MANAGED BY:
SENIN
25 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 10 Desember 2018 06:43
SANGAT POTENSIAL..!! Ekonomi Syariah Jadi Alternatif Sumber Perekonomian Kaltim
Kaltim masih bergantung sektor pertambangan berbasis komiditi batu bara. Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kaltim diyakini dapat menjadi salah satu alternatif sumber perekonomian ekonomi Bumi Etam, menggantikan sektor pertambangan dan penggalian. Pengembangan ini dapat diintegrasikan dengan kebijakan ekonomi dan keuangan daerah untuk menciptakan kesejahteraan sosial di Bumi Etam.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kaltim diyakini dapat menjadi salah satu alternatif sumber perekonomian ekonomi Bumi Etam, menggantikan sektor pertambangan dan penggalian. Pengembangan ini dapat diintegrasikan dengan kebijakan ekonomi dan keuangan daerah untuk menciptakan kesejahteraan sosial di Bumi Etam.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Muhamad Nur mengatakan, ekonomi Bumi Etam pada triwulan III 2018 berhasil tumbuh sebesar 1,78 persen. Namun pencapaian itu lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana mampu tumbuh sebesar 3,47 persen.

“Ini disebabkan ekonomi Kaltim masih bergantung kepada sektor pertambangan yang berbasis komoditas batu bara. Dengan share pertambangan sebesar 46,05 persen,” ungkapnya Minggu (9/12).

Akibatnya, di tengah ketidakpastian ekonomi global kinerja ekonomi Kaltim yang berbasis sumber daya alam tak terbarukan menjadi perhatian. Karena rentan terhadap faktor gejolak harga, regulasi, maupun masalah sosial-operasional di sektor tambang. Hal tersebut tentunya dapat berpengaruh terhadap kinerja ekonomi secara keseluruhan.

Tingginya faktor eksternal, tambah Nur membuat Pemerintah sulit menentukan langkah ketika lapangan usaha pertambangan mengalami kemunduruan. Padahal sebaik-baiknya ekonomi suatu sistem ekonomi dapat dikontrol langsung oleh pemerintahnya.

“Oleh karena itu kita perlu menggali sumber pertumbuhan ekonomi baru sebagai alternatif penopang perekonomian. Terlebih lapangan usaha pertambangan juga tergolong capital intensive sehingga tidak banyak menyerap tenaga kerja relatif terhadap lapangan usaha lain,” tuturnya.

Dikatakan Nur, perlu pengembangan ekonomi dengan perluasan sektor lapangan usaha supaya memberikan nilai tambah bagi perekonomian Kaltim, serta membuka lapangan kerja. Ekonomi dan keuangan syariah dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang memiliki nilai-nilai keadilan dan etika yang dapat menciptakan kesejahteraan sosial di wilayah kawasan timur Indonesia.

Sebagai gambaran, berdasarkan laporan perekonomian syariah global, yaitu State of the Global Islamic Economy Report 2018/2019, Indonesia secara umum masuk ke dalam top 10 expenditure di setiap industri, namun belum menjadi pemain utama.

Dengan populasi masyarakat muslim terbesar di dunia, tambahnya, total spending industri halal di Indonesia pada akhir 2017 adalah sebesar USD 218,9 miliar di seluruh lini sektor industri halal yang terdiri dari keuangan, food, modest fashion, wisata halal, media, dan kosmetik. “Ini menunjukkan Indonesia memiliki potensi ekonomi syariah yang cukup tinggi,” jelasnya.

Menurut Nur, di Kaltim dengan pangsa perbankan syariah yang masih terbatas dengan kisaran 7 persen pada triwulan ke-III 2018 ini, sebenarnya memiliki potensi yang dapat digali dengan keberadaan Islamic Centre dan masjid yang dapat menjadi pusat pemberdayaan umat.

Selain itu, ada potensi zakat yang mencapai Rp 1,2 triliun beserta tanah wakaf yang seluas 737 hektare, dan keberadaan 139 Pondok Pesantren yang dapat dikembangkan potensi ekonominya. Dengan potensi ekonomi syariah Kaltim tersebut, sejalan dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“BI telah memiliki pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui tiga pilar utama pengembangan yaitu, pilar pemberdayaan usaha, pilar pendalaman pasar keuangan syariah, dan penguatan riset dan edukasi,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k18)


BACA JUGA

Senin, 25 Maret 2019 10:54

Perbankan Diminta Hidupkan Iklim Investasi

TANJUNG REDEB–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 12:49

Program Direct Call “Hanya” Mempercepat Ekspor

SAMARINDA-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim mencatat, dalam sebulan…

Rabu, 20 Maret 2019 12:46

Triwulan II 2019, Ekonomi Kaltim Terakselerasi

SAMARINDA-Pada triwulan II 2019 diperkirakan ekonomi Kaltim mengalami akselerasi pertumbuhan.…

Rabu, 20 Maret 2019 12:45

Percepatan Populasi Sapi Terus Digenjot

SAMARINDA-Upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting (upsus siwab)…

Jumat, 15 Maret 2019 13:45

Kargo Laut Belum Tumbuh Maksimal

SURABAYA – Pertumbuhan jasa pengiriman barang lewat jalur laut belum…

Jumat, 15 Maret 2019 13:43

Pertamina Perpanjang Masa Cicilan Garuda

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dan tujuh BUMN (badan usaha…

Jumat, 15 Maret 2019 13:32

Target Ekspor RI Realistis

JAKARTA – Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5 persen…

Kamis, 14 Maret 2019 15:16

Produksi Teh Turun, Harga Telur Rendah

JAKARTA – Pelaku usaha berharap Indonesia bisa meningkatkan lahan dan…

Rabu, 13 Maret 2019 12:51

Genjot Produksi Padi, Dituntut Maksimalkan Lahan Rawa

SAMARINDA – Tak hanya melakukan diversifikasi pangan, Pemprov Kaltim dituntut…

Rabu, 13 Maret 2019 12:47

SABAR..!! Pengelolaan APT Pranoto Masih di Tangan Kemenhub

SAMARINDA- Pemerintah Kaltim saat ini masih menunggu kepastian pembahasan draf…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*