MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Selasa, 11 Desember 2018 08:02
MASALAH LAGI..!! Warga Tuntut Kejelasan Ganti Rugi Lahan Jalan Jembatan Pulau Balang

Lahan Belum Dibayar, Jalan Menuju Jembatan Pulau Balang Sudah Dibangun

TUNTUT HAK: Para pemilik lahan di sekitar Jembatan Pulau Balang yang mendatangi Kantor BPN Kabupaten PPU, kemarin. (RIKIP AGUSTANI/KP)

PROKAL.CO, PENAJAM - Puluhan warga Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin (10/12) siang. Mereka meminta kejelasan mengenai pembebasan lahan yang telah dibangun jalan menuju Jembatan Pulau Balang.

Pasalnya, sudah tiga tahun, tidak ada kejelasan soal pembayaran lahan milik mereka seluas 14,5 hektare. Para pemilik lahan ini, lantas melakukan pertemuan di ruang kepala BPN Kabupaten PPU. Namun, mereka gagal bertemu dengan Kepala BPN Kabupaten PPU, Edison Lumban Batu, yang merupakan ketua tim pembebasan lahan di sekitar Pulau Balang tersebut.

Warga pun kecewa karena pihak BPN hanya diwakili Kasubag Tata Usaha, Yudi Asruni yang tidak mengetahui perihal pembebasan lahan tersebut. “Saya tidak bisa ngomong itu, karena kewenangan tim (pembebasan lahan). Kami hanya karyawan kantor. Itu tim yang tahu,” kata Yudi, usai menerima rombongan pemilik lahan di Pulau Balang, kemarin. 

Yudi menuturkan alasan ketidakhadiran kepala BPN dalam pertemuan itu karena telah mengajukan izin untuk berobat ke luar kota. Izin tersebut telah disampaikan langsung kepada Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Kaltim beberapa waktu lalu. “Kami tidak tahu berobatnya ke mana.  Informasi yang kami tahu, sejak 4 Desember kemarin. Kami juga enggak tahu, sakitnya apa,” kata Yudi.

Sementara itu, para pemilik lahan yang kesal tidak mendapat kejelasan atas persoalan pembebasan lahan ini lantas mengancam. Mereka akan mendirikan tenda di akses jalan masuk sepanjang bentang pendek hingga bentang panjang menuju Jembatan Pulau Balang tersebut. Termasuk menghentikan kegiatan pembangunan Jembatan Pulau Balang yang kini masih dikerjakan di sisi Kabupaten PPU.

“Kalau sampai besok (hari ini) atau lusa (besok) belum ada keputusan, kami akan menghentikan kegiatan proyek di Pulau Balang. Kami sudah cukup lama menunggu, tiga tahun,” ancam Alek (35), salah seorang pemilik lahan.

Dia menambahkan, tujuan dari 30 orang pemilik lahan ini, datang ke Kantor BPN adalah buntut dari ketidakjelasan pembayaran tanah. Yang telah dibangunkan akses menuju Jembatan Pulau Balang tersebut. Mereka sudah mengurus pembebasan lahan itu, sejak tiga tahun lalu. Tepatnya tahun 2015 lalu. Bahkan sampai mengurus ke Kanwil BPN Kaltim.

Namun, diarahkan kembali, untuk mengurus ke Kantor BPN Kabupaten PPU. Mereka pun menerima informasi, bahwa tim penaksir atau appraisal telah turun ke lokasi. Untuk mengukur lahan milik warga, termasuk besaran biaya yang harus dibayarkan per meternya. Hasilnya pun telah diketahui awal Desember lalu.

“Kami tinggal menunggu undangan dari BPN, untuk penyampaian harga appraisal. Tapi, sampai sekarang BPN, khususnya kepala BPN, Bapak Edison Lumban Batu alasannya sakit di Jakarta. Padahal deadline-nya sampai 18 Desember,” ketus dia.

Anggaran pembebasan lahan di sekitar Pulau Balang itu, telah dialokasi sebesar Rp 20 miliar. Menggunakan APBD Kaltim tahun 2018. Jika tidak dilakukan pembayaran, hingga 18 Desember nanti, maka anggaran yang telah disediakan itu terancam hangus dan menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Tahun 2018.

Padahal lahan milik warga itu telah dibangun jalan beton sepanjang 2 kilometer, dengan lebar sekira 60 meter. “Katanya, sebenarnya enggak boleh dikerjakan dulu, sebelum dibayar. Karena kami enggak tahu, kami mengiyakan saja,” pungkasnya. (*/kip/kri/k15)


BACA JUGA

Rabu, 24 April 2019 12:54
Perebutan Kursi Pimpinan DPRD PPU

Gerindra Optimistis, Golkar-PDIP Realistis

PENAJAM–Rekapitulasi perolehan suara pemilihan anggota legislatif periode 2019-2024, di Penajam…

Rabu, 24 April 2019 12:53

MANTAP..!! 100 Persen SMP di Paser Sudah UNBK

TANA PASER – Selama 2 hari berlangsung Ujian Nasional Berbasis…

Rabu, 24 April 2019 09:36

Satgas Pangan Sidak Pasar, Begini Hasilnya...

TENGGARONG–Mengantisipasi kenaikan harga sembako menjelang Ramadan, tim gabungan dari Satreskrim…

Selasa, 23 April 2019 14:01

Di SMP 1 Sebanyak 20 Peserta Ikuti UNBK Susulan

TENGGARONG - Penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP di…

Selasa, 23 April 2019 13:57

Siswa Kesulitan Log In, Sulit Satu Sesi

PENAJAM-Hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP di…

Selasa, 23 April 2019 13:56

SABAR AJA..!! Tak Ada Proyek Jalan Baru Tahun Ini

PENAJAM–Bantuan keuangan (bankeu) Pemprov Kaltim jadi penopang utama belanja infrastruktur…

Selasa, 23 April 2019 13:55
Ratusan Barang Bukti Dimusnahkan

Narkotika Masih Mendominasi

TANA PASER – Kejaksaan Negeri (Kejari) Paser menggelar pemusnahan barang…

Selasa, 23 April 2019 09:25

Muara Pahu Tiga Kali Kebakaran

SENDAWAR–Dalam beberapa pekan belakangan, Kutai Barat (Kubar) khususnya di wilayah…

Selasa, 23 April 2019 09:24

Delapan TPS Adakan Pemilu Susulan

TENGGARONG–Sebanyak 1.675 warga yang berdomisili di Kecamatan Tabang dan Marangkayu,…

Senin, 22 April 2019 09:11
Hari Ini, 62 SMP/MTS Gelar UNBK

Dari 184 SMP Se-Kukar, Tahun Lalu hanya 27 Sekolah

TENGGARONG - Penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*