MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 08 Desember 2018 06:05
Target Produksi 84 Juta Ton Padi

Ada Kelangkaan, Perbaiki Sektor Distribusi

-ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA  –  Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan peningkatan produksi sejumlah komoditas pangan pada 2019. Target tersebut diharapkan bisa dicapai melalui sejumlah strategi pengembangan. Misalnya, pengembangan kawasan pertanian (klaster) berbasis korporasi petani dan penguatan infrastruktur pertanian.

Kepala Biro Perencanaan Kementan Kasdi Subagyono menyatakan, fokus pembangunan sektor pertanian akan menjadi basis pertanian Indonesia periode 2019–2024. Hal itu, dilandasi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Nasional Berbasis Korporasi Petani. Salah satu targetnya adalah produksi komoditas pangan seperti padi bisa mencapai 84 juta ton.

Kebijakan operasionalnya meliputi percepatan produksi pangan dan perbanyakan benih, pembangunan embung, dan rehabilitasi jaringan irigasi. Kemudian, perbaikan varietas unggul, pengembangan pertanian organik, hilirisasi pertanian, dan fokus kawasan pertanian berbasis korporasi.

Menurut Kasdi, kegiatan tahun depan berfokus pada pengembangan benih hasil riset Balitbangtan, pengembangan komoditas subsitusi impor, Toko Tani Indonesia (TTI), dan KRPL. Lalu, cetak sawah, pengoptimalan lahan rawa, asuransi usaha tani padi, serta bantuan alat mesin pertanian (alsintan).

Dia menuturkan, Indonesia juga mempunyai potensi dalam pengembangan lahan rawa. Luas lahan rawa nasional mencapai 34,1 hektare (ha), terdiri atas lahan pasang surut 8,9 juta ha dan lebak 25,2 juta ha. “Seluas 19,2 juta ha sesuai untuk pertanian dan baru 3,7 juta ha yang sudah dimanfaatkan,” urainya.

Kementan akan mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa di enam provinsi. Yakni, Sumatra Selatan, Lampung, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian Hari Priyono menyatakan, Kementan akan melakukan perbaikan layanan pokok yang dibutuhkan petani. Di antaranya, pupuk subsidi, penyuluhan, pengendalian hama penyakit, dan pengaturan air. Hal tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan capaian kinerja sektor pertanian.

“Air menjadi krusial dalam perubahan iklim, maka irigasi menjadi salah satu faktor penting. Apabila kita ingin memperbaiki layanan kepada petani, salah satunya, pupuk jangan sampai terlambat,” ujar Hari.

Pada 2019, lanjut dia, sektor pertanian masih menghadapi banyak tantangan. Salah satunya perubahan iklim. Masa pola tanam padi yang dulu kerap dibagi menjadi dua periode, yakni Oktober–Maret dan April–September, kini tidak sepenuhnya dapat dijadikan patokan dalam pengembangan pertanian. “Sebab, di musim hujan seperti saat ini, kita masih menemukan ada daerah yang belum mengalami hujan. Itulah perlunya kita menyesuaikan diri dengan kondisi iklim,” katanya.

Dengan kondisi perubahan iklim tersebut, menurut dia, hampir setiap bulan ada petani yang menanam padi. Karena itu, dia memastikan bahwa dari sisi produktivitas tidak ada kendala berarti. Persoalan justru muncul ketika sudah masuk ke sektor distribusi. Sebab, tidak jarang ditemukan di sejumlah titik atau pasar mengalami kelangkaan bahan pokok.

“Tapi, ini bukan berarti produksi tidak ada. Secara fakta, panen ada, tapi distribusinya mahal,” tandasnya. (agf/jpg/ndu/k18)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 11:47

Maksimalkan Dana Desa untuk SDM, Kurangi Masyarakat Miskin

SAMARINDA – Tak hanya fokus kepada peningkatan infrastruktur di daerah,…

Rabu, 17 Juli 2019 11:32

Pemerintah Setujui PoD Blok Masela

JAKARTA – Tarik ulur pengembangan proyek Blok Masela yang berlangsung…

Selasa, 16 Juli 2019 12:05

Kredit UMKM Capai Rp 21,23 T, Didominasi untuk Modal Usaha

SAMARINDA- Kinerja penyaluran kredit untuk usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 16 Juli 2019 12:04

Kejar Target Produksi Migas, PEP Asset 5 Bor Enam Sumur pada Juli-Agustus

BALIKPAPAN- Pertamina EP (PEP) Asset 5 fokus mengejar target produksi…

Selasa, 16 Juli 2019 12:03

LPDB KUMKM Jemput Bola ke Kaltim, Katrol Penyaluran Dana Bergulir

SAMARINDA - Kaltim menempati urutan ke-11 dalam urusan penyaluran dana…

Senin, 15 Juli 2019 13:00

Harga Gas Indonesia Kompetitif, Hanya Kalah dari Malaysia

JAKARTA – Harga gas industri Indonesia relatif stabil dan kompetitif…

Senin, 15 Juli 2019 12:55

Generasi Milenial Gemar Investasi

Harga logam mulia PT Aneka Tambang Tbk atau Antam terus…

Senin, 15 Juli 2019 12:07

Bangun Pabrik Beton di Penajam, WSBP Manfaatkan Dana Obligasi

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengembangkan pabrik pencetakan beton…

Minggu, 14 Juli 2019 11:40

INGAT..!! Jangan Asal Tutup Kartu Kredit

MENUTUP kartu kredit sama seperti saat Anda disuruh memilih satu…

Minggu, 14 Juli 2019 11:39

Incar Pertumbuhan Produksi 10 Persen di Algeria

BALIKPAPAN- PT Pertamina Internasional EP (PIEP) mengincar pertumbuhan produksi sumur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*