MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 22 Desember 2018 06:59
Menengok MRI Anyar Milik RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo
Bantu Dokter Mampu Visualisasikan Jaringan Tubuh Terkecil Pasien
KLAIM LEBIH CANGGIH: Isran Noor memasang headphone saat MRI baru milik RSKD Balikpapan dioperasikan kemarin.

PROKAL.CO, Setahun lalu diusulkan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) baru milik RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan diresmikan kemarin (21/12). Apa saja kelebihannya?

 

M RIDHUAN, Balikpapan

 

ISRAN Noor sedang berdiri dikelilingi pemandangan langit biru berpadu dengan laut hijau toska. Memakai headphone putih sambil melempar senyum ke sejumlah orang di sekelilingnya. Semringah dikembalikan kepadanya seketika.

Gubernur Kaltim itu pun tampak bangga dengan benda bulat putih dengan lampu oranye. Diletakkan di tengah ruangan. Memiliki tempat berbaring yang selaras dengan warna lampu. MRI milik RSKD. “Ini alat yang paling canggih untuk pelayanan kesehatan masyarakat di Balikpapan,” kata Isran, Jumat (21/12), setelah keluar dari ruang MRI.

Berlokasi di belakang instalasi gawat darurat (IGD), pertama kali masuk ke ruangan MRI, mata disuguhkan papan safety briefing. Berisi penjelasan benda apa saja yang tak boleh dibawa masuk ke MRI. Semua yang mengandung logam dan kuningan dilarang. Termasuk kartu ATM dalam dompet. Di ruangan selanjutnya ada meja untuk petugas dan ada ruang ganti bagi pasien. Kamar MRI memiliki pintu tembaga setebal kotak amplop isi 100 lembar.

Dirut RSKD Edy Iskandar menyatakan, MRI ini untuk menggantikan yang lama. Yang sudah ada 12 tahun lalu. Tetapi dua tahun lalu, MRI lama yang berkekuatan 0,3 tesla (satuan intensitas magnetic) itu rusak. Ketiadaan suku cadang untuk perbaikan menjadi alasan. RSKD melakukan usulan pengadaan ke pemprov. “Alhamdulillah dibantu anggaran Rp 20 miliar dari Pemprov Kaltim,” lega Edy.

MRI anyar ini diklaim lebih canggih dengan kekuatan 1,5 tesla. Mampu membantu dokter melakukan identifikasi terhadap kondisi jaringan terkecil sekalipun di dalam tubuh pasien. Dari sumbatan di pembuluh darah otak penyebab strok, sumbatan pada jantung, masalah di abdomen (perut), hingga saraf terjepit. Semua bisa divisualisasikan secara jelas. “Jadi kami tak perlu lagi merujuk pasien ke luar Kaltim kalau mau MRI. Di Balikpapan sudah ada,” sebutnya.

Dengan MRI di RSKD ini juga bisa mengurai panjangnya antrean di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Yang disebut perlu waktu tiga hingga empat bulan bisa mendapatkan pelayanan MRI sejak pendaftaran. Kondisi ini yang membuat MRI di RSKD penting sebagai alat modern pendukung rumah sakit milik provinsi. “Kami ingin rumah sakit tipe di bawah kami (di bawah tipe A) bisa merujuk ke kami pasien yang memerlukan MRI,” ujarnya.

MRI 1,5 tesla milik MRI ini sebenarnya bukan yang teranyar dan tercanggih. Ada MRI 3 tesla yang sudah banyak dioperasikan di rumah sakit di Eropa. Berdasarkan penelusuran Kaltim Post, teknologi ini sudah dikenalkan sejak 2011. Sebagai produk pertama yang menerapkan jalur lebar secara digital. Di situsnya, produk ini memiliki sejumlah spesifikasi.

Mampu menahan bobot pasien hingga berat 250 kilogram dengan jumlah maksimal slices sebanyak 1.024. Sehingga menghasilkan gambar yang lebih detail. Dari jaringan otak, otot tubuh, payudara, hingga tulang. Berbeda dengan MRI sebelumnya yang dimiliki RSKD. Yang hanya bagus menampilkan resolusi gambar terbaik hanya pada tulang belakang. Namun dari kompleksnya hasil yang ditampilkan, maka diperlukan sumber daya manusia yang lebih banyak. “Jadi harus ada dokter ahli bedah yang standby,” ujar Kepala Instalasi Radiologi RSKD Julhismira.

Dengan berat magnet 3.060 kilogram, MRI ini memiliki berbagai macam suara akustik untuk meredam suara berisik ketika dioperasikan. Nuansa laut lebih mendominasi. Itu sebabnya wallpaper di kamar MRI bergambar suasana pantai. Maklum, alat ini akan mengintimidasi siapa saja yang menderita klaustrofobia. “Kami ingin pasien bisa merasakan setenang mungkin,” kata Julhismira.

Ketenangan ini penting karena seorang pasien bisa menghabiskan waktu 45 menit di dalam MRI. Kondisi ini bergantung pada seberapa banyak bagian yang di-MRI. Juga menetapkan keputusan hasil gambar. Karena meski hasil gambarnya cantik, namun tak seakurat computed tomography (CT) scan. “Tapi CT scan mengandung radiasi. Sementara MRI dijamin bebas radiasi. Sehingga aman jika dilakukan berulang-ulang. Terutama pada pasien penderita kanker,” sebutnya.

Setelah menjalani instalasi dan serangkaian uji coba pada November lalu, RSKD sudah membuka MRI bagi pasien sejak Oktober lalu. Di mana dalam sehari bisa melayani enam pasien. Kondisinya bergantung rujukan fasilitas kesehatan pada tipe di bawahnya. Untuk tarif, pihak RSKD menyebut tetap mengacu pada aturan daerah. Sekitar Rp 2.475.000 sekali MRI. Tidak termasuk dokumen medik, obat atau alat kesehatan tindakan. “Acuan kami peraturan daerah,” ungkap Julhismira. (rom/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 07:03

Tarifnya Naik 100 Persen, Irianto Minta Keringanan

Tarif tiket pesawat terbang dari Kaltara kian mencekik. Gubernur Kaltara…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:19

Kuasai Semua Alat Musik di Pendopo

Kondisi Djoko Sudiro memang terbatas. Namun, Djoko tidak berhenti belajar,…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:02
Melihat Pelatihan Make-up di Rutan Klas IIB Balikpapan

Tepis Bosan, Modal agar Tak Kembali Terjerumus

Bayangan terhadap kelam dan buruknya kehidupan di balik dinding penjara…

Minggu, 06 Januari 2019 08:52

Mingalabar from Myanmar

Oleh: Firman Wahyudi   PERJALANAN dari Balikpapan ke Myanmar memakan…

Sabtu, 05 Januari 2019 06:57

Raih Harmony Award, Warga Punya Peran Besar

Kalimantan Utara (Kaltara) dinobatkan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai provinsi dengan…

Sabtu, 29 Desember 2018 06:59

Evaluasi APBD Sudah Rampung, Menunggu Pengesahan DPRD

Draf APBD Kalimantan Utara (Kaltara) 2019 sudah dievaluasi Kementerian Dalam…

Rabu, 26 Desember 2018 11:54
Kisah Para Nelayan Pandeglang yang Selamat dari Tsunami

Selembar Penutup Boks Ikan Jadi Penyelamat

Kuatnya terjangan tsunami membuat kapal-kapal pencari ikan itu pecah. Nelayan…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:59
Menengok MRI Anyar Milik RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo

Bantu Dokter Mampu Visualisasikan Jaringan Tubuh Terkecil Pasien

Setahun lalu diusulkan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) baru milik RSUD…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:45
AKP MD Djauhari, Kapolsek Loa Janan Peraih Medali Perak Porprov

Tetap Percaya Diri Meski Bersaing dengan Atlet Muda

Nama AKP MD Djauhari tak asing lagi di lingkungan atlet…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:38

Ikuti Adik Jajal Samarinda, Sudah Bidik Pasar Luar Negeri

Memiliki jiwa bisnis, putra sulung Presiden RI ke-7, Joko Widodo,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*