MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Minggu, 06 Januari 2019 08:52
Mingalabar from Myanmar
Shwezigon Pagoda

PROKAL.CO, Oleh: Firman Wahyudi

 

PERJALANAN dari Balikpapan ke Myanmar memakan waktu 5 jam 30 menit, termasuk transit di Singapura. Setibanya di ibu kota Myanmar, Yangon, langsung disambut kalungan bunga. Lalu makan malam sambil menyaksikan Karaweik Show, pertunjukan budaya setempat.

Hari berganti, keesokan melakukan perjalanan sekitar 4 jam dari Yangon, tiba di Kyaiktiyo Pagodaatau yang dikenal dengan sebutan Golden Rock. Untuk dapat sampai, kami naik cable car sambil menikmati pemandangan dari ketinggian. Objek wisata ini konon bertengger di atas sehelai rambut Buddha. Keunikannya, yakni keseimbangan melawan gravitasi.

Esoknya setelah sarapan terbang ke Heho dengan pesawat. Menempuh satu jam perjalanan. Mengunjungi Pyi Shan Monastery, merupakan biara untuk biksu dan bhikuni. Lalu menyusuri Danau Inle yang terkenal karena desain perahu yang khas.

Melewati Phaung Daw Oo Pagoda, melihat leher panjang di Nan Pan Village. Tradisi masyarakat setempat. Dianggap sebagai identitas pada zaman dahulu. Konon, perempuan berleher panjang lebih menarik di mata pria.

Setelah itu, menuju Bagan yang memakan waktu 9 jam. Kota kuno di Divisi Mandalay pada abad ke-9 sampai ke-13. Sebelumnya dijuluki Arimaddanapura atau Arimaddana. Subuh kami sudah bergegas. Menikmati indahnya matahari terbit dari balon udara.

Berkesempatan mengelilingi Old Bagan City dengan kereta kuda. Kemudian foto dengan latar Dhammayangyi Pagoda, Shwezigon Pagoda. Sorenya, melihat kehidupan masyarakat asli Burma di desa Min Nan Thu.

Melanjutkan perjalanan ke Mandalay. Kunjungan ke Mahamuni Pagoda, Golden Monastery. Tak lupa berbelanja suvenir khas di China Town. Kami berkesempatan mencicipi makan malam khas Myanmar, namanya Daung Lann Gyi. Rasanya unik. Cenderung asam dan asin.

Hari ketujuh alias terakhir, kunjungan ke Mingun untuk melihat Myatheindan Pagoda atau White Pagoda. Indah sekali. Perjalanan di Myanmar memberi kesan beda apalagi budayanya. Apalagi negara tersebut juga dikenal sebagai negara Tanah Emas.

Walau melelahkan, namun semua terbayar dengan pemandangan alam dan kultur budaya. Bagi pencinta sejarah dan alam, negara ini sangat direkomendasikan! (*/rdm2/k8)

 


BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 12:03
Geliat Wisata saat Gunung Bromo Erupsi Kecil

Justru Bisa Dapat Sajian Momen Keindahan Asap

Jumlah wisatawan ke Bromo menurun bahkan jika dibandingkan dengan saat…

Sabtu, 16 Maret 2019 14:06
Setelah sang Pelukis Abstrak Itu Berpamitan Dua Bulan Lalu

Sosok yang Supel dan Selalu Siap Bantu Teman

Dari Jogjakarta, Zulfirman Syah pindah ke Selandia Baru untuk mendampingi…

Kamis, 21 Februari 2019 14:34

Di Aceh, Ganja Buat Usir Nyamuk dan Hama

Aceh sebagai salah kawasan paling barat di Indonesia disebut sebagai…

Minggu, 17 Februari 2019 12:45
Pesona Tirta Mahakam, Lestari Histori Bahari Garapan IPDP Kaltim Kota Samarinda

Ingin Mengulang Sensasi Tabrakan Tambangan saat Hendak Merapat ke Dermaga

Sabtu (16/2) malam, sungai Mahakam meriah gegap gempita. Letupan mesin…

Jumat, 15 Februari 2019 11:34
Melawan Nyeri di Sekujur Tubuh Penderita Kanker dengan Samarium Karya Batan

Proses Pembuatan Jumat sampai Senin, Pengiriman Dikawal Khusus

Diinjeksi samarium tak membuat pasien kanker jadi lemas dan mengantuk…

Sabtu, 09 Februari 2019 13:51
Ketika Pantai-Pantai di Badung, Bali, ’’Dikirimi’’ Berton-ton Sampah

Hamparan Gelas Plastik dan Bungkus Detergen di Pusat Ikan Bakar

Gelombang sampah di pesisir Badung dianggap yang terparah dalam 10…

Jumat, 01 Februari 2019 11:45

Tahun Babi Tanah, Ini 4 Shio yang Diramalkan Kurang Beruntung

 Pada 5 Februari mendatang, masyarakat Tionghoa merayakan tahun baru Imlek.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*