MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 08 Desember 2018 06:05
Target Produksi 84 Juta Ton Padi

Ada Kelangkaan, Perbaiki Sektor Distribusi

-ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA  –  Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan peningkatan produksi sejumlah komoditas pangan pada 2019. Target tersebut diharapkan bisa dicapai melalui sejumlah strategi pengembangan. Misalnya, pengembangan kawasan pertanian (klaster) berbasis korporasi petani dan penguatan infrastruktur pertanian.

Kepala Biro Perencanaan Kementan Kasdi Subagyono menyatakan, fokus pembangunan sektor pertanian akan menjadi basis pertanian Indonesia periode 2019–2024. Hal itu, dilandasi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Nasional Berbasis Korporasi Petani. Salah satu targetnya adalah produksi komoditas pangan seperti padi bisa mencapai 84 juta ton.

Kebijakan operasionalnya meliputi percepatan produksi pangan dan perbanyakan benih, pembangunan embung, dan rehabilitasi jaringan irigasi. Kemudian, perbaikan varietas unggul, pengembangan pertanian organik, hilirisasi pertanian, dan fokus kawasan pertanian berbasis korporasi.

Menurut Kasdi, kegiatan tahun depan berfokus pada pengembangan benih hasil riset Balitbangtan, pengembangan komoditas subsitusi impor, Toko Tani Indonesia (TTI), dan KRPL. Lalu, cetak sawah, pengoptimalan lahan rawa, asuransi usaha tani padi, serta bantuan alat mesin pertanian (alsintan).

Dia menuturkan, Indonesia juga mempunyai potensi dalam pengembangan lahan rawa. Luas lahan rawa nasional mencapai 34,1 hektare (ha), terdiri atas lahan pasang surut 8,9 juta ha dan lebak 25,2 juta ha. “Seluas 19,2 juta ha sesuai untuk pertanian dan baru 3,7 juta ha yang sudah dimanfaatkan,” urainya.

Kementan akan mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa di enam provinsi. Yakni, Sumatra Selatan, Lampung, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian Hari Priyono menyatakan, Kementan akan melakukan perbaikan layanan pokok yang dibutuhkan petani. Di antaranya, pupuk subsidi, penyuluhan, pengendalian hama penyakit, dan pengaturan air. Hal tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan capaian kinerja sektor pertanian.

“Air menjadi krusial dalam perubahan iklim, maka irigasi menjadi salah satu faktor penting. Apabila kita ingin memperbaiki layanan kepada petani, salah satunya, pupuk jangan sampai terlambat,” ujar Hari.

Pada 2019, lanjut dia, sektor pertanian masih menghadapi banyak tantangan. Salah satunya perubahan iklim. Masa pola tanam padi yang dulu kerap dibagi menjadi dua periode, yakni Oktober–Maret dan April–September, kini tidak sepenuhnya dapat dijadikan patokan dalam pengembangan pertanian. “Sebab, di musim hujan seperti saat ini, kita masih menemukan ada daerah yang belum mengalami hujan. Itulah perlunya kita menyesuaikan diri dengan kondisi iklim,” katanya.

Dengan kondisi perubahan iklim tersebut, menurut dia, hampir setiap bulan ada petani yang menanam padi. Karena itu, dia memastikan bahwa dari sisi produktivitas tidak ada kendala berarti. Persoalan justru muncul ketika sudah masuk ke sektor distribusi. Sebab, tidak jarang ditemukan di sejumlah titik atau pasar mengalami kelangkaan bahan pokok.

“Tapi, ini bukan berarti produksi tidak ada. Secara fakta, panen ada, tapi distribusinya mahal,” tandasnya. (agf/jpg/ndu/k18)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 06:50

Pasokan Turun, Harga Sayuran Melejit

BALIKPAPAN - Ombak besar akibat cuaca buruk yang terjadi pada…

Selasa, 15 Januari 2019 06:41

IHEx Kaltim Terkontraksi Minus 4,5 Persen

SAMARINDA - Meski tidak sedalam perkiraan sebelumnya, indeks harga komoditas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:41

Incar Kerja Sama Migas di Timur Tengah

JAKARTA – Pemerintah berupaya meningkatkan investasi subsektor minyak dan gas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:40

Pajak e-Commerce Masih Moderat

JAKARTA – Keluarnya PMK Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:37

Bisnis Travel Panen di Awal Tahun

SURABAYA – Awal tahun ini menjadi momen positif bagi bisnis…

Selasa, 15 Januari 2019 06:36

Berdayakan UKM Kuliner Lokal

SURABAYA - Pasar usaha kecil dan menengah (UKM) bidang kuliner…

Selasa, 15 Januari 2019 06:36

Hero Tutup 26 Gerai, Rumahkan 532 Karyawan

JAKARTA - PT Supermarket Tbk (Hero Group) memilih melakukan efisiensi…

Selasa, 15 Januari 2019 06:35

Tahap I, Pemerintah Lelang Lima Blok Migas

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana…

Selasa, 15 Januari 2019 06:35

PEP Asset 4 Lampaui Target Produksi

JAKARTA - Pertamina EP (PEP) Asset 4 membukukan kinerja positif…

Senin, 14 Januari 2019 06:42

Citilink Siapkan Skema Bagasi Berbayar

BALIKPAPAN - Setelah Lion Air dan Wings Air mulai menyosialisasikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*