MANAGED BY:
SELASA
26 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Sabtu, 15 Desember 2018 10:52
“Hadiah” dari Zapata
BIKIN RUNYAM: Cristian Zapata mencetak gol bunuh diri ke gawang AC Milan dalam laga lanjutan Liga Europa, dini hari kemarin.

PROKAL.CO, PIRAEUS–AC Milan berencana memperpanjang kontrak bek tengah Cristian Zapata yang berakhir musim ini. Tapi sebelum mendapat perpanjangan kontrak itu, Zapata sudah memberi “hadiah” kepada Rossoneri. Bukan hadiah yang indah. Tapi kado pahit setelah Milan tersisih di fase grup Liga Europa musim ini.

Hadiah itu dari gol bunuh dirinya pada menit ke-69. Dia memang telah membayar lunas dengan gol ke gawang Jose Sa selang dua menit setelahnya. Namun, gol bunuh dirinya ikut jadi kunci tersisihnya Milan. Sebab, Ignazio Abate dkk tersingkir karena kalah agregat gol. “Bakal berbeda situasinya andaikan kami kalah 0-1 atau 1-2,” sesal Direktur Olahraga Milan Leonardo seperti dikutip Football Italia.

Selain gol bunuh diri Zapata, dua gol Olympiacos dicetak oleh Pape Cisse (menit ke-60) dan penalti Konstantinos Fortounis (81'). Leonardo pun mengkritik keputusan dari wasit Benoit Bastien terkait penalti itu. Wasit Prancis itu menganggap ada pelanggaran di area penalti Milan meski faktanya tak ada satu pun pemain Olympiacos yang terjatuh.

“Sulit membayangkan kami melihat mereka (Olympiacos) menang dan faktanya itu juga andil dari insiden-insiden tersebut (penalti kontroversial dan gol bunuh diri Zapata),” lanjutnya. Padahal, apabila kalah 1-2 di Georgios Karaiskakis Stadium, Piraeus, Milan masih bisa lolos ke 32 Besar.

Karena, Milan masih unggul agregat gol surplus 5 dan Olympiacos hanya surplus empat. Agregat gol jadi penentu setelah kedua klub mengakhiri fase grup dengan nilai sama. Baik dari poin, head to head, agregat gol kedua laga, dan jumlah gol tandang laga antara mereka.

Dengan kegagalan ini, maka Milan untuk kali pertama gagal lolos fase grup Eropa (di Liga Champions atau Liga Europa) sejak Liga Champions 2000–2001. “Kekalahan ini sangat menyakitkan,” kata allenatore Milan Gennaro Gattuso kepada Sky Sport Italia. (ren/jpg/ndy/k8)


BACA JUGA

Senin, 25 Maret 2019 12:38
Portugal vs Serbia

MEMBANTU CR7

LISBON – Cristiano Ronaldo tak berkutik saat Portugal jadi juara…

Senin, 25 Maret 2019 11:55
PRANCIS vs ISLANDIA

Mencari Kado Seabad Federasi

SAINT-DENIS – Prancis bakal tampil berbeda dini hari nanti WIB.…

Senin, 25 Maret 2019 11:49

Pelesetkan Abbey Road

MILAN Glorie memang kalah 2-3 dari Liverpool Legends pada laga…

Senin, 25 Maret 2019 10:37

Di Kandang Belanda, Jerman Menang Dramatis

Jerman memetik kemenangan dalam laga pertamanya di Grup C kualifikasi…

Senin, 25 Maret 2019 09:28

Mauro Icardi Suka Selingkuh

STRIKER Inter Milan, Mauro Icardi, memang sudah punya jiwa tukang…

Minggu, 24 Maret 2019 11:50

Cahaya Bukan Penghalang

MIAMI–Sinar matahari sore Dolphin Stadium pada set ketiga tepat mengarah…

Minggu, 24 Maret 2019 11:49

Diprotes, Nasib Ducati Diputuskan Pekan Depan

MIES–Sidang banding yang dilayangkan empat tim pabrikan: Honda, Suzuki, Aprilia,…

Minggu, 24 Maret 2019 11:47

Hattrick Penawar Duka

SOROTAN dalam kemenangan 5-0 Inggris atas Cheko di kualifikasi Euro…

Minggu, 24 Maret 2019 11:46

Korban Pertama Kualifikasi

KUALIFIKASI Euro 2020 baru berjalan satu matchday. Tapi, itu sudah…

Minggu, 24 Maret 2019 11:45

Promessi Bisa Jadi Opsi

KENNY TETE bek kanan paling senior di timnas Belanda saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*