MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Sabtu, 08 Desember 2018 06:49
Pemkot Dianggap Tak Punya Taji

Bertahun-tahun, Masalah Limbah di RT 66 Tak Tuntas

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Pemkot Balikpapan dianggap tak punya taji. Mengatasi masalah limbah di RT 66, Jalan MT Haryono, Gang Sekawan, Batu Ampar, sudah beberapa tahun tak kunjung tuntas. Setelah sejumlah pihak melakukan tinjauan lapangan, solusi yang disampaikan juga normatif. Belum ada tindakan nyata di lapangan.

Diketahui, warga di lokasi tersebut mengeluhkan bau tak sedap. Limbah tinja, limbah pembuatan keripik singkong dan pisang serta limbah dari kolam lele bercampur jadi satu. Membentuk kubangan yang dimanfaatkan untuk aktivitas mandi cuci kakus (MCK) oleh warga yang kurang mampu. Parahnya, kubangan itu meluber ketika hujan turun. 

Ratusan warga di RT 57 dan 48 turut merasakan dampaknya. Ketua RT 66, Andi Baspandi pun seperti sudah kehabisan akal. Sudah mengadu ke kelurahan dan kecamatan, namun hanya ditinjau saja. Pihaknya juga sudah melapor ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan dan sudah dilakukan peninjauan, Rabu (5/12).

Informasi dihimpun, pelaku usaha diberi tenggat waktu untuk melakukan perbaikan drainase. Sehingga air bekas rendaman singkong, pisang serta pengurasan kolam lele, tidak mengalir bebas, namun ada pembuangan khusus. Itu diungkapkan Lurah Batu Ampar, Mardinus. “Memang di lokasi tersebut, drainase tidak lancar,” ujarnya dikonfirmasi Kaltim Post, Jumat (7/12). Disinggung sampai kapan tenggat waktu diberikan, Mardinus tak bisa memastikan.

Saat musim hujan seperti ini, derita warga kian menjadi. Limbah kolam lele bercampur tinja meluber ke permukiman. Dugaan pencemaran berasal dari limbah peternakan lele. Namun, hanya bisa dilakukan pengurasan. “Kalau hujan, air dari atas bercampur limbah tadi, tidak ada pembuangan di kawasan MT Haryono,” kata Andi Baspandi.

Imbasnya, dibuang ke saluran hingga secara alamiah tercipta aliran air yang melewati lahan dan rumah warga. Air tergenang kemudian akhirnya digunakan warga yang tak mampu, untuk beraktivitas buang kotoran, mandi dan lainnya. Pernah ada upaya untuk membuang limbah ke saluran lain yang tidak berdekatan dengan permukiman, namun belum dilakukan pemilik usaha. (aim/rsh/k18)

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 08:18

Sepekan, Sudah Empat Tangkapan Narkoba

BALIKPAPAN – Memasuki pekan kedua 2019, kasus penyalahgunaan narkoba di…

Senin, 14 Januari 2019 07:35

Pelabuhan Somber Belum Masuk RIPN

BALIKPAPAN – Jalan bagi Pemkot Balikpapan untuk mengoperasikan kembali Pelabuhan…

Senin, 14 Januari 2019 07:32

Sepekan Hilang, Polisi Masih Cari Rika

BALIKPAPAN – Setelah menerima informasi seorang remaja 15 tahun bernama…

Minggu, 13 Januari 2019 06:53

Tahanan Perempuan Dipindah ke Kukar

BALIKPAPAN – Over kapasitas masih terjadi di Rutan Klas II…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:05

Tak Direstui, Gadis Kabur Bersama Teman Perempuannya

BALIKPAPAN – Hadijah tak pernah menyangka. Anak gadisnya, Rika Kristina…

Jumat, 11 Januari 2019 10:00

Sabu Disimpan Dalam Bungkus Makanan Ringan

BALIKPAPAN - Peredaran narkoba di Balikpapan masih merajalela. Polsek Balikpapan…

Senin, 07 Januari 2019 08:43

Gara-Gara Ini, Kunjungan ke KRB Meningkat

BALIKPAPAN - Libur panjang Natal dan Tahun Baru 2019 telah…

Senin, 07 Januari 2019 08:42

Tarik Minat Menikah di KUA

BALIKPAPAN - Tahun ini, Kementerian Agama Balikpapan melakukan beberapa renovasi…

Senin, 07 Januari 2019 08:39

Padam karena Gangguan Transmisi SUTT 150 kV

BALIKPAPAN - Sejumlah kota di Benua Etam harus mengalami pemadaman…

Senin, 07 Januari 2019 08:38

Awasi Restoran dengan Tapping Box

BALIKPAPAN – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengumpul pajak dan retribusi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*