MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 15 Desember 2018 12:17
MAKJLEB..!! Bupati Cianjur Ditangkap KPK, Warganya Syukuran
Warga Cianjur melaksanakan syukuran atas tertangkapnya Bupati oleh KPK.

PROKAL.CO, CIANJUR- Sebagai bentuk wujud syukur atas peristiwa oeprasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, ribuan masyarakat Cianjur memadati alun-alun Cianjur di Jalan Siti Jenab, Kelurahan Pamoyanan, Cianjur pada Jumat (14/12) pukul 13:00 WIB.

 Warga yang berasal dari berbagai elemen serta 27 organisasi masyarakat (ormas) ini membawa nasi liwet masing-masing dari rumah dan menggelar makan bersama di sejumlah titik alun-alun Cianjur. Selain itu, ada sejumlah orasi yang dilakukan di alun-alun Cianjur yang berisi dukungan terhadap KPK karena berhasil menangkap Bupati Irvan.

 Petugas Satpol PP sempat berjaga di sekitar lokasi rumput sintetis dan memperingatkan warga agar tak menginjak rumput. Namun saking banyaknya warga, petugas Satpol PP pun kewalahan. Warga pun akhirnya berkerumun di sekitar kolam yang dikelilingi rumput sintetis. Tak sampai di situ, warga lantas membuka paksa benteng seng tempat turun dan naik ke lokasi alun-alun.

 Bunyi benteng seng pun sempat membuat gaduh, tanpa komando pintu gerbang pendopo yang berada di seberang alun-alun pun dibuka. Petugas Satpol PP pun berjaga menutup alur massa.

 Warga pun kembali ke alun-alun dan mendekati mobil orasi. Di sana mereka cukup lama berkumpul sambil mendengarkan orasi. Sementara itu menjelang sore warga mulai terlihat santai dan berselfie ria di alun-alun dan pendopo.

 Ketua Gerakan Aktivis Presidium Rakyat (APR) Cianjur, Ridwan Mubarok mengatakan, kegiatan akbar ini merupakan bentuk syukur karena kepemimpinan Bupati Irvan dinilai banyak melakukan penyelewengan. "Tidak perlu dibeberkan atau dijelaskan lagi, semua publik juga sudah mengetahui apa permasalahannya. Dan ingat kedzoliman pasti runtuh, karena itu semua berkat doa masyarakat," ujarnya saat orasi.

 Ridwan pun memberikan apresiasi kepada KPK karena sukses menangkap tangan Bupati Irvan. Menurutnya, apa yang dilakukan Bupati beserta sejumlah oknum di Dinas Pendidikan sangat mencederai hati masyarakat. "Apa yang ditargetan selama ini berhasil. Semua atas perjuangan bersama masyarakat. Bongkar kasus korupsi lainnya. KPK, saya acungkan jempol," katanya kepada Radar Cianjur.

 Dari balik mobil orasi,Ridwan menyerukan, acara memang digelar sebagai bentuk tasyakuran tertangkapnya bupati. "Saya berterima kasih kepada warga Cianjur tak ada kejahatan yang sempurna, dan tak ada yang kebal hukum, terima kasih KPK," ujar Ridwan.

 Ketua Pimpinan Yayasan Attaqwa Cianjur, Ustad Umar memaparkan, pihaknya akan tetap mengawal dan terus melakukan dorongan khususnya kepada KPK. KPK tak boleh berhenti di sini dan mampu menangkap satu persatu pejabat Cianjur yang terlibat. "Bongkar dinasti kepimimpinan di Cianjur. Ganti menjadi Sugih Mukti, bukannya Jago," ujarnya didampingi Ketua SC 234 Jawa Barat, Iwan Nez. Perwakilan Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi Asep Toha mengatakan, apa yang terjadi di alun-alun Cianjur merupakan

luapan emosional warga yang selama ini melihat ada sesuatu yang janggal dan tak cocok terutama warga yang di perkotaan.

"Hari ini (kemarin, red) mereka terbuka euforia ini permulaan awal untuk melakukan perbaikan di Cianjur, Cianjur yang benar benar bersih, Cianjur berpotensi besar maju, minimal asal punya komitmen besar dan memiliki niat ikhlas," katanya.

 Ia berharap, Herman Suherman sebagai Plt Bupati melakukan perombakan yang baik agar pemerintahan bersih yang bersubstansi bebas korupsi di setiap dinas. "Kami berharap semua warga dilibatkan dalam setiap rencana pembangunan," ulasnya

 Ketua Bravo Komando Grup, Bambang Adi S menambahkan, ada tujuh tuntutan masyarakat yang harus dipenuhi. Tujuh tuntutan tersebut di antaranya, meminta Pemkab Cianjur untuk segera menghapus dan mencopot stiker, spanduk serta baligho bertuliskan Cianjur Jago, serta hapuskan nama Irvan Rivano Muchtar di tugu selamat datang Cianjur di perbatasan, karena telah nyata menodai dan mencederai nama baik Kabupaten Cianjur.

"Kembalikan fungsi camat, lurah, kades, RW dan RT kepada tugas yang semestinya, dengan melarang berpolitik untuk mendukung salah satu partai politik," tambahnya.

 Ia melanjutkan, pulihkan kembali jabatan ASN sesuai aturan dan hapuskan politisasi birokrasi, Usut tuntas segala tindak korupsi yang terjadi di Kabupaten Cianjur yang belum tersentuh hukum, hapus tujuh Pilar Budaya Cianjur dan kembalikan ke semula yakni Tiga Pilar Budaya Ngaos, Mamaos, Maenpo.

 Hapus lambang jargon Cianjur Jago sebagai lambang kekuasaan, dari kehidupan masyarakat, Cianjur kembali ke Sugih Mukti dan Gerbang Marhamah, berdasarkan tinjauan historis, yuridis dan sosiologis. "Kembalikan fungsi dunia pendidikan sebagaimana mestinya, serta tindak tegas segala bentuk penyimpangan dan penyelewengan dunia pendidikan dari hulu sampai hilir," ujarnya,

 Aktivis Muda Cianjur, Jamaludin Junaedi memaparkan, OTT ini dinilai menjadi salah satu anugerah dari Allah SWT. Ia berharap, semua relawan, semua masyarakat, semua komponen tetap membawa Cianjur ke arah lebih baik. ""Mengingat hari ini (kemarin, red), Wakil Bupati, Pak Herman sudah dilantik menjadi Plt Bupati, kita berharap penggantian ini menjadi pengawasan kita, agar tidak terjadi hal serupa," tambahnya.

 Seorang warga Gekbrong, Asep Sopiandi (46) mengaku, kehadirannya di alun-alun untuk memastikan undangan yang beredar di media sosial perihal adanya makan nasi liwet sebagai bentuk rasa syukur karena bupati yang diduga korupsi telah ditangkap oleh KPK. "Saya malu punya pemimpin yang korupsi, mudah-mudahan pimpinan yang akan datang baik tak korup, sayang rakyat, dan amanah kepada masyarakat," ujar Asep yang mengaku datang bersama teman dan saudara. 

Asep berharap, pemerintahan selanjutnya tak terganggu dan bisa berjalan aman dan kondusif. "Semoga pimpinan nanti bisa berkaca dengan amarah warga yang terjadi jika pemimpinan tak bener, semoga KPK tetap mengawal Cianjur," tuturnya. 

Menurutnya, sebagai orangtua yang mempunyai anak sekolah di SMP, cukup miris mengetahui kasus korupsi di lingkungan pendidikan yang ternyata melibatkan sekolah menengah pertama. "Saya pikir masih banyak sekolah yang rusak seperti tempat belajar anak saya SMP I Gekbrong," kata Asep. 

Asep mengaku heran dengan mengetahui besarnya dana alokasi khusus dari pemerintah pusat tapi di lapangan pada praktiknya masih ada pungutan kepada orangtua murid untuk pembangunan. "Kalau sekolah mau membangun dibebankan ke wali murid, meski melalui musyawarah dulu tapi tetap jatuhnya kalau mau membangun ada pungutan sebesar Rp 50 ribu sampai dengan Rp 100 ribu," ujar Asep. (dil)


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 10:12

Janjikan Transformasi di Lima Sektor Utama

JAKARTA – Isu swasembada di berbagai bidang menjadi poin utama…

Selasa, 15 Januari 2019 10:09

Kecewa Isu Perempuan Tak Masuk Debat

JAKARTA – Debat paslon presiden dan wakil presiden putaran pertama…

Minggu, 13 Januari 2019 10:29

Jaringan Prostitusi Online Mulai Diperiksa

SATU demi satu artis dalam jaringan prostitusi online dengan tersangka…

Sabtu, 12 Januari 2019 14:27

Elektabilitas Stagnan, Saatnya Perkuat Penetrasi

JAKARTA – Elektabilitas dua pasangan calon presiden dan wakil presiden…

Sabtu, 12 Januari 2019 14:26

Petani Minta Mafia Impor Diberangus

BLORA – Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengunjungi petani di…

Sabtu, 12 Januari 2019 14:26

Bawaslu Putuskan Anies Tidak Melanggar Kampanye

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lolos dari jeratan…

Sabtu, 12 Januari 2019 12:02

Ada Guru Swasta Gajinya Rp 300 Ribu, Begini Kata Presiden

JAKARTA- Presiden Joko Widodo tak percaya masih ada guru honorer…

Jumat, 11 Januari 2019 09:14
Persiapan SMSI Road To HPN 2019

SMSI Tampilkan Kegiatan Bernuansa Digital Eyes

Guna menindaklanjuti hasil rapat pleno SMSI Senin (07/01/2019) lalu di…

Rabu, 09 Januari 2019 13:00

Cium Kening Ustaz Arifin Ilham, Air Mata Sahabat Meleleh

KH Muhammad Zaitun Rasmin tidak bisa menutupi kesedihannya usai menjenguk…

Rabu, 09 Januari 2019 12:58
"Bukti Lu Chek In di Hotel, Akan Gua Bongkar..!!"

PARAH..!! Modal Foto Hot saat Video Call, Pria Ini Peras Pacar Hingga Puluhan Juta

Berbekal foto hot mahasiswi berinisial BP (24), Rival Jasita melakukan penipuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*