MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 06 Januari 2019 06:43
Mulai SD Sudah Jualan Roti
Ruth Shanti Anissa

PROKAL.CO, DUNIA bisnis selalu menarik bagi siapa saja. Tak terkecuali kaum muda. Mahasiswa zaman sekarang mulai sadar akan kegiatan berwirausaha. Industri kreatif begitu diminati karena peminat yang banyak dan dituntut selalu berinovasi. Mahasiswa mulai melirik ranah ini. Satu di antaranya Ruth Shanti Annisa, berwirausaha sejak usia 20.

DITEMUI di ruko sederhana yang menjadi tempatnya menjalankan Sunny Souvenirsejak 2016, Shanti menyambut ramah. Meski tak terlalu luas, terlihat beragam suvenir disusun rapi di atas rak dan di dalam boks berukuran sedang. Mulai boneka, bunga flanel, sampai makanan ringan dibentuk menyerupai buket bunga. Saat banyak orang masih ragu memulai bisnis, perempuan berhijab itu justru yakin.

Shanti mengaku alasannya mendirikan usaha karena melihat peluang. Jika dia bisa mendapatkan untung walau hanya sedikit, baginya itu sudah sangat lumayan. Berawal dari hobi yang memang sudah suka berjualan sejak SD, hal itu terbawa hingga duduk di bangku kuliah. Perekonomian keluarga juga menjadi salah satu faktor yang mendorongnya melakukan hal tersebut.

“Sewaktu SD, awalnya jualan roti. Dulu saya kasih harga 500 perak untuk satu roti,” ujar Shanti sembari tersenyum kecil.

Berlanjut di bangku SMP dan SMA, Shanti berjualan cokelat, pulsa, brownies, dan risol. Saat itu, Shanti tidak mengolah sendiri melainkan hanya menjualkan milik orang lain. Ketika memasuki bangku perkuliahan, dia sempat menjual kue putu dan lumpia buatan sendiri saat semester satu hingga tiga. Namun, karena keterbatasan waktu, dia memutuskan untuk menjual kue dari orang lain lagi seperti saat bersekolah dulu.

Kebetulan, saat itu di fakultas tempat Shanti berkuliah yakni Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Mulawarman (Unmul) belum memiliki kantin. Sehingga, dagangannya laris manis. Dari situ, mulai bermunculan teman-teman Shanti bahkan senior yang juga berjualan karena tertarik saat melihat dia.

Untuk sebagian orang, mungkin merasa malu jika harus berjualan seperti itu. Shanti pun demikian, namun karena keadaan mendesak, mau tak mau dilakukan. Terkadang, jika dia sedang tidak berjualan, orang akan mencarinya. Hal itu cukup membuatnya senang juga karena ternyata orang menyukai apa yang dia jual dan itu bermanfaat bagi orang lain.

“Enggak mau peduli sama omongan orang lain. Saat ini, pemikiran saya itu kalau gengsi ya enggak bikin kamu kenyang. Yang merasakan dan mendapatkan manfaat kan juga kita,” lanjutnya.

Pada 2016, Shanti mulai mendirikan usaha suvenir. Awalnya, dia tertarik ketika melihat kakak tingkat di kampus yang berjualan selempang untuk wisuda. Dia memutuskan menjadi reseller. Setelah beberapa bulan, Shanti mulai penasaran di mana tempat untuk membuat selempang yang ternyata dibuat di Jawa karena harganya lebih murah.

Tak lama kemudian, dia berhenti menjadi reseller dan lebih fokus pada tender yang didapat dari Jawa. Tak terlalu berjalan mulus, ketika Shanti sudah menerima pesanan, dia mendapat komplain dari customer karena barang belum sampai.

“Saya sudah nangis, bolak-balik ke kantor ekspedisi karena keterlambatan dari mereka. Pelanggan minta uang mereka balik. Ketika barangnya sudah ada, orang enggak mau tahu karena uangnya sudah diambil lagi juga. Saya mikir, kalau begini terus kapan majunya? Capek juga selalu dimarahi,” papar Shanti.

Belajar dari pengalaman, Shanti memilih untuk mencari tempat bordir di Samarinda. Kini sudah ada tiga tempat yang kerja sama dengannya. Meski hanya dua yang aktif. Dia berniat untuk memiliki tempat bordir khusus untuk usahanya.

“Motivasi saya adalah keluarga. Saya sudah terbiasa mandiri sejak SMA, enggak terlalu sering dikasih uang saku. Akhirnya ya pengin menghasilkan uang sendiri dan untuk bantu kebutuhan keluarga di rumah juga,” pungkas Shanti saat ditemui awal pekan lalu.

Mulanya hanya menjual selempang, kini dia menyediakan pernak-pernik khas wisuda atau perayaan. Seperti buket bunga, boneka wisuda, hingga buket snack. Ke depan, dia rencana akan mencari tempat yang lebih luas agar semakin melebarkan usahanya. (*/ysm*/rdm2/k8)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 22:04

Ini Manfaat Air Rebusan Daun Serai

Serai atau lebih dikenal dengan sereh, sering digunakan sebagai bumbu…

Selasa, 19 Maret 2019 15:20

Ini Penyebab Mendadak Merinding, Jangan Khawatir....

Setiap orang memang memiliki reaksi fisik yang berbeda-beda ketika dihadapkan…

Minggu, 17 Maret 2019 10:51

Program Hamil Alami Melalui Senam Yoga

SESEGERA mungkin memiliki anak setelah menikah tentu menjadi dambaan semua…

Senin, 11 Maret 2019 10:15

Pelayanan Hingga Ruangan Harus Nyaman

AKTIF di dunia bisnis yang berkaitan dengan kecantikan kuku, sudah…

Senin, 11 Maret 2019 10:14
Coryn Stephanie Hurry dan Natalia Gonius

Kompak dan Satu Selera

Melihat peluang dan jeli mengambil kesempatan. Itulah yang dilakukan Coryn…

Senin, 11 Maret 2019 10:07
Menengok Tren 90-an

Hello Grunge, Here We Go

SEMUA hal yang berkaitan dengan fesyen selalu berkembang. Bahkan tampilan…

Senin, 11 Maret 2019 09:57

Perhatikan Kinerja Karyawan

MENJALANI bisnis, tentu harus memiliki tenaga yang turut membantu di…

Senin, 11 Maret 2019 09:36

Ini Loh, Kudapan Pengganjal Lapar

MERASA cepat lapar saat waktu makan masih lama? Bingung ingin…

Senin, 11 Maret 2019 09:34

Minuman dalam Berbagai Cuaca

KENYANG dengan menu makanan utama dan camilan gurih. Midtown Hotel…

Senin, 11 Maret 2019 09:33

Ikan Duo Rasa, Sensasi Asam Manis Pedas

KONSUMSI ikan laut bagi masyarakat Indonesia sudah menjadi hal umum,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*