MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Jumat, 14 Desember 2018 07:38
Harga Eceran Tabung Melon Sulit Dikendalikan
-ilustrasi

PROKAL.CO, TANA PASER – Tabung melon atau elpiji 3 kilogram (kg) yang merupakan barang subsidi, selalu menjadi polemik di masyarakat. Barang yang menjadi kebutuhan di dapur ini tak pernah reda dari berbagai isu miring, entah harganya yang meroket di pengecer, hingga masalah kelangkaan.

Pasca pertemuan dengan DPRD Paser beberapa waktu lalu, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) Paser M Marwan Natsir bercerita pengalaman pahitnya menggelar operasi pasar di berbagai desa di Paser.

“Saat di Desa Busui Kecamatan Batu Sopang, masyarakat hampir anarkis membakar. Itulah sedikit fenomema di lapangan yang mau tidak mau harus dihadapi. Karena itu, kami berharap, aparat desa membantu di tiap operasi pasar,” sebutnya, kemarin (13/12).

Selain serbuan dari masyarakat yang terkadang emosi bahkan anarkis, Marwan mengatakan, harga eceran di desa dan kecamatan sangat sulit dikendalikan. Bahkan, sempat mencapai angka Rp 45 ribu per tabung, dari yang harusnya di harga eceran tertinggi (HET) hanya Rp 22 ribu. Program konversi ke tabung Pinky 5,5 kg pun belum direspons baik oleh masyarakat.

Pasalnya, jika dibandingkan dengan harga tabung melon subsidi, masih ada selisih Rp 14 ribu yang bisa dihemat warga. Sehingga tabung melon masih diburu. “Kuota tabung elpiji kita pada 2018 ada 1.813.000 tabung yang dibagi oleh dua agen. Saat ini baru terdistribusi 1.746.051, artinya  masih ada 66.949 tabung untuk kuota sampai Desember dan ini tercukupi. Berkaitan dengan regulasi. Semisal Kecamatan Muara Komam dan Batu Sopang kita akui ada tabung masuk dari Kalimantan Selatan,” katanya.

Marwan pun menegaskan di tingkat pangkalan dan agen, tidak mungkin ada permainan harga karena semua data sudah memakai sistem komputerisasi. Hanya di pengecer yang sulit di kontrol. Sering kali beli di berbagai pangkalan berbeda atau kucing-kucingan.

Sementara anggota Komisi III DPRD Paser Ahmad Rafi’i mengatakan, perlunya pengawasan ketat bersama dari seluruh level, mulai pemerintah kabupaten hingga desa. Serta aparat penegak hukum diharapkan turut membantu mengawasi agar tidak terjadi kelangkaan maupun melonjaknya harga elpiji melon di desa.

“Memang perlu adanya pangkalan di tiap kecamatan bahkan desa. Sehingga harga HET pun bisa dijual. Beda lagi jika dengan pengecer yang menjual, apalagi desa tersebut lokasi dan jalannya cukup sulit,” ujar politikus NasDem itu. (jib/kri/k8)


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 11:00

Dua Pelamar CPNS Tak Hadir Pemberkasan

PENAJAM- Ratusan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dinyatakan…

Jumat, 15 Februari 2019 09:51

Mutasi Massal Didukung Legislator

SANGATTA–Mutasi pejabat teras di lingkup Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab…

Jumat, 15 Februari 2019 09:41

Belanja Media Kembali Dikorupsi?

TANJUNG REDEB–Setelah terjadi persoalan terkait dugaan penyalahgunaan anggaran 2017, kini…

Jumat, 15 Februari 2019 09:33

Sabu Senilai Rp 650 Juta Dimusnahkan

SANGATTA–Sebanyak 289,66 gram narkoba jenis sabu dimusnahkan Polres Kutai Timur…

Jumat, 15 Februari 2019 09:30

Materi Tuntutan Belum Siap, Jaksa Pertimbangkan Pengembalian Rp 300 Juta

SAMARINDA – Pembacaan tuntutan untuk dua terdakwa kasus korupsi di…

Jumat, 15 Februari 2019 09:30

Kasus Ganja Bergulir ke Pengadilan Tinggi

SENDAWAR - Tiga warga Mahakam Ulu (Mahulu) yang didakwa terlibat…

Jumat, 15 Februari 2019 09:29

Golkar Target 110 Kursi di Senayan

TENGGARONG – Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar…

Jumat, 15 Februari 2019 09:05

Edi Jadi Bupati Kukar, Hal Ini yang Jadi Fokus Pekerjaannya...

TENGGARONG - Setelah resmi dilantik sebagai bupati Kutai Kartanegara, Edi…

Kamis, 14 Februari 2019 10:50

Pejabat Teras Pemkab Rotasi Massal

SANGATTA–Sesuai rekomendasi Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), Bupati Kutai…

Kamis, 14 Februari 2019 10:49

Kurir 1 Kg Sabu Dituntut 19 Tahun Penjara

TANJUNG REDEB–Terdakwa kurir narkoba 1 kilogram (kg), Syahril, dituntut 19…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*