MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 06 Januari 2019 06:43
Mulai SD Sudah Jualan Roti
Ruth Shanti Anissa

PROKAL.CO, DUNIA bisnis selalu menarik bagi siapa saja. Tak terkecuali kaum muda. Mahasiswa zaman sekarang mulai sadar akan kegiatan berwirausaha. Industri kreatif begitu diminati karena peminat yang banyak dan dituntut selalu berinovasi. Mahasiswa mulai melirik ranah ini. Satu di antaranya Ruth Shanti Annisa, berwirausaha sejak usia 20.

DITEMUI di ruko sederhana yang menjadi tempatnya menjalankan Sunny Souvenirsejak 2016, Shanti menyambut ramah. Meski tak terlalu luas, terlihat beragam suvenir disusun rapi di atas rak dan di dalam boks berukuran sedang. Mulai boneka, bunga flanel, sampai makanan ringan dibentuk menyerupai buket bunga. Saat banyak orang masih ragu memulai bisnis, perempuan berhijab itu justru yakin.

Shanti mengaku alasannya mendirikan usaha karena melihat peluang. Jika dia bisa mendapatkan untung walau hanya sedikit, baginya itu sudah sangat lumayan. Berawal dari hobi yang memang sudah suka berjualan sejak SD, hal itu terbawa hingga duduk di bangku kuliah. Perekonomian keluarga juga menjadi salah satu faktor yang mendorongnya melakukan hal tersebut.

“Sewaktu SD, awalnya jualan roti. Dulu saya kasih harga 500 perak untuk satu roti,” ujar Shanti sembari tersenyum kecil.

Berlanjut di bangku SMP dan SMA, Shanti berjualan cokelat, pulsa, brownies, dan risol. Saat itu, Shanti tidak mengolah sendiri melainkan hanya menjualkan milik orang lain. Ketika memasuki bangku perkuliahan, dia sempat menjual kue putu dan lumpia buatan sendiri saat semester satu hingga tiga. Namun, karena keterbatasan waktu, dia memutuskan untuk menjual kue dari orang lain lagi seperti saat bersekolah dulu.

Kebetulan, saat itu di fakultas tempat Shanti berkuliah yakni Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Mulawarman (Unmul) belum memiliki kantin. Sehingga, dagangannya laris manis. Dari situ, mulai bermunculan teman-teman Shanti bahkan senior yang juga berjualan karena tertarik saat melihat dia.

Untuk sebagian orang, mungkin merasa malu jika harus berjualan seperti itu. Shanti pun demikian, namun karena keadaan mendesak, mau tak mau dilakukan. Terkadang, jika dia sedang tidak berjualan, orang akan mencarinya. Hal itu cukup membuatnya senang juga karena ternyata orang menyukai apa yang dia jual dan itu bermanfaat bagi orang lain.

“Enggak mau peduli sama omongan orang lain. Saat ini, pemikiran saya itu kalau gengsi ya enggak bikin kamu kenyang. Yang merasakan dan mendapatkan manfaat kan juga kita,” lanjutnya.

Pada 2016, Shanti mulai mendirikan usaha suvenir. Awalnya, dia tertarik ketika melihat kakak tingkat di kampus yang berjualan selempang untuk wisuda. Dia memutuskan menjadi reseller. Setelah beberapa bulan, Shanti mulai penasaran di mana tempat untuk membuat selempang yang ternyata dibuat di Jawa karena harganya lebih murah.

Tak lama kemudian, dia berhenti menjadi reseller dan lebih fokus pada tender yang didapat dari Jawa. Tak terlalu berjalan mulus, ketika Shanti sudah menerima pesanan, dia mendapat komplain dari customer karena barang belum sampai.

“Saya sudah nangis, bolak-balik ke kantor ekspedisi karena keterlambatan dari mereka. Pelanggan minta uang mereka balik. Ketika barangnya sudah ada, orang enggak mau tahu karena uangnya sudah diambil lagi juga. Saya mikir, kalau begini terus kapan majunya? Capek juga selalu dimarahi,” papar Shanti.

Belajar dari pengalaman, Shanti memilih untuk mencari tempat bordir di Samarinda. Kini sudah ada tiga tempat yang kerja sama dengannya. Meski hanya dua yang aktif. Dia berniat untuk memiliki tempat bordir khusus untuk usahanya.

“Motivasi saya adalah keluarga. Saya sudah terbiasa mandiri sejak SMA, enggak terlalu sering dikasih uang saku. Akhirnya ya pengin menghasilkan uang sendiri dan untuk bantu kebutuhan keluarga di rumah juga,” pungkas Shanti saat ditemui awal pekan lalu.

Mulanya hanya menjual selempang, kini dia menyediakan pernak-pernik khas wisuda atau perayaan. Seperti buket bunga, boneka wisuda, hingga buket snack. Ke depan, dia rencana akan mencari tempat yang lebih luas agar semakin melebarkan usahanya. (*/ysm*/rdm2/k8)

loading...

BACA JUGA

Senin, 15 Juli 2019 11:21

Menjaga Kepercayaan Klien

Usaha yang dirintis semakin berkembang. Klien berdatangan. Menjadi bisnis yang…

Senin, 15 Juli 2019 11:21

Biasa dengan Karakter Klien Beda, Tangani 10 Ribu Tamu

KARAKTER klien yang berbeda sudah biasa dihadapi. Diungkapkan Kritaya Zenaida…

Senin, 15 Juli 2019 11:11

Waspada Tiga Jenis Kutu di Kepala

Ketikalagi asyik mengobrol, tiba-tiba kulit kepala rasanya gatal sekali? Kondisi…

Senin, 15 Juli 2019 11:09

Mitos Membasmi Kutu, Dari Santan Basi hingga Kapur Barus

SELAIN mengganggu kenyamanan saat beraktivitas, rasa gatal berlebih akibat kutu…

Senin, 15 Juli 2019 11:07

Menabung sejak Dini, Bisa Dimulai dari Usia Dua Tahun

Kebiasaanmenabung sebaiknya ditanamkan sejak dini. Orangtua penting agar anak lebih…

Senin, 15 Juli 2019 11:06

Ajarkan Anak Menghargai Usaha

SEBAGIAN orangtua menganggap belum waktunya anak memahami uang. Namun, berbeda…

Senin, 15 Juli 2019 11:05

Belajar Bahasa Inggris Usia Dewasa, Benahi Mental agar Lancar

Kemampuan berbahasa penting untuk menunjang karier dan pendidikan. Mampu berbahasa…

Senin, 15 Juli 2019 11:03

Persiapan Matang demi Karier Gemilang

DIA adalah Jeannet Novelia Sarwono. Mahasiswi program studi Manajemen Fakultas…

Senin, 15 Juli 2019 10:59

Masakan Tatar Sunda Manjakan Lidah

Menghabiskan liburan dengan sekadar berjalan-jalan namun tak berwisata kuliner agaknya…

Senin, 15 Juli 2019 10:58

Soto Mi Bogor dengan Aneka Isian

SETELAH mi kocok bandung, menu selanjutnya yakni soto mi bogor.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*