Pengemis dengan Tabungan Rp 900 Juta

Di Desa Asal Tak Dikenali, Menghilang dari Tempat Mangkal

Oleh sejawat sesama pengemis, Legiman dikenal rajin dan daerah operasinya…

Selasa, 15 Januari 2019 08:51

Harga Tiket Turun Bertahap

BALIKPAPAN – Turunnya harga tiket disambut positif pelaku usaha penjualan…

Selasa, 15 Januari 2019 08:48

Cuaca Buruk, Dua Pesawat Gagal Mendarat

DIGUYUR hujan sejak pagi dengan intensitas cukup tinggi, genangan terjadi…

Selasa, 15 Januari 2019 08:43

Pemerintah Kebut Proyek Drainase

SAMARINDA diguyur hujan deras, Senin (14/1). Sekitar empat jam sejak…

Selasa, 15 Januari 2019 08:38

Potongan-Potongan Surga Itu Ada di Sana

JALAN Lintas Selatan (JLS) di wilayah Jawa Timur (Jatim) punya…

Selasa, 15 Januari 2019 08:34

“Lelah Boleh, tapi Tak Boleh Menyerah”

Penghargaan bergengsi di bidang kebersihan kota dan lingkungan kembali diraih…

Selasa, 15 Januari 2019 08:20

TEGAS..!! Gubernur Isran Bantah tak Peduli Anak Meninggal di Kolam Bekas Tambang

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor sempat menyinggung sejumlah pemberitaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*