MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 07 Januari 2019 09:58
Upaya Normalisasi Sungai Karang Mumus, Warga Mau Direlokasi ke Sini...
MENYALAHI ATURAN: Pemerintah tengah mengupayakan relokasi warga penghuni bantaran Sungai Karang Mumus agar mengembalikan fungsi sungai.

PROKAL.CO, SAMARINDA–Pengendalian banjir tak semudah membalikkan telapak tangan. Penyelesaiannya perlu bertahap dengan anggaran besar. Di Samarinda, tantangan terbesar ada dalam pengendalian Sungai Karang Mumus (SKM). Sungai yang membelah Kota Tepian itu alami pendangkalan hingga 70 persen. Padahal, pengaruh SKM dalam pengendalian limpasan air di Samarinda mencapai 60 persen.

Beberapa waktu lalu, Gubernur Kaltim Isran Noor menegaskan tengah mengupayakan agar Samarinda mendapat bantuan APBN Rp 7 triliun tahun ini. Anggaran itu dialokasikan khusus program pengendalian banjir hingga 2021. Anggaran tersebut rencananya banyak digunakan untuk membenahi SKM.

Pemkot Samarinda sangat mendukung upaya gubernur. Ini disampaikan Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sungeng Chairuddin. “Pak Gubernur (Isran Noor) tentu akan membantu menyiapkan solusi. Begitu pula dalam hal regulasi,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap bekerja. Sesuai masterplan yang telah mereka susun. Pihaknya membantu dari sisi pembebasan lahan untuk relokasi. “Apalagi semua bangunan rencananya direlokasi. Drainase yang mengarah ke SKM akan dibenahi,” terang dia.

Pihaknya juga berencana menyatukan bangunan milik warga yang bermukim di tepi SKM. Jika ada 100 rumah berdempetan, rencananya diterapkan pergantian dengan membangunkan rumah. “Tapi, tetap di lokasi yang sama. Hanya, bangunannya ke atas (bertingkat). Tetap mengikuti batas sempadan sungai. Kan 10 meter dari tepi sungai tidak boleh ada bangunan. Seperti di Banjarmasin. Ternyata polanya bagus,” jelasnya.

Jika berjalan demikian. Mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda itu menyebut, warga tidak perlu pindah jauh. Hanya, tepi sungai dan bangunan dibuat lebih rapi. “Tetap dikondisikan agar warga mau bergabung. Yang jelas, kami akan berkoordinasi dengan Pemkot Banjarmasin. Bagaimana mereka menerapkan sistemnya,” ungkap dia.

Dia memastikan, bangunan akan dibuat bagus. Dengan jumlah lebih sedikit. Lantaran bangunan dibuat bertingkat. “Kami berupaya secepatnya. Apalagi Pak Isran (Gubernur Kaltim) Januari sudah bergerak,” pungkasnya.

Perlu diketahui, sekarang kondisi SKM dapat dikatakan sedang kritis. Ini akan mengancam kelangsungan ekologis. Sehingga, penanganannya tidak dapat dilakukan satu pihak. Apalagi, permukiman masih memenuhi tepinya.

Selama terus seperti itu. Kondisi SKM tidak akan berubah. Walaupun pengendaliannya sudah berjalan. Maka, untuk mengembalikan fungsi SKM seperti sediakala, yakni dengan merelokasi masyarakat yang bermukim di bantaran SKM.

Akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Mulawarman (Unmul) Riza Hayati Ifroh mengatakan, faktor perilaku atau masyarakat harus diperhatikan. Juga, dibantu dan didukung dengan advokasi serta kemitraan dari berbagai pihak. “Menangani SKM tidak hanya bagian hulu atau hilirnya saja. Tapi, dari hulu ke hilir,” ujar Riza.

Dia tidak menampik, hulu SKM kondisinya hijau tanpa permukiman. Namun, yang menjadi permasalahan di kawasan perkotaan. Jelas terlihat bagaimana perbedaannya. “Selama masyarakat tidak direlokasi. Masalah tidak akan selesai. Polusi yang muncul di SKM. Berasal dari masyarakat tepi sungai,” kata dia.

Memang diperlukan kajian determinan sosial. Untuk memastikan kondisi SKM. Konsepnya mencakup psikologis, fisik, biologis, dan perilaku masyarakat. Sehingga pihaknya tidak bisa asal berasumsi. “Namun, jika dilihat kondisi sekarang. Kelangsungan ekosistem pasti terganggu,” terangnya.

Pada 2013, dia mengaku pernah melakukan penelitian. Terhadap Sungai Mahakam. Walhasil, kadar logam di Sungai Mahakam cukup tinggi. “Tidak boleh dikonsumsi secara langsung. Itu kondisi Sungai Mahakam. SKM, silakan menilai sendiri,” jelas dia.

Jika dilihat dari konsep kesehatan masyarakat (kesmas). Tidak hanya berbicara tentang satu aspek. Tapi, tentang kolaborasi dari semua pihak. “Perilaku masyarakat juga harus diperhatikan,” imbuhnya.

Sungai bisa sehat kalau dijaga jalur hijaunya. Seperti batas sempadan sungai, 10 meter dari tepi sungai tidak boleh ada bangunan. Begitu pula daerah aliran sungai (DAS). Diperlukan tumbuhan yang hidup di dalam air. Seperti eceng gondok dan kumpai. "Fungsinya menghisap racun di dalam air,” terang dia.

Sedangkan tepi sungai. Diperlukan tanaman yang dapat menutrisi. Dan menyerap racun sebelum masuk ke sungai. Seperti pohon rumbia dan pohon jarak. (*/dq/ndy/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Juli 2019 13:10

TENANG AJA..!! Bank Mandiri Pastikan Rekening Nasabah Aman

PROKAL.CO, SAMARINDA - Bank Mandiri memastikan rekening nasabahnya tetap aman…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:49

Hongkong Bergolak, Bisnis dan Wisata Lesu

Aksi massa penolakan RUU Hongkong berdampak luar biasa. Wisatawan takut…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:36

Ratusan Pesawat Boeing Dikandangkan

NEW YORK – Boeing, perusahaan pesawat terbesar di dunia, mengalami…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:33

Endus Kecurangan setelah PPDB, Ombudsman Bakal Gandeng Saber Pungli

Siswa-siswa titipan diduga masuk melalui pintu belakang setelah masa penerimaan…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:32

Sani Jadi Sekprov, Pemprov Hemat Bicara

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Isran Noor menanggapi santai pelantikan Abdullah Sani sebagai…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:28

Luas Areal Pertambangan Diklaim Menyusut

SAMARINDA – Evaluasi izin usaha pertambangan (IUP) batu bara oleh…

Sabtu, 20 Juli 2019 11:25

Cuaca Panas Sambut Jamaah, CJH Lansia Bertumbangan di Masjidilharam

BALIKPAPAN – Raut tegang bercampur gembira menghias wajah 449 calon…

Jumat, 19 Juli 2019 23:45

Pindah Ibu Kota Diputus Agustus

Percepatan pemindahan ibu kota dinilai perlu ditangani kementerian khusus. Agar…

Jumat, 19 Juli 2019 23:23
Nawawi Pomolango, Capim KPK Asal Balikpapan yang Adili Mantan Ketua DPD---sub

Bermodal Pengalaman Jadi Hakim, Ingin Miskinkan Koruptor

Tiga puluh tahun berkarier sebagai pengadil. Ragam kasus ditangani. Nawawi…

Jumat, 19 Juli 2019 23:21

Soal Sistem PPDB, Sekolah Angkat Tangan

BALIKPAPAN – Kasus calon peserta didik ditolak masuk di sekolah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*