MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 15 Desember 2018 07:12
Penularan “Santun”, Pasien Tak Perlu Dijauhi

Dari Kampanye dan Edukasi HIV/AIDS Gelaran Pertamina Hulu Kaltim

KENALI HIV: dr Agus N Triyongko mengajak semua peserta untuk memahami lebih dalam mengenai HIV/AIDS serta tak mengucilkan penderitanya.

PROKAL.CO, Stigma HIV/AIDS di kalangan masyarakat masih buruk. Penderitanya kerap dikucilkan: takut tertular. Padahal, jika dibanding hepatitis yang bisa menjangkit lewat keringat, virus HIV tak seperti itu.   

 

IBARAT bertamu, HIV masuk dengan mengetuk pintu. “Virus HIV ini penularannya sangat santun. Sudah jelas pintunya dari mana. Ketuk pintu lagi,” kata Sari, perempuan yang telah dinyatakan positif HIV. Dia menjadi salah satu narasumber dalam kampanye dan edukasi HIV/AIDS gelaran Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) di Auditorium PRCC, Pasir Ridge, Balikpapan, Jumat siang (14/12).

Di hadapan puluhan perwakilan siswa dari seluruh SMA di Balikpapan, sari bercerita. Mengidap virus itu dari suami yang sekarang sudah tiada. Sari tahu ketika hamil besar, 7 bulan. Harus cek darah. Ketahuan, positif HIV. Kaget, sedih, marah, campur aduk. Tapi pikirannya mulai jernih setelah berkonsultasi dengan dokter.

Harus terapi obat. Untuk melemahkan virus. Anaknya bisa diselamatkan dari virus itu, asal dilahirkan secara sesar. Tak boleh disusui. Boleh, tapi harus dalam kondisi bersih dari virus. Artinya, Sari tak boleh putus minum obat. Sekarang anaknya sudah besar. Menjadi alasannya untuk terus semangat.

Intinya jangan takut dan malu untuk terbuka pada dokter. “Sudah ada prosedur penanganan dan obatnya. Gratis,” tambahnya. Sari juga mengimbau tak perlu takut pada penderita HIV. Virus HIV tak akan menular lewat sentuhan, pelukan, bahkan berciuman. Tapi bisa menular lewat hubungan seksual, penggunaan jarum suntik bergantian. “Pintunya sudah jelas. Mau masuk ketuk pintu lagi. Artinya kita tahu perilaku seperti apa yang menjadi pintu masuk HIV,” jelasnya.

Pengalamannya, HIV ditandai dengan bentol-bentol di kulit. Seperti alergi. Kemudian jika sudah mengarah ke syndrome (kumpulan gejala/AIDS), biasanya mengalami radang tenggorokan dan sariawan yang sulit disembuhkan. Jika penderitanya punya riwayat penyakit dalam, berpotensi langsung menyerang pada organ dalam tersebut.

Sari juga berpesan kepada para siswa agar menghindari seks bebas. Nanti ketika akan berkeluarga, pastikan cek darah. Untuk antisipasi. Kalau-kalau positif, bisa disiasati. Dengan menggunakan kondom saat berhubungan badan. Pasangan yang positif HIV juga tetap bisa punya keturunan yang sehat. Dengan cara terapi obat.

Chief Medical Officer PHKT, dr Agus N Triyongko mengatakan, HIV pertama kali muncul di Indonesia pada 1985. Sampai dengan Maret 2018, ada 200 pengidap HIV dan 945 penderita AIDS di Samarinda. Sementara di Balikpapan lebih sedikit, yakni 36 pengidap HIV dan 135 penderita AIDS.

“Tapi ini bukan banyak-banyakan ya. Karena walaupun sedikit yang terlihat, sebenarnya ini fenomena gunung es. Yang tidak terlihat masih sangat banyak,” katanya. Yang juga jadi masalah, diskriminasi masih terjadi. Bahkan oleh petugas rumah sakit. “Ketika ada pasien HIV, masih ada petugas yang enggan masuk ke kamarnya. Itu petugas medis. Apalagi yang orang awam,” kata dia.

Makanya, perlu terus dilakukan pemahaman. Seperti target United Nations Program on HIV/AIDS (Unaids), pada 2020 tak ada lagi diskriminasi terhadap pengidap HIV/AIDS. Selain itu juga target 90-90-90. Yakni 90 persen orang yang mengidap HIV telah mengetahui status HIV pada dirinya.

Kemudian 90 persen orang yang mengidap HIV telah mendapatkan pengobatan. Yaitu antiretroviral (ARV) secara gratis. Lalu 90 persen persen pengidap HIV turun jumlah virus dalam tubuhnya. Sehingga jumlah penularan juga berkurang.

General Manajer PHKT, Cosmas Supriatna mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai wujud komitmen PHKT dalam melindungi masyarakat dari HIV/AIDS. Kegiatan serupa sebelumnya juga rutin digelar ketika PHKT masih di bawah bendera Chevron. “Yang sudah baik, akan kita lanjutkan,” ujarnya.

PHKT juga siap hadir dan memfasilitasi jika ada sekolah-sekolah lainnya yang ingin mendapatkan penyuluhan dan sosialisasi. (rsh2/k18)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 12:03
Geliat Wisata saat Gunung Bromo Erupsi Kecil

Justru Bisa Dapat Sajian Momen Keindahan Asap

Jumlah wisatawan ke Bromo menurun bahkan jika dibandingkan dengan saat…

Sabtu, 16 Maret 2019 14:06
Setelah sang Pelukis Abstrak Itu Berpamitan Dua Bulan Lalu

Sosok yang Supel dan Selalu Siap Bantu Teman

Dari Jogjakarta, Zulfirman Syah pindah ke Selandia Baru untuk mendampingi…

Kamis, 21 Februari 2019 14:34

Di Aceh, Ganja Buat Usir Nyamuk dan Hama

Aceh sebagai salah kawasan paling barat di Indonesia disebut sebagai…

Minggu, 17 Februari 2019 12:45
Pesona Tirta Mahakam, Lestari Histori Bahari Garapan IPDP Kaltim Kota Samarinda

Ingin Mengulang Sensasi Tabrakan Tambangan saat Hendak Merapat ke Dermaga

Sabtu (16/2) malam, sungai Mahakam meriah gegap gempita. Letupan mesin…

Jumat, 15 Februari 2019 11:34
Melawan Nyeri di Sekujur Tubuh Penderita Kanker dengan Samarium Karya Batan

Proses Pembuatan Jumat sampai Senin, Pengiriman Dikawal Khusus

Diinjeksi samarium tak membuat pasien kanker jadi lemas dan mengantuk…

Sabtu, 09 Februari 2019 13:51
Ketika Pantai-Pantai di Badung, Bali, ’’Dikirimi’’ Berton-ton Sampah

Hamparan Gelas Plastik dan Bungkus Detergen di Pusat Ikan Bakar

Gelombang sampah di pesisir Badung dianggap yang terparah dalam 10…

Jumat, 01 Februari 2019 11:45

Tahun Babi Tanah, Ini 4 Shio yang Diramalkan Kurang Beruntung

 Pada 5 Februari mendatang, masyarakat Tionghoa merayakan tahun baru Imlek.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*