MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Senin, 24 Desember 2018 10:12
Masih Relevankan Memarahi Anak Jika Berbuat Salah?
Ilustrasi: memarahi anak ketika berbuat salah bukalnlah cara yang tepat. Sebab, justru akan membuat anak kesal dan tidak belajar dari kesalahan. (walkingontravels.com)

PROKAL.CO, Banyak anggapan yang masih diterapkan oleh orang tua bahwa mendidik anak-anak yang baik adalah dengan cara yang keras, yaitu marah apabila anak berbuat salah. Sebab, berpendapat bahwa anak-anak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Ternyata tindakan tersebut sangat tidak disarankan. Marah-marah dengan berteriak hanya membuat anak tertekan dan bukan belajar dari kesalahan.

"Mengekspresikan marah dengan teriak membentak sangat tidak disarankan. Ada research ketika membentak ada sel yang hilang di perkembangan otak anaknya," kata Sishi Semet, Psikolog Anak, saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (20/12), seperti disitat dari laman JawaPos.com. 

 

Bolehkah Marah-marah pada Anak? Simak PenjelasannyaPsikolog anak, Sishi Semet menyarankan orang tua tidak memarahi anak jika berbuat salah. (Inri Sembiring/JawaPos.com)

Orang tua, lanjutnya, perlu sadar bahwa tindakan atau perilaku yang dilakukan pada anak bisa saja ditiru oleh anak. Sebab, orang tua biasanya dijadikan sebagai role model atau panutan oleh anak.

"Ketika anak ditegur karena dia berteriak-teriak, anak akan bingung, bahwa orang tuanya sendiri saja bertindak teriak-teriak," tambah Sishi Semet.

Kalau memang anak telah melakukan sesuatu hal yang negatif, menurut Sishi, lebih tepat diberi tahu bahwa perilakunya salah. Ketika menegur sebaiknya jangan menyalahi anak itu sendiri, tetapi tegurlah atas perilakunya dan berikan alasan mengapa perilaku tersebut salah.

Dengan demikian, si anak tahu bahwa perilaku yang baru saja diperbuat salah dan tidak diulangi lagi. Sebaliknya, jika orang ua hanya menyalahkan saja maka tidak akan mengajari anak untuk lebih baik lagi. Bahkan, anak akan merasa tidak disayang karena hanya mendapatkan ekspresi tidak enak dari orang tuanya. Beri tahu secara spesifik dan beri tahu perilaku yang diharapkan. Jika anak belum mengerti, ditelaah kembali apakah kalimat saat menegur sudah jelas atau belum. (Inr/JPC)


BACA JUGA

Senin, 15 Juli 2019 11:21

Menjaga Kepercayaan Klien

Usaha yang dirintis semakin berkembang. Klien berdatangan. Menjadi bisnis yang…

Senin, 15 Juli 2019 11:21

Biasa dengan Karakter Klien Beda, Tangani 10 Ribu Tamu

KARAKTER klien yang berbeda sudah biasa dihadapi. Diungkapkan Kritaya Zenaida…

Senin, 15 Juli 2019 11:11

Waspada Tiga Jenis Kutu di Kepala

Ketikalagi asyik mengobrol, tiba-tiba kulit kepala rasanya gatal sekali? Kondisi…

Senin, 15 Juli 2019 11:09

Mitos Membasmi Kutu, Dari Santan Basi hingga Kapur Barus

SELAIN mengganggu kenyamanan saat beraktivitas, rasa gatal berlebih akibat kutu…

Senin, 15 Juli 2019 11:07

Menabung sejak Dini, Bisa Dimulai dari Usia Dua Tahun

Kebiasaanmenabung sebaiknya ditanamkan sejak dini. Orangtua penting agar anak lebih…

Senin, 15 Juli 2019 11:06

Ajarkan Anak Menghargai Usaha

SEBAGIAN orangtua menganggap belum waktunya anak memahami uang. Namun, berbeda…

Senin, 15 Juli 2019 11:05

Belajar Bahasa Inggris Usia Dewasa, Benahi Mental agar Lancar

Kemampuan berbahasa penting untuk menunjang karier dan pendidikan. Mampu berbahasa…

Senin, 15 Juli 2019 11:03

Persiapan Matang demi Karier Gemilang

DIA adalah Jeannet Novelia Sarwono. Mahasiswi program studi Manajemen Fakultas…

Senin, 15 Juli 2019 10:59

Masakan Tatar Sunda Manjakan Lidah

Menghabiskan liburan dengan sekadar berjalan-jalan namun tak berwisata kuliner agaknya…

Senin, 15 Juli 2019 10:58

Soto Mi Bogor dengan Aneka Isian

SETELAH mi kocok bandung, menu selanjutnya yakni soto mi bogor.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*