MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 04 Januari 2019 08:10
Utang Rp 1,3 Miliar Demi DID

Mantan Kadis PU Bersaksi di Kasus Suap DID

PROKAL.CO, JAKARTA - Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkot Balikpapan, Tara Allorante mengaku menyerahkan Rp 1,360 miliar agar Balikpapan tak digeser sebagai daerah penerima Dana Insentif Daerah (DID). Uang tersebut bukan bersumber dari kas Pemkot Balikpapan, tapi hasil pinjaman dari warga Balikpapan bernama Pahala Simamora dan Sumiati, dan belum lunas dibayar hingga sekarang.

Mantan birokrat yang pensiun pada Juni 2018 itu berniat menemui Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dan Sekkot Sayid MN Fadli untuk ikut memikirkan pengembalian utang. Alasannya, dari pinjaman masing-masing senilai Rp 680 juta tersebut, uang Pahala yang belum dia bayar nilainya Rp 200 juta lebih, sementara Sumiati baru dibayar Rp 100 juta. Pahala, menurut Tara adalah kenalannya sedangkan Sumiati adalah kerabat Suhaedi, pemilik toko bahan bangunan di Balikpapan.

“Kata Pak Fitra, uang (Rp 1,36 miliar) itu untuk dana operasional orang Jakarta (pejabat Kementerian Keuangan),” ucap Tara saat dihadirkan sebagai saksi kasus suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan DID dengan terdakwa Yaya Mulyono di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (3/1).

Fitra Infitar yang juga dihadirkan sebagai saksi bersama Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karimun Abdullah, mengaku melalui Tara, dia meminta agar Pemkot Balikpapan memberikan fee 5 persen dari total DID Rp 26 miliar yang dikucurkan pemerintah pusat. Dana operasional diberikan agar Balikpapan tak diganti sebagai daerah penerima DID tahun anggaran 2017. Fitra berkilah, sebagai auditor BPK sekaligus Kepala Subauditorat Kalimantan Timur I, dia tahu benar defisit anggaran yang tengah dihadapi Balikpapan dan daerah lain.

Oleh karenanya, begitu mendapat informasi dari Yaya bahwa Balikpapan tercantum sebagai penerima DID, dia berulang kali meminta Tara agar menyiapkan dana operasional 5 persen bagi “orang Jakarta”. Menurut Tara, informasi tadi lantas diteruskan ke Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Madram Muhyar dan Sekkot Sayid MN Fadli. Keduanya memastikan Pemkot tak punya dana seperti itu, sampai akhirnya Tara berinisiatif mencarinya sendiri.

Langkah itu dilakukan karena Dinas PU membutuhkan DID bagi pembangunan 2 ruas jalan. “Akhirnya DID itu kita gunakan untuk pembangunan satu ruas jalan di objek wisata,” ucap pria berkemeja kuning itu tanpa menyebut objek wisata dimaksud. 

Sekitar awal Desember 2017, Tara akhirnya bertemu Fitra di Bandara Sepinggan menyerahkan uang Rp 1,360 miliar dalam bentuk kartu ATM dan buku tabungan BCA atas nama Pahala dan Sumiati. Diakuinya, Fitra sempat meminta agar diserahkan dalam bentuk tunai tapi ditolaknya karena buku tabungan dan ATM tadi sudah telanjur disiapkan. Juni 2018, di sebuah hotel di Balikpapan, keduanya bertemu lagi.

Kali ini mereka kebingungan sebab Yaya dan Amin Santono, anggota Komisi XI DPR RI, kena operasi tangkap tangan oleh KPK karena menerima suap. Nama Fitra ikut terbawa-bawa karena menurut Yaya termasuk pihak yang memberinya uang. Ini dikuatkan dengan ditemukannya dua buku tabungan atas nama Sumiati dan Pahala yang diberikan Tara. “Dari situ saya tahu terdakwalah (Yaya) yang menerima uang itu,” ungkap Tara. 

Sementara Aunur Rafiq dan Abdullah menyebut sempat bertemu Yaya dan Fitra di Hotel JW Marriot. Yang mereka bicarakan seputar DID, hanya saja hingga cair senilai Rp 41,25 miliar mereka tak memberikan fee sedikitpun ke Fitra ataupun Yaya. (pra/rsh/k18)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 11:02

Kasihan...!! Rumah Veteran Hangus Terbakar

BALIKPAPAN–Warga RT 10, Gang Sampurna, Baru Ilir Balikpapan Barat dikejutkan…

Selasa, 16 Juli 2019 12:01

Balikpapan Tetap Larang Kantong Plastik

BALIKPAPAN- Pemkot Balikpapan memilih untuk menunggu arahan terkait kelanjutan harmonisasi…

Selasa, 16 Juli 2019 08:58
Orangtua Keberatan, Pelajar Pilih Mengurung Diri

Puluhan Anak Balikpapan Terancam Putus Sekolah

Di antara keceriaan hari pertama masuk sekolah, kemarin (15/7), puluhan…

Senin, 15 Juli 2019 13:04

Dianggap Tak Menguntungkan, Lelang SAUM Sepi

Banyak persoalan yang mesti diselesaikan pemkot agar SAUM maksimal. Di…

Senin, 15 Juli 2019 12:22

GREGET..!! Pacar Bermesraan dengan Ladies, Perempuan Ini Ngamuk, Tusuk Pacarnya

SEORANG pria berinisial HR (24), warga Jalan Gunung Balikpapan, Prapatan,…

Senin, 15 Juli 2019 12:20

DERITANYA..!! Air Hanya Mengalir Maksimal 12 Jam

Bocornya pipa akibat pergerakan tanah ditambah kondisi hujan yang sudah…

Senin, 15 Juli 2019 12:19

Di RS Ini, Tak Ada Dokter Anestesi dan Ruang Jenasah

BALIKPAPAN–Rumah Sakit Sayang Ibu berdiri pada 2004. Bangunan dua lantai…

Senin, 15 Juli 2019 11:45
Klaim BPJS Kesehatan dan Jasa Raharja untuk Pasien Kecelakaan

Sistem Informasi Sudah Terintegrasi

Sejak BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Jasa Raharja, korban kecelakaan…

Senin, 15 Juli 2019 11:44

Longsor, Rumah Warga Jebol

BALIKPAPAN - Hujan deras yang mengguyur Kota Beriman, Jumat (12/7)…

Senin, 15 Juli 2019 11:44

Rumah di Pesisir Banyak Tak Berizin

TERNYATA banyak rumah di sepanjang pesisir di Kecamatan Balikpapan Kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*