MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 09 Desember 2018 10:35
Lincah Bergerak dengan Parkour
SIDE FLIP: Ini adalah gerakan salto menyamping. Melompatlah dengan posisi tangan diayunkan ke samping kepala sambil menoleh. Kaki ditekuk dan mendarat dengan hati-hati.

PROKAL.CO, KEGIATAN olahraga yang membuat seluruh anggota tubuh bergerak, bahasa trennya parkour. Sebenarnya, parkour lebih sering disebut sebagai seni gerak dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan melatih efisiensi gerakan, mempersiapkan badan, dan pikiran agar bisa menghadapi berbagai rintangan. Pertama kali populer di Prancis dan didirikan oleh David Belle, akhirnya parkour dianggap mempunyai arti berpindah tempat secepat mungkin dengan menonjolkan keindahan bergerak serta diimbangi kemampuan tubuh individu itu sendiri.

Salah seorang anggota Parkour Samarinda, Cris Hima, berpendapat bahwa parkour bukan olahraga ekstrem seperti yang sering diungkapkan oleh sebagian orang awam. Parkour memang bertujuan untuk kesehatan karena banyak melingkupi berbagai gerakan seperti lari sprint, lompat tinggi, dan gerakan senam atau gymnastics.

Melakukan parkour tidak asal dan sembarangan. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Pemanasan seperti pelemasan otot dan peregangan sendi-sendi tubuh itu wajib agar otot tidak kencang setelah latihan. Parkour bisa membahayakan tubuh jika tak dikondisikan secara tepat. Seluruh tubuh harus diregangkan dan jangan ada yang terlewat. Meski paling sering bertumpu pada kaki, bagian lain seperti leher, bahu, punggung, dan lengan perlu diregangkan.

Setelah itu, yang bisa dilakukan adalah latihan fisik seperti push up, pull up, lari sprint, dan squat. Tujuannya menguatkan otot agar tidak kaku. Dari situ, otomatis berefek pada kesehatan. Cris mengaku, untuk latihan fisik di parkour memang harus memasang target. Paling sedikit, sekitar 50–100 kali fisik harus dilewati dalam sehari.

“Paling tidak, itu wajib dilakukan. Nanti, setelah lima hari atau seminggu bisa ditingkatkan lagi mencapai 500 kali. Durasinya tidak menentu untuk setiap orang karena fisik tiap individu pasti berbeda. Tapi, idealnya ya 15 sampai 30 menit. Untuk yang pertama kali melakukan latihan fisik, mungkin merasa lelah karena benar-benar menguras tenaga tapi memang harus dibiasakan,” ungkapnya saat ditemui awal pekan lalu.

Jika sudah terbiasa melakukan fisik dan kondisi tubuh dianggap kuat, tahap berikutnya latihan dasar. Akan diajarkan cara melompat, cara mendarat, presisi, rolling, dan cara jatuh tepat. Sehingga saat terjadi kesalahan tak akan begitu parah.

Arti dari istilah presisi adalah suatu gerakan melompat yang menggunakan dua kaki saat mendarat. Adapun rolling melakukan drop dari lompatan supaya tubuh tak terlalu keras ketika terempas. Kemudian, tubuh bergelinding mirip bola, seperti dilempar dari atas.

“Gerakan-gerakan di tahap dasar itu tidak membahayakan karena dipelajari. Itu adalah tahap awal yang harus dikuasai sebelum lanjut tahap selanjutnya. Jika sudah mahir, saat melakukan gerakan yang lain pasti aman,” ujar pria kelahiran Tenggarong tersebut.

Setelah tahap dasar selesai, kemudian mengeksplor dan menguasai gerakan-gerakan parkour. Salah satunya gerakan kong. Sederhananya, kong adalah gerakan seperti lompat harimau yang dilakukan sembari rolling namun hanya melewati sesuatu. Ada pula gerakan-gerakan salto seperti back flip yang memutar tubuh ke belakang dan side flip dengan posisi badan menyamping. Kedua gerakan tersebut tidak bisa dilakukan secara instan dan butuh repetisi.

“Repetisi itu juga bergantung pada masing-masing individu. Kembali lagi, tubuh tiap orang berbeda,” lanjutnya.

Selama ini, parkour identik sebagai kegiatan sering dilakukan oleh kaum adam. Namun, Cris membantah hal tersebut. Menurutnya, pandangan seperti itu salah karena perempuan juga bisa melakukan parkour. Bagi yang benar-benar mengerti parkour, pasti memiliki filosofi dan tujuan mengapa ingin melakukan ini.

“Pola pikir orang-orang masih terpaku pada parkour adalah olahraga ekstrem atau hanya ajang keren-kerenan, akhirnya setelah diberi latihan fisik sudah telanjur lelah dan tidak kuat. Faktor bosan biasanya memengaruhi,” papar Cris.

Bicara soal berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi pemula untuk bisa menguasai parkour, Cris kembali menekankan bahwa itu semua kembali ke tiap individu. Jika memang suka, memiliki keinginan dan inisiatif untuk belajar, pasti bisa lebih cepat. (*/ysm*/rdm/k16)

 


BACA JUGA

Minggu, 17 Maret 2019 11:02

Iseng Berbuah Hasil

Tantangan terbesar dalam memulai usaha adalah diri sendiri. Termasuk melawan…

Minggu, 17 Maret 2019 11:01

Dulu Diremehkan, Kini Dibanggakan

JUMIATI Marcarolina Suhaime belajar banyak hal. Tak hanya teknik make-up…

Minggu, 17 Maret 2019 10:49

Fokus dan Profesional

HARI semakin sore. Jumiati Marcarolina Suhaime masih setia membagi kisah…

Minggu, 17 Maret 2019 10:47

Pesona Jelita

PARAS cantik perempuan, menjadi alasan banyak fotografer menyukai genre foto…

Senin, 11 Maret 2019 10:11
Xbootcamp Outdoor Workout Samarinda

Olahraga Sehat dan Bahagia

MESKI sudah diawali niat yang begitu kuat, tetap saja ada…

Senin, 11 Maret 2019 10:10

Antisipasi DOMS setelah Freeletics

SETIAP olahraga memiliki manfaat yang baik jika dilakukan berkala. Terlebih…

Senin, 11 Maret 2019 09:47

Harmoni Hitam Putih

Oleh: Fuad Muhammad, Fotografer Kaltim Post (fuadmuhammadhr) KETIKA mendengar foto…

Minggu, 03 Maret 2019 11:33

Dijuluki Pemburu Dollar

Jika sebagian remaja bingung memilih jurusan dan universitas idaman. Sandhy…

Minggu, 03 Maret 2019 11:31

Belajar Ikhlas dari Rugi Ratusan Juta

JIKA ada yang bilang bisnis adalah hal menantang, bisa jadi…

Minggu, 03 Maret 2019 11:24

Jujur dan Mengedukasi Klien

MENJALANI bisnis jasa, mengharuskan Sandhy Syahputra intens berkomunikasi dengan para…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*