MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Senin, 10 Desember 2018 06:58
Atlet Jadi Idola Baru Kawula Muda

PROKAL.CO, Oleh: Elsa Malinda

EUFORIA Asian Games 2018 memang telah berlalu, tetapi dampak yang masyarakat rasakan masih terasa sampai sekarang. Bukti yang paling anyar adalah adanya acara penghargaan Indonesian Sport Award (ISA) 2018 yang baru pertama kali diselenggarakan di Indonesia oleh sebuah stasiun TV swasta bekerja sama dengan Kemenpora.

Acara penghargaan yang diselenggarakan pada 23 November 2018 ini merupakan salah satu cara untuk mengapresiasi kinerja atlet sekaligus mendekatkan sosok mereka ke masyarakat umum. Dalam melaksanakan ISA 2018, ada nama-nama atlet yang dinominasikan sebelumnya dalam berbagai kategori seperti atlet individu putra dan putri terfavorit, pasangan favorit, dan masih banyak lagi.

Atlet-atlet yang dinominasikan ini berisi nama-nama yang menonjol pada saat mereka bertanding di Asian Games dan Asian Para Games 2018 lalu. Penonton dapat memberikan dukungan bagi atlet favorit mereka pada setiap kategori melalui pesan teks yang memiliki format tertentu.

Ini tentu saja menggambarkan adanya kecenderungan masyarakat umum untuk mengidolakan atlet. Bukan hanya orang-orang yang sudah “melek” olahraga saja, tetapi juga kaum muda yang awalnya acuh tak acuh tentang bidang olahraga di Indonesia.

Menurut KBBI, idola adalah orang, gambar, patung, dan sebagainya yang menjadi pujaan. Anak muda pada umumnya memiliki idola tertentu yang berasal dari berbagai bidang. Contoh yang paling kentara pada masa kini adalah mengidolakan bintang K-Pop yang tercermin pada respons penonton pada penutupan Asian Games saat penyanyi favorit dari Negeri Ginseng tampil di panggung.

Nama-nama atlet yang bersinar di perhelatan olahraga terbesar se-Asia itu di antaranya adalah Jonatan Christie (Jojo) dan pasangan ganda putra andalan Indonesia dari cabang bulu tangkis, Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon. Ada pula Aswar bersaudara yaitu Aero dan Aqsa dari cabor jet ski, Hanifan Yudani Kusuma dari cabor pencak silat yang menciptakan momen viral nan adem yaitu memeluk Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Selain menorehkan prestasi, alasan mereka disukai oleh masyarakat yaitu memiliki penampilan yang oke, jenaka, dan menginspirasi.

Pada perhelatan Asian Games 2018, Indonesia mampu nangkring di peringkat 4 dengan pencapaian medali yang melebihi target. Indonesia berhasil meraih prestasi tersebut karena perjuangan para atlet yang tidak main-main. Selain berlatih keras, para atlet juga telah dibina bertahun-tahun sebelum akhirnya bisa menjadi juara.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), Raja Sapta Oktohari mengatakan bahwa pembinaan yang dilakukan para atlet memang dirancang dan dilakukan secara terencana. Mereka melakukan pendekatan ilmiah dan empiris agar dapat mengetahui berapa besar kemampuan atlet dapat ditingkatkan. Selain sistem pembinaan yang terarah, bonus juga menjadi iming-iming dahsyat agar semangat atlet terus terpacu.

Karena atlet-atlet muda berbakat itu kini menjadi idola, sudah tentu berita-berita bahagia berupa prestasi, fasilitas pembinaan, dan bonus berupa uang juga akan diketahui masyarakat luas. Berita tentang mereka kian sering muncul di berbagai media. Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada citra atlet di mata anak muda. Ini merupakan momen yang harus dimanfaatkan dengan baik guna menciptakan generasi penerus yang dipengaruhi oleh orang-orang berprestasi.

Ada sebuah hubungan yang disebut dengan parasocial interaction. Parasocial interaction ini menunjukkan hubungan antara audiens dan figur media. Ketika media terus-menerus memberitakan sosok idolanya, maka penggemar yang menyaksikan akan terlibat ikatan intim seperti sebuah cermin. Artinya hanya dia yang berada dalam hubungan tersebut sebab orang yang diidolakan tidak mengetahuinya.

Dalam hubungan ini, tidak menutup kemungkinan ada hal-hal tertentu yang penggemar inginkan ada padanya, seperti apa yang dia lihat pada sosok idola. Selain penampilan dan kepribadian, prestasi yang idolanya capai juga dapat menjadi alasan.

Oleh sebab itu adanya idola-idola baru yang bermunculan dari perhelatan Asian Games 2018 lalu dapat dimanfaatkan untuk memberikan pengaruh baik pada kawula muda Indonesia. Semoga prestasi-prestasi baru tidak akan terhenti dan regenerasi atlet berjalan lancar. (ndu/k18)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 13 Maret 2019 10:40

Mereka Anggap Monster Itu Bernama Prabowo

Oleh : Hersubeno Arief Mereka ingin memutarbalik arus besar perubahan…

Minggu, 03 Maret 2019 11:34

Keadilan untuk Pak Sopir

Oleh: Bambang Iswanto, Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda…

Minggu, 03 Maret 2019 11:21

Memilih (Ke) Pemimpin (An) dengan Iman

Oleh : Dewi Sartika, SE., MM*   Perhelatan akbar sebentar…

Sabtu, 09 Februari 2019 12:49

Moderasi Beragama untuk Kebersamaan Umat

Oleh: Mukhamad Ilyasin (Rektor IAIN Samarinda)  Judul ini diangkat dari…

Sabtu, 09 Februari 2019 10:47

Stanley dan Mogulisme Media yang Anjay Sekali

Oleh: Ramon Damora Wartawan Indonesia KETUA Dewan Pers, Yosep Adi…

Selasa, 05 Februari 2019 10:18

Posisi Ketua Adat dalam Acara Pemerintah

PERINGATAN ulang tahun ke-59 Kabupaten Paser berjalan dengan sukses, meski…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*