MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MASKULIN

Minggu, 09 Desember 2018 10:34
Melawan Rasa Takut dan Siap Cedera
BACK FLIP: Merupakan gerakan salto dasar. Caranya dengan memutar tubuh ke belakang dengan posisi berdiri. Jika tidak hati-hati, cedera bisa dialami pada leher dan punggung.

PROKAL.CO, PARKOUR bukan olahraga minim cedera.Namun, bukan berarti akan selalu cedera. Menurut Cris Hima, orang-orang yang melakukan parkour cenderung mendapat cedera di bagian pergelangan tangan atau di telapak jika salah memosisikan tangan ketika menyentuh lantai. Bahkan, jika melakukan gerakan kong biasanya berpotensi menimbulkan robek tulang kering.

“Kejadian seperti kaki terkilir juga sering terjadi. Kalau benar-benar mengikuti prosesnya dari awal pemanasan dilanjutkan dengan fisik, itu akan meminimalkan cedera. Tapi kalau tidak mau menikmati rasa sakit dan luka, ya enggak akan bisa juga,” beber Cris.

Banyak faktor yang memengaruhi cedera. Terkadang, pikiran yang tak fokus atau melakukan gerakan secara mendadak dan tidak dilatih terlebih dahulu, otomatis menimbulkan rasa panik dan salah bergerak saat sudah di udara. Contohnya saat ingin melakukan back flip. Gerakan itu mengharuskan tubuh berputar saat di udara tapi tiba-tiba tubuh kaku dan panik sehingga tidak memutar badan.

Jika sudah telanjur cedera, biasanya bantuan pertolongan pertama cukup. Namun jika sudah parah sekali sehingga tidak bisa ditangani, harus dibawa ke rumah sakit. Misal, mengalami robek dalam di bagian tubuh tertentu dan mau tak mau mesti dijahit.

Parkour bisa dibilang olahraga fleksibel. Semua tempat bisa digunakan untuk berlatih namun bergantung bagaimana cara memandang tempat tersebut. Tidak harus dengan tempat yang terdapat dinding, bangku, atau tembok yang bisa dilompati. Tanah lapang juga bisa digunakan.

Menurut Cris, orang-orang yang biasa melakukan parkour terbagi jadi dua pandangan. Ada yang tujuannya hanya bermain sehingga mereka mencari tempat yang cocok untuk bermain dengan alat-alat yang mendukung tujuannya seperti tembok, bangku, atau apa saja. Ada pula yang lebih memilih di tanah lapang karena gerakan yang dilakukan tergolong sederhana dan tak membutuhkan banyak alat seperti berbagai gerakan flip. Sebenarnya, kembali lagi ke tiap individu tempat seperti apa yang mereka sukai.

Tak hanya gerakan yang memicu adrenalin, di balik semua itu terkandung berbagai filosofi kehidupan. Dijelaskan Cris, saat awal munculnya parkour, gerakan seperti flip atau salto tak begitu ditekankan melainkan hanya bagaimana caranya berlatih melewati satu tempat ke tempat lain atau melewati rintangan satu ke rintangan lain. Semakin berkembang zaman, banyak orang mulai mengikuti termasuk pesenam yang kemudian mengenalkan gerakan flip.

“Banyak pelajaran yang bisa diambil dari parkour. Misal bagaimana caranya berinteraksi dengan seseorang, bagaimana cara kita melihat lingkungan sekitar, melawan rasa takut, dan bertanggung jawab. Saat sudah memakai semua itu, bergerak lebih mudah,” ucap pria 24 tahun itu.

Melakukan parkour butuh ketenangan. Bagi Cris, kondisi tubuh harus siap. Dia mengibaratkan kondisi tubuh persis seperti alat rekam yang otomatis sudah merekam gerakan apa yang akan dilakukan. Ketika hendak dipraktikkan, tidak perlu lagi berpikir harus apa. Meski panik, tubuh secara otomatis akan bergerak dan itu pasti aman.  “Makanya ini disebut olahraga berat karena satu gerakan itu harus diulang-ulang,” imbuhnya.

Selain menyehatkan, parkour mengajarkan cara bernapas yang benar. Salah satu latihan fisik yang juga dilakukan adalah lari. Butuh stamina dan tantangannya adalah cara mengatur napas supaya lebih panjang dan tidak mudah lelah. Ketika itu dilatih berulang, otomatis tubuh mengikuti saat Anda berjalan jauh. Karena itu, parkour bisa menguatkan tubuh secara mental dan fisik.

Saat memutuskan untuk mengikuti parkour, harus mempersiapkan kondisi tubuh fit serta mental dan fisik kuat. Tak hanya itu, menetapkan hati untuk menggeluti parkour juga tak kalah penting.

“Cari dulu informasi tentang olahraga apa ini supaya tahu apakah mampu melakukannya dan cocok atau tidak dengan Anda. Kalau nanti merasa lelah di tengah jalan, justru percuma karena sudah berlatih dari awal. Soal fisik dan mental itu bisa dilatih, namun konsistensi untuk melakukannya harus ada,” tutup pria yang sudah menekuni parkour selama delapan tahun tersebut. (*/ysm*/rdm/k16)


BACA JUGA

Minggu, 06 Januari 2019 08:34

Penting..!! Cek Kolesterol Usai Liburan

Liburan bisa membuat Anda relaks dan mengisi ulang energi dan…

Minggu, 30 Desember 2018 11:02

Maratua Istimewa

Komunitas gowes Kaltim Post, Samarinda Blue Bike Community (SBBC), kembali…

Minggu, 30 Desember 2018 10:47

Tubuh Ideal dan Pertahanan Diri

SALAH satu olahraga bela diri yang cukup populer berasal dari…

Minggu, 16 Desember 2018 11:13

Cegah Terkena Diabetes Melitus

Jumlah penderita diabet melitus (DM) di Indonesia terus meningkat. Menurut…

Minggu, 16 Desember 2018 07:56

Asmara dalam Pigura

DALAM mengambil gambar untuk pre-wedding, ada beberapa hal yang harus…

Minggu, 09 Desember 2018 10:38

Sukses Butuh Proses

TANGANNYA terampil menari dengan kuas. Peralatan rias wajah sudah dia…

Minggu, 09 Desember 2018 10:37

Rangkul Murid Layaknya Keluarga

SAMBIL sesekali memainkan kacamata yang tengah dipegangnya, Denny Saputra begitu…

Minggu, 09 Desember 2018 10:35

Lincah Bergerak dengan Parkour

KEGIATAN olahraga yang membuat seluruh anggota tubuh bergerak, bahasa trennya…

Minggu, 09 Desember 2018 10:34

Melawan Rasa Takut dan Siap Cedera

PARKOUR bukan olahraga minim cedera.Namun, bukan berarti akan selalu cedera.…

Minggu, 09 Desember 2018 06:22

Balas Hinaan dengan Prestasi

PADA umumnya, setiap orang akan menyiapkan biaya sebelum merintis usaha.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*