MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 06 Januari 2019 06:43
Mulai SD Sudah Jualan Roti
Ruth Shanti Anissa

PROKAL.CO, DUNIA bisnis selalu menarik bagi siapa saja. Tak terkecuali kaum muda. Mahasiswa zaman sekarang mulai sadar akan kegiatan berwirausaha. Industri kreatif begitu diminati karena peminat yang banyak dan dituntut selalu berinovasi. Mahasiswa mulai melirik ranah ini. Satu di antaranya Ruth Shanti Annisa, berwirausaha sejak usia 20.

DITEMUI di ruko sederhana yang menjadi tempatnya menjalankan Sunny Souvenirsejak 2016, Shanti menyambut ramah. Meski tak terlalu luas, terlihat beragam suvenir disusun rapi di atas rak dan di dalam boks berukuran sedang. Mulai boneka, bunga flanel, sampai makanan ringan dibentuk menyerupai buket bunga. Saat banyak orang masih ragu memulai bisnis, perempuan berhijab itu justru yakin.

Shanti mengaku alasannya mendirikan usaha karena melihat peluang. Jika dia bisa mendapatkan untung walau hanya sedikit, baginya itu sudah sangat lumayan. Berawal dari hobi yang memang sudah suka berjualan sejak SD, hal itu terbawa hingga duduk di bangku kuliah. Perekonomian keluarga juga menjadi salah satu faktor yang mendorongnya melakukan hal tersebut.

“Sewaktu SD, awalnya jualan roti. Dulu saya kasih harga 500 perak untuk satu roti,” ujar Shanti sembari tersenyum kecil.

Berlanjut di bangku SMP dan SMA, Shanti berjualan cokelat, pulsa, brownies, dan risol. Saat itu, Shanti tidak mengolah sendiri melainkan hanya menjualkan milik orang lain. Ketika memasuki bangku perkuliahan, dia sempat menjual kue putu dan lumpia buatan sendiri saat semester satu hingga tiga. Namun, karena keterbatasan waktu, dia memutuskan untuk menjual kue dari orang lain lagi seperti saat bersekolah dulu.

Kebetulan, saat itu di fakultas tempat Shanti berkuliah yakni Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Mulawarman (Unmul) belum memiliki kantin. Sehingga, dagangannya laris manis. Dari situ, mulai bermunculan teman-teman Shanti bahkan senior yang juga berjualan karena tertarik saat melihat dia.

Untuk sebagian orang, mungkin merasa malu jika harus berjualan seperti itu. Shanti pun demikian, namun karena keadaan mendesak, mau tak mau dilakukan. Terkadang, jika dia sedang tidak berjualan, orang akan mencarinya. Hal itu cukup membuatnya senang juga karena ternyata orang menyukai apa yang dia jual dan itu bermanfaat bagi orang lain.

“Enggak mau peduli sama omongan orang lain. Saat ini, pemikiran saya itu kalau gengsi ya enggak bikin kamu kenyang. Yang merasakan dan mendapatkan manfaat kan juga kita,” lanjutnya.

Pada 2016, Shanti mulai mendirikan usaha suvenir. Awalnya, dia tertarik ketika melihat kakak tingkat di kampus yang berjualan selempang untuk wisuda. Dia memutuskan menjadi reseller. Setelah beberapa bulan, Shanti mulai penasaran di mana tempat untuk membuat selempang yang ternyata dibuat di Jawa karena harganya lebih murah.

Tak lama kemudian, dia berhenti menjadi reseller dan lebih fokus pada tender yang didapat dari Jawa. Tak terlalu berjalan mulus, ketika Shanti sudah menerima pesanan, dia mendapat komplain dari customer karena barang belum sampai.

“Saya sudah nangis, bolak-balik ke kantor ekspedisi karena keterlambatan dari mereka. Pelanggan minta uang mereka balik. Ketika barangnya sudah ada, orang enggak mau tahu karena uangnya sudah diambil lagi juga. Saya mikir, kalau begini terus kapan majunya? Capek juga selalu dimarahi,” papar Shanti.

Belajar dari pengalaman, Shanti memilih untuk mencari tempat bordir di Samarinda. Kini sudah ada tiga tempat yang kerja sama dengannya. Meski hanya dua yang aktif. Dia berniat untuk memiliki tempat bordir khusus untuk usahanya.

“Motivasi saya adalah keluarga. Saya sudah terbiasa mandiri sejak SMA, enggak terlalu sering dikasih uang saku. Akhirnya ya pengin menghasilkan uang sendiri dan untuk bantu kebutuhan keluarga di rumah juga,” pungkas Shanti saat ditemui awal pekan lalu.

Mulanya hanya menjual selempang, kini dia menyediakan pernak-pernik khas wisuda atau perayaan. Seperti buket bunga, boneka wisuda, hingga buket snack. Ke depan, dia rencana akan mencari tempat yang lebih luas agar semakin melebarkan usahanya. (*/ysm*/rdm2/k8)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 13 Januari 2019 12:57

Olahan Vegetarian, Makan Enak, Hidup Sehat

POLA hidup vegetarian merupakan salah satu upaya manusia untuk hidup menyelaraskan…

Minggu, 13 Januari 2019 12:46

Simpel, Sehat, Segar dari Puding Kelapa

MENGADOPSI pola hidup vegetarian bukan berarti tidak bisa ngemil enak…

Minggu, 13 Januari 2019 12:35

Dihantui Rasa Sakit Jadi Motivasi Diet

PENAMPILAN fisik yang terawat dan tubuh langsing masih menjadi faktor…

Minggu, 13 Januari 2019 12:29

Pola Makan Benar, Gizi Terjaga

SETELAH bobot tubuh naik hingga 14 kilogram dalam kurun dua…

Minggu, 13 Januari 2019 06:12

Makan Enak, Hidup Sehat

POLA hidup vegetarian merupakan salah satu upaya manusia untuk hidup menyelaraskan…

Minggu, 13 Januari 2019 06:10

Kreasi Jamur Nikmat ala Vegan

MENJADI seseorang yang mengadopsi pola hidup vegetarian atau vegan membuat …

Selasa, 08 Januari 2019 11:14

Ini Loh Khasiat Daun Salam dalam Masakan

Daun salam bukan hanya bumbu dapur penyedap masakan. Tapi fungsinya sebagai…

Selasa, 08 Januari 2019 11:09

Gimana Caranya Bujuk Anak Senang Makan Sayur?

Buah dan sayur merupakan salah satu makanan wajib yang dikonsumsi…

Selasa, 08 Januari 2019 11:08

Kulit Berminyak Bikin Tampak Awet Muda? Benarkah?

Ada anggapan bahwa orang yang memiliki karakter wajah berminyak lebih…

Selasa, 08 Januari 2019 11:05

Tak Hanya untuk Detoks, Ini 5 Manfaat Air Mentimun Bagi Tubuh

Air mentimun atau yang sering dijadikan sebagai infused watermemiliki segudang manfaat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*