MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 27 Desember 2018 07:03
Suku Bunga KPR Tinggi Masih Hantui Industri Properti
PERLU TAMBAHAN KEMUDAHAN: Tahun depan, industri properti diprediksi jalan di tempat karena suku bunga KPR masih tinggi.(fuad/kp)

PROKAL.CO, SURABAYA - Industri properti 2019 diprediksi tumbuh tidak jauh beda dengan tahun ini alias jalan di tempat. Meski kebijakan loan to value (LTV) kian memudahkan masyarakat membeli rumah, suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang tinggi jadi salah satu penghambat.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur Danny Wahid mengakui, kebijakan LTV yang dirilis Bank Indonesia (BI) sudah memberikan angin segar pada industri properti di Tanah Air. Sayangnya, kemudahan dalam membeli rumah masih terhambat cicilan rumah yang dirasa berat. “Pelonggaran LTV sudah bagus. Uang muka sudah bisa diturunkan. Tapi kan masalahnya ada di cicilan,” katanya, Selasa (25/12).

Bunga KPR di bank yang dirasa tinggi mengakibatkan masyarakat ragu membeli rumah. Menurut Danny, bunga kredit di bank yang mencapai 11 persen memperlambat pertumbuhan industri properti. Bunga yang ditetapkan bank semestinya hanya ditambah 3 persen dari suku bunga acuan BI yang mencapai 6 persen. Karena itu, Danny berharap bank menetapkan bunga kredit bagi pembeli maksimal 9 persen dan bunga bagi konstruksi 8 persen.

Meski begitu, Danny mengungkapkan bahwa ada beberapa bank yang memberikan kredit ringan bagi pembeli rumah. Sayangnya, kredit tersebut tidak dibarengi kemudahan bagi pelanggan bank untuk mendapatkannya. Ditambah lagi, bunga itu hanya bertahan hingga dua tahun, kemudian berubah menjadi floating.

Padahal, dengan kemudahan nasabah memperoleh kredit, permintaan properti akan meningkat dan mendorong pertumbuhan industri tersebut. Terlebih, pada segmen milenial, pembiayaan KPR makin sulit dilakukan. Sebab, anak muda belum tertarik membeli rumah. Padahal, pasar usia produktif di industri properti sangatlah besar.

Tahun ini salah satu properti yang banyak diminati adalah segmen kelas menengah. Karena itu, pentingnya perubahan pola pikir dan gaya hidup anak muda harus didukung pengembang. Menurut dia, gaya hidup konsumtif anak muda perlu diubah. “Sehingga milenial itu tidak terpaku pada mobil dan kartu kredit yang cicilannya hampir sama dengan rumah,” tegas Danny.

Merujuk laporan BI, pada kuartal III 2018 penjualan properti di Indonesia turun 14,14 persen (quarter to quarter/qtq) jika dibandingkan kuartal sebelumnya. Penyebab penurunan penjualan tersebut, suku bunga yang tinggi dan terbatasnya penawaran properti. Lamanya perizinan pembangunan properti mengakibatkan sedikitnya stok yang ditawarkan.

Target properti yang semestinya dibangun dalam setahun harus mundur akibat perizinan yang lama. Dia berharap aturan itu diperbaiki. “Pertumbuhan penduduk ada. Orang dewasa butuh rumah. Tidak ada namanya perumahan tidak laku. Tinggal bagaimana mekanisme dan aturannya berjalan,” tuturnya.

Senior Director PT Ciputra Development Tbk Sutoto Yakobus menuturkan, pengembang melihat tahun depan masih dipenuhi ketidakpastian. Pengaruh ekonomi global hingga perang dagang AS dan Tiongkok masih sangat besar. Selain itu, di dalam negeri, perekonomian nasional yang kurang bergairah memengaruhi sektor properti.

“Kita melihat sejujurnya 2019 itu masih mengandung uncertainty. Likuiditas mungkin bakal sedikit mengetat, mudah-mudahan sedikit saja. Jadi, dengan kondisi seperti itu, masih ada ketidakpastian dalam prospek properti tahun depan,” papar Sutoto.

Dengan melihat kondisi tersebut, pengembang mulai selektif meluncurkan proyek baru. Terutama melihat lokasi, jenis produk, dan segmen pasar yang dituju. “Tapi, intinya pengembang akan lebih berhati-hati, bahkan mungkin me-launching lebih sedikit produk baru,” lanjutnya.

Pada semester pertama tahun depan, adanya pemilihan umum memengaruhi orang dalam membelanjakan dananya. Bahkan bagi sebagian orang bisa berdampak signifikan, yakni menunda belanja barang-barang mahal.

Adanya kebijakan LTV, lanjut Sutoto, tidak berpengaruh signifikan. Sebab, regulasi uang muka yang rendah itu dinilai tidak menarik. Umumnya, kebanyakan developer sudah memberikan kemudahan pembayaran down payment (DP). “Jadi, DP dapat dicicil agak lebih panjang sehingga kebutuhan dana di depan untuk DP tidak terlalu krusial,” jelasnya.

Dari sisi pengembang, kelonggaran dalam pencairan kredit konstruksi atau untuk KPR inden dapat meringankan beban pengembang, khususnya pengembang proyek baru. “Kalau tanpa kelonggaran itu, pengembang perlu modal kerja yang lebih besar,” ungkapnya.

Khusus untuk properti mewah, saat ini pengembang masih menunggu rencana pemerintah menghapuskan pengenaan pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 dan pajak penjualan atas barang mewah  (PPnBM). Diyakini, kalau rencana itu bisa segera direalisasikan, dampaknya terhadap penjualan properti mewah bakal signifikan. (res/ell/jpg/ndu/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 11:58

Puluhan Desa Tagih Janji Gubernur

Puluhan desa dari tiga kecamatan di Kukar menagih janji politik…

Rabu, 17 Juli 2019 11:56

Lelang Investasi Jembatan Tol Teluk Balikpapan Dimulai

PENAJAM- Tahapan lelang investasi pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan akhirnya…

Rabu, 17 Juli 2019 11:46

Bandara SAMS Sepinggan Jajaki Rute Tujuan Brunei

BALIKPAPAN – Beroperasinya Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda…

Rabu, 17 Juli 2019 11:08

Nasib Puluhan Pelajar Masih Menggantung

Nasib puluhan pelajar yang ditolak masuk SMP 11 Balikpapan masih…

Rabu, 17 Juli 2019 11:07

Gubernur Isran Beber Program di Depan Direksi Kaltim Post

Kaltim punya banyak potensi berikut masalahnya. Mulai urusan banjir di…

Rabu, 17 Juli 2019 11:06

Sabu Rp 10 M dari Tawau Gagal Edar

BALIKPAPAN-Benua Etam memang jadi idola bandar dari Malaysia untuk jalur…

Rabu, 17 Juli 2019 11:02

Lelang Investasi Tol Teluk Balikpapan Dimulai, Wujud Jembatan Makin Kelihatan

Tak ada usaha yang sia-sia. Selama dikerjakan dengan sungguh-sungguh, disertai…

Rabu, 17 Juli 2019 00:45

Sani Dilantik Sebagai Sekda Kaltim, Mendagri : Pelantikan Ini Sifatnya Bukan Liar

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melantik  Abdullah Sani…

Selasa, 16 Juli 2019 16:55

Penduduk Miskin Kaltim Berkurang 2,47 Ribu Orang

PROKAL.CO, SAMARINDA - Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Timur pada…

Selasa, 16 Juli 2019 16:54

Ibukota Negara Pindah ke Kaltim, Isran : Urusan Lobi, Saya Tidak

PROKAL.CO, SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor membantah kabar menyebutkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*