MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 28 Desember 2018 08:20
BRI Laporkan Notaris
DIDUGA DITINGGAL KABUR: Rumah di Pelangi B-Point, Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan yang telah dibeli korban namun tak dirampungkan oleh pengembang. (FUAD MUHAMMAD/KP)

PROKAL.CO, KALTIM POST berusaha meminta konfirmasi kepada BRI sebagai salah satu bank yang turut dilaporkan ke Polda Kaltim. Pjs Kepala Cabang BRI Sudirman Balikpapan Didit Himawan mengatakan, masalah tersebut kini telah ditangani legal officer Kantor Wilayah BRI di Banjarmasin, Kalsel. Dirinya kemudian meminta agar media ini mengonfirmasi ke legal officer yang ditunjuk. Pejabat yang dimaksud bersedia memberikan penjelasan dengan catatan identitasnya tak dipublikasikan di koran.   

Dia menyebutkan, sedari awal memulai perjanjian dengan pengembang, BRI hanya mengetahui bahwa sertifikat induk atas proyek ini masih berada di pengembang yakni PT Pelangi Putera Mandiri. Hal ini mereka ketahui saat proses penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) perihal penyaluran fasilitas KPR. Tepatnya kepada end user (debitur atau konsumen) yang membeli aset tanah dan bangunan di proyek perumahan milik PT Pelangi Putera Mandiri. 

Dia mensinyalir, perpindahan sertifikat ke bank lain terjadi pada saat proses pemecahan sertifikat induk. Di mana, pihak BRI telah mempercayakan pengerjaannya pada salah satu pejabat notaris di Balikpapan.

“Perpindahan sertifikat di bank lain dilakukan tanpa sepengetahuan dan izin dari pihak BRI,” ucapnya. Pria tersebut bercerita, sebelum ada proses penandatanganan PKS antara BRI dan pengembang, pihaknya sudah terlebih dahulu mengetahui bahwa PT Pelangi Putera Mandiri telah menjalin kerja sama dengan bank lain (Bank Mandiri).

Istilahnya, kata dia, BRI hanya bergerak sebagai pengikut bank lain yang terlebih dahulu menjalin kerja sama dengan pengembang tersebut. Kerja sama yang dimaksud adalah penyaluran fasilitas KPR pada proyek-proyek garapan PT Pelangi Putera Mandiri. Berdasarkan hal itu, pihaknya juga melakukan analisis lebih lanjut sebelum proses PKS.

“Hasilnya tidak terdapat catatan buruk terkait profil bisnis dari pengembang atas nama PT Pelangi Putera Mandiri,” sebutnya. Terkait masalah penanganan jaminan sertifikat di beberapa perbankan, semua ditangani notaris rekanan. 

Begitu pula pengurusan pemecahan sertifikat induk milik pengembang juga ditangani notaris rekanan. Baik rekanan pengembang maupun rekanan bank yakni Cathy Megawe. Kemudian dalam proses pemberian kredit KPR pengembang, semua masih ditangani oleh notaris yang sama. Akhirnya untuk meyakinkan pihak bank, notaris menerbitkan cover note yang berisi pengurusan sertifikat. Dia menegaskan, terjadinya peralihan sertifikat ke bank lain oleh pengembang semua berada di luar izin dan sepengetahuan BRI. 

Imbasnya nama BRI turut terseret dalam ranah hukum. Hal ini membuat pihaknya ikut melaporkan permasalahan ke Ditreskrimsus Polda Kaltim. “Saat ini, kami juga telah melaporkan notaris yang bersangkutan untuk bertanggung jawab secara hukum atas cover note yang dia terbitkan,” ungkapnya.

Sejauh ini berdasarkan informasi yang dia terima, pemeriksaan secara intensif oleh pihak berwajib masih berlangsung. Dia menegaskan, BRI terus membuka diri menampung komplain dan keluhan dari end user yang merasa dirugikan atas perbuatan pengembang.

Mereka adalah korban Yunan Anwar selaku Dirut PT Pelangi Putera Mandiri. “Korban tidak hanya BRI, melainkan beberapa bank lain juga. Sekarang kami mencoba melakukan koordinasi dengan bank-bank tersebut,” katanya.

Sementara itu, BRI sendiri mengaku sudah pernah melakukan mediasi terus menerus. Bahkan hingga saat ini proses mediasi masih berlangsung untuk mencari solusi terbaik bagi pihak-pihak terkait. Tentu melibatkan Ditreskrimsus Polda Kaltim. 

“Dari pihak pengembang pernah menawarkan alternatif penyelesaian dengan memberikan penawaran terkait proyek lainnya. Namun, saat ini masih dalam tahap pendalaman terkait kebenaran ada tidaknya proyek baru itu,” pungkasnya. (tim kp)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 08 Maret 2019 09:17

”Sistem Salah Pembagian Bonus”

SUHARDI Hamka, sosok pengusaha Kota Minyak ini memiliki pengalaman yang berhubungan dengan…

Selasa, 05 Maret 2019 12:36

Fesyen Pria Metroseksual, Konsep Urban Etnik Jadi Tren

GAYA fesyen pria metroseksual yang mengusung unsur etnis, peminatnya  semakin…

Senin, 04 Maret 2019 09:48

Pria Tak Lagi Sungkan Perawatan

PRIA urban memiliki gaya hidup yang terbilang serba modern, sosialita…

Minggu, 03 Maret 2019 11:32

Pelaku Depresi karena Ketidakadilan

POLIGAMI tak hanya mendatangkan stres kepada istri dan anak. Pelaku…

Minggu, 03 Maret 2019 11:31
Tak Semua Poligami Indah

Banyak Kasus Poligami Berawal dari Selingkuh

Ada banyak alasan mengapa memilih mendua. Namun kenyataannya, banyak kasus…

Jumat, 01 Maret 2019 08:48

“Jadi Kedok untuk Bersenang-senang”

SESUNGGUHNYA poligami tidak dilarang. Ada dalam aturan secara agama dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*