MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 28 Desember 2018 08:20
BRI Laporkan Notaris
DIDUGA DITINGGAL KABUR: Rumah di Pelangi B-Point, Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan yang telah dibeli korban namun tak dirampungkan oleh pengembang. (FUAD MUHAMMAD/KP)

PROKAL.CO, KALTIM POST berusaha meminta konfirmasi kepada BRI sebagai salah satu bank yang turut dilaporkan ke Polda Kaltim. Pjs Kepala Cabang BRI Sudirman Balikpapan Didit Himawan mengatakan, masalah tersebut kini telah ditangani legal officer Kantor Wilayah BRI di Banjarmasin, Kalsel. Dirinya kemudian meminta agar media ini mengonfirmasi ke legal officer yang ditunjuk. Pejabat yang dimaksud bersedia memberikan penjelasan dengan catatan identitasnya tak dipublikasikan di koran.   

Dia menyebutkan, sedari awal memulai perjanjian dengan pengembang, BRI hanya mengetahui bahwa sertifikat induk atas proyek ini masih berada di pengembang yakni PT Pelangi Putera Mandiri. Hal ini mereka ketahui saat proses penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) perihal penyaluran fasilitas KPR. Tepatnya kepada end user (debitur atau konsumen) yang membeli aset tanah dan bangunan di proyek perumahan milik PT Pelangi Putera Mandiri. 

Dia mensinyalir, perpindahan sertifikat ke bank lain terjadi pada saat proses pemecahan sertifikat induk. Di mana, pihak BRI telah mempercayakan pengerjaannya pada salah satu pejabat notaris di Balikpapan.

“Perpindahan sertifikat di bank lain dilakukan tanpa sepengetahuan dan izin dari pihak BRI,” ucapnya. Pria tersebut bercerita, sebelum ada proses penandatanganan PKS antara BRI dan pengembang, pihaknya sudah terlebih dahulu mengetahui bahwa PT Pelangi Putera Mandiri telah menjalin kerja sama dengan bank lain (Bank Mandiri).

Istilahnya, kata dia, BRI hanya bergerak sebagai pengikut bank lain yang terlebih dahulu menjalin kerja sama dengan pengembang tersebut. Kerja sama yang dimaksud adalah penyaluran fasilitas KPR pada proyek-proyek garapan PT Pelangi Putera Mandiri. Berdasarkan hal itu, pihaknya juga melakukan analisis lebih lanjut sebelum proses PKS.

“Hasilnya tidak terdapat catatan buruk terkait profil bisnis dari pengembang atas nama PT Pelangi Putera Mandiri,” sebutnya. Terkait masalah penanganan jaminan sertifikat di beberapa perbankan, semua ditangani notaris rekanan. 

Begitu pula pengurusan pemecahan sertifikat induk milik pengembang juga ditangani notaris rekanan. Baik rekanan pengembang maupun rekanan bank yakni Cathy Megawe. Kemudian dalam proses pemberian kredit KPR pengembang, semua masih ditangani oleh notaris yang sama. Akhirnya untuk meyakinkan pihak bank, notaris menerbitkan cover note yang berisi pengurusan sertifikat. Dia menegaskan, terjadinya peralihan sertifikat ke bank lain oleh pengembang semua berada di luar izin dan sepengetahuan BRI. 

Imbasnya nama BRI turut terseret dalam ranah hukum. Hal ini membuat pihaknya ikut melaporkan permasalahan ke Ditreskrimsus Polda Kaltim. “Saat ini, kami juga telah melaporkan notaris yang bersangkutan untuk bertanggung jawab secara hukum atas cover note yang dia terbitkan,” ungkapnya.

Sejauh ini berdasarkan informasi yang dia terima, pemeriksaan secara intensif oleh pihak berwajib masih berlangsung. Dia menegaskan, BRI terus membuka diri menampung komplain dan keluhan dari end user yang merasa dirugikan atas perbuatan pengembang.

Mereka adalah korban Yunan Anwar selaku Dirut PT Pelangi Putera Mandiri. “Korban tidak hanya BRI, melainkan beberapa bank lain juga. Sekarang kami mencoba melakukan koordinasi dengan bank-bank tersebut,” katanya.

Sementara itu, BRI sendiri mengaku sudah pernah melakukan mediasi terus menerus. Bahkan hingga saat ini proses mediasi masih berlangsung untuk mencari solusi terbaik bagi pihak-pihak terkait. Tentu melibatkan Ditreskrimsus Polda Kaltim. 

“Dari pihak pengembang pernah menawarkan alternatif penyelesaian dengan memberikan penawaran terkait proyek lainnya. Namun, saat ini masih dalam tahap pendalaman terkait kebenaran ada tidaknya proyek baru itu,” pungkasnya. (tim kp)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 07:52

PILEG RASA PILWALI

Pemain lama yang tak sekali-dua kali duduk di Karang Paci…

Jumat, 18 Januari 2019 07:46

Gagal, Keluarga Bisa Ikut Stres

ALAT peraga kampanye (APK) berdiri di tempat-tempat strategis. Berharap bisa…

Jumat, 18 Januari 2019 07:41

Suara Sah Harus Ditentukan Lebih Dulu

PEMILIHAN legislatif 2019 akan menggunakan metode Sainte Lague dalam menentukan…

Senin, 14 Januari 2019 08:38

Nelayan Hanya Kaya Lautan

Takkan ada ikan gurih di meja makan, tanpa ada jerih…

Senin, 14 Januari 2019 08:23

Terancam Zonasi Segara

MENGGELUTI profesi nelayan di tengah gempuran pertambangan di Kaltim, bukan…

Senin, 14 Januari 2019 08:07

Nelayan Penjaga Kedaulatan

BERBAGAI persoalan ternyata dihadapi nelayan di Kaltim. Tak hanya persoalan…

Senin, 14 Januari 2019 07:56

Diklaim Bawa Perubahan

NELAYAN sebagai tulang punggung industri perikanan nasional memiliki fungsi penting.…

Jumat, 11 Januari 2019 09:24

Menangkal Kekalahan Durian Lokal

Musim hujan datang. Tiba pula musim durian. Kasar, berduri, kurang…

Jumat, 11 Januari 2019 09:20

Benarkah Durian Memicu Kolesterol Naik?

SELURUH penjuru dunia mengenal durian sebagai raja buah tropis. Namun,…

Jumat, 11 Januari 2019 09:19

Kontroversi Durian di Pesawat, Boleh Bawa, Redam Baunya

PENUMPANG Sriwijaya Air rute Bengkulu–Jakarta sempat heboh. Lantaran pesawat dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*