MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 10 Desember 2018 07:34
Air Mata Naga

(2) Persija Jakarta vs Mitra Kukar (1)

BUKAN AKHIR SEGALANYA: Gelandang Anindito Wahyu tak kuasa menahan kesedihan setelah gagal mempertahankan Mitra Kukar untuk tetap berkompetisi di Liga 1. (DONNY ADITYA/KALTIM POST)

PROKAL.CO, JAKARTA – Ruang ganti Mitra Kukar mendadak hening. Semua penggawanya tertunduk lesu. Bahkan tak sedikit dari mereka yang menangis tersedu. Kekalahan 1-2 dari Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, tadi malam memupus harapan Naga Mekes mentas di Liga 1 musim depan. Mulai 2019, tim kebanggaan masyarakat Kukar itu akan bermain di kompetisi kasta kedua.

Perjalanan Mitra Kukar musim ini memang sudah menunjukkan tanda-tanda turun kasta. Itu jika dilihat dari penampilan inkonsisten anak-anak Kota Raja sepanjang musim. Di laga tandang, skuat asuhan Rahmad Darmawan tersebut hanya mengumpulkan lima poin (satu kali menang, dua kali imbang). Jumlah tersebut tidak mampu menambal jumlah poin yang terbuang di kandang sebanyak 12 poin (empat kali kalah).

Selain faktor tersebut, harus diakui rekrutmen pemain juga menjadi alasan lain mengapa Naga Mekes terdegradasi. Sejatinya, Mitra Kukar memiliki barisan pemain inti yang cukup mumpuni. Namun demikian, kualitas pemain inti dengan cadangan tak seimbang. Walhasil, ketika satu atau dua pemain absen, pemain pelapis tak mampu menggantikan peran pemain inti dengan baik.

Kendati demikian, nasi sudah menjadi bubur. Mitra Kukar tetap akan bermain di Liga 2 musim depan. Yang harus ditekankan adalah tekad untuk kembali ke Liga 1 musim depan. Tidak ada yang mustahil. Semen Padang buktinya. Kabau Sirah terdegradasi musim lalu. Tapi musim depan mereka sudah kembali ke Liga 1.

“Sedih sekali rasanya, kami sudah berjuang mati-matian tapi tidak bisa memenangi pertandingan. Mohon maaf kepada semua pendukung tim, kami gagal mempertahankan tim ini di Liga 1,” ungkap Yoo Jae Hoon, kiper Mitra Kukar.

Pada laga penentuan kemarin, Mitra Kukar sebenarnya bisa saja tetap bertahan meskipun kalah. Dengan catatan Sriwijaya FC dan PS Tira juga kalah. Namun demikian, PS Tira berhasil mempecundangi Borneo FC di Samarinda. Akhirnya, Mitra Kukar, Sriwijaya FC dan PSMS Medan menjadi tiga tim paling bawah yang harus turun kasta.

“Semua sudah berusaha keras, di mata saya pemain tidak ada yang patut disalahkan. Yang salah adalah saya sebagai pelatihnya,” ujar Rahmad Darmawan.

Pada laga kemarin, Mitra Kukar harus mengakui keunggulan Macan Kemayoran. Dua gol tuan rumah dicetak oleh Marco Simic (’17, ’59). Sementara Naga Mekes hanya mampu memperkecil skor lewat gol yang dicetak Aldino Herdianto menit 88.  

“Jujur saya tidak pernah sesedih ini melatih tim, untuk pertama kalinya saya pegang tim degradasi. Tapi inilah drama dalam sepak bola. Ini bisa menimpa siapa saja, saya harap semuanya tetap tegar karena ini bukan akhir dari segalanya,” tutur Rahmad Darmawan.

Dari kubu tamu, kemenangan 2-1 mengantarkan Macan Kemayoran meraih gelar juara yang sudah ditunggu selama 17 tahun. Stefano Cugurra mengapresiasi kinerja anak asuhnya yang tak kenal menyerah. “Saya senang bisa kasih tim ini juara. Semua berkat dukungan dari suporter dan semua yang mendukung tim ini,” papar Teco, sapaan akrab Stefano. (don/tom/k18)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 11:40

Menanti Dampak Perda Tata Niaga Sawit

TANA PASER – Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan di Kabupaten…

Senin, 21 Januari 2019 10:55

Pansel KPU Buka Lagi Pendaftaran

SAMARINDA–Kerja Panitia Seleksi (Pansel) Komisioner KPU Kaltim 2018–2023 sempat terhenti.…

Minggu, 20 Januari 2019 11:00

MUDAHAN LEBIH HOT..!! Tanpa Kisi-Kisi di Debat Kedua

JAKARTA – Debat capres-cawapres edisi kedua masih sebulan lagi. Namun,…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:09

Biaya Tol Teluk Kian Membengkak

BALIKPAPAN  –   Semakin lama tertunda, anggaran pembangunan Jembatan Tol…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:07

Abu Bakar Ba’asyir Bebas Tanpa Syarat

JAKARTA  -  Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir bisa mengakhiri…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:04

Polres Belum Terima Komplain Konsumen

BALIKPAPAN –  Kasus obat kosmetik ilegal diungkap jajaran Polres Balikpapan,…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

SERASA ANAK TIRI..!! Bandara APT Pranoto “Dicueki” Pusat

SAMARINDA–Moda transportasi udara jadi idola untuk memangkas waktu perjalanan. Sayangnya,…

Jumat, 18 Januari 2019 08:11

Kosmetik Ilegal Dijual Mahal

BALIKPAPAN – Nurliah (26) hanya bisa menunduk. Perempuan berkulit putih…

Jumat, 18 Januari 2019 08:01

Mengubur Kebencian

OLEH: BAMBANG ISWANTO (Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda)…

Jumat, 18 Januari 2019 07:57

Koran Adalah Alat Perjuangan, Bertahan dengan Kualitas Sajian

Media daring menjamur. Tapi tak akan membunuh koran. Tak membuatnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*