MANAGED BY:
RABU
17 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 01 Januari 2019 06:40
Properti Berharap Perizinan Cepat
-ilustrasi

PROKAL.CO, SURABAYA – Penerapan sistem online single submission (OSS) belum sepenuhnya memudahkan sektor properti. Menurut Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur Danny Wahid, perizinan yang diperlukan untuk membangun properti cenderung lama.

Tahun depan, pihaknya berharap perizinan dapat dipercepat. Dengan begitu, pengusaha dapat segera mengembangkan usahanya. Pertumbuhan yang ditargetkan pun tidak mandek dan dialihkan ke tahun berikutnya. “Kalau tidak ada perubahan, target 2019 akan pindah ke 2020. Makanya, saya bilang kalau perizinan cepat, bisa cepat realisasi,” katanya, Minggu (30/12).

Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk perizinan tersebut mempersulit pengembang untuk membangun rumah. Mengacu data Bank Indonesia (BI), penjualan rumah di kuartal III 2018 mengalami penurunan. Salah satu alasannya, penawaran perumahan dari pengembang terbatas. Jika dibandingkan kuartal sebelumnya, penjualan rumah turun 14,47 persen (quarter-to-quarter/qtq). Penurunan penjualan terjadi pada semua tipe rumah.

Danny menuturkan, perumahan semestinya mempunyai potensi besar untuk selalu tumbuh. ”Pertumbuhan penduduk ada, orang dewasa butuh rumah. Tidak ada namanya perumahan tidak laku. Tinggal bagaimana mekanisme dan aturannya berjalan,” ungkapnya.

Sementara itu, rumah landed house masih menjadi incaran pembeli. Permintaan, baik rumah primer maupun sekunder, masih tinggi. Meski demikian, apartemen juga tetap diminati, terutama yang memiliki konsep superblok.

Chief of Corporate Relation Brighton Indonesia Widjaja Santoso mengatakan, suplai rumah primer terutama datang dari luar Surabaya. Suplai yang tinggi tersebut didukung keberadaan infrastruktur. Respons pasar terhadap rumah primer juga positif. Bahkan, untuk segmen tertentu, permintaannya tinggi. Terutama dengan harga di bawah Rp 1 miliar. ”Saat ini, pembeli, baik dari investor maupun end user, memiliki kecenderungan sama, fifty-fifty,” ucapnya. (ell/jpg/ndu/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 11:47

Maksimalkan Dana Desa untuk SDM, Kurangi Masyarakat Miskin

SAMARINDA – Tak hanya fokus kepada peningkatan infrastruktur di daerah,…

Rabu, 17 Juli 2019 11:32

Pemerintah Setujui PoD Blok Masela

JAKARTA – Tarik ulur pengembangan proyek Blok Masela yang berlangsung…

Selasa, 16 Juli 2019 12:05

Kredit UMKM Capai Rp 21,23 T, Didominasi untuk Modal Usaha

SAMARINDA- Kinerja penyaluran kredit untuk usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 16 Juli 2019 12:04

Kejar Target Produksi Migas, PEP Asset 5 Bor Enam Sumur pada Juli-Agustus

BALIKPAPAN- Pertamina EP (PEP) Asset 5 fokus mengejar target produksi…

Selasa, 16 Juli 2019 12:03

LPDB KUMKM Jemput Bola ke Kaltim, Katrol Penyaluran Dana Bergulir

SAMARINDA - Kaltim menempati urutan ke-11 dalam urusan penyaluran dana…

Senin, 15 Juli 2019 13:00

Harga Gas Indonesia Kompetitif, Hanya Kalah dari Malaysia

JAKARTA – Harga gas industri Indonesia relatif stabil dan kompetitif…

Senin, 15 Juli 2019 12:55

Generasi Milenial Gemar Investasi

Harga logam mulia PT Aneka Tambang Tbk atau Antam terus…

Senin, 15 Juli 2019 12:07

Bangun Pabrik Beton di Penajam, WSBP Manfaatkan Dana Obligasi

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengembangkan pabrik pencetakan beton…

Minggu, 14 Juli 2019 11:40

INGAT..!! Jangan Asal Tutup Kartu Kredit

MENUTUP kartu kredit sama seperti saat Anda disuruh memilih satu…

Minggu, 14 Juli 2019 11:39

Incar Pertumbuhan Produksi 10 Persen di Algeria

BALIKPAPAN- PT Pertamina Internasional EP (PIEP) mengincar pertumbuhan produksi sumur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*