MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 22 Desember 2018 06:45
AKP MD Djauhari, Kapolsek Loa Janan Peraih Medali Perak Porprov
Tetap Percaya Diri Meski Bersaing dengan Atlet Muda
PRESTASI DARI POLISI: AKP MD Djauhari saat ditemui awak Kaltim Post di ruang kerjanya.

PROKAL.CO, Nama AKP MD Djauhari tak asing lagi di lingkungan atlet menembak. Ia juga tercatat pernah menjadi instruktur menembak di lingkungan Polda Kaltim. Meski tak lagi muda, pria kelahiran 1971 ini kembali mencetak prestasi.

 

Muhammad Rifqi, Tenggarong

 

MENDUDUKI posisi orang nomor satu di wilayah hukum Polsek Loa Janan, tak membuat Djauhari meninggalkan olahraga. Sejak muda, ia sudah hobi cari keringat. Dia memang berkomitmen untuk hidup sehat. Itulah motto yang akhirnya membuatnya tetap bugar meski tak muda lagi. 

 Belum lama ini, Djauhari berhasil meraih medali perak dalam Porprov Kaltim 2018 di Kutai Timur (Kutim). 

 Itu setelah ia menjadi juara runner up dalam cabor menembak untuk kategori Center Fire Pistol Men jarak  25 meter. Sebenarnya, sejak bertugas menjadi kapolsek, kesibukannya untuk berlatih menembak tak sesering dulu. Terlebih lagi, tak sedikit atlet muda yang lebih jago dan memiliki kepiawaian menembak yang baik.

 Belakangan, tawaran untuk mewakili Kukar dalam cabor menembak kembali datang. Tak ingin mengganggu tugas pokoknya di institusi Polri, ia pun hanya berlatih setelah tugas harian selesai. Senjata api yang ia gunakan untuk latihan menembak serta saat bertanding pun, tak pernah lagi diperbaharui. Namun jangan salah, meski kalah usia serta menggunakan senjata api seadanya, ia pun tetap berhasil meraih perak.

 

“Alhamdulillah, kalau hobi serta skill menembak sudah lama punya. Tapi saya juga sudah lama sekali tidak ikut kejuaraan. Saya pikir, banyak juga kader muda. Tapi Alhamdulillah masih dipercaya dan mendapat medali perak,” katanya.

 Djauhari tercatat pernah menjadi instruktur menembak bagi para siswa di lingkungan Polda Kaltim. Namanya juga sudah tak asing lagi bagi para atlet menembak nasional. Pada 2008, dirinya pernah menjuarai PON di Kaltim untuk cabang olahraga menembak. Tak hanya itu, sejumlah piala serta medali menjadi koleksi pribadinya dalam berbagai kejuaraan. Termasuk tembak reaksi cepat yang dihelat di Markas Brimob di Kelapa Dua, Depok. 

 “Saya ingin memotivasi teman-teman Polri lain bahwa ada kesempatan berprestasi. Saya tetap percaya diri saja meski bersaing dengan atlet yang lebih muda,” katanya.

 

Tak hanya di institusi kepolisian, dirinya juga akrab berteman dengan para penembak jitu dari TNI maupun masyarakat sipil. Belasan bahkan puluhan tahun menjajal dunia menembak, rupanya membuat dirinya akrab dengan senjata api. "Kebetulan ayah saya polisi, jadi saya sejak kecil memang sering diajak untuk melihat latihan menembak. Sejak itu memang sangat tertarik sekali," katanya lagi.

 

Pengalaman unik pernah dia alami saat mengikuti sebuah kejuaraan menembak di Jakarta. Saat itu, dirinya mengikuti kategori menembak reaksi cepat dengan jarak 75 meter. Para peserta diminta berlari saat hitungan ketiga. Namun, pada saat hitungan pertama, dirinya justru sudah lebih dulu berlari lantaran sempat dilanda rasa gugup.

  Kesalahannya saat itu, rupanya tak membuat dirinya putus asa. Meski harus kembali lagi ke garis start untuk mengulang berlari, namun bidikannya ternyata yang paling tepat sasaran. 

 Jadilah, Djauhari menjadi pemenang dalam kompetisi menembak kala itu. "Saya pikir, ketika itu saya sudah kalah. Karena rasanya sudah kecil kemungkinan menang. Tapi syukurlah ternyata memang bisa juara," ujar putra pasangan Jumanhari dan Jumairiah itu.

 

Menurutnya, menembak merupakan cabang olahraga yang dinamis. Artinya bisa berkembang tiap tahunnya. Karena itu, latihan secara rutin serta keseriusan mesti menjadi modal awal. Sejak dirinya pensiun menjadi atlet menembak, kini kembali berkiprah sebagai pelatih menembak. Ia pun berharap agar semua anggota Polri benar-benar memahami cara menembak dengan benar dan tepat sasaran. (far/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Maret 2019 14:06
Setelah sang Pelukis Abstrak Itu Berpamitan Dua Bulan Lalu

Sosok yang Supel dan Selalu Siap Bantu Teman

Dari Jogjakarta, Zulfirman Syah pindah ke Selandia Baru untuk mendampingi…

Kamis, 21 Februari 2019 14:34

Di Aceh, Ganja Buat Usir Nyamuk dan Hama

Aceh sebagai salah kawasan paling barat di Indonesia disebut sebagai…

Minggu, 17 Februari 2019 12:45
Pesona Tirta Mahakam, Lestari Histori Bahari Garapan IPDP Kaltim Kota Samarinda

Ingin Mengulang Sensasi Tabrakan Tambangan saat Hendak Merapat ke Dermaga

Sabtu (16/2) malam, sungai Mahakam meriah gegap gempita. Letupan mesin…

Jumat, 15 Februari 2019 11:34
Melawan Nyeri di Sekujur Tubuh Penderita Kanker dengan Samarium Karya Batan

Proses Pembuatan Jumat sampai Senin, Pengiriman Dikawal Khusus

Diinjeksi samarium tak membuat pasien kanker jadi lemas dan mengantuk…

Sabtu, 09 Februari 2019 13:51
Ketika Pantai-Pantai di Badung, Bali, ’’Dikirimi’’ Berton-ton Sampah

Hamparan Gelas Plastik dan Bungkus Detergen di Pusat Ikan Bakar

Gelombang sampah di pesisir Badung dianggap yang terparah dalam 10…

Jumat, 01 Februari 2019 11:45

Tahun Babi Tanah, Ini 4 Shio yang Diramalkan Kurang Beruntung

 Pada 5 Februari mendatang, masyarakat Tionghoa merayakan tahun baru Imlek.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*