MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 22 Desember 2018 06:59
Menengok MRI Anyar Milik RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo
Bantu Dokter Mampu Visualisasikan Jaringan Tubuh Terkecil Pasien
KLAIM LEBIH CANGGIH: Isran Noor memasang headphone saat MRI baru milik RSKD Balikpapan dioperasikan kemarin.

PROKAL.CO, Setahun lalu diusulkan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) baru milik RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan diresmikan kemarin (21/12). Apa saja kelebihannya?

 

M RIDHUAN, Balikpapan

 

ISRAN Noor sedang berdiri dikelilingi pemandangan langit biru berpadu dengan laut hijau toska. Memakai headphone putih sambil melempar senyum ke sejumlah orang di sekelilingnya. Semringah dikembalikan kepadanya seketika.

Gubernur Kaltim itu pun tampak bangga dengan benda bulat putih dengan lampu oranye. Diletakkan di tengah ruangan. Memiliki tempat berbaring yang selaras dengan warna lampu. MRI milik RSKD. “Ini alat yang paling canggih untuk pelayanan kesehatan masyarakat di Balikpapan,” kata Isran, Jumat (21/12), setelah keluar dari ruang MRI.

Berlokasi di belakang instalasi gawat darurat (IGD), pertama kali masuk ke ruangan MRI, mata disuguhkan papan safety briefing. Berisi penjelasan benda apa saja yang tak boleh dibawa masuk ke MRI. Semua yang mengandung logam dan kuningan dilarang. Termasuk kartu ATM dalam dompet. Di ruangan selanjutnya ada meja untuk petugas dan ada ruang ganti bagi pasien. Kamar MRI memiliki pintu tembaga setebal kotak amplop isi 100 lembar.

Dirut RSKD Edy Iskandar menyatakan, MRI ini untuk menggantikan yang lama. Yang sudah ada 12 tahun lalu. Tetapi dua tahun lalu, MRI lama yang berkekuatan 0,3 tesla (satuan intensitas magnetic) itu rusak. Ketiadaan suku cadang untuk perbaikan menjadi alasan. RSKD melakukan usulan pengadaan ke pemprov. “Alhamdulillah dibantu anggaran Rp 20 miliar dari Pemprov Kaltim,” lega Edy.

MRI anyar ini diklaim lebih canggih dengan kekuatan 1,5 tesla. Mampu membantu dokter melakukan identifikasi terhadap kondisi jaringan terkecil sekalipun di dalam tubuh pasien. Dari sumbatan di pembuluh darah otak penyebab strok, sumbatan pada jantung, masalah di abdomen (perut), hingga saraf terjepit. Semua bisa divisualisasikan secara jelas. “Jadi kami tak perlu lagi merujuk pasien ke luar Kaltim kalau mau MRI. Di Balikpapan sudah ada,” sebutnya.

Dengan MRI di RSKD ini juga bisa mengurai panjangnya antrean di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Yang disebut perlu waktu tiga hingga empat bulan bisa mendapatkan pelayanan MRI sejak pendaftaran. Kondisi ini yang membuat MRI di RSKD penting sebagai alat modern pendukung rumah sakit milik provinsi. “Kami ingin rumah sakit tipe di bawah kami (di bawah tipe A) bisa merujuk ke kami pasien yang memerlukan MRI,” ujarnya.

MRI 1,5 tesla milik MRI ini sebenarnya bukan yang teranyar dan tercanggih. Ada MRI 3 tesla yang sudah banyak dioperasikan di rumah sakit di Eropa. Berdasarkan penelusuran Kaltim Post, teknologi ini sudah dikenalkan sejak 2011. Sebagai produk pertama yang menerapkan jalur lebar secara digital. Di situsnya, produk ini memiliki sejumlah spesifikasi.

Mampu menahan bobot pasien hingga berat 250 kilogram dengan jumlah maksimal slices sebanyak 1.024. Sehingga menghasilkan gambar yang lebih detail. Dari jaringan otak, otot tubuh, payudara, hingga tulang. Berbeda dengan MRI sebelumnya yang dimiliki RSKD. Yang hanya bagus menampilkan resolusi gambar terbaik hanya pada tulang belakang. Namun dari kompleksnya hasil yang ditampilkan, maka diperlukan sumber daya manusia yang lebih banyak. “Jadi harus ada dokter ahli bedah yang standby,” ujar Kepala Instalasi Radiologi RSKD Julhismira.

Dengan berat magnet 3.060 kilogram, MRI ini memiliki berbagai macam suara akustik untuk meredam suara berisik ketika dioperasikan. Nuansa laut lebih mendominasi. Itu sebabnya wallpaper di kamar MRI bergambar suasana pantai. Maklum, alat ini akan mengintimidasi siapa saja yang menderita klaustrofobia. “Kami ingin pasien bisa merasakan setenang mungkin,” kata Julhismira.

Ketenangan ini penting karena seorang pasien bisa menghabiskan waktu 45 menit di dalam MRI. Kondisi ini bergantung pada seberapa banyak bagian yang di-MRI. Juga menetapkan keputusan hasil gambar. Karena meski hasil gambarnya cantik, namun tak seakurat computed tomography (CT) scan. “Tapi CT scan mengandung radiasi. Sementara MRI dijamin bebas radiasi. Sehingga aman jika dilakukan berulang-ulang. Terutama pada pasien penderita kanker,” sebutnya.

Setelah menjalani instalasi dan serangkaian uji coba pada November lalu, RSKD sudah membuka MRI bagi pasien sejak Oktober lalu. Di mana dalam sehari bisa melayani enam pasien. Kondisinya bergantung rujukan fasilitas kesehatan pada tipe di bawahnya. Untuk tarif, pihak RSKD menyebut tetap mengacu pada aturan daerah. Sekitar Rp 2.475.000 sekali MRI. Tidak termasuk dokumen medik, obat atau alat kesehatan tindakan. “Acuan kami peraturan daerah,” ungkap Julhismira. (rom/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 02 Juni 2019 17:39
Kisah Asmuni Membangun Rumah Makan Sukma Rasa

Dari Jualan Keripik, Pernah Jadi TKI, hingga Sukses di Usaha Kuliner

Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Asmuni, pemilik Rumah Makan Sukma…

Sabtu, 01 Juni 2019 13:23

Ini Cerita Petualangan Matteo Nanni Bermotor dari Italia ke Indonesia

Dari Italia, Matteo Nani sudah berkendara enam bulan hingga sampai…

Selasa, 28 Mei 2019 14:57
Dari Mengaji Mereka Mengharumkan Nama Kaltim di Tingkat Dunia: Syahroni (2)

Gelar Juara Diakui Tak Lepas dari Hobi Nyanyi

Ramadan tahun ini, sangat lengkap bagi Syahroni. Ustaz perantauan asal…

Senin, 27 Mei 2019 15:46
Mahmud ”Hypegrandy”, Kakek Gaul Penggemar Gaya Hypebeast yang Viral

Dandanan Boleh Kekinian, tapi Hobi Tetap Ternak Burung

Kemeja, celana bahan, dan sepatu pantofel tampaknya sudah so yesterday…

Minggu, 26 Mei 2019 13:31
Mencicipi Pengalaman Ramadan di Oxford (2–Habis)

Gelar Kajian Quran Sebelum Berbuka Puasa

SEPERTI umumnya kegiatan muslim di berbagai negara, kami juga menjalani…

Kamis, 23 Mei 2019 11:24
Bilkis Bano, Tunggu Keadilan Selama 17 Tahun

Dapat Rumah, Pekerjaan, Kompensasi Miliaran

Kerusuhan di Gujarat, India, 2002 lalu telah merenggut kehormatan dan…

Kamis, 16 Mei 2019 14:55
Berbincang dengan dr Joseph, Bule Brazil Penjaga Pohon Kurma di Islamic Center

Bule Rawat 165 Pohon Kurma tanpa Digaji, Yakin Kurmanya Berbuah Tiga Tahun Lagi

Masjid Hubbul Wathan Islamic Center ditanami 165 pohon kurma. Uniknya,…

Senin, 06 Mei 2019 13:16
Ketika Dua Bule Aktivis Lingkungan Prihatin dengan Sampah di Indonesia

Ajak Mencintai Bumi, Ingatkan Dampak Negatif Plastik

Mereka bukan asal Indonesia. Yang satu, Adriana María Olarte dari…

Senin, 06 Mei 2019 13:13
Padusan, “Ritual” Sambut Ramadan yang Jadi Tradisi

Umat Islam Padati Tempat-Tempat Pemandian Alami

SLEMAN – Sudah menjadi tradisi tahunan tiap H-1 Ramadan masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*