MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 10 Desember 2018 07:34
Air Mata Naga

(2) Persija Jakarta vs Mitra Kukar (1)

BUKAN AKHIR SEGALANYA: Gelandang Anindito Wahyu tak kuasa menahan kesedihan setelah gagal mempertahankan Mitra Kukar untuk tetap berkompetisi di Liga 1. (DONNY ADITYA/KALTIM POST)

PROKAL.CO, JAKARTA – Ruang ganti Mitra Kukar mendadak hening. Semua penggawanya tertunduk lesu. Bahkan tak sedikit dari mereka yang menangis tersedu. Kekalahan 1-2 dari Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, tadi malam memupus harapan Naga Mekes mentas di Liga 1 musim depan. Mulai 2019, tim kebanggaan masyarakat Kukar itu akan bermain di kompetisi kasta kedua.

Perjalanan Mitra Kukar musim ini memang sudah menunjukkan tanda-tanda turun kasta. Itu jika dilihat dari penampilan inkonsisten anak-anak Kota Raja sepanjang musim. Di laga tandang, skuat asuhan Rahmad Darmawan tersebut hanya mengumpulkan lima poin (satu kali menang, dua kali imbang). Jumlah tersebut tidak mampu menambal jumlah poin yang terbuang di kandang sebanyak 12 poin (empat kali kalah).

Selain faktor tersebut, harus diakui rekrutmen pemain juga menjadi alasan lain mengapa Naga Mekes terdegradasi. Sejatinya, Mitra Kukar memiliki barisan pemain inti yang cukup mumpuni. Namun demikian, kualitas pemain inti dengan cadangan tak seimbang. Walhasil, ketika satu atau dua pemain absen, pemain pelapis tak mampu menggantikan peran pemain inti dengan baik.

Kendati demikian, nasi sudah menjadi bubur. Mitra Kukar tetap akan bermain di Liga 2 musim depan. Yang harus ditekankan adalah tekad untuk kembali ke Liga 1 musim depan. Tidak ada yang mustahil. Semen Padang buktinya. Kabau Sirah terdegradasi musim lalu. Tapi musim depan mereka sudah kembali ke Liga 1.

“Sedih sekali rasanya, kami sudah berjuang mati-matian tapi tidak bisa memenangi pertandingan. Mohon maaf kepada semua pendukung tim, kami gagal mempertahankan tim ini di Liga 1,” ungkap Yoo Jae Hoon, kiper Mitra Kukar.

Pada laga penentuan kemarin, Mitra Kukar sebenarnya bisa saja tetap bertahan meskipun kalah. Dengan catatan Sriwijaya FC dan PS Tira juga kalah. Namun demikian, PS Tira berhasil mempecundangi Borneo FC di Samarinda. Akhirnya, Mitra Kukar, Sriwijaya FC dan PSMS Medan menjadi tiga tim paling bawah yang harus turun kasta.

“Semua sudah berusaha keras, di mata saya pemain tidak ada yang patut disalahkan. Yang salah adalah saya sebagai pelatihnya,” ujar Rahmad Darmawan.

Pada laga kemarin, Mitra Kukar harus mengakui keunggulan Macan Kemayoran. Dua gol tuan rumah dicetak oleh Marco Simic (’17, ’59). Sementara Naga Mekes hanya mampu memperkecil skor lewat gol yang dicetak Aldino Herdianto menit 88.  

“Jujur saya tidak pernah sesedih ini melatih tim, untuk pertama kalinya saya pegang tim degradasi. Tapi inilah drama dalam sepak bola. Ini bisa menimpa siapa saja, saya harap semuanya tetap tegar karena ini bukan akhir dari segalanya,” tutur Rahmad Darmawan.

Dari kubu tamu, kemenangan 2-1 mengantarkan Macan Kemayoran meraih gelar juara yang sudah ditunggu selama 17 tahun. Stefano Cugurra mengapresiasi kinerja anak asuhnya yang tak kenal menyerah. “Saya senang bisa kasih tim ini juara. Semua berkat dukungan dari suporter dan semua yang mendukung tim ini,” papar Teco, sapaan akrab Stefano. (don/tom/k18)


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 12:12

Pemprov Janji Perketat Tambang

SAMARINDA–Besarnya alokasi anggaran yang diperlukan untuk menjalankan program penanggulangan banjir…

Rabu, 19 Juni 2019 12:10

Konstruksi Ibu Kota Baru Dimulai 2021

JAKARTA–Rencana pemindahan ibu kota terus dipersiapkan. Meski lokasinya belum ditetapkan,…

Rabu, 19 Juni 2019 10:56
Polemik PPDB Sistem Zonasi

PPDB Bertujuan Mulia, Tapi Pelaksanaan Bermasalah

JAKARTA - Semangat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meniadakan sekolah favorit…

Rabu, 19 Juni 2019 10:53

Makin Menjamur, Guest House Resahkan Perhotelan

Menjamurnya guest house di Kota Minyak diyakini bisa memperbesar lapangan…

Rabu, 19 Juni 2019 10:51

Makin Sadar, Warga Pilih Tukarkan Uang Pecahan di Perbankan

SAMARINDA- Kinerja outflow pada Mei 2019 meningkat 86,03 persen year-on-year…

Rabu, 19 Juni 2019 10:44
Pemerintah Dituding Tak Sigap dalam Kasus Tragedi Teluk Balikpapan--sub

Pemerintah Dianggap Tak Siap, Enam Lembaga Negara Digugat

Tragedi pencemaran minyak di Teluk Balikpapan, akhir Maret 2018, masih…

Rabu, 19 Juni 2019 10:41
Yulia Hadi, dari Paser Wakili Tiga Negara di Kontes Kecantikan Tingkat Dunia

Voting di Posisi Teratas, Lolos Empat Besar, Final Digelar di Meksiko

Aktif di kegiatan sosial menjadi pintu gerbangnya menuju kontes kecantikan.…

Rabu, 19 Juni 2019 10:39
Pemprov Janji Perketat Tambang

Penanganan Banjir Samarinda, Pemda Kejar Anggaran ke Pusat

SAMARINDA–Besarnya alokasi anggaran yang diperlukan untuk menjalankan program penanggulangan banjir…

Senin, 17 Juni 2019 14:50
Atasi Banjir Samarinda, Sekkot Minta Bantuan Pemprov dan Pusat

Atasi Banjir di Samarinda, Ini Kuncinya...

Mengatasi banjir di sejumlah wilayah di Kaltim menjadi pekerjaan utama…

Senin, 17 Juni 2019 14:45

Begini Sistem Anyar Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri

Seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) tahun ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*