MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 09 Desember 2018 11:08
Rencana Menikah Tinggal Kenangan

Nasib Salah Seorang Korban KKB di Papua

MENUJU KAMPUNG HALAMAN: Dg Lenteng menjemput jenazah putranya, Muhammad Agus yang tiba Lanud Hasanuddin, Makassar, Jumat (7/12) lalu.

PROKAL.CO, Tak pernah terbersit di benak keluarga, Muhammad Agus alias Aso (25) akan menemui ajalnya dengan cara setragis. Ia tewas tertembak saat mengerjakan proyek infrastruktur jalan dan jembatan di Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

 

SARIBULAN, Gowa

 

AGUS memiliki tiga saudara. Semuanya perempuan. Empat bersaudara ini merupakan buah hati pasangan Dg Lenteng (40) dan almarhum Dg Minggu. Sepeninggal suaminya, Dg Lenteng menikah dengan Dg Buang. Agus pun menjadi tulang punggung keluarga.

Dg Lenteng dan Dg Buang hidup penuh kesederahaan. Rumahnya yang berukuran 6×15 meter terletak di Dusun Botong II, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa.

BKM (Fajar group) berkunjung ke kediaman mereka, Jumat (7/12) lalu. Separuh dinding rumah berlantai tanah itu menggunakan seng. Sebagian lagi menggunakan papan. Sementara untuk plafon dipasang karoro’ atau karung plastik.

Sebelum bekerja di perusahaan PT Istaka Karya untuk proyek di Papua, Agus sempat menjadi buruh sawit di Malaysia. Ia berada di Negeri Jiran selama dua tahun.

”Dia (Agus) pulang dari Malaysia pada Juli 2017, bertepatan dengan pernikahan adik perempuannya. Agus sendiri rencananya akan dinikahkan tahun depan,” jelas Dg Lima’ (50), tante Agus.

Pada bulan November lalu, lanjut Dg Lima’, Agus menelepon ibunya. Ia janji akan pulang ke Gowa pada Desember ini. Memang Agus pulang di waktu yang dijanjikannya. Namun dalam kondisi sudah tak bernyawa lagi. Jenazah Agus dalam peti kayu itu langsung dikuburkan di area makam keluarga.

Diakuinya, tidak ada firasat lain menjelang kepergian Agus untuk selamanya. Namun dia mengingat, ketika ada acara keluarga di Kecamatan Tombolopao, dirinya dan Lenteng (ibu Agus) sempat merasakan sesuatu yang aneh. Kala itu bertepatan dengan hari ditembaknya Agus oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua.

“Waktu berada di Tombolopao, saya tiba-tiba mules, mual dan muntah. Lenteng juga begitu. Mual dan muntah. Lain-lain memang perasaanku hari itu. Pas hari itu juga ada informasi bahwa Agus meninggal tertembak di Papua,” terang Dg Lima’ lagi.

Agus sudah berada di Papua selama 13 bulan. Dia bekerja setelah diajak dan didaftar oleh kepala Desa Bontoramba untuk bekerja di proyek Istaka Karya tersebut. “Kami semua kehilangan. Apalagi dia anak satu-satunya laki-laki di keluarganya. Agus punya tiga adik perempuan. Satu orang sudah menikah. Yang paling kecil baru usia 9 tahun,” jelasnya.

Jenazah Agus bersama delapan korban penembakan lainnya diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules dari Bandara Timika pukul 16.00 Wita, Jumat (7/12) lalu. Tiba di Bandara Lanud AU Sultan Hasanuddin Makassar malam hari. Selanjutnya dibawa ke kampung halamannya untuk disemayamkan.

Sambil menunggu kedatangan jenazah Agus, pihak keluarga telah berkumpul di rumah duka. Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan berkunjung ke rumah kediaman almarhum, kemarin sore. Ia didampingi Kadis Sosial Syamsuddin Bidol, Kabag Humas Kerjasama Setkab Gowa Abdullah Sirajuddin, dan Kabag Protokol Azhari.

Kedatangan orang nomor satu di Gowa ini disambut Penjabat Camat Bungaya Muh Natsir Nompo, Sekdes Bontomanai Safri, dan Kepala KUA Bungaya Muslimin Ago. Juga tokoh masyarakat Bontomanai.

Saat Adnan datang melayat, orangtua Agus tidak ada. Mereka berada di Bandara Lanud AU menjemput kedatangan jenazah anaknya. Bupati disambut para saudara ibu dan bapak Agus, serta keluarga dan warga desa yang datang melayat.

Di hadapan para warga dan keluarga korban, Bupati Adnan mengimbau agar kasus yang menimpa Agus ini diserahkan sepenuhnya kepada negara. Ia secara pribadi menyatakan belasungkawa dan duka mendalam atas peristiwa yang dialami Agus.

“Saya prihatin dan mengutuk keras atas kejadian ini. Tapi saya minta semoga keluarga yang ditinggalkan dapat menerimanya dengan ikhlas. Biarkan negara memberikan ganjaran setimpal bagi pelaku kejahatan ini,” kata Adnan.

Dalam kesempatan itu, bupati juga menyampaikan bahwa pihaknya akan membantu orangtua korban yang diketahuinya merupakan keluarga kurang mampu. (sar/bkm/JPC/kri)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 22:00

"Kuda-kudaan" di Kamar Mandi, Celana Dalam Istri Bau Sperma, Nanang Kalap, Bacok Kepala Istrinya....

Kasus perselingkuhan di Brebes Jawa Tengah berujung pembacokan. Yonang alias…

Kamis, 21 Maret 2019 21:33

Mba Tutut : Perbedaan Memperkaya Indonesia Kita

Siti Hardijanti Rukmana, putri sulung Presiden Soeharto yang akrab disapa…

Kamis, 21 Maret 2019 01:14

Ini Foto Brimob Bharada Aldy, Meninggal Saat Baku Tembak KKSB di Papua

APUA – Anggota Brimob Bharada Aldy meninggal saat baku tembak…

Kamis, 21 Maret 2019 00:23

Hasil Survey Elektabilitasnya Tergerus, Ini Kata Pak Jokowi

Presiden Joko Widodo alias Jokowi menanggapi santai penurunan elektabilitasnya versi…

Rabu, 20 Maret 2019 22:12

Mulailah Membangun Ekosistem Ekonomi Kerakyatan

Milasari Kusumo Anggraini SE, sejak memutuskan terjun ke politik, dengan…

Rabu, 20 Maret 2019 14:46

Pengemis yang Lagi Viral Itu Tertangkap, Simak Pengakuannya...

Herman alias Enur, pengemis kaya yang sedang viral di media sosial…

Rabu, 20 Maret 2019 14:43

Yakin Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Naik Lagi

Elektabilitas Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin mengalami penurunan. Survei…

Rabu, 20 Maret 2019 14:40

TKN Anggap Elektabilitas Jokowi - Ma'ruf Tak Tergoyahkan

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - KH Ma'ruf…

Rabu, 20 Maret 2019 12:01
Dugaan Permintaan Sumbangan ke BUMN

Bawaslu Stop Usut Tim Jokowi-Ma'ruf

SURABAYA – Kabar viral soal dugaan permohonan sumbangan oleh tim…

Rabu, 20 Maret 2019 11:59

Pertegas E-KTP Jadi Syarat Nyoblos

JAKARTA – Rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi II DPR…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*