MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 15 Desember 2018 07:12
Penularan “Santun”, Pasien Tak Perlu Dijauhi

Dari Kampanye dan Edukasi HIV/AIDS Gelaran Pertamina Hulu Kaltim

KENALI HIV: dr Agus N Triyongko mengajak semua peserta untuk memahami lebih dalam mengenai HIV/AIDS serta tak mengucilkan penderitanya.

PROKAL.CO, Stigma HIV/AIDS di kalangan masyarakat masih buruk. Penderitanya kerap dikucilkan: takut tertular. Padahal, jika dibanding hepatitis yang bisa menjangkit lewat keringat, virus HIV tak seperti itu.   

 

IBARAT bertamu, HIV masuk dengan mengetuk pintu. “Virus HIV ini penularannya sangat santun. Sudah jelas pintunya dari mana. Ketuk pintu lagi,” kata Sari, perempuan yang telah dinyatakan positif HIV. Dia menjadi salah satu narasumber dalam kampanye dan edukasi HIV/AIDS gelaran Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) di Auditorium PRCC, Pasir Ridge, Balikpapan, Jumat siang (14/12).

Di hadapan puluhan perwakilan siswa dari seluruh SMA di Balikpapan, sari bercerita. Mengidap virus itu dari suami yang sekarang sudah tiada. Sari tahu ketika hamil besar, 7 bulan. Harus cek darah. Ketahuan, positif HIV. Kaget, sedih, marah, campur aduk. Tapi pikirannya mulai jernih setelah berkonsultasi dengan dokter.

Harus terapi obat. Untuk melemahkan virus. Anaknya bisa diselamatkan dari virus itu, asal dilahirkan secara sesar. Tak boleh disusui. Boleh, tapi harus dalam kondisi bersih dari virus. Artinya, Sari tak boleh putus minum obat. Sekarang anaknya sudah besar. Menjadi alasannya untuk terus semangat.

Intinya jangan takut dan malu untuk terbuka pada dokter. “Sudah ada prosedur penanganan dan obatnya. Gratis,” tambahnya. Sari juga mengimbau tak perlu takut pada penderita HIV. Virus HIV tak akan menular lewat sentuhan, pelukan, bahkan berciuman. Tapi bisa menular lewat hubungan seksual, penggunaan jarum suntik bergantian. “Pintunya sudah jelas. Mau masuk ketuk pintu lagi. Artinya kita tahu perilaku seperti apa yang menjadi pintu masuk HIV,” jelasnya.

Pengalamannya, HIV ditandai dengan bentol-bentol di kulit. Seperti alergi. Kemudian jika sudah mengarah ke syndrome (kumpulan gejala/AIDS), biasanya mengalami radang tenggorokan dan sariawan yang sulit disembuhkan. Jika penderitanya punya riwayat penyakit dalam, berpotensi langsung menyerang pada organ dalam tersebut.

Sari juga berpesan kepada para siswa agar menghindari seks bebas. Nanti ketika akan berkeluarga, pastikan cek darah. Untuk antisipasi. Kalau-kalau positif, bisa disiasati. Dengan menggunakan kondom saat berhubungan badan. Pasangan yang positif HIV juga tetap bisa punya keturunan yang sehat. Dengan cara terapi obat.

Chief Medical Officer PHKT, dr Agus N Triyongko mengatakan, HIV pertama kali muncul di Indonesia pada 1985. Sampai dengan Maret 2018, ada 200 pengidap HIV dan 945 penderita AIDS di Samarinda. Sementara di Balikpapan lebih sedikit, yakni 36 pengidap HIV dan 135 penderita AIDS.

“Tapi ini bukan banyak-banyakan ya. Karena walaupun sedikit yang terlihat, sebenarnya ini fenomena gunung es. Yang tidak terlihat masih sangat banyak,” katanya. Yang juga jadi masalah, diskriminasi masih terjadi. Bahkan oleh petugas rumah sakit. “Ketika ada pasien HIV, masih ada petugas yang enggan masuk ke kamarnya. Itu petugas medis. Apalagi yang orang awam,” kata dia.

Makanya, perlu terus dilakukan pemahaman. Seperti target United Nations Program on HIV/AIDS (Unaids), pada 2020 tak ada lagi diskriminasi terhadap pengidap HIV/AIDS. Selain itu juga target 90-90-90. Yakni 90 persen orang yang mengidap HIV telah mengetahui status HIV pada dirinya.

Kemudian 90 persen orang yang mengidap HIV telah mendapatkan pengobatan. Yaitu antiretroviral (ARV) secara gratis. Lalu 90 persen persen pengidap HIV turun jumlah virus dalam tubuhnya. Sehingga jumlah penularan juga berkurang.

General Manajer PHKT, Cosmas Supriatna mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai wujud komitmen PHKT dalam melindungi masyarakat dari HIV/AIDS. Kegiatan serupa sebelumnya juga rutin digelar ketika PHKT masih di bawah bendera Chevron. “Yang sudah baik, akan kita lanjutkan,” ujarnya.

PHKT juga siap hadir dan memfasilitasi jika ada sekolah-sekolah lainnya yang ingin mendapatkan penyuluhan dan sosialisasi. (rsh2/k18)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 02 Juni 2019 17:39
Kisah Asmuni Membangun Rumah Makan Sukma Rasa

Dari Jualan Keripik, Pernah Jadi TKI, hingga Sukses di Usaha Kuliner

Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Asmuni, pemilik Rumah Makan Sukma…

Sabtu, 01 Juni 2019 13:23

Ini Cerita Petualangan Matteo Nanni Bermotor dari Italia ke Indonesia

Dari Italia, Matteo Nani sudah berkendara enam bulan hingga sampai…

Selasa, 28 Mei 2019 14:57
Dari Mengaji Mereka Mengharumkan Nama Kaltim di Tingkat Dunia: Syahroni (2)

Gelar Juara Diakui Tak Lepas dari Hobi Nyanyi

Ramadan tahun ini, sangat lengkap bagi Syahroni. Ustaz perantauan asal…

Senin, 27 Mei 2019 15:46
Mahmud ”Hypegrandy”, Kakek Gaul Penggemar Gaya Hypebeast yang Viral

Dandanan Boleh Kekinian, tapi Hobi Tetap Ternak Burung

Kemeja, celana bahan, dan sepatu pantofel tampaknya sudah so yesterday…

Minggu, 26 Mei 2019 13:31
Mencicipi Pengalaman Ramadan di Oxford (2–Habis)

Gelar Kajian Quran Sebelum Berbuka Puasa

SEPERTI umumnya kegiatan muslim di berbagai negara, kami juga menjalani…

Kamis, 23 Mei 2019 11:24
Bilkis Bano, Tunggu Keadilan Selama 17 Tahun

Dapat Rumah, Pekerjaan, Kompensasi Miliaran

Kerusuhan di Gujarat, India, 2002 lalu telah merenggut kehormatan dan…

Kamis, 16 Mei 2019 14:55
Berbincang dengan dr Joseph, Bule Brazil Penjaga Pohon Kurma di Islamic Center

Bule Rawat 165 Pohon Kurma tanpa Digaji, Yakin Kurmanya Berbuah Tiga Tahun Lagi

Masjid Hubbul Wathan Islamic Center ditanami 165 pohon kurma. Uniknya,…

Senin, 06 Mei 2019 13:16
Ketika Dua Bule Aktivis Lingkungan Prihatin dengan Sampah di Indonesia

Ajak Mencintai Bumi, Ingatkan Dampak Negatif Plastik

Mereka bukan asal Indonesia. Yang satu, Adriana María Olarte dari…

Senin, 06 Mei 2019 13:13
Padusan, “Ritual” Sambut Ramadan yang Jadi Tradisi

Umat Islam Padati Tempat-Tempat Pemandian Alami

SLEMAN – Sudah menjadi tradisi tahunan tiap H-1 Ramadan masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*