MANAGED BY:
SENIN
26 SEPTEMBER
HOME | UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 11 Oktober 2013 09:04
Televisi Hary Tanoe Milik Tutut

MA Nilai Melawan Hukum, Harus Kembalikan MNCTV

PROKAL.CO, v>

JAKARTA –  Pengusaha Hary Tanoesoedibjo terancam kehilangan kepemilikan atas stasiun televisi MNCTV yang dulu bernama Televisi Pendidikan Indonesia (TPI). Sebab, dalam putusan kemarin (10/10), Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan seteru Hary, Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut Soeharto.

Isi putusan tersebut juga mengharuskan Hary mengembalikan kepemilikan MNCTV dari PT Berkah Karya Bersama (BKB) kepada salah seorang putri almarhum mantan Presiden Soeharto tersebut.

Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur menyatakan, perkara kepemilikan MNCTV tersebut kemarin ditangani majelis hakim yang terdiri atas Dr Sofyan Sitompul, Takdir Rakhmadi, dan I Made Tara. “Dalam amar putusan singkatnya, majelis hakim mengabulkan permohonan kasasi pemohon (Tutut),” ujar Ridwan di gedung MA kemarin.

Menurut dia, majelis bersepakat, dalam kasus rebutan kepemilikan MNCTV, Hary Tanoe telah terbukti berbuat melawan hukum. “Mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian. Menyatakan para tergugat telah berbuat melawan hukum. Menyatakan sah dan sesuai hukum keputusan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang tertuang dalam akta,” terang dia.

Soal eksekusi pengalihan kepemilikan MNCTV dari Hary kepada Tutut, Ridwan menjelaskan secara teknis menunggu amar putusan lengkap dari majelis hakim. Dia juga memastikan amar putusan lengkap MA tersebut masih masuk proses minutasi.

“Kami lihat dalam pertimbangannya karena ini masih putusan singkat. Apa yang menjadi pertimbangan dan butir-butir yang termuat dalam isi putusan itu kita lihat dalam putusan lengkapnya nanti. Selebihnya masih dalam proses minutasi. Setelah selesai, direktori putusan akan di-publish dan salinan resmi kepada para pihak,” ujarnya.

Ridwan menambahkan, Hary memiliki kesempatan mengajukan peninjauan kembali (PK) untuk menyikapi putusan yang memenangkan Tutut tersebut.

“Dalam prosedur hukum acara perdata, apabila ada pihak yang mengajukan upaya hukum karena tidak puas dengan putusan kasasi, mereka dapat mengajukan PK atas putusan tersebut,” imbuh Ridwan.

Dalam putusan itu, MA menyatakan bahwa RUPSLB pada 17 Maret 2005 yang didaftarkan Tutut sah secara hukum karena sesuai dengan anggaran dasar dan rumah tangga (AD-ART) TPI serta UU Perseroan Terbatas (UU PT).

Putusan kasasi MA atas perkara Nomor 862 K/Pdt/2013 tersebut telah membatalkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta No 629/Pdt/2011. Putusan PT Jakarta itu berisi pembatalan putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat No 10/pdt.g/2010 yang memenangkan kubu Tutut.

Sebelumnya, dalam gugatannya, Tutut menilai 75 persen sahamnya telah diambil secara tidak sah oleh PT BKB. Perusahaan milik Hary tersebut dituduh telah menggunakan surat kuasa pemegang saham yang tidak berlaku lagi dalam RUPSLB TPI pada 18 Maret 2005 terkait dengan pengambilalihan saham TPI.

PASAR RESPONS NEGATIF

Putusan kasasi yang memenangkan Tutut Soeharto mengguncang harga saham sejumlah perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pelaku pasar merespons negatif putusan kasasi yang mengharuskan Hary mengembalikan kepemilikan MNCTV kepada Tutut.

Penurunan paling dalam melanda saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang menaungi beberapa perusahaan televisi milik Hary, termasuk TPI. MNCN turun 300 poin (10,34 persen) ke level 2.600. Saham grup MNC lainnya turut terimbas negatif. PT MNC Investama Tbk (BHIT) turun 15 poin (4,11 persen) ke level 350.

Saham PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) turun 125 poin (5,38 persen) ke level 2.200. PT Global Mediacom Tbk (BMTR) turun 205 poin (9,43 persen) ke level 1.970. PT MNC Land Tbk (KPIG) turun 30 poin (2,31 persen) ke level 1.270. ”Ya, tentu ada kekhawatiran pasar. Itu risiko pasar,” ujar pengamat pasar modal Leo Herlambang malam tadi.

Meski begitu, Leo menilai wajar respons pasar dan penurunan saham MNC yang terjadi. Kepanikan di pasar memang selalu berimbas kepada kinerja saham, tetapi belum tentu jangka panjang.

”Saya kira jangka pendek saja. Tidak perlu disikapi serius. Kalau perusahaan berjalan normal, tidak perlu khawatir. Meskipun secara fundamental harus tetap dilihat. Jadi, ini respons pasar saja,” ucapnya.

Berbeda dengan Leo, analis pasar modal David Ferdinandus menilai, dalam jangka pendek ini pelepasan besar-besaran terhadap saham MNC, khususnya MNCN, akan berlanjut. Investor bakal lebih selektif dan hati-hati menyikapi putusan MA itu karena dikaitkan dengan langkah manajemen terhadap perusahaan.

Meski begitu, David yakin saham media semestinya akan cemerlang dalam menghadapi Pemilu 2014. Perhatian masyarakat dan potensi iklan sesuai dengan tradisi sebelumnya mengalami peningkatan saat hajatan politik lima tahunan itu.

Walaupun, tidak ada jaminan investor akan berlomba mengoleksi sahamnya karena karakteristik saham media selama ini kurang likuid. ”Investor akan tetap melihat menariknya saham media asalkan keuntungannya tidak digunakan untuk kepentingan politik pemilik media itu. Apa pun medianya,” tutur David.

Investor berharap perusahaan media yang pemiliknya berkecimpung dalam politik tidak mengabaikan kinerja perusahaan hanya untuk kepentingan politik. Sudah bukan rahasia lagi, kata dia, pelaku pasar sangat memahami potensi media dan kepentingan politiknya itu.

”Sejauh tidak mengganggu kinerja tidak masalah. Tapi, kalau sudah berbau politik, biasanya dijauhi investor,” ungkapnya. (dod/gen/agm/jpnn/zal/k7)
 

BACA JUGA

Minggu, 25 September 2016 12:12

Deklarasi Harta, Apindo Optimistis Capai Rp 200 Triliun

BALIKPAPAN – Pundi-pundi pemasukan negara dari program tax amnesty (pengampunan pajak) terus bertambah.…

Minggu, 25 September 2016 12:10

Gulat Masih Berdaulat

BANDUNG – Pemandangan menarik tersaji di tribune penonton GOR Saparua, Bandung, kemarin malam…

Minggu, 25 September 2016 12:03

Lebih Dekat dengan Mochtar Pabottingi, Pengamat Politik Senior yang Juga Sastrawan

Tampil di media nasional sejak 1969 sebagai penulis puisi dan cerita pendek, Mochtar Pabottingi lebih…

Minggu, 25 September 2016 12:02

Bersih-Bersih Narkoba di Legislatif, Ini Kata Wakil Rakyat yang Terhormat

TERTANGKAPNYA anggota Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Robert Siburian yang menjadi pintu masuk…

Minggu, 25 September 2016 12:00

BIKIN LEGA MOURINHO

GELANDANG Manchester United (MU) Paul Pogba mencetak gol lewat tandukan ke gawang Leicester City, kemarin…

Minggu, 25 September 2016 12:00

Gara-Gara Dandan Menor, Jurnalis Diberhentikan

WARTAWAN salah satu televisi di Kota Xiamen, Tiongkok, diberhentikan sementara dari pekerjaannya setelah…

Minggu, 25 September 2016 11:11

Kanker Payudara Juga Serang Pria

KANKER payudara memang tidak hanya menyerang perempuan, tapi juga pria. Sebab, dari keseluruhan kasus…

Sabtu, 24 September 2016 12:12

Deklarasi Harta Kaltim-Kaltara Tembus Rp 50,5 T

BALIKPAPAN – Periode pertama pengampunan pajak (tax amnesty) akan berakhir 30 September. Tingginya…

Sabtu, 24 September 2016 12:12

La Nina Datang, Longsor Ancam Kaltim

SAMARINDA – Musim penghujan segera datang. Masyarakat di Kaltim diimbau waspada pada perubahan…

Sabtu, 24 September 2016 12:12

Kasus Robert Jadi Pintu Masuk, Polresta Incar Legislator Lain

SAMARINDA – Tertangkapnya Robert Siburian Senin (19/9) membuat polisi tak hanya mengamati aktivitas…

BSB Dikelola Angkasa Pura, Tolak sebagai Pengumpan

Anggota DPRD Kukar yang Nyabu Baru Bebas dari Kasus Tanah, Nangis-Nangis di Tahanan

Anggota DPRD Kukar yang Nyabu Itu Ternyata TO Lama

Kota Tepian yang Tak Lagi Aman, Kriminalitas Bikin Waswas

Anggota DPRD Kukar Ini Ditangkap karena Konsumsi Sabu, Ini Pengakuannya....

Masalah Kompleks Atasi Begal, Aparat Bergerak setelah Ribut di Media

Akhirnya Medali Emas Datang Juga

Medali Berdatangan, Posisi Kaltim Terus Terkerek

Kaltim Mulai Bangkit, Panjat Tebing dan Layar Sumbang Emas

Kelakuan Orang Kaya, Anjing Dihadiahi Delapan iPhone 7
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia. All Right Reserved.