MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Senin, 10 Desember 2018 09:48
Keropos, Jembatan Tanjung Limau Ambruk
PERLU PERHATIAN: Karena bambu yang digunakan telah keropos, jembatan di Kampung Nelayan Tanjung Limau, Gang Bone-Bone, RT 02, Kelurahan Gunung Elai, akhirnya ambruk.

PROKAL.CO, BONTANG–Nasib miris terjadi di kampung nelayan Tanjung Limau, Gang Bone-Bone, RT 02, Kelurahan Gunung Elai, Bontang. Salah satu jembatan yang menjadi penghubung antara perkampungan dan sebuah rumah di atas laut tersebut ambruk, Minggu (9/12) sore. Hal itu terjadi karena bambu yang digunakan sebagai bahan jembatan sudah keropos.

Herman, warga sekitar, mengatakan kejadian tersebut terjadi sekira pukul 16.00 Wita. Saat itu, seorang anak sedang berada di atas jembatan. Tak lama berselang, jembatan tersebut roboh hingga anak itu jatuh ke laut.

“Karena anak tersebut tidak bisa berenang, sehingga langsung ditolong oleh kedua temannya,” tuturnya.

Untuk diketahui, jembatan tersebut terbuat dari bambu yang disusun kemudian dirakit sehingga berbentuk jembatan. Selama ini dijadikan sebagai penghubung antara rumah warga yang di atas laut dengan rumah warga lainnya yang berada di perkampungan nelayan.

“Yang bikin jembatan ini sehari-harinya, hanya nelayan kecil yang penghasilannya tidak seberapa. Sehingga tidak mampu kalau harus membangun menggunakan bahan kayu ulin,” tutur Herman.

Untuk itu, dia berharap, ke depan pemerintah turut memperhatikan kondisi jembatan tersebut sehingga bisa diperbaiki sebagaimana jembatan permanen yang ada di permukiman tersebut.

“Dulu jembatan yang di sebelah pernah dibangunkan oleh pemerintah. Semoga jembatan yang roboh ini juga bisa dibantu seperti itu. Apalagi ini juga bisa dibilang darurat,” tutur Herman.

Hal senada juga diutarakan Nurhana, warga sekitar. Di samping permasalahan jembatan, dia dan warga lainnya kerap melihat buaya berkeliaran di bawah kolong rumah mereka. Nurhana mengaku khawatir, suatu saat buaya tersebut bisa membahayakan warga setempat.

“Sejauh ini kalau buaya itu muncul, paling-paling kami hanya memperhatikan dari jauh. Tidak kami apa-apakan,” jelasnya. (kpg/san/k8)

 


BACA JUGA

Senin, 25 Maret 2019 11:05

Distribusi Kotak Suara jadi Atensi Polres PPU

PENAJAM-  Segala kerawanan pada pemilu tahun 2019, sudah mulai diantisipasi…

Senin, 25 Maret 2019 11:03

ALHAMDULILLAH..!! 6 Kecamatan Kembali Dapat Program PISEW 2019

TANA PASER – Sama di tahun sebelumnya, program Kementerian Pekerjaan…

Senin, 25 Maret 2019 11:02

Utang Multiyears Lunas, DPRD Minta Proyek Dievaluasi

PENAJAM- Utang proyek yang dibiayai skema tahun jamak atau multiyears…

Senin, 25 Maret 2019 10:59

Korban Tenggelam Sangkut di Bawah Keramba

TENGGARONG- Seorang bocah bernama Nurzaki Hasan (12) yang dilaporkan tenggelam…

Senin, 25 Maret 2019 10:58

Tindaklanjuti Jalur Hauling yang Diduga untuk Tambang Ilegal, Balai Gakkum Turun Tangan

TENGARONG- Informasi penggunaan jalan hauling milik perusahaan yang dilintasi truk…

Senin, 25 Maret 2019 10:56

Penerimaan Calon Polri, Jangan Percaya Calo

  BALIKPAPAN-Penerimaan terpadu (Taruna Akpol, Bintara Polri dan Tamtama Polri)…

Senin, 25 Maret 2019 10:52

Ada Perusahaan Sawit Beroperasi di Luar HGU

  SANGATTA–Beberapa perusahaan perkebunan sawit di Kutai Timur (Kutim) didapati…

Senin, 25 Maret 2019 10:50

Pengedar Rantau Pulung Diamankan

RANTAU PULUNG–Kepolisian kembali mengamankan pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu di…

Sabtu, 23 Maret 2019 09:56

Punya 465 Data Jenis Zat, Beri “Vonis” Kurang dari Semenit

SEBUAH bungkusan didekatkan ke perangkat berwarna biru. Perangkat berbentuk kotak…

Sabtu, 23 Maret 2019 09:53

Perusahaan Sawit PHK 390 Karyawan

SANGATTA – Perusahaan kelapa sawit PT Anugerah Energitama (AE) di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*