MANAGED BY:
SENIN
24 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Sabtu, 08 Desember 2018 06:49
Pemkot Dianggap Tak Punya Taji

Bertahun-tahun, Masalah Limbah di RT 66 Tak Tuntas

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Pemkot Balikpapan dianggap tak punya taji. Mengatasi masalah limbah di RT 66, Jalan MT Haryono, Gang Sekawan, Batu Ampar, sudah beberapa tahun tak kunjung tuntas. Setelah sejumlah pihak melakukan tinjauan lapangan, solusi yang disampaikan juga normatif. Belum ada tindakan nyata di lapangan.

Diketahui, warga di lokasi tersebut mengeluhkan bau tak sedap. Limbah tinja, limbah pembuatan keripik singkong dan pisang serta limbah dari kolam lele bercampur jadi satu. Membentuk kubangan yang dimanfaatkan untuk aktivitas mandi cuci kakus (MCK) oleh warga yang kurang mampu. Parahnya, kubangan itu meluber ketika hujan turun. 

Ratusan warga di RT 57 dan 48 turut merasakan dampaknya. Ketua RT 66, Andi Baspandi pun seperti sudah kehabisan akal. Sudah mengadu ke kelurahan dan kecamatan, namun hanya ditinjau saja. Pihaknya juga sudah melapor ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan dan sudah dilakukan peninjauan, Rabu (5/12).

Informasi dihimpun, pelaku usaha diberi tenggat waktu untuk melakukan perbaikan drainase. Sehingga air bekas rendaman singkong, pisang serta pengurasan kolam lele, tidak mengalir bebas, namun ada pembuangan khusus. Itu diungkapkan Lurah Batu Ampar, Mardinus. “Memang di lokasi tersebut, drainase tidak lancar,” ujarnya dikonfirmasi Kaltim Post, Jumat (7/12). Disinggung sampai kapan tenggat waktu diberikan, Mardinus tak bisa memastikan.

Saat musim hujan seperti ini, derita warga kian menjadi. Limbah kolam lele bercampur tinja meluber ke permukiman. Dugaan pencemaran berasal dari limbah peternakan lele. Namun, hanya bisa dilakukan pengurasan. “Kalau hujan, air dari atas bercampur limbah tadi, tidak ada pembuangan di kawasan MT Haryono,” kata Andi Baspandi.

Imbasnya, dibuang ke saluran hingga secara alamiah tercipta aliran air yang melewati lahan dan rumah warga. Air tergenang kemudian akhirnya digunakan warga yang tak mampu, untuk beraktivitas buang kotoran, mandi dan lainnya. Pernah ada upaya untuk membuang limbah ke saluran lain yang tidak berdekatan dengan permukiman, namun belum dilakukan pemilik usaha. (aim/rsh/k18)

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 13:55
Dugaan Korupsi Dana Hibah dan Pengadaan Lahan

Penyidik Tunggu Hasil Audit BPKP

BALIKPAPAN-Penyelidikan dugaan korupsi dana hibah senilai Rp 1,5 miliar mandek.…

Minggu, 23 Juni 2019 22:38

Perawatan Bozem Tidak Murah

Maraknya banjir di berbagai daerah turut jadi perhatian Ketua DPD…

Minggu, 23 Juni 2019 22:37

Kendaraan Wajib Uji Berkala

BALIKPAPAN– Kendaraan berbobot besar wajib melakukan pemeriksaan berkala. Untuk memantau…

Minggu, 23 Juni 2019 22:33

Adat Paser Bakal Jadi Muatan Lokal

IDE Pekan Adat Festival Paser muncul saat tim Disdikbud Balikpapan…

Minggu, 23 Juni 2019 22:31

Potensi Pariwisata Masih Banyak

Pekan Festival Adat Paser 2019 dihelat pada 22–27 Juni di…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:16

Anggaran Banjir Direalisasikan Bertahap

Konsep penanganan banjir diklaim sudah rampung. Tinggal eksekusi lapangan. Meski…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:14
Penumpang Sepinggan Sepi, Pendapatan Merosot

Pajak Parkir Anjlok, Berharap Ada Pengaturan Rute

Tiga dari empat potensi pajak bandara tergerus oleh turunnya jumlah…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:10

Pendam VI/Mulawarman Kembali Raih Juara

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) digelar tiga kali setahun. Selain…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:09

Rem Blong, Truk Seruduk Empat Motor

BALIKPAPAN–Insiden kecelakaan melibatkan truk beban kembali terjadi di traffic light…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:07

Jalanan Balikpapan Berbukit, Kendaraan Wajib Uji Berkala

KENDARAAN beban wajib melakukan pemeriksaan uji berkala (PKB). Untuk memantau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*