MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 10 Desember 2018 06:43
SANGAT POTENSIAL..!! Ekonomi Syariah Jadi Alternatif Sumber Perekonomian Kaltim
Kaltim masih bergantung sektor pertambangan berbasis komiditi batu bara. Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kaltim diyakini dapat menjadi salah satu alternatif sumber perekonomian ekonomi Bumi Etam, menggantikan sektor pertambangan dan penggalian. Pengembangan ini dapat diintegrasikan dengan kebijakan ekonomi dan keuangan daerah untuk menciptakan kesejahteraan sosial di Bumi Etam.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kaltim diyakini dapat menjadi salah satu alternatif sumber perekonomian ekonomi Bumi Etam, menggantikan sektor pertambangan dan penggalian. Pengembangan ini dapat diintegrasikan dengan kebijakan ekonomi dan keuangan daerah untuk menciptakan kesejahteraan sosial di Bumi Etam.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Muhamad Nur mengatakan, ekonomi Bumi Etam pada triwulan III 2018 berhasil tumbuh sebesar 1,78 persen. Namun pencapaian itu lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana mampu tumbuh sebesar 3,47 persen.

“Ini disebabkan ekonomi Kaltim masih bergantung kepada sektor pertambangan yang berbasis komoditas batu bara. Dengan share pertambangan sebesar 46,05 persen,” ungkapnya Minggu (9/12).

Akibatnya, di tengah ketidakpastian ekonomi global kinerja ekonomi Kaltim yang berbasis sumber daya alam tak terbarukan menjadi perhatian. Karena rentan terhadap faktor gejolak harga, regulasi, maupun masalah sosial-operasional di sektor tambang. Hal tersebut tentunya dapat berpengaruh terhadap kinerja ekonomi secara keseluruhan.

Tingginya faktor eksternal, tambah Nur membuat Pemerintah sulit menentukan langkah ketika lapangan usaha pertambangan mengalami kemunduruan. Padahal sebaik-baiknya ekonomi suatu sistem ekonomi dapat dikontrol langsung oleh pemerintahnya.

“Oleh karena itu kita perlu menggali sumber pertumbuhan ekonomi baru sebagai alternatif penopang perekonomian. Terlebih lapangan usaha pertambangan juga tergolong capital intensive sehingga tidak banyak menyerap tenaga kerja relatif terhadap lapangan usaha lain,” tuturnya.

Dikatakan Nur, perlu pengembangan ekonomi dengan perluasan sektor lapangan usaha supaya memberikan nilai tambah bagi perekonomian Kaltim, serta membuka lapangan kerja. Ekonomi dan keuangan syariah dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang memiliki nilai-nilai keadilan dan etika yang dapat menciptakan kesejahteraan sosial di wilayah kawasan timur Indonesia.

Sebagai gambaran, berdasarkan laporan perekonomian syariah global, yaitu State of the Global Islamic Economy Report 2018/2019, Indonesia secara umum masuk ke dalam top 10 expenditure di setiap industri, namun belum menjadi pemain utama.

Dengan populasi masyarakat muslim terbesar di dunia, tambahnya, total spending industri halal di Indonesia pada akhir 2017 adalah sebesar USD 218,9 miliar di seluruh lini sektor industri halal yang terdiri dari keuangan, food, modest fashion, wisata halal, media, dan kosmetik. “Ini menunjukkan Indonesia memiliki potensi ekonomi syariah yang cukup tinggi,” jelasnya.

Menurut Nur, di Kaltim dengan pangsa perbankan syariah yang masih terbatas dengan kisaran 7 persen pada triwulan ke-III 2018 ini, sebenarnya memiliki potensi yang dapat digali dengan keberadaan Islamic Centre dan masjid yang dapat menjadi pusat pemberdayaan umat.

Selain itu, ada potensi zakat yang mencapai Rp 1,2 triliun beserta tanah wakaf yang seluas 737 hektare, dan keberadaan 139 Pondok Pesantren yang dapat dikembangkan potensi ekonominya. Dengan potensi ekonomi syariah Kaltim tersebut, sejalan dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“BI telah memiliki pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui tiga pilar utama pengembangan yaitu, pilar pemberdayaan usaha, pilar pendalaman pasar keuangan syariah, dan penguatan riset dan edukasi,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k18)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 06:47

Awal Tahun, Rp 14 T Dana Asing Masuk

JAKARTA – Tahun politik kadang menjadi penghambat pertumbuhan investasi di…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:30

Toyota Kian Mantap Jadi Leader di Kelas LMPV

BALIKPAPAN  -   Mengawali 2019, Toyota menggebrak industri otomotif dengan meluncurkan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:27

Pacu Produksi Perikanan

SAMARINDA  -  Produksi ikan tangkap di Kaltim tahun ini ditarget…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:25

Pengusaha Masih Belum Disiplin

SAMARINDA  -   Pemerintah tampaknya perlu melakukan edukasi lebih intensif…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:23

Ekspansi ke Bisnis Kuliner

BALIKPAPAN  -  Telkom Property Area VI Regional Kalimantan menargetkan pendapatan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:23

Tekanan Inflasi di Triwulan I Mereda

SAMARINDA  -  Tekanan inflasi Kaltim pada triwulan I 2019 diperkirakan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:22

Suku Bunga Acuan Masih Bertahan

JAKARTA  –  Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:18

Optimistis Bersaing di Pasar LMPV

JAKARTA  –  Persaingan pasar kendaraan low multi-purpose vehicle (LMPV) kian…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:16

Tiket Terbatas, Buruan Beli sebelum Kehabisan

BALIKPAPAN  - Pemerintah tengah getol memasyarakatkan olahraga. Salah satu yang…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:15

Dorong Bangun SPBU di Luar Jawa

SURABAYA  –  Jumlah lembaga penyalur bahan bakar minyak (BBM) atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*