MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Sabtu, 08 Desember 2018 10:49
Kampanye Caleg Dihentikan Tanpa Izin Polisi
Edwin Irawan

PROKAL.CO, PENAJAM - Pemilu 2019 dipastikan bakal menguras energi petugas pengawas pemilihan umum (pemilu). Pasalnya, pelaksanaan dilaksanakan berbarengan antara pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres). Sementara itu, jumlah personel yang ditugaskan tidak sebanding dengan jumlah peserta pemilu yang diawasi.

Untuk Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), ada 309 calon anggota legislatif (caleg) DPRD PPU. Adapun caleg DPRD Kaltim daerah pemilihan (dapil) PPU-Paser yang diawasi ada 87 orang. Lantas caleg DPR RI dapil Kaltim ada 116 orang serta calon anggota DPD asal Kaltim 27 orang. Sehingga ada 539 caleg yang harus diawasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten PPU.

“Sejak masa kampanye hingga pemungutan suara nanti, harus dilakukan pengawasan sedangkan personel kami terbatas,” kata Ketua Bawaslu Edwin Irawan usai kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu dengan Awak Media se-Kabupaten PPU dii Hotel Rich, Kelurahan Lawelawe, Kecamatan Penajam, Jumat (7/12).

Untuk melakukan pengawasan di tingkat desa dan kelurahan, tercatat 54 personel panitia pengawas pemilu (panwaslu) desa/kelurahan. Di tingkat kecamatan, ada 12 personel panwaslu kecamatan, yang mengawasi empat kecamatan di Kabupaten PPU. Untuk satu kecamatan terdiri dari tiga orang. Ditambah komisioner Bawaslu Kabupaten PPU tiga orang. Di luar tenaga pendukung Bawaslu. Jadi untuk mengawasi 539 caleg mulai tingkat DPRD PPU sampai DPR RI serta DPD, Bawaslu khususnya di Kabupaten PPU hanya memiliki 69 personel.

 “Makanya yang menjadi atensi kami adalah peserta pemilu yang sejauh ini belum memberikan laporan kampanyenya. Baik tatap muka, ruang terbuka atau tertutup. Di mana perlu izin kepolisian,” ungkapnya.

Edwin menuturkan, ada beberapa peserta pemilu yang jadwal kampanyenya ditahan. Sebab, belum mengantongi surat tanda terima pemberitahuan (STTP) dari Polres PPU. Jika surat tersebut sudah terbit dan dilaporkan ke Bawaslu, caleg itu dapat melaksanakan kampanye sesuai keinginan.

 “Kalau tidak ada STTP itu, Bawaslu akan meminta pertanggungjawaban kepada caleg untuk mengurus. Kasarnya tidak sampai menghentikan kampanye yang sudah dilaksanakan itu,” ujarnya.

Mantan pewarta itu mengaku sering menemukan ulah caleg tersebut di lapangan. Di mana tidak mengurus STTP sesuai jadwal kampanye, tapi tiba-tiba melaksanakan kampanye tatap muka di rumah warga. Sehingga untuk lebih memudahkan penerbitan STTP tersebut, Bawaslu sudah berkoordinasi dengan Satuan Intelijen Keamanan (Intelkam) Polres PPU. Para caleg bisa mengurus STTP untuk satu kali masa kampanye. Tentunya menyertakan jadwal serta tempat pelaksanaan kampanye ke Polres PPU sebagai syarat penertiban STTP tersebut.

 “Jadi sekali saja, tapi sudah ada daftar tanggal dan tempatnya. Tinggal nanti mengatur kampanyenya di lapangan,” ucapnya.

Pihaknya pun sempat menghentikan kegiatan kampanye tatap muka dari salah satu caleg yang belum mengurus STTP tersebut. Ada dua kasus penahanan kampanye tatap muka yang sempat dilakukan panwaslu desa/kelurahan beberapa bulan lalu. Kejadiannya semua di Kecamatan Sepaku. “Kalau mereka marah, pengawas di lapangan tetap bersikeras harus ada izin dari kepolisian,” tegas dia. 

Dengan personel yang terbatas tersebut, Bawaslu meminta peran serta aktif masyarakat untuk membantu melaporkan jika menemukan ada caleg yang melanggar syarat kampanye ini. Namun, dengan alat bukti yang cukup agar dapat dilakukan penindakan oleh Bawaslu. Termasuk memanfaatkan momentum perayaan hari besar, seperti Natal dan tahun baru untuk melakukan kampanye.

“Kalau begitu akan kami tahan. Tidak boleh caleg itu memberikan pernyataan apapun, untuk mencitrakan diri pada kegiatan hari besar itu,” tambah Edwin. (*/kip/san/k16)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 10:35

Kebut Bayar Utang lewat Satgas

SANGATTA–Utang kepada pihak ketiga menjadi persoalan yang berlarut-larut dihadapi Pemkab…

Rabu, 16 Januari 2019 10:27

INGAT BRO..!! Medsos Kerap Jadi Pemicu Perceraian

TANA PASER–Bahtera rumah tangga yang dibangun pasangan suami-istri, ternyata tidak…

Selasa, 15 Januari 2019 10:29

Kantor Disegel Warga, Upacara di Jalan

SANGATTA–Akibat lahan Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim…

Selasa, 15 Januari 2019 10:27

Bangun Pasar Kering di Maratua

TANJUNG REDEB–Keindahan Pulau Maratua sebagai salah satu destinasi wisata di…

Selasa, 15 Januari 2019 08:05

Inginkan Masalah Kemitraan Sawit Segera Rampung

TANA PASER – Gabungan komisi DPRD Paser yang dipimpin Ketua…

Selasa, 15 Januari 2019 08:02

THL Diskes Positif Narkoba Lagi

PENAJAM - Kontrak satu tenaga harian lepas (THL) di Dinas…

Selasa, 15 Januari 2019 07:44

Dua Kampung Tanpa Listrik

BONTANG – Era modern, listrik merupakan kebutuhan  vital warga. Karena…

Selasa, 15 Januari 2019 07:35

PLN Butuh Surat Rekomendasi

BERDASARKAN keputusan rapat dengar pendapat tersebut, Unit Layanan Pelanggan (ULP)…

Selasa, 15 Januari 2019 07:35

Curi Motor demi Sabu

BONTANG - Kecanduan narkotika jenis sabu, membuat Ramli alias Combet…

Senin, 14 Januari 2019 10:20

Bawa Senpi Rakitan Peluru Tajam, Gini Dah Jadinya...

SANGATTA – Seorang wargaKecamatan Sangatta Utara, KabupatenKutai Timur (Kutim)diamankanpolisi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*