MANAGED BY:
SELASA
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 09 Desember 2018 10:34
Melawan Rasa Takut dan Siap Cedera
BACK FLIP: Merupakan gerakan salto dasar. Caranya dengan memutar tubuh ke belakang dengan posisi berdiri. Jika tidak hati-hati, cedera bisa dialami pada leher dan punggung.

PROKAL.CO, PARKOUR bukan olahraga minim cedera.Namun, bukan berarti akan selalu cedera. Menurut Cris Hima, orang-orang yang melakukan parkour cenderung mendapat cedera di bagian pergelangan tangan atau di telapak jika salah memosisikan tangan ketika menyentuh lantai. Bahkan, jika melakukan gerakan kong biasanya berpotensi menimbulkan robek tulang kering.

“Kejadian seperti kaki terkilir juga sering terjadi. Kalau benar-benar mengikuti prosesnya dari awal pemanasan dilanjutkan dengan fisik, itu akan meminimalkan cedera. Tapi kalau tidak mau menikmati rasa sakit dan luka, ya enggak akan bisa juga,” beber Cris.

Banyak faktor yang memengaruhi cedera. Terkadang, pikiran yang tak fokus atau melakukan gerakan secara mendadak dan tidak dilatih terlebih dahulu, otomatis menimbulkan rasa panik dan salah bergerak saat sudah di udara. Contohnya saat ingin melakukan back flip. Gerakan itu mengharuskan tubuh berputar saat di udara tapi tiba-tiba tubuh kaku dan panik sehingga tidak memutar badan.

Jika sudah telanjur cedera, biasanya bantuan pertolongan pertama cukup. Namun jika sudah parah sekali sehingga tidak bisa ditangani, harus dibawa ke rumah sakit. Misal, mengalami robek dalam di bagian tubuh tertentu dan mau tak mau mesti dijahit.

Parkour bisa dibilang olahraga fleksibel. Semua tempat bisa digunakan untuk berlatih namun bergantung bagaimana cara memandang tempat tersebut. Tidak harus dengan tempat yang terdapat dinding, bangku, atau tembok yang bisa dilompati. Tanah lapang juga bisa digunakan.

Menurut Cris, orang-orang yang biasa melakukan parkour terbagi jadi dua pandangan. Ada yang tujuannya hanya bermain sehingga mereka mencari tempat yang cocok untuk bermain dengan alat-alat yang mendukung tujuannya seperti tembok, bangku, atau apa saja. Ada pula yang lebih memilih di tanah lapang karena gerakan yang dilakukan tergolong sederhana dan tak membutuhkan banyak alat seperti berbagai gerakan flip. Sebenarnya, kembali lagi ke tiap individu tempat seperti apa yang mereka sukai.

Tak hanya gerakan yang memicu adrenalin, di balik semua itu terkandung berbagai filosofi kehidupan. Dijelaskan Cris, saat awal munculnya parkour, gerakan seperti flip atau salto tak begitu ditekankan melainkan hanya bagaimana caranya berlatih melewati satu tempat ke tempat lain atau melewati rintangan satu ke rintangan lain. Semakin berkembang zaman, banyak orang mulai mengikuti termasuk pesenam yang kemudian mengenalkan gerakan flip.

“Banyak pelajaran yang bisa diambil dari parkour. Misal bagaimana caranya berinteraksi dengan seseorang, bagaimana cara kita melihat lingkungan sekitar, melawan rasa takut, dan bertanggung jawab. Saat sudah memakai semua itu, bergerak lebih mudah,” ucap pria 24 tahun itu.

Melakukan parkour butuh ketenangan. Bagi Cris, kondisi tubuh harus siap. Dia mengibaratkan kondisi tubuh persis seperti alat rekam yang otomatis sudah merekam gerakan apa yang akan dilakukan. Ketika hendak dipraktikkan, tidak perlu lagi berpikir harus apa. Meski panik, tubuh secara otomatis akan bergerak dan itu pasti aman.  “Makanya ini disebut olahraga berat karena satu gerakan itu harus diulang-ulang,” imbuhnya.

Selain menyehatkan, parkour mengajarkan cara bernapas yang benar. Salah satu latihan fisik yang juga dilakukan adalah lari. Butuh stamina dan tantangannya adalah cara mengatur napas supaya lebih panjang dan tidak mudah lelah. Ketika itu dilatih berulang, otomatis tubuh mengikuti saat Anda berjalan jauh. Karena itu, parkour bisa menguatkan tubuh secara mental dan fisik.

Saat memutuskan untuk mengikuti parkour, harus mempersiapkan kondisi tubuh fit serta mental dan fisik kuat. Tak hanya itu, menetapkan hati untuk menggeluti parkour juga tak kalah penting.

“Cari dulu informasi tentang olahraga apa ini supaya tahu apakah mampu melakukannya dan cocok atau tidak dengan Anda. Kalau nanti merasa lelah di tengah jalan, justru percuma karena sudah berlatih dari awal. Soal fisik dan mental itu bisa dilatih, namun konsistensi untuk melakukannya harus ada,” tutup pria yang sudah menekuni parkour selama delapan tahun tersebut. (*/ysm*/rdm/k16)


BACA JUGA

Senin, 17 Juni 2019 12:58

Juanda Pratama, Tunda Usaha demi Restu Calon Mertua

TIDAK ada pekerjaan yang mudah. Kalimat sederhana itu sukses menjadi…

Senin, 17 Juni 2019 12:57

Balas Keluhan dengan Senyuman

TUJUH tahun bukan waktu yang singkat. Memulai karier dari nol…

Minggu, 16 Juni 2019 23:28

Ini 5 Tanda Gejala Serangan Jantung

Serangan jantung merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika aliran darah…

Selasa, 04 Juni 2019 11:25

Adi Santoso, Resign demi Hijrah dan Kembangkan Usaha

Hidup adalah proses. Bertumbuh dan berkembang. Itulah yang menggambarkan Adi…

Selasa, 04 Juni 2019 11:24

Bisnis Bermanfaat, Ajak Perempuan Berpakaian Santun

HIDUP hanya sekali. Hal itu membuat Adi Santoso kerap mengingat…

Senin, 20 Mei 2019 09:12

Inline Skating, Sejak Dini Cegah Risiko Penyakit Jantung

PERUBAHAN pola makan saat menjalani ibadah puasa membuat sebagian orang…

Senin, 20 Mei 2019 09:08

Belajar Bangkit dari Jatuh Berkali-kali

JANGAN sia-siakan kesempatan emas untuk mengajarkan dan memperkenalkan anak pada…

Minggu, 12 Mei 2019 13:47

Petanque, Kontrol Emosi dan Latih Sikap Cermat

SEKILAS permainannya tampak seperti tolak peluru. Namun, ukuran bolanya lebih…

Minggu, 12 Mei 2019 13:46

Kenalkan Petanque untuk Generasi Muda

PETANQUE masih cukup asing di telinga masyarakat. Khususnya, warga Kalimantan.…

Minggu, 05 Mei 2019 13:58

Naikkan Bobot Badan, Jaga Porsi Makan, Jangan Asal-asalan

ENAM tahun terakhir, dia berusaha mempertahankan bobot tubuhnya. Bukan diet,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*