MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Jumat, 04 Januari 2019 07:38
TAHUN POTENSIAL BAGI MUSIK EKSPERIMENTAL

PROKAL.CO, class="Textbody">KREASI dalam bermusik emang bisa dibilang nggak ada batasnya. Mulai yang paling sering didengar sampai yang bikin kamu bingung karena belum pernah mendengarnya. Tapi, di sepanjang 2018, genre musik anti-mainstream justru berhasil up dan merajai chart. Well,apa aja sih? Check this out! (fik/c25/may)

Experimental Synthesizer

Mungkin dengan menyebutkan jenis genre ini, bakal jarang banget orang yang aware dengan jenis musiknya. Tapi, kalau pernah mendengar lagu-lagu The Goodnight Electric atau Pee Wee Gaskins, seenggaknya kamu udah pernah mendengarkan musik yang dihasilkan alat synthesizer ini.

Meski nggak banyak orang yang familier dengan jenis musik tersebut, The Goodnight Electric dan Pee Wee Gaskins berhasil membuktikan kreativitas bermusik mereka. Misalnya, The Goodnight Electric yang berhasil memadukan permainan synthesizer dengan unsur pop yang kental sehingga bisa dinikmati pendengar yang masih awam dengan jenis musiknya. Atau sebut aja kejeniusan Pee Wee Gaskins yang membawa synthesizer dalam unsur pop punk yang berhasil membuat mereka punya tempat tersendiri di industri musik tanah air sejak awal kemunculannya.

Saat ditanya mengenai perkembangan musik synthesizer di Indonesia, Henry Foundation dari The Goodnight Electric mengatakan bahwa makin ke sini, apresiasinya makin ramai. ”Makin ramai! Dan makin ke sini anak-anak muda itu bisa gue bilang makin keren, makin edan sih kalau boleh jujur,” ujar Henry.

Serupa dengan yang dikatakan Henry, Reza Omo turut menanggapi. ”Meskipun nggak mudah konsisten bermusik dengan menggunakan synthesizer, banyak juga musisi yang berhasil berkarya. Karena emang musik jenis ini bukan musik biasa,” ujar pemain synthesizer Pee Wee Gaskins itu.

Walaupun udah dimudahkan dengan adanya preset dari setiap synthesizer, eksperimen dalam bermusik kadang emang dibutuhkan. ”Semua kembali ke kebutuhan aja sih. Kalau dirasa perlu bereksperimen, ya silakan,” tandas Henry. Well, udah siap nih menunggu kreativitas lain dari para musisi experiment synth?

Lo-fi

Lo-fi alias low fidelity adalah salah satu musik yang cukup menarik perhatian publik di sepanjang 2018. Walaupun berasal dari produksi musik yang dapat dikatakan terbuang, ternyata musik-musik lo-fi menyimpan banyak keindahan dan sensasi calming bagi para pendengarnya.

Perkembangan musik itu pun bisa dibilang berawal dari mulut ke mulut. Sebab, para musisi lo-fi kebanyakan seolah menutup identitasnya. Jadi, bukan suatu hal yang asing kalau para pendengar yang menikmati musik tersebut nggak tahu penciptanya. Lagi-lagi, keberadaan YouTube pun menjadi salah satu unsur paling penting dalam distribusi musik-musik lo-fi itu.

Lo-fi sebenarnya bukan sebuah genre. Lo-fi emang punya karakter lagu yang tenang dan easy listening sehingga biasanya cocok banget buat didengar sambil belajar, bersantai, atau menjelang tidur. Biasanya lagi, yang jadi karakter khas dari musik lo-fi adalah suara-suaranya yang organik banget.

Para pendengarnya akan merasa seakan-akan suara dari musik itu benar-benar nyata. Misalnya, suara aliran sungai. Meskipun nggak tertutup kemungkinan akan ada unsur instrumen juga di dalamnya seperti ketukan drum. Tapi, kembali lagi, unsur dari musik lo-fi cenderung pelan dan teratur.

Soalnya, lo-fi adalah sebuah cara bermusik yang eksperimental. Jadi, genre apa pun sebenarnya bisa kok dibuat jadi lo-fi dengan mengikuti prinsip lo-fi.

Lo-fi

Dizzyhead

Band surf punk asal Malang ini berhasil memenangkan hati Zetizen dengan perolehan polling 50 persen. Terdiri atas Hanifa Miryami (vokal), Oddy Satya (gitar), Lutfi Naufali (gitar), Baron Wisnumurti (bass), dan Zulfan Aripurna (drum), Dizzyhead baru aja merilis album terbaru yang bertajuk Good Ol’Days dalam bentuk pita kaset. Beberapa rekomendasi lagu dari band di bawah naungan Fallyears Records itu bisa coba kamu dengerin di channel SoundCloud mereka. ’’Meski namanya Dizzyhead, lagu-lagunya nggak bikin pusing, tapi malah ngademin. Lagu favoritku dari mereka adalah Shiver, You, sama Unrequited,’’ tutur Awan Setiawan, salah seorang selebgram yang dikenal lewat fashion-nya yang stylish abis saat datang ke acara musik LaLaLa Fest 2018.

City Girl

Musisi yang satu ini bisa dibilang cukup misterius karena xxx. Namun, dengan ciri khasnya yang menampilkan perempuan berambut merah muda serta dikemas dalam bentuk animasi dan manga, City Girl mudah dikenali, terutama dalam ranah YouTube. Melalui website resmi pribadinya, city-girl.bandcamp.com, kamu bisa menemukan diskografi karyanya dan merchandise resmi City Girl. Beberapa hasil karyanya yang udah diluncurkan adalah Celestial Angel dan Neon Impasse. ’’Nggak sengaja waktu itu dengerin musiknya City Girl di YouTube dan enak banget. Setiap lagunya menenangkan dan bikin kegiatan kita bisa lebih fokus. Recommended lo-fi music deh pokoknya,’’ ucap Saputri Asigen, selebgram asal Depok yang hobi mendengarkan lagu-lagu indie.

Dipha Barus

Disc jokey (DJ) asal Jakarta yang memiliki nama lengkap Dipha Kresna Aditya Barus ini udah sangat dikenal di ranah musik EDM. Baik di Indonesia maupun internasional. Masih ingat kan karya masterpiece No One Can Stop Us yang berkolaborasi dengan Kallula? Sekarang Dipha juga konsisten menghasilkan karya-karya EDM yang eargasm semacam All Good dan My Kind of Crazy. ’’Musik EDM yang super catchy abis emang bisa ditangani seorang Dipha Barus. Penasaran sejak lagu No One Can Stop Us dan kaget banget begitu tahu ternyata lagu itu karya musisi Indonesia,’’ jelas selebgram yang khas dengan tutorial make-up lewat YouTube dan Instagram-nya, Almiranti Fira.

Icona Pop

Duo DJ asal Swedia yang terdiri atas Carolina Hjelt dan Aino Jawo ini memberikan perbedaan pada musik EDM. Pendengarnya bisa merasa bahagia dan menangis pada saat yang sama. Single Icona Pop yang berhasil melambungkan namanya adalah I Love It yang dinyanyikan bareng Charli XCX. Keduanya juga sering tampil nyentrik dan serasi saat manggung berdua alias on point banget! ’’Kali pertama dengar lagu I Love It itu di salah satu film yang pernah aku tonton. Pas aku coba search dan mendengarkan lagu Icona Pop yang lain, ternyata lagunya seru dan asyik banget kayak mengentak-entak gitu,’’ ungkap selebgram yang suka mix n match hijab style, Atik Maisaro.


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*