MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Senin, 10 Desember 2018 09:48
Keropos, Jembatan Tanjung Limau Ambruk
PERLU PERHATIAN: Karena bambu yang digunakan telah keropos, jembatan di Kampung Nelayan Tanjung Limau, Gang Bone-Bone, RT 02, Kelurahan Gunung Elai, akhirnya ambruk.

PROKAL.CO, BONTANG–Nasib miris terjadi di kampung nelayan Tanjung Limau, Gang Bone-Bone, RT 02, Kelurahan Gunung Elai, Bontang. Salah satu jembatan yang menjadi penghubung antara perkampungan dan sebuah rumah di atas laut tersebut ambruk, Minggu (9/12) sore. Hal itu terjadi karena bambu yang digunakan sebagai bahan jembatan sudah keropos.

Herman, warga sekitar, mengatakan kejadian tersebut terjadi sekira pukul 16.00 Wita. Saat itu, seorang anak sedang berada di atas jembatan. Tak lama berselang, jembatan tersebut roboh hingga anak itu jatuh ke laut.

“Karena anak tersebut tidak bisa berenang, sehingga langsung ditolong oleh kedua temannya,” tuturnya.

Untuk diketahui, jembatan tersebut terbuat dari bambu yang disusun kemudian dirakit sehingga berbentuk jembatan. Selama ini dijadikan sebagai penghubung antara rumah warga yang di atas laut dengan rumah warga lainnya yang berada di perkampungan nelayan.

“Yang bikin jembatan ini sehari-harinya, hanya nelayan kecil yang penghasilannya tidak seberapa. Sehingga tidak mampu kalau harus membangun menggunakan bahan kayu ulin,” tutur Herman.

Untuk itu, dia berharap, ke depan pemerintah turut memperhatikan kondisi jembatan tersebut sehingga bisa diperbaiki sebagaimana jembatan permanen yang ada di permukiman tersebut.

“Dulu jembatan yang di sebelah pernah dibangunkan oleh pemerintah. Semoga jembatan yang roboh ini juga bisa dibantu seperti itu. Apalagi ini juga bisa dibilang darurat,” tutur Herman.

Hal senada juga diutarakan Nurhana, warga sekitar. Di samping permasalahan jembatan, dia dan warga lainnya kerap melihat buaya berkeliaran di bawah kolong rumah mereka. Nurhana mengaku khawatir, suatu saat buaya tersebut bisa membahayakan warga setempat.

“Sejauh ini kalau buaya itu muncul, paling-paling kami hanya memperhatikan dari jauh. Tidak kami apa-apakan,” jelasnya. (kpg/san/k8)

 


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 11:44

Pencuri Motor di Bawah Umur

TANA PASER – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 11:32

“Data BPJS Kesehatan Enggak Benar”

PENAJAM – Ribuan data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat…

Senin, 21 Januari 2019 11:20

Kontraktor Masih Resah

SANGATTA–Meskipun sudah mendapat janji manis berupa pelunasan utang paling lambat…

Senin, 21 Januari 2019 11:18

Tetap Gunakan Desain Sebelumnya

TANJUNG REDEB–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau…

Senin, 21 Januari 2019 11:17

Caleg Tersangka, KPU Tunggu Putusan

TANJUNG REDEB–Seorang calon legislatif (caleg) Kabupaten Berau ditetapkan tersangka oleh…

Senin, 21 Januari 2019 08:22

Jembatan Tering 17 Tahun Mangkrak

SENDAWAR - Dua proyek jembatan menyeberangi Sungai Mahakam di wilayah…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Tumpuk Tanah, Izin Belakangan

TENGGARONG - Manajemen PT Gerbang Daya Mandiri (GDM) mengklaim belum…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:32

Ada yang Harus Skedul Ulang

SANGATTA - Kebijakan Pemkab Kutai Timur  (Kutim) yang menginginkan anggaran…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:30

Proyek 2015 Belum Dibayar Disdik?

SANGATTA - Surat perintah kerja (SPK) proyek di Dinas Pendidikan…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:29

Pembangunan Maratua Sangat Pesat

TANJUNG REDEB – Jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Maratua dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*