MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 05 Januari 2019 06:21
Turis kok Ngemis?

PROKAL.CO, SELAIN fenomena jalan-jalan hanya dengan bermodal tas ransel, uang secukupnya, dan niat yang kekeh alias backpackers, ternyata ada satu fenomena lain di kalangan para traveler, yakni begpackers. Yap, seiring dengan kepopuleran backpackers, muncul istilah begpackers yang merupakan akronim dari beg dan backpackers. Istilah itu digunakan untuk melabeli para traveler yang kehabisan uang saat melakukan perjalanan dan biasanya berakhir menjadi pengemis.

Di Indonesia, fenomena tersebut biasanya terjadi pada wisatawan asing asal Benua Amerika atau Eropa yang kehabisan uang selama menikmati perjalanan di Indonesia. Sering kali begpackers ini dapat kita jumpai di tempat-tempat wisata yang ramai pengunjung seperti di Bali dan Jogjakarta.

Bukan hanya di Indonesia, fenomena begpackers ini juga terjadi di negara-negara lain seperti Malaysia, Hongkong, Singapura, dan beberapa negara Asia lainnya. Begpackers biasanya melakukan segala cara untuk mendapat uang. Ada yang mengamen, menjual foto-foto ketika perjalanan, atau bahkan duduk-duduk di trotoar dengan membawa kertas yang intinya memohon belas kasih orang-orang untuk memberikan uang sebagai biaya pulang.

Ashari Yudha, seorang backpacker dan travel blogger pemilik akun @catatanbackpacker, menyebutkan bahwa setidaknya ada tiga kecerobohan yang sering dilakukan backpackers sehingga menjadi begpackers. ’’Pertama, kurangnya perencanaan. Misalnya, rencana awal hanya menetap lima hari, tiba-tiba memperpanjang hingga 15 hari. Kedua, pengeluaran yang nggak perlu seperti membeli banyak barang atau jajanan yang nggak ada dalam agenda pengeluaran. Terakhir, gaya hidup traveler yang ingin menikmati segalanya. Padahal, dia sedang menjadi backpacker yang seharusnya melakukan segala sesuatu sesuai dengan rencana dan berhemat,’’ papar Yudha.

Meski belum pernah menjadi seorang begpackers, menurut Yudha, fenomena itu kurang baik bagi para traveler. Sebab, pada dasarnya traveling itu jangan sampai merugikan orang lain. ’’Intinya adalah traveling-lah sesuai dengan kemampuanmu. Jangan sampai memaksakan diri sendiri dan mengganggu kenyamanan orang lain,’’ tandas Yudha yang memiliki 76 ribu pengikut di akun Instagram-nya. (efn/c14/may)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 30 Januari 2019 07:18

Dogfight Kembali ke Pakem

Ace Combat 7 Genre: Flight 3D Shooting Mesin: PS4 dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*