MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Minggu, 09 Desember 2018 11:08
Nasi Astakona, Catat Rekor MURI Ke-8775
TERBESAR: Nasi Astakona sukses mencatat rekor MURI. Dibuat dengan diameter 7,8 meter dan tinggi mencapai 2 meter.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Ibu kota Provinsi Kalsel, Banjarmasin kembali mengukir sejarah. Kemarin (8/12), Nasi Astanoka terbesar resmi mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Pemecahan rekor ini digelar di Siring RE Martadinata. Tepatnya di depan Balai Kota Banjarmasin.

Agenda ini bagian dari Festival Kuliner Banjar 2018. Yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bersama TP PKK Kota Banjarmasin. Berlangsung sejak pukul 09.00 Wita hingga tengah hari.

Penyerahan piagam rekor diberikan langsung oleh Manajer Umum MURI, Ariyanti Siregar. Disambut oleh Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina. Yang pada momen bersamaan, diberikan penghargaan sebagai pemrakarsa pemecahan rekor Nasi Astakona terbesar.

Lalu, seperti apa rupa nasi yang sukses mencatat rekor ini? Secara harfiah, Astakona artinya bersegi banyak. Yang menggambarkan keberagaman dan wujud rasa syukur. Dalam sajiannya, nasi ini disajikan dengan berbagai lauk dan sayuran yang ditumpuk di atasnya. Dihidangkan secara berangkap. Biasanya tersaji hingga tiga tingkat.

 

Pada massa Kesultanan Banjar, Nasi Astakona biasa dihidangkan untuk tamu kehormatan ataupun acara pernikahan. Saat pencatatan rekor kemarin,  Nasi Astanoka disajikan dengan talam besar berdiameter 7,8 meter. Tingginya mencapai 2 meter. Agar menyerupai aslinya, talam saji itu dicat berwarna keemasan.

Sajian raksasa itu tediri dari tiga rangkap. Pada rangkap pertama, terdapat nasi kuning yang ditumpuk dengan lauk pauk. Seperti udang, telur, dan rabuk haruan. Rangkap kedua, berisi nasi kebuli yang juga bertumpuk lauk. Sedangkan rangkap puncak, khusus diisi dengan dua ekor ayam lenggang kencana, sate hati babakong dan sebagainya.

Total ada 20 nampan nasi. Yang dirangkai menjadi satu set Nasi Astakona raksasa. Nasi tersebut dipersiapkan sejak dini hari. Melibatkan belasan organisasi perempuan di Banjarmasin. Tak hanya itu, di sisi lain panggung juga ada tiga talam kecil. Yang berisi khusus lauk pauk dan buah-buahan.

Sepekan sebelumnya, para penyaji telah diberikan pelatihan. Untuk membuat dan menyajikan Nasi Astakona. “Ada 150 orang dari berbagai organisasi perempuan yang ikut pelatihan. Hari ini (kemarin, red), para perwakilannya dilibatkan dalam pembuatan Nasi Astakona terbesar," jelas Siti Wasilah, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin.

Terlepas dari upaya mencatat rekor MURI, Ibnu Sina menyebut, pemko mencoba memberikan ruang agar hidangan khas Banjar itu kembali muncul ke permukaan. Sebab, tak banyak yang tahu tentang nasi tersebut.

Lewat gelaran ini, Ibnu berharap Nasi Astakona dapat dipopulerkan kembali. "Setelah tahu, semoga kalau ada hajatan yang disajikan bukan tumpeng lagi, tapi nasi khas kita, Nasi Astakona," harapnya.

Manajer MURI, Ariyani Siregar mengapresiasi upaya pelestarian tersebut. Dalam catatannya, Nasi Astakona menjadi rekor dunia ke-8775. "Banjarmasin kembali menambah catatan daftar rekor kami. Upaya yang luarbiasa," ucapnya.

Usai ditetapkan rekor, nasi dibagikan secara cuma-cuma. Anak-anak hingga orang dewasa beramai-ramai