MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 01 Januari 2019 06:40
Potensi Pasar Saham Syariah
-

PROKAL.CO, PASAR saham syariah menunjukkan kinerja yang positif pada 2018. Jumlah investor saham syariah per November tumbuh 82 persen. Hingga akhir tahun ini, pertumbuhannya diperkirakan minimal mencapai 90 persen.

Kepala Divisi Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) Irwan Abdalloh menyatakan, kinerja perdagangan saham syariah konsisten di atas 50 persen. “Komposisi saham syariah, market cap, trading value, trading volume, dan frekuensi,” tuturnya.

Pasar modal syariah memiliki tiga tantangan besar. Pertama, tingkat literasi dan inklusi yang masih rendah. Artinya, kegiatan edukasi dan literasi menjadi perhatian yang utama. Kedua, penerbitan produk investasi syariah yang masih terbatas pada saham syariah, sukuk, dan reksa dana syariah. Padahal, secara regulasi sudah ada efek beragun aset (EBA) syariah dan real estate investment trusts (REITs) syariah. “Ketiga, pemerintah masih mendominasi market share sukuk,” katanya.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan, industri jasa keuangan syariah juga tumbuh positif selama 2018. Terbukti, aset perbankan syariah dan pembiayaan syariah (bank umum syariah dan unit usaha syariah), serta aset industri keuangan nonbank (IKNB) syariah mengalami pertumbuhan. Per Oktober 2018, masing-masing tumbuh 7,09 persen; 9,52 persen; dan 0,59 persen.

Untuk mendorong peran serta keuangan syariah dalam mendukung penyediaan sumber dana pembangunan, OJK memfasilitasi pendirian bank wakaf mikro (lembaga keuangan mikro syariah/LKMS). Juga, melaksanakan kegiatan sosialisasi terkait keuangan syariah bekerja sama dengan masyarakat ekonomi syariah (MES) dan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). “Terdapat 41 bank wakaf mikro dengan nilai pembiayaan Rp 9,72 miliar dan melibatkan 8.373 debitur,” ungkapnya.

Wimboh menargetkan pertumbuhan pasar modal syariah lebih tinggi tahun depan. Saat ini, kata dia, masih banyak yang harus didorong melalui pembinaan. “Harus lebih baik daripada tahun ini,” tandasnya. (nis/jpg/ndu/k15)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 12:46

Triwulan II 2019, Ekonomi Kaltim Terakselerasi

SAMARINDA-Pada triwulan II 2019 diperkirakan ekonomi Kaltim mengalami akselerasi pertumbuhan.…

Rabu, 20 Maret 2019 12:45

Percepatan Populasi Sapi Terus Digenjot

SAMARINDA-Upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting (upsus siwab)…

Jumat, 15 Maret 2019 13:45

Kargo Laut Belum Tumbuh Maksimal

SURABAYA – Pertumbuhan jasa pengiriman barang lewat jalur laut belum…

Jumat, 15 Maret 2019 13:43

Pertamina Perpanjang Masa Cicilan Garuda

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dan tujuh BUMN (badan usaha…

Jumat, 15 Maret 2019 13:32

Target Ekspor RI Realistis

JAKARTA – Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5 persen…

Kamis, 14 Maret 2019 15:16

Produksi Teh Turun, Harga Telur Rendah

JAKARTA – Pelaku usaha berharap Indonesia bisa meningkatkan lahan dan…

Rabu, 13 Maret 2019 12:51

Genjot Produksi Padi, Dituntut Maksimalkan Lahan Rawa

SAMARINDA – Tak hanya melakukan diversifikasi pangan, Pemprov Kaltim dituntut…

Rabu, 13 Maret 2019 12:47

SABAR..!! Pengelolaan APT Pranoto Masih di Tangan Kemenhub

SAMARINDA- Pemerintah Kaltim saat ini masih menunggu kepastian pembahasan draf…

Rabu, 13 Maret 2019 10:25

Industri Galangan Kapal di Kaltim Masih Lesu

SAMARINDA- Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Indonesian National Shipowners…

Rabu, 13 Maret 2019 10:13

KEK Maloy Diresmikan, Ini Efeknya Buat Kaltim

SAMARINDA - Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rachmad memprediksi Kawasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*