MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 16 Desember 2018 11:13
Cegah Terkena Diabetes Melitus
ilustrasi

PROKAL.CO, Jumlah penderita diabet melitus (DM) di Indonesia terus meningkat. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan, tahun 2015 tercatat penderita DM di negara kita berkisar 10 juta jiwa.

 “Diperkirakan akan mencapai 30 juta jiwa tahun 2030,” ungkap Kepala KSM Penyakit Dalam RSUP Dr Sardjito Jogjakarta dr R Bowo Pranomo Sp.PD KEMD saat ditemui Radar Jogja di Poliklinik Endokrin RSUP Dr Sardjito (14/12).

DM adalah gangguan metabolisme yang timbul akibat peningkatan kadar gula dalam darah. Hal ini disebabkan adanya gangguan pada hormon insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Hormon insulin berfungsi mengatur penggunaan glukosa oleh otot, lemak atau sel-sel lain dalam tubuh.

Dokter Bowo menjelaskan, ada empat tipe diabetes yang menyerang pada manusia. Pertama DM tipe 1, di mana penderita kekurangan jumlah hormon insulin. DM tipe ini biasa ditemukan pada anak-anak yang mengalami kerusakan sel beta pancreas, sehingga menyebabkan ketergantungan pada insulin. Tipe seperti ini disebabkan karena persoalan autoimun pada anak-anak.

Ada pula DM tipe 2 yang disebabkan oleh turunnya jumlah sel beta. Sel yang berfungsi menghasilkan insulin di pankreas akan keluar dengan jumlah sedikit atau berlebihan dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Tipe seperti ini biasa terjadi pada orang dewasa karena obesitas, hipertensi, olahraga yang kurang, dan pola hidup yang tidak sehat.

Diabetes tipe tiga yang diakibatkan karena infeksi pada pankreas, tumor, imunologi, dan sindrom genetik lain terkait diabetes. Selain itu, konsumsi obat yang mengandung kortikosteroid bisa menyebabkan diabetes. “Obat untuk pasien lupus, asma, alergi, dan gangguan ginjal. Terlebih tidak sesuai anjuran dokter, akan lebih berbahaya,” tuturnya.

Tipe keempat adalah diabetes gestasional yang didiagnosa pada saat kehamilan. Perempuan yang sedang hamil akan mengeluarkan hormon pertumbuhan, di mana hormon ini baik untuk perkembangan janin. Hanya saja, hormon tersebut akan menyerang hormon insulin.

Uniknya, jika mendapat penanganan dengan baik, setelah melahirkan perempuan akan dapat kembali normal. “Ini jelas berbeda dengan wanita yang memang sudah diabetes dan wanita yang mendapatkan diabetes saat kehamilan,” tambahnya.

Seseorang akan berisiko terkena diabetes karena memililiki riwayat keluarga yang mengidap diabetes. Hanya saja, orang yang tidak diabetes juga bisa menjadi diabetes karena beberapa faktor. Yakni kegemukan, hipertensi, kelainan kolestrol, serta usia di atas 45 tahun. Pada usia itu jika pola makanan yang tidak sehat tetap dikonsumsi, pankreas akan mengalami kelelahan karena bekerja lebih.

Untuk menekan risiko terkena diabetes, dr Bowo mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan. Hal itu bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup yang lebih sehat, mengatur pola makan sesuai kebutuhan, menjaga nutrisi yang diserap oleh tubuh, serta melakukan olahraga minimal 30 menit setiap harinya.

Biasanya, masyarakat yang terkena diabetes tidak mengetahui bahwa mereka sudah terserang diabetes. Banyak penderita yang datang ke rumah sakit dalam keadaan komplikasi. Oleh karena itu, dr Bowo menekankan bahwa edukasi mengenai diabetes bagi masyarakat bisa menekan terserangnya penyakit berbahaya ini. “Paling tidak dari doker keluarga maupun puskesmas bisa memberikan edukasi kepada masyarakat,” tandasnya.

Selain mengobati, tambah dr Bowo, yang terpenting saat ini adalah pencegahan yang bisa dilakukan oleh masyarakat. Yaitu dengan cara pencegahan primer, di mana orang yang sehat meminimalisasi untuk tidak terkena diabetes. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengobati kemungkinan risiko seperti hipertensi, mengurangi jumlah makan, dan meninggalkan pola hidup yang tidak sehat.

Selain itu, ada pencegahan sekunder di mana penderita DM tidak mengalami komplikasi akut berupa stroke, penglihatan kabur, serangan jantung, gangguan syaraf tepi, serta amputasi kaki. Serta melakukan pencegahan tersier agar penderita DM yang sudah komplikasi tidak mengalami cacat, bahkan meninggal dunia. “Pencegahan sangat penting dilakukan. Jika tidak, akan dibantu dengan obat, dan bahkan diberi insulin,” jelas dr Bowo.

Bagi orang awam, gejala terkena diabetes bisa dilihat dari banyaknya makan, minum serta jumlah buang air kecil meningkat terutama pada malam hari. Selain itu, gejala diabetes bisa diidentifikasi dengan ciri penurunan berat badan secara signifikan tanpa diketahui sebabnya. Hanya saja, tidak semua orang memiliki gejala tersebut saat terkena diabetes. (cr7/laz)


BACA JUGA

Minggu, 06 Januari 2019 08:34

Penting..!! Cek Kolesterol Usai Liburan

Liburan bisa membuat Anda relaks dan mengisi ulang energi dan…

Minggu, 30 Desember 2018 11:02

Maratua Istimewa

Komunitas gowes Kaltim Post, Samarinda Blue Bike Community (SBBC), kembali…

Minggu, 30 Desember 2018 10:47

Tubuh Ideal dan Pertahanan Diri

SALAH satu olahraga bela diri yang cukup populer berasal dari…

Minggu, 16 Desember 2018 11:13

Cegah Terkena Diabetes Melitus

Jumlah penderita diabet melitus (DM) di Indonesia terus meningkat. Menurut…

Minggu, 16 Desember 2018 07:56

Asmara dalam Pigura

DALAM mengambil gambar untuk pre-wedding, ada beberapa hal yang harus…

Minggu, 09 Desember 2018 10:38

Sukses Butuh Proses

TANGANNYA terampil menari dengan kuas. Peralatan rias wajah sudah dia…

Minggu, 09 Desember 2018 10:37

Rangkul Murid Layaknya Keluarga

SAMBIL sesekali memainkan kacamata yang tengah dipegangnya, Denny Saputra begitu…

Minggu, 09 Desember 2018 10:35

Lincah Bergerak dengan Parkour

KEGIATAN olahraga yang membuat seluruh anggota tubuh bergerak, bahasa trennya…

Minggu, 09 Desember 2018 10:34

Melawan Rasa Takut dan Siap Cedera

PARKOUR bukan olahraga minim cedera.Namun, bukan berarti akan selalu cedera.…

Minggu, 09 Desember 2018 06:22

Balas Hinaan dengan Prestasi

PADA umumnya, setiap orang akan menyiapkan biaya sebelum merintis usaha.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*