MANAGED BY:
SELASA
26 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 08 Desember 2018 06:05
Target Produksi 84 Juta Ton Padi

Ada Kelangkaan, Perbaiki Sektor Distribusi

-ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA  –  Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan peningkatan produksi sejumlah komoditas pangan pada 2019. Target tersebut diharapkan bisa dicapai melalui sejumlah strategi pengembangan. Misalnya, pengembangan kawasan pertanian (klaster) berbasis korporasi petani dan penguatan infrastruktur pertanian.

Kepala Biro Perencanaan Kementan Kasdi Subagyono menyatakan, fokus pembangunan sektor pertanian akan menjadi basis pertanian Indonesia periode 2019–2024. Hal itu, dilandasi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Nasional Berbasis Korporasi Petani. Salah satu targetnya adalah produksi komoditas pangan seperti padi bisa mencapai 84 juta ton.

Kebijakan operasionalnya meliputi percepatan produksi pangan dan perbanyakan benih, pembangunan embung, dan rehabilitasi jaringan irigasi. Kemudian, perbaikan varietas unggul, pengembangan pertanian organik, hilirisasi pertanian, dan fokus kawasan pertanian berbasis korporasi.

Menurut Kasdi, kegiatan tahun depan berfokus pada pengembangan benih hasil riset Balitbangtan, pengembangan komoditas subsitusi impor, Toko Tani Indonesia (TTI), dan KRPL. Lalu, cetak sawah, pengoptimalan lahan rawa, asuransi usaha tani padi, serta bantuan alat mesin pertanian (alsintan).

Dia menuturkan, Indonesia juga mempunyai potensi dalam pengembangan lahan rawa. Luas lahan rawa nasional mencapai 34,1 hektare (ha), terdiri atas lahan pasang surut 8,9 juta ha dan lebak 25,2 juta ha. “Seluas 19,2 juta ha sesuai untuk pertanian dan baru 3,7 juta ha yang sudah dimanfaatkan,” urainya.

Kementan akan mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa di enam provinsi. Yakni, Sumatra Selatan, Lampung, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian Hari Priyono menyatakan, Kementan akan melakukan perbaikan layanan pokok yang dibutuhkan petani. Di antaranya, pupuk subsidi, penyuluhan, pengendalian hama penyakit, dan pengaturan air. Hal tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan capaian kinerja sektor pertanian.

“Air menjadi krusial dalam perubahan iklim, maka irigasi menjadi salah satu faktor penting. Apabila kita ingin memperbaiki layanan kepada petani, salah satunya, pupuk jangan sampai terlambat,” ujar Hari.

Pada 2019, lanjut dia, sektor pertanian masih menghadapi banyak tantangan. Salah satunya perubahan iklim. Masa pola tanam padi yang dulu kerap dibagi menjadi dua periode, yakni Oktober–Maret dan April–September, kini tidak sepenuhnya dapat dijadikan patokan dalam pengembangan pertanian. “Sebab, di musim hujan seperti saat ini, kita masih menemukan ada daerah yang belum mengalami hujan. Itulah perlunya kita menyesuaikan diri dengan kondisi iklim,” katanya.

Dengan kondisi perubahan iklim tersebut, menurut dia, hampir setiap bulan ada petani yang menanam padi. Karena itu, dia memastikan bahwa dari sisi produktivitas tidak ada kendala berarti. Persoalan justru muncul ketika sudah masuk ke sektor distribusi. Sebab, tidak jarang ditemukan di sejumlah titik atau pasar mengalami kelangkaan bahan pokok.

“Tapi, ini bukan berarti produksi tidak ada. Secara fakta, panen ada, tapi distribusinya mahal,” tandasnya. (agf/jpg/ndu/k18)

loading...

BACA JUGA

Senin, 25 Maret 2019 10:54

Perbankan Diminta Hidupkan Iklim Investasi

TANJUNG REDEB–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 12:49

Program Direct Call “Hanya” Mempercepat Ekspor

SAMARINDA-Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim mencatat, dalam sebulan…

Rabu, 20 Maret 2019 12:46

Triwulan II 2019, Ekonomi Kaltim Terakselerasi

SAMARINDA-Pada triwulan II 2019 diperkirakan ekonomi Kaltim mengalami akselerasi pertumbuhan.…

Rabu, 20 Maret 2019 12:45

Percepatan Populasi Sapi Terus Digenjot

SAMARINDA-Upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting (upsus siwab)…

Jumat, 15 Maret 2019 13:45

Kargo Laut Belum Tumbuh Maksimal

SURABAYA – Pertumbuhan jasa pengiriman barang lewat jalur laut belum…

Jumat, 15 Maret 2019 13:43

Pertamina Perpanjang Masa Cicilan Garuda

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) dan tujuh BUMN (badan usaha…

Jumat, 15 Maret 2019 13:32

Target Ekspor RI Realistis

JAKARTA – Kementerian Perdagangan menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5 persen…

Kamis, 14 Maret 2019 15:16

Produksi Teh Turun, Harga Telur Rendah

JAKARTA – Pelaku usaha berharap Indonesia bisa meningkatkan lahan dan…

Rabu, 13 Maret 2019 12:51

Genjot Produksi Padi, Dituntut Maksimalkan Lahan Rawa

SAMARINDA – Tak hanya melakukan diversifikasi pangan, Pemprov Kaltim dituntut…

Rabu, 13 Maret 2019 12:47

SABAR..!! Pengelolaan APT Pranoto Masih di Tangan Kemenhub

SAMARINDA- Pemerintah Kaltim saat ini masih menunggu kepastian pembahasan draf…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*