MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Sabtu, 15 Desember 2018 10:52
“Hadiah” dari Zapata
BIKIN RUNYAM: Cristian Zapata mencetak gol bunuh diri ke gawang AC Milan dalam laga lanjutan Liga Europa, dini hari kemarin.

PROKAL.CO, PIRAEUS–AC Milan berencana memperpanjang kontrak bek tengah Cristian Zapata yang berakhir musim ini. Tapi sebelum mendapat perpanjangan kontrak itu, Zapata sudah memberi “hadiah” kepada Rossoneri. Bukan hadiah yang indah. Tapi kado pahit setelah Milan tersisih di fase grup Liga Europa musim ini.

Hadiah itu dari gol bunuh dirinya pada menit ke-69. Dia memang telah membayar lunas dengan gol ke gawang Jose Sa selang dua menit setelahnya. Namun, gol bunuh dirinya ikut jadi kunci tersisihnya Milan. Sebab, Ignazio Abate dkk tersingkir karena kalah agregat gol. “Bakal berbeda situasinya andaikan kami kalah 0-1 atau 1-2,” sesal Direktur Olahraga Milan Leonardo seperti dikutip Football Italia.

Selain gol bunuh diri Zapata, dua gol Olympiacos dicetak oleh Pape Cisse (menit ke-60) dan penalti Konstantinos Fortounis (81'). Leonardo pun mengkritik keputusan dari wasit Benoit Bastien terkait penalti itu. Wasit Prancis itu menganggap ada pelanggaran di area penalti Milan meski faktanya tak ada satu pun pemain Olympiacos yang terjatuh.

“Sulit membayangkan kami melihat mereka (Olympiacos) menang dan faktanya itu juga andil dari insiden-insiden tersebut (penalti kontroversial dan gol bunuh diri Zapata),” lanjutnya. Padahal, apabila kalah 1-2 di Georgios Karaiskakis Stadium, Piraeus, Milan masih bisa lolos ke 32 Besar.

Karena, Milan masih unggul agregat gol surplus 5 dan Olympiacos hanya surplus empat. Agregat gol jadi penentu setelah kedua klub mengakhiri fase grup dengan nilai sama. Baik dari poin, head to head, agregat gol kedua laga, dan jumlah gol tandang laga antara mereka.

Dengan kegagalan ini, maka Milan untuk kali pertama gagal lolos fase grup Eropa (di Liga Champions atau Liga Europa) sejak Liga Champions 2000–2001. “Kekalahan ini sangat menyakitkan,” kata allenatore Milan Gennaro Gattuso kepada Sky Sport Italia. (ren/jpg/ndy/k8)


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 10:17

Iskandar Siap Maju Lagi

SAMARINDA – Berakhirnya masa kepengurusan Persatuan Kempo Indonesia (Perkemi) Kaltim…

Selasa, 15 Januari 2019 10:16

12 Pengkot Habis Masa Kepengurusan

BALIKPAPAN – Memasuki 2019, sejumlah pekerjaan rumah sudah menanti KONI…

Selasa, 15 Januari 2019 08:13

Tanpa Asing di Latihan Perdana

SAMARINDA - Setelah libur sebulan, Borneo FC akhirnya kembali berlatih…

Selasa, 15 Januari 2019 07:28

Tatap Titel Ketujuh

MELBOURNE — Novak Djokovic bersama Roger Federer dan Roy Emerson…

Selasa, 15 Januari 2019 07:25

Siap Juara dengan Status Ibu

MELBOURNE -Terakhir kali Serena Williams berpartisipasi di Australia Terbuka, yakni…

Selasa, 15 Januari 2019 07:24

De Gea Kembali Taklukkan Ibu Kota

LONDON – Ibu kota Inggris menjadi tempat terbaik kiper Manchester…

Selasa, 15 Januari 2019 07:20

Kontroversi Antara 399 dan 400 Gol

BARCELONA - Label salah satu lawan favorit Lionel Messi untuk…

Selasa, 15 Januari 2019 07:18

Coco Bikin Indiecito Pusing

ENTRENADOR Real Madrid Santiago Solari tampaknya harus lebih banyak bereksperimen…

Selasa, 15 Januari 2019 07:13

Antusias Teruskan Tradisi

SAMARINDA - Banyaknya stok pemain muda berbakat di Borneo FC,…

Selasa, 15 Januari 2019 07:11

Ingin Jawab Keraguan Bobotoh

BANDUNG - Pemain asing baru Persib Bandung, Srdan Lopicic mengikuti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*