MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM REDAKSI

Sabtu, 05 Januari 2019 07:11
Seperti Tak Ada Senja Kala di Times Square

Faroq Zamzami (Pemimpin Redaksi Kaltim Post)

Faroq Zamzami (Pemimpin Redaksi Kaltim Post)

PROKAL.CO, TUJUH  November tahun lalu saya berkunjung ke Kantor South China Morning Post (SCMP). Di Hong Kong. Kantor mereka di sebuah kawasan komersial. Pusat perbelanjaan modern. Di Times Square, Causeway Bay. Sebuah mal yang sibuk. Orang berwisata. Berbelanja. Juga berkantor. Dari berbagai negara. Kunjungan itu di sela mengikuti Digital Media Asia (DMA) 2018. Gelaran Wan-IFRA (asosiasi koran dunia). Bersama perwakilan Tanoto Foundation.

  Empat tahun lalu. Manajemen SCMP pindah ke kawasan ini.  Menggunakan empat lantai. Kantor baru, yang agaknya, benar-benar menghadirkan semangat baru. Ditambah chief executive officer (CEO) baru, Gary Liu. Masih muda. Bisnis koran yang lahir 6 November 1903 ini pun terus tumbuh. Apalagi setelah dibeli raksasa internet asal Tiongkok, Alibaba. Pada 2015. 

 Tidak perlu mendalami aneka ilmu bisnis dengan berbagai teorinya untuk mengetahui betapa bergairahnya SCMP. Sebuah perusahaan koran pada zaman now. Dengan datang ke kantornya dua bulan lalu, saya langsung terkesima. Merasakan energi positif. Bisa bikin kesimpulan sendiri. Hipotesis saya, isu senja kala koran tak pernah mengetuk pintu kantor ini. 

Newsroom-nya sibuk. Ruang redaksi di Kaltim Post juga sibuk. Di ruang redaksi media-media lokal dan nasional lainnya juga umumnya padat interaksi. Tapi saya merasa ada yang berbeda. Ruang redaksi yang ditata seperti bukan "kantor", terasa terus bergairah untuk berkreasi. Gairah yang istikamah. Selama kunjungan itu, saya merasa sepertinya bisnis koran baik-baik saja. Padahal, betapa majunya Hong Kong. Dari banyak segi. Termasuk internet dan media digital.

  Inovasi dan perubahan yang dilakukan SCMP untuk terus bertumbuh, divariasikan antara hal yang sederhana dan kompleks. Sederhana, misalnya, pindah kantor di Times Square itu. Gary mengakui banyak dampaknya. Semuanya beraura positif. Apalagi dengan desain interior kantor yang santai. Selain itu, ada kebijakan di ruang redaksi, kecuali editor, semua karyawan di redaksi boleh duduk di meja mana pun.  

 Maklum saja, ruang redaksinya jembar. Bahkan menggunakan hingga tiga lantai. Tujuannya agar semua karyawan berbaur. Berinteraksi. Hal-hal kecil, yang jadi bagian dari strategi besar, untuk terus bergairah sebagai industri koran. 

 Tentu bukan itu saja. Strategi yang lebih kompleks, yang sejalan dengan bisnis koran adalah, SCMP sudah hafal mati dengan pasarnya. Siapa sasaran mereka. Pembaca koran berbahasa Inggris satu-satunya di Hong Kong ini kebanyakan dari Amerika. Hong Kong sendiri. Singapura. Juga sebagian Asian. Termasuk Asia Tenggara. So, sajian mereka sesuai segmentasi ini. Kira-kira, itu satu hal yang membuat koran ini terus maju. Sasarannya tepat. Jadi sesuai kebutuhan.

  Tentu ada inovasi lain. Menyesuaikan zaman. Memanfaatkan kemajuan teknologi. Mereka juga punya online. Tapi belum melebarkan sayap ke televisi.

  Bisnis koran yang ingin terus maju pada zaman now, memang harus melakukan banyak hal. Salah satunya, SCMP itu. Kalau dibeber terlihat berat memang. Dari yang remeh-temeh. Macam menciptakan suasana nyaman di ruang redaksi. Komunikasi yang cair antarkaryawan. Sampai yang setara dengan menyusun skripsi. Tapi itu harus dilakukan. Agar bisa sinergi dengan kemajuan media digital. Muaranya koran tetap eksis.

 Bagi kami, kemajuan dunia teknologi dan tetek-bengeknya bukan seperti lawan yang harus dihadapi di medan laga. Justru kemajuan media digital harus dijadikan relasi. Mitra. Untuk sama-sama maju. Harus berkolaborasi di situ. Ini teori dari banyak pengamat yang saya dengar. Terbukti bisa berjalan. Kaltim Post Group, misalnya, sudah lama merambah semua lini media alias multi-platform. Kami ada televisi, radio, hingga media online dan medsos. Kolaborasi ini yang membuat koran kami terus bisa menyapa warga.

  Untungnya, kami bukan institusi pemerintahan. Yang tenggelam dalam genangan birokrasi. Terikat aturan-aturan superketat. Untungnya kami perusahaan swasta. Berbagai konsep perubahan bisa diimplementasikan segera. Berdasarkan perkembangan zaman. Menghilangkan rubrikasi. Membuat rubrikasi baru. Membuat laporan khusus. Berkolaborasi dengan berbagai jenis media. Semua dapat dilakukan segera. Malam ini dirapatkan, besok bisa langsung eksekusi. Atau besoknya. Yang pasti, begitu muncul gagasan langsung gerak. Sambil jalan dievaluasi. Tak bagus, ya tinggalkan. Kalau mantap, jalan terus.

  Agaknya, penyesuaian-penyesuaian itu yang membuat kami terus bertahan. Juga berkembang. Alhamdulillah, hari ini kami sudah masuk usia 31 tahun. Saat zaman semakin maju, kami tetap menjadi bagian dari tarikan napas warga Benua Etam. Terus hadir dengan memberikan berita-berita yang segar dan dibutuhkan.

 

Akhir kalam, pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada pembaca dan relasi atas dukungan selama ini.  

loading...

BACA JUGA

Senin, 17 Juni 2019 11:02

Menunggu Jentikan Jari Ketua Yaser

Catatan: Faroq Zamzami (Pemred Kaltim Post) MENARIK menanti sikap politik…

Minggu, 16 Juni 2019 12:36

Banjir, Slogan, dan Kritik

KALAU tidak banjir, bukan Samarinda namanya, Ikam hanyarkah di Samarinda…

Selasa, 21 Mei 2019 11:22

Ayat Anti-hoax

Catatan Syafril Teha Noer* Al WALID bin Uqbah dapat tugas…

Jumat, 17 Mei 2019 10:52

Mathilda di Balik Pagar

Catatan: Faroq Zamzami (*)    ADA potensi. Ada peluang. Ada histori.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*