MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Senin, 24 Desember 2018 10:12
Masih Relevankan Memarahi Anak Jika Berbuat Salah?
Ilustrasi: memarahi anak ketika berbuat salah bukalnlah cara yang tepat. Sebab, justru akan membuat anak kesal dan tidak belajar dari kesalahan. (walkingontravels.com)

PROKAL.CO, Banyak anggapan yang masih diterapkan oleh orang tua bahwa mendidik anak-anak yang baik adalah dengan cara yang keras, yaitu marah apabila anak berbuat salah. Sebab, berpendapat bahwa anak-anak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Ternyata tindakan tersebut sangat tidak disarankan. Marah-marah dengan berteriak hanya membuat anak tertekan dan bukan belajar dari kesalahan.

"Mengekspresikan marah dengan teriak membentak sangat tidak disarankan. Ada research ketika membentak ada sel yang hilang di perkembangan otak anaknya," kata Sishi Semet, Psikolog Anak, saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (20/12), seperti disitat dari laman JawaPos.com. 

 

Bolehkah Marah-marah pada Anak? Simak PenjelasannyaPsikolog anak, Sishi Semet menyarankan orang tua tidak memarahi anak jika berbuat salah. (Inri Sembiring/JawaPos.com)

Orang tua, lanjutnya, perlu sadar bahwa tindakan atau perilaku yang dilakukan pada anak bisa saja ditiru oleh anak. Sebab, orang tua biasanya dijadikan sebagai role model atau panutan oleh anak.

"Ketika anak ditegur karena dia berteriak-teriak, anak akan bingung, bahwa orang tuanya sendiri saja bertindak teriak-teriak," tambah Sishi Semet.

Kalau memang anak telah melakukan sesuatu hal yang negatif, menurut Sishi, lebih tepat diberi tahu bahwa perilakunya salah. Ketika menegur sebaiknya jangan menyalahi anak itu sendiri, tetapi tegurlah atas perilakunya dan berikan alasan mengapa perilaku tersebut salah.

Dengan demikian, si anak tahu bahwa perilaku yang baru saja diperbuat salah dan tidak diulangi lagi. Sebaliknya, jika orang ua hanya menyalahkan saja maka tidak akan mengajari anak untuk lebih baik lagi. Bahkan, anak akan merasa tidak disayang karena hanya mendapatkan ekspresi tidak enak dari orang tuanya. Beri tahu secara spesifik dan beri tahu perilaku yang diharapkan. Jika anak belum mengerti, ditelaah kembali apakah kalimat saat menegur sudah jelas atau belum. (Inr/JPC)


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 14:16
Ira Yuliana

Bisnis Kuliner Nan Menjanjikan

Pekarangan kediaman Ira Yuliana jadi saksi bisu kegigihannya. Dia pernah…

Minggu, 26 Mei 2019 14:12

Mandiri, Tak Ingin Bergantung Pada Suami

MENURUT Ira Yuliana, dalam sehari sangat gampang menghadirkan ratusan orang…

Minggu, 26 Mei 2019 14:08
Diet Enak Bahagia Menyenangkan (DEBM)

Tiga Bulan Pangkas 14 Kilogram

GORENGAN jadi makanan favorit Supinah saat muda dulu. Kebiasaan itu…

Minggu, 26 Mei 2019 14:07

Ingin Tetap Bugar Sambut Hari Tua

BAGI Supinah yang sukses turunkan berat badan 14 kilogram (kg)…

Minggu, 26 Mei 2019 14:05

Konsumsi Minim Karbo, Tinggi Protein dan Lemak

PEREMPUAN dengan usia 30–40, cenderung berhadapan dengan berbagai permasalahan penuaan (aging) dan…

Minggu, 26 Mei 2019 13:56

7-9 Jam Perhari, Jaga Kualitas Tidur Saat Ramadan

SETIAP orang memiliki kesibukan beragam. Apalagi semakin bertambahnya usia, berbanding…

Minggu, 26 Mei 2019 13:55

Kurang Tidur Berujung Emosional

KURANG tidur pasti akan mengakibatkan kelelahan namun akan merembet pada…

Minggu, 26 Mei 2019 13:47

Aneka Kuliner Penjuru Dunia

EDISI Sedap Kaltim Post kali ini tidak mengulas mi nusantara,…

Minggu, 26 Mei 2019 13:44

Pizza Margherita Sehat, Sup Jagung Nikmat

SIAPA tidak kenal pizza? Makanan asal Italia dengan adonan tepung…

Minggu, 26 Mei 2019 13:43

Kudapan Manis Kekinian

KUDAPAN manis masih jadi juara, apalagi saat untuk hidangan berbuka.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*