MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Jumat, 07 Desember 2018 06:57
Kegalauan antara Haq dan Hak (HAM)

PROKAL.CO, Oleh: Andi Putri Marissa SE

(Relawan Penulis Balikpapan)

BELUM lama ini pemerintah mengeluarkan sikap penolakan atas beredarnya grup lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) Balikpapan di Facebook dengan wacana pengeluaran peraturan wali kota (perwali). Tidak ada yang namanya aturan tanpa pro dan kontra pastinya.

Semenjak perwali ini mulai disuarakan, muncul banyak kegalauan yang akan dihadapi pihak pemerintah. Bagaimana tidak? Lagi-lagi hak asasi manusia (HAM) menjadi tembok besarnya. Sampai saat ini, untuk pembentukan payung hukum sebagai penangkal LGBT masih jalan di tempat, sebab Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengaku tidak mau gegabah. Sebab ini adalah kasus yang sensitif.

Sejak riuhnya penentangan terhadap LGBT, tidak sedikit yang juga ikut menyuarakan bahwa LGBT adalah permasalahan yang berkaitan dengan HAM, dan negara tidak berhak ikut campur masalah “ranjang” seseorang. Sebab mereka tidak merugikan negara layaknya koruptor, sehingga keberadaannya pun harus dilindungi.

Sebagaimana dalam teorinya, hak asasi manusia adalah prinsip-prinsip moral atau normal-norma, yang menggambarkan standar tertentu dari perilaku manusia dan dilindungi secara teratur sebagai hak-hak hukum dalam hukum kota dan internasional. Terlebih di bawah payung demokrasi, di mana HAM mampu berjaya, memberi ruang bagi kebebasan bagi rakyat untuk berkreasi adalah sebuah keniscayaan.

Dalam demokrasi seolah sesuatu yang mutlak wajib untuk ditaati semua pemeluknya, sehingga suara tersebut terus diperdengarkan. Namun sayang sekali, dalam demokrasi tidak mengenal suara Tuhan. Baginya, suara terbanyak adalah keputusan mutlak, sedangkan agama hanya dianggap bagian terpisah dari demokrasi itu sendiri.

Sehingga, jika memberikan hukuman kepada pelaku LGBT seperti halnya mengeluarkan perwali akan dianggap sebagai pelanggaran HAM. Sehingga harus berhati-hati dan lebih dipertimbangkan lagi.

Permasalahan LGBT, bukan permasalahan yang baru ada setahun ataupun dua tahun yang lalu melainkan adalah masalah yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Ketika masa Nabi Luth as, yang juga kaumnya pada masa itu melakukan penyimpangan seksual.

Dan Allah berfirman dalam Surah Al-Ankabuut ayat 30-31, “(Nabi) Luth berdoa: ‘Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu’, Dan tatkala utusan kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: “sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri (sodom) ini, sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zhalim”.

Begitulah bagaimana respons terhadap pelaku LGBT (penyimpangan seksual). Sebab itu bukanlah sebuah fitrah yang berhak untuk dilindungi, karena Allah tidak pernah salah ketika menciptakan makhluknya. Lantas HAM dalam demokrasi ini menjadi pintu penghalang dan membuat keragu-raguan bagi pemegang kekuasaan untuk mengeluarkan aturan.

Jika LGBT ini terus dibiarkan, kita takut permasalahan ini akan menyebar dan sangat dikhawatirkan menimpa masyarakat secara menyeluruh, namun tidak lepas dari ketakutan atas azab yang akan Allah timpakan, cukuplah bencana di Kota Palu membuka mata untuk kembali menaati Allah. Wallahu’alam bi shawab. (ndu)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 07:02

Akibat Tambang, Kerusakan Meradang

KALIMANTAN  Timur adalah provinsi yang memiliki potensi kekayaan alam yang…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:00

Masa Depan 212

REUNI 212 yang berlangsung pada 2 Desember 2018 di Kawasan…

Jumat, 14 Desember 2018 07:27

Pelaku Penghina Fisik Harus Siap-Siap Dipidana

Oleh: Elsa Malinda (Warga Balikpapan) AKHIR-akhir ini istilah body shaming…

Jumat, 14 Desember 2018 07:25

Penggunaan "Kafir" dalam Masyarakat Multikultural

Oleh: H Fuad Fansuri, Lc M Th I (Dosen Ilmu…

Kamis, 13 Desember 2018 07:28

Pembangunan Berkelanjutan Kaltim?

Oleh: Bambang Saputra (Sekretaris MES Balikpapan) PEMBANGUNAN berkelanjutan (sustainable development),…

Kamis, 13 Desember 2018 07:25

Menanam Toleransi Memetik Damai

Oleh: Arief Rohman Arofah MA Hum (Penyuluh Agama Islam Kementerian…

Kamis, 13 Desember 2018 07:21

Keterbatasan Data Bisa Hambat Pencapaian SDGs

Nama: Rezaneri Noer Fitrianasari (Aparatur Sipil Negara di Badan Pusat…

Rabu, 12 Desember 2018 07:47

Menanti Hadirnya Taman Wisata Rohani

Oleh: Muslan PEMERINTAH tampaknya harus melakukan inovasi dalam memberikan pilihan…

Rabu, 12 Desember 2018 07:44

Lestarikan Budaya Gotong Royong Bersama BPJS Kesehatan

Oleh: Windi Winata Paramudita (Mahasiswa Magister Kebijakan Publik Universitas Mulawarman)…

Rabu, 12 Desember 2018 06:53

Financial Technology Berbasis Syariah

Oleh: Arief Rohman Arofah MA Hum (Dosen Fakultas Ekonomi dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .