MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 08 Desember 2018 10:00
Bernostalia dengan Era 1970-an

Garuda Indonesia Hadirkan Vintage Flight Experience

TAMPIL BEDA: Garuda Indonesia memanjakan pelanggan setia dengan menghadirkan Vintage Flight Experience dan mengajak costumer bernostalgia pada masa 1970-an.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Maskapai Garuda Indonesia (GA) memberikan pelayanan baru dan berbeda dalam dunia penerbangan. Melalui Garuda Indonesia Vintage Flight Experience, pengguna GA akan merasakan suasana pada masa 1970-an. Operasional penerbangan ala vintage ini resmi dimulai sejak Jumat (7/12) dengan rute pertama, yakni Jakarta–Surabaya. Kemudian rute Jakarta–Balikpapan.

Sebagai informasi, layanan penerbangan Garuda Indonesia Vintage Flight Experience dapat dinikmati pada periode dan rute tertentu. Penerbangan ini tersedia pada 7-17 Desember dan hanya mengudara di tiga rute. Di antaranya rute Jakarta–Balikpapan PP (GA 566 dan GA 569), Jakarta–Surabaya PP (GA 304 dan GA 309), dan Jakarta–Singapura PP (GA 846 dan GA 847).

Awak media mendapat kesempatan khusus untuk melihat penerbangan vintage saat mendarat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan. Ada beberapa perubahan yang dilakukan GA untuk menghadirkan penerbangan vintage.

Misalnya yang terpenting, tampilan armada pesawat Boeing 737-800NG dengan tema classic livery. Jika biasanya warna pesawat identik dengan biru, kali ini justru dominasi cat warna putih, lalu lis bertuliskan Indonesia Airways berwarna merah bata dan oranye. Tak hanya itu, nuansa pengalaman tempo dulu semakin lengkap dengan atribut seragam pramugari, brand livery, hingga inflight meals.

Dalam mengadopsi seragam era tersebut, awak kabin mengenakan seragam klasik ciptaan perancang asal Jepang, Hanae Mori. Wajah terlihat sangat cantik dengan baju berwarna kuning, rok pendek oranye, topi, dan sepatu berukuran 3 sentimeter. Selanjutnya sensasi vintage juga terlihat pada pilihan snack. Di mana, GA menghadirkan kudapan bernama roti bluder. Jajanan khas Madiun yang terkenal sekitar tahun 1980-an.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah menjelaskan, layanan penerbangan vintage merupakan rangkaian peringatan HUT ke-70 GA pada 26 Januari. Dalam momen tersebut, manajemen GA ingin menghadirkan kembali suasana 70-an dengan cara dan tampilan baru. Sehingga layanan terasa lebih fresh dan dinamis.

“Tidak ada kesulitan, pesawat dengan classic livery ini memang sudah ada. Kemudian kami lengkapi dengan seragam kru dan makanan agar suasana 70-an semakin terasa,” katanya. Pikri menyebutkan, penerbangan vintage ini bisa membuat pengguna jasa bernostalgia. Bahkan untuk kaum muda juga bisa menambah wawasan tentang tampilan maskapai tempo dulu.

Dia menjelaskan, GA ingin terus menghadirkan inovasi dan kreativitas dari berbagai rasa. Misalnya pandangan, pendengaran, makanan, dan sentuhan. Semua itu untuk memberikan layanan terbaik untuk pengguna jasa GA. “Apalagi customer yang kita layani memiliki kelas bintang lima yang membutuhkan layanan baru dan lebih baik terus-menerus,” ucapnya.

Maka dari itu, GA perlu melakukan terobosan dan peningkatan layanan. Baik dari sisi inovasi, kreativitas, kualitasnya. Hal itu yang membuat customer terus setia terbang dengan GA. Secara umum, GA ingin terus menjadi market leader dalam industri penerbangan Indonesia.

Dia menyebutkan, GA ingin menjadi pemimpin dalam ekosistem. Termasuk memberikan contoh baik misalnya dalam hal pelayanan kepada maskapai lain. Dengan cara tersebut, dia dapat mendorong industri maskapai masuk pada level lebih baik, memenuhi standar internasional dan setara dengan negara lain.

“Kami akan mengajak semua maskapai berkembang, kami tidak ingin meninggalkan mereka. Kami ajak untuk masuk ekosistem baru di industri yang lebih sehat,” bebernya. Sementara itu, kabar baik dalam pengoperasian perdana layanan penerbangan vintage ini, GA berhasil mencatatkan tingkat keterisian penumpang hingga 100 persen. Hal ini menandakan respons masyarakat sangat baik atas konsep tersebut.

Melihat baiknya sambutan pengguna, pihaknya berencana untuk mengembangkan konsep vintage untuk rute lainnya. “Kami masih dalam rencana untuk mengembangkan penerbangan vintage ke Denpasar, Amsterdam, dan Jepang. Khusus ke Amsterdam, nanti ada training untuk kru pesawat. Mereka harus punya lisensi untuk terbang dengan Boeing 777,” ujarnya. (gel/ndu/k15)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 06:50

Pasokan Turun, Harga Sayuran Melejit

BALIKPAPAN - Ombak besar akibat cuaca buruk yang terjadi pada…

Selasa, 15 Januari 2019 06:41

IHEx Kaltim Terkontraksi Minus 4,5 Persen

SAMARINDA - Meski tidak sedalam perkiraan sebelumnya, indeks harga komoditas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:41

Incar Kerja Sama Migas di Timur Tengah

JAKARTA – Pemerintah berupaya meningkatkan investasi subsektor minyak dan gas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:40

Pajak e-Commerce Masih Moderat

JAKARTA – Keluarnya PMK Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:37

Bisnis Travel Panen di Awal Tahun

SURABAYA – Awal tahun ini menjadi momen positif bagi bisnis…

Selasa, 15 Januari 2019 06:36

Berdayakan UKM Kuliner Lokal

SURABAYA - Pasar usaha kecil dan menengah (UKM) bidang kuliner…

Selasa, 15 Januari 2019 06:36

Hero Tutup 26 Gerai, Rumahkan 532 Karyawan

JAKARTA - PT Supermarket Tbk (Hero Group) memilih melakukan efisiensi…

Selasa, 15 Januari 2019 06:35

Tahap I, Pemerintah Lelang Lima Blok Migas

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana…

Selasa, 15 Januari 2019 06:35

PEP Asset 4 Lampaui Target Produksi

JAKARTA - Pertamina EP (PEP) Asset 4 membukukan kinerja positif…

Senin, 14 Januari 2019 06:42

Citilink Siapkan Skema Bagasi Berbayar

BALIKPAPAN - Setelah Lion Air dan Wings Air mulai menyosialisasikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*