MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Sabtu, 08 Desember 2018 10:57
CPO Harusnya Dikembangkan Bareng Biodisel
PERKEBUNAN: Sudirman (pegang sekop) dari KLHK turut menanam aren di Desa Manunggal Daya, Kecamatan Sebulu, beberapa hari lalu.

PROKAL.CO, TENGGARONG–Potensi budi daya aren kembali menggema. Wacana sekitar empat tahun lalu untuk program gerakan menanam 10.000 hektare aren, akhirnya terwujud. Program itu dialokasikan di Desa Manunggal Daya, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kukar. Kamis (6/12) dimulai penanaman.

Program tersebut bertujuan mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT). “Memang terkadang program tak dikaji mendalam, namun saya apresiasi ada pemikiran mendalam untuk aren,” kata Dekan Fakultas Kehutanan Rudianto Amirta, dua hari lalu.

Dosen lulusan S-3 Universitas Kyoto Jepang itu menjelaskan, proses produksi aren terbilang mudah. Ketika aren dipanen, bisa jadi gula merah yang dihasilkan dari nira. Selain itu, cukup difermentasi dengan ringan jadilah alkohol. Belum lagi, biji buah aren jadi kolangkaling.

“Awalnya nira dipekatkan lalu evaporasi (penguapan). Kandungan air dikeluarkan dapat alkohol dengan kadar tinggi yang digunakan untuk bahan bakar,” ujarnya.

Sebelum program aren ini, singkong dikukus lalu ditambah enzim lalu difermentasi jadilah alkohol. Persepsinya sama. Namun, pertanyaannya program ini dari sektor Kementerian Kehutanan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sementara singkong (pertanian). “Nah, sektor kehutanan ini ingin mengembangkan yang bisa jadi alkohol. Ya, salah satunya aren ini,” tuturnya.

Sebenarnya, kata dia, dari sisi aren ada yang lebih mahal pemanfaatannya. Yakni, gula merah (gula aren) dari konsumsi harga lebih tinggi. Ketika panen tanpa proses fermentasi masyarakat sudah banyak mengenal produksi gula aren itu yang bisa jadi uang.

Harapan sektor kehutanan, aren yang ditanam secara luas agar pohon aren banyak berkembang. Namun, salah satu contoh di Unmul yang ditanam almarhum Maman Sutisna, guru besar sosial ekonomi kehutanan, entah karena menanam jenis aren yang kurang baik sehingga tak berproduksi dengan maksimal. “Aren itu sama seperti sawit. Kalau jenisnya tidak bagus, produksinya juga tak baik,” ujarnya.

Mengenai perawatan aren butuh ketelatenan. Di berbagai tempat berhasil menanam aren dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Cuma yang jadi masalah saat ini di Kaltim, yakni crude palm oil (CPO). “Empat tahun lalu, saat booming CPO Kaltim, saya bilang harus berbarengan mengembangkan biodiesel. Terbukti saat ini CPO tak ada nilainya. Petani sawit menjerit,” ujarnya.

Harga TBS kelapa sawit saat ini sangat rendah, yaitu Rp 450 per kilogram. Proses produksi biodiesel CPO diubah jadi katalis basa. Lalu metanol diubah jadi disel. Saat ini dunia industri minerba wajib pakai biodiesel, namun tak ada pasokan lokal yang produksi. “Di Kukar dan Kutim banyak tambang raksasa, untuk mobil saja sudah jutaan ribu kiloliter bahan bakarnya. Namun tak ada biodiesel lokal, akhirnya pakai biodiesel dari luar,” jelasnya.

Karena itu, menurut dia, jika Kaltim bisa produksi biodiesel lengkap sektor EBT. Harga TBS pun bisa dibeli Rp 1.500 per kilogram asalkan harga biodiesel industri Rp 9.800-10.000 per liter. “Aren jadi alkohol, Kaltim punya. CPO jadi biodiesel, cangkang sawit atau kayu jadi bioenergi listrik. Lengkap kan,” ujarnya.

Hasil kajian beberapa tahun lalu, investasi pabrik biodiesel cukup Rp 5 miliar sudah bisa produksi. “Tinggal skala produksinya saja jika ingin pabrik besar, investasi Rp 10–20 miliar. Nah, pemerintah perlu mengkaji ini dengan bermitra dengan perusahaan,” ujar Rudianto.

Sekjen KLHK diwakilkan Sudirman (kapus kebijakan strategis) mengatakan, pemerintah mulai menggeser bahan bakar fosil ke bahan bakar EBT. “EBT yang ada saat ini sebanyak 25 macam. Tapi ini belum dioptimalkan atau dimanfaatkan kepada investor. Untuk program aren, kami bikin program pasti ada datanya,” tutur dia. (adw/kri/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 10:04

Usul Pelarangan Iklan Rokok hingga Taman Bermain Ramah Anak

BEBERAPA usulan mengenai pemenuhan kebutuhan anak mengemuka pada Musyawarah Perencanaan…

Kamis, 21 Maret 2019 09:45

Sulap Bahan Bekas Jadi Taman Bermain

Konsep taman bermain hijau semakin menjamur. Tapi, apa jadinya bila…

Kamis, 21 Maret 2019 09:44

Eksistensi TV Kutim Kembali Diungkit

SANGATTA - Ada kisah panjang di perjuangan Pemkab Kutai Timur…

Rabu, 20 Maret 2019 10:28

Dispora Perjuangkan Tambahan Anggaran ke Pusat

DERAWAN–Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim menggelar rapat koordinasi (rakor)…

Rabu, 20 Maret 2019 10:26

Pembangunan Jalan Belum Memadai

SANGATTA–Infrastruktur jalan di Kutai Timur (Kutim) masih dinilai kurang, jika…

Rabu, 20 Maret 2019 10:24

Jalan Pendekat Mantaritip Dilanjutkan

TANJUNG REDEB–Penyelesaian pembangunan akses ke Pelabuhan Samudera Mantaritip terus dikerjakan.…

Rabu, 20 Maret 2019 10:23

Wabup Hadiri Harkonas di Bandung

TANJUNG REDEB–Peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) ke-7 pada 2019 dipusatkan…

Rabu, 20 Maret 2019 10:16

Pembahasan Raperda RPJMD Bakal Dikebut

SAMARINDA–Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi, Selasa (19/3), menghadiri Rapat…

Rabu, 20 Maret 2019 10:11

APA SEBAB? Pasar Sumber Sari Ditinggal Pedagang

SENDAWAR–Puluhan petak pasar di Kampung Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok,…

Rabu, 20 Maret 2019 10:10

Anggota Dewan Dihukum Percobaan

TENGGARONG–Anggota DPRD Kukar Buherah yang menjadi terdakwa perkara kekerasan dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*