MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Senin, 10 Desember 2018 09:48
Keropos, Jembatan Tanjung Limau Ambruk
PERLU PERHATIAN: Karena bambu yang digunakan telah keropos, jembatan di Kampung Nelayan Tanjung Limau, Gang Bone-Bone, RT 02, Kelurahan Gunung Elai, akhirnya ambruk.

PROKAL.CO, BONTANG–Nasib miris terjadi di kampung nelayan Tanjung Limau, Gang Bone-Bone, RT 02, Kelurahan Gunung Elai, Bontang. Salah satu jembatan yang menjadi penghubung antara perkampungan dan sebuah rumah di atas laut tersebut ambruk, Minggu (9/12) sore. Hal itu terjadi karena bambu yang digunakan sebagai bahan jembatan sudah keropos.

Herman, warga sekitar, mengatakan kejadian tersebut terjadi sekira pukul 16.00 Wita. Saat itu, seorang anak sedang berada di atas jembatan. Tak lama berselang, jembatan tersebut roboh hingga anak itu jatuh ke laut.

“Karena anak tersebut tidak bisa berenang, sehingga langsung ditolong oleh kedua temannya,” tuturnya.

Untuk diketahui, jembatan tersebut terbuat dari bambu yang disusun kemudian dirakit sehingga berbentuk jembatan. Selama ini dijadikan sebagai penghubung antara rumah warga yang di atas laut dengan rumah warga lainnya yang berada di perkampungan nelayan.

“Yang bikin jembatan ini sehari-harinya, hanya nelayan kecil yang penghasilannya tidak seberapa. Sehingga tidak mampu kalau harus membangun menggunakan bahan kayu ulin,” tutur Herman.

Untuk itu, dia berharap, ke depan pemerintah turut memperhatikan kondisi jembatan tersebut sehingga bisa diperbaiki sebagaimana jembatan permanen yang ada di permukiman tersebut.

“Dulu jembatan yang di sebelah pernah dibangunkan oleh pemerintah. Semoga jembatan yang roboh ini juga bisa dibantu seperti itu. Apalagi ini juga bisa dibilang darurat,” tutur Herman.

Hal senada juga diutarakan Nurhana, warga sekitar. Di samping permasalahan jembatan, dia dan warga lainnya kerap melihat buaya berkeliaran di bawah kolong rumah mereka. Nurhana mengaku khawatir, suatu saat buaya tersebut bisa membahayakan warga setempat.

“Sejauh ini kalau buaya itu muncul, paling-paling kami hanya memperhatikan dari jauh. Tidak kami apa-apakan,” jelasnya. (kpg/san/k8)

 


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 11:47

Gara-Gara Ini, Sembilan Bangunan Disegel

Membangun harus tertib, terutama dari aspek perizinan. Jika tidak, pemerintah…

Rabu, 19 Juni 2019 11:45

Tunggakan Listrik PLN Capai Rp 6 Miliar

TANJUNG REDEB–Jumlah tagihan rekening listrik pelanggan PLN hingga kini mulai…

Rabu, 19 Juni 2019 11:42

MHU Persilakan Warga Tempuh Jalur Hukum

Komisi I DPRD Kaltim telah menindaklanjuti laporan warga, terkait dugaan…

Rabu, 19 Juni 2019 11:39

Pembersihan Drainase Perlu Sebulan

TENGGARONG–Tingginya intensitas hujan ditambah potensi banjir kiriman dari hulu Kukar…

Selasa, 18 Juni 2019 10:57

“Jangan Foto-Foto,Mas, Nanti Viral di Media”

Keberadaan pengetap bahan bakar minyak (BBM) terus menjadi sorotan, baik…

Selasa, 18 Juni 2019 10:55

Leher Ditikam, Remaja Kritis

TENGGARONG – Kasus penganiayaan berat terjadi di Pantai Pelangi, Kelurahan…

Selasa, 18 Juni 2019 10:51

Jabatan Direktur PDAM Danum Taka Berakhir, Seleksi Terbuka Bakal Dilaksanakan

PENAJAM- Ahmad Usman resmi dilantik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur…

Selasa, 18 Juni 2019 10:49

Butuh 725 Formasi, Klaim Tak Bebani APBD

PENAJAM- Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) segera mengusulkan formasi penerimaan…

Senin, 17 Juni 2019 22:13

Cekcok, Aldi Tikam Leher Ompi Pakai Badik di Pantai Pelangi Samboja

KUTAI KARTANEGARA- Hanya gara-gara persoalan sepele, seorang pemuda ditikam di…

Senin, 17 Juni 2019 12:29

Padahal Sangat Potensi, Pertanian Baru Tergarap 100 Hektare

TABALAR-Potensi pertanian di Kampung Tabalar Muara, Kecamatan Tabalar, disebut cukup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*