MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 28 Desember 2018 08:26
Konsumen Pengembang Paling Sering Dibohongi

PROKAL.CO, BERDASARKAN data Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), kasus yang terjadi di Balikpapan sebelumnya juga terjadi di Bekasi, Jawa Barat. BPKN mengusut dugaan penggelapan ratusan sertifikat perumahan yang dilakukan salah satu pengembang. Beberapa pihak yang diduga terlibat telah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Kesimpulan sementara, BPKN menduga praktik tersebut dilakukan dengan cara ‘kongkalikong’. Dalam keterangan persnya, anggota Komisioner BPKN, Rizal E Halim menjelaskan, penanganan kasus dugaan penggelapan sertifikat berawal dari laporan sejumlah konsumen selaku pemilik rumah di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Dari laporan tersebut, diketahui ada 200 konsumen yang menjadi korban. Lantaran pihak developer diduga menggadaikan kembali sertifikat rumah tersebut kepada pihak lainnya. Yakni bank swasta.

BPKN menenggarai ada ingkar janji dan kesewenangan pengembang. Adapun kronologinya, 200 konsumen salah satu kompleks perumahan di wilayah Bekasi tidak diberikan sertifikat rumah yang dijanjikan developer. Padahal cicilan Kredit Pembiayaan Perumahan (KPR) telah dilunasi. Pihak bank pemberi KPR menjelaskan kepada BPKN, bahwa sertifikat berada di developer. Sedangkan developer telah mengagunkan kembali sertifikat tersebut kepada bank swasta lainnya untuk mengajukan pinjaman lain.

Hasil dari pemanggilan pada akhir tahun lalu itu empat bank pemberi KPR, satu perusahaan pengembang properti, dan seorang notaris/PPAT, disimpulkan telah terjadi ‘kongkalikong’ dalam kasus ini.

Pasalnya, kata Rizal, bagaimana mungkin bank pemberi KPR tidak memegang jaminan atau agunan dari pengembang properti selama lima tahun atau selama cicilan KPR berlangsung. Sindikasi melibatkan banyak pihak. Dari perbankan hingga notaris. BPKN menilai, pihak bank pemberi KPR semestinya tidak mengucurkan pembiayaan ke pihak pengembang properti ketika tidak ada agunan atau jaminan yang diberikan.

Mengutip siaran pers catatan akhir tahun BPKN 2018, Wakil Ketua BPKN Rolas Sitinjak menyatakan, sektor yang paling banyak diadukan masyarakat dibandingkan kedelapan sektor prioritas perlindungan konsumen lainnya adalah sektor perumahan. Dari total 493 aduan yang masuk ke BPKN pada periode kerja September 2017 hingga Desember 2018, sebanyak 88 persen di antaranya terkait transaksi rumah bodong.

Jenis aduan terkait jual-beli sektor perumahan ini meliputi iklan yang menyesatkan, pemahaman konsumen atas perjanjian atau kontrak tidak memadai. Pembayaran dengan kredit pemilikan rumah yang sering kali disalahgunakan. Khususnya keberadaan sertifikat rumah nasabah KPR tidak jelas, seperti sudah diagunkan ke bank lain atau ditahan oleh pengembang. Atas kecurangan-kecurangan tersebut membuat konsumen tidak bisa memiliki hak atas rumah yang sudah dibiayainya. Sekalipun konsumen sudah melunasi biaya rumah, mereka tidak dapat memegang sertifikat rumah KPR.

"Isu paling marak adalah rumah bodong. Banyak rumah yang dijual tidak ada sertifikatnya. Bahkan ketika konsumen lunas kreditnya surat itu dipegang oleh bank lain diagunkan ke bank lain," ujarnya.

Menurut Rolas, kasus tidak adanya sertifikat rumah bagi masyarakat yang melakukan kredit perumahan menjadi masalah yang paling mendominasi dalam keluhan transaksi perumahan. Dari laporan yang diterimanya, banyak masyarakat yang belum memperoleh sertifikat rumahnya meskipun cicilan KPR sudah lunas. Menurut Rolas, masalah perumahan ini pun masih akan menjadi isu penting untuk dikawal BPKN pada tahun depan. (tim kp)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 07:52

PILEG RASA PILWALI

Pemain lama yang tak sekali-dua kali duduk di Karang Paci…

Jumat, 18 Januari 2019 07:46

Gagal, Keluarga Bisa Ikut Stres

ALAT peraga kampanye (APK) berdiri di tempat-tempat strategis. Berharap bisa…

Jumat, 18 Januari 2019 07:41

Suara Sah Harus Ditentukan Lebih Dulu

PEMILIHAN legislatif 2019 akan menggunakan metode Sainte Lague dalam menentukan…

Senin, 14 Januari 2019 08:38

Nelayan Hanya Kaya Lautan

Takkan ada ikan gurih di meja makan, tanpa ada jerih…

Senin, 14 Januari 2019 08:23

Terancam Zonasi Segara

MENGGELUTI profesi nelayan di tengah gempuran pertambangan di Kaltim, bukan…

Senin, 14 Januari 2019 08:07

Nelayan Penjaga Kedaulatan

BERBAGAI persoalan ternyata dihadapi nelayan di Kaltim. Tak hanya persoalan…

Senin, 14 Januari 2019 07:56

Diklaim Bawa Perubahan

NELAYAN sebagai tulang punggung industri perikanan nasional memiliki fungsi penting.…

Jumat, 11 Januari 2019 09:24

Menangkal Kekalahan Durian Lokal

Musim hujan datang. Tiba pula musim durian. Kasar, berduri, kurang…

Jumat, 11 Januari 2019 09:20

Benarkah Durian Memicu Kolesterol Naik?

SELURUH penjuru dunia mengenal durian sebagai raja buah tropis. Namun,…

Jumat, 11 Januari 2019 09:19

Kontroversi Durian di Pesawat, Boleh Bawa, Redam Baunya

PENUMPANG Sriwijaya Air rute Bengkulu–Jakarta sempat heboh. Lantaran pesawat dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*