MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Jumat, 07 Desember 2018 06:57
Kegalauan antara Haq dan Hak (HAM)

PROKAL.CO, Oleh: Andi Putri Marissa SE

(Relawan Penulis Balikpapan)

BELUM lama ini pemerintah mengeluarkan sikap penolakan atas beredarnya grup lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) Balikpapan di Facebook dengan wacana pengeluaran peraturan wali kota (perwali). Tidak ada yang namanya aturan tanpa pro dan kontra pastinya.

Semenjak perwali ini mulai disuarakan, muncul banyak kegalauan yang akan dihadapi pihak pemerintah. Bagaimana tidak? Lagi-lagi hak asasi manusia (HAM) menjadi tembok besarnya. Sampai saat ini, untuk pembentukan payung hukum sebagai penangkal LGBT masih jalan di tempat, sebab Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengaku tidak mau gegabah. Sebab ini adalah kasus yang sensitif.

Sejak riuhnya penentangan terhadap LGBT, tidak sedikit yang juga ikut menyuarakan bahwa LGBT adalah permasalahan yang berkaitan dengan HAM, dan negara tidak berhak ikut campur masalah “ranjang” seseorang. Sebab mereka tidak merugikan negara layaknya koruptor, sehingga keberadaannya pun harus dilindungi.

Sebagaimana dalam teorinya, hak asasi manusia adalah prinsip-prinsip moral atau normal-norma, yang menggambarkan standar tertentu dari perilaku manusia dan dilindungi secara teratur sebagai hak-hak hukum dalam hukum kota dan internasional. Terlebih di bawah payung demokrasi, di mana HAM mampu berjaya, memberi ruang bagi kebebasan bagi rakyat untuk berkreasi adalah sebuah keniscayaan.

Dalam demokrasi seolah sesuatu yang mutlak wajib untuk ditaati semua pemeluknya, sehingga suara tersebut terus diperdengarkan. Namun sayang sekali, dalam demokrasi tidak mengenal suara Tuhan. Baginya, suara terbanyak adalah keputusan mutlak, sedangkan agama hanya dianggap bagian terpisah dari demokrasi itu sendiri.

Sehingga, jika memberikan hukuman kepada pelaku LGBT seperti halnya mengeluarkan perwali akan dianggap sebagai pelanggaran HAM. Sehingga harus berhati-hati dan lebih dipertimbangkan lagi.

Permasalahan LGBT, bukan permasalahan yang baru ada setahun ataupun dua tahun yang lalu melainkan adalah masalah yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Ketika masa Nabi Luth as, yang juga kaumnya pada masa itu melakukan penyimpangan seksual.

Dan Allah berfirman dalam Surah Al-Ankabuut ayat 30-31, “(Nabi) Luth berdoa: ‘Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu’, Dan tatkala utusan kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: “sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri (sodom) ini, sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zhalim”.

Begitulah bagaimana respons terhadap pelaku LGBT (penyimpangan seksual). Sebab itu bukanlah sebuah fitrah yang berhak untuk dilindungi, karena Allah tidak pernah salah ketika menciptakan makhluknya. Lantas HAM dalam demokrasi ini menjadi pintu penghalang dan membuat keragu-raguan bagi pemegang kekuasaan untuk mengeluarkan aturan.

Jika LGBT ini terus dibiarkan, kita takut permasalahan ini akan menyebar dan sangat dikhawatirkan menimpa masyarakat secara menyeluruh, namun tidak lepas dari ketakutan atas azab yang akan Allah timpakan, cukuplah bencana di Kota Palu membuka mata untuk kembali menaati Allah. Wallahu’alam bi shawab. (ndu)


BACA JUGA

Sabtu, 09 Februari 2019 12:49

Moderasi Beragama untuk Kebersamaan Umat

Oleh: Mukhamad Ilyasin (Rektor IAIN Samarinda)  Judul ini diangkat dari…

Sabtu, 09 Februari 2019 10:47

Stanley dan Mogulisme Media yang Anjay Sekali

Oleh: Ramon Damora Wartawan Indonesia KETUA Dewan Pers, Yosep Adi…

Selasa, 05 Februari 2019 10:18

Posisi Ketua Adat dalam Acara Pemerintah

PERINGATAN ulang tahun ke-59 Kabupaten Paser berjalan dengan sukses, meski…

Rabu, 30 Januari 2019 07:24

Guru Ideal dan Revolusioner

Oleh: Heni Susilowati MPd (Guru SMA 1 Long Kali, Paser)…

Selasa, 29 Januari 2019 07:10

Bandara APT Pranoto: Harapan dan Tantangan Pariwisata Samarinda

OLEH: ADI PURBONDARU (Analis KPw BI Kaltim) SAMARINDA yang memiliki…

Senin, 28 Januari 2019 07:00

Urgensi Elektronifikasi Transaksi Keuangan Pemerintah Daerah

OLEH: CHRISTIAN (Analis Ekonomi KPw-BI Kaltim) BANK Indonesia sebagai otoritas…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:06

Perempuan Utusan Jiwa: Jelajah Intelektual Schimmel

SEBUAH buku dongeng terbitan 1872 menjadi titik tolak perjalanan panjang…

Sabtu, 26 Januari 2019 07:04

Kandidat Politisi Beradu Kualitas atau Isi Tas

LAYAKNYA  sebuah pesta, sudut-sudut kota semakin mendekati hari H kian…

Kamis, 24 Januari 2019 08:02

Mau Tahu Tender Pemerintah 2019?

Oleh: Naryono SKom MM (Plt Kepala UPT LPSE Dinas Komunikasi…

Kamis, 24 Januari 2019 08:00

Junjung Tinggi Demokrasi Tanpa Menebar Kebencian

Oleh: Sugeng Susilo SH (Staf Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*