MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Jumat, 07 Desember 2018 06:53
Suguhkan Kepakaran Seseorang dalam Teknologi

PROKAL.CO, Oleh: Olli Chandra

(Mahasiswa Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer & Teknologi Informasi Universitas Mulawarman)

PAKAR merupakan seseorang yang banyak dianggap menjadi sumber tepercaya dan mampu memutuskan sesuatu di bidang keilmuan tertentu. Ia dianggap mampu menentukan benar atau salah, pantas atau tidaknya suatu kondisi dari seseorang yang berkonsultasi dengannya sesuai bidang keilmuan yang ia miliki.

Pada era sekarang, seorang pakar dapat kita jumpai di berbagai aspek kehidupan sosial. Entah itu dalam dunia pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun di bidang industri. Seorang pakar atau ahli kerap dibutuhkan masyarakat untuk membantu menyelesaikan masalahnya dalam pengambilan sebuah keputusan.

Nyatanya, untuk menjumpai seorang pakar di bidang kesehatan misalkan, kita diharuskan mengeluarkan biaya lebih untuk menemui si pakar dan berkonsultasi. Selain itu, kita harus mencari terlebih dahulu seorang yang pakar tepat untuk membantu memberikan sebuah keputusan. Tentu hal ini kurang efisien. Apalagi di zaman serbadigital, masyarakat lebih membutuhkan sesuatu yang instan, cepat, dan dapat menjawab seluruh persoalannya.

Seiring berkembangnya teknologi, hal ini dapat diatasi. Kita dapat memindahkan kecerdasan seorang pakar ke dalam teknologi sehingga kita mampu mengaksesnya di mana pun dan kapan pun kita inginkan. Yakni melalui sistem pakar.

Sistem pakar merupakan salah satu smart system cabang Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, yang dirancang untuk dapat meniru keahlian seorang pakar manusia dalam memecahkan sebuah masalah dan bertujuan memindahkan keahlian dari seorang pakar ke dalam komputer, lalu ditransfer kepada orang lain yang bukan pakar.

Sistem pakar juga merupakan sebuah teknik inovatif terbaru dalam menangkap dan memadukan pengetahuan yang kekuatannya terletak untuk memecahkan masalah-masalah praktis. Suatu sistem pakar umumnya dapat menimbulkan suatu dialog setelah diberikan jawaban, sistem pakar dapat memberikan solusi atau saran. Sistem pakar dapat mengumpulkan dan menyimpan pengetahuan seorang pakar atau beberapa orang pakar ke dalam komputer, pengetahuan tersebut kemudian digunakan siapa saja yang memerlukan.

Tetapi dalam perkembangannya, terutama di Indonesia sistem pakar sangat jarang digunakan. Bukan karena tingkat ketidakpercayaan akan sistem, tapi karena kurangnya sosialisasi ke masyarakat awam mengenai sistem ini.

Mari kita ambil contoh kasus dalam bidang kesehatan, misalkan kita ingin mengetahui apakah kita memiliki gejala kanker atau tidak. Maka kita akan menggunakan sistem ini untuk berkonsultasi yang nantinya akan diberikan sebuah keputusan benar atau tidak. Di dalam sistem ini sudah ditanamkan kecerdasan dalam sikap pengambilan keputusan untuk mendiagnosa penyakit kanker.

Untuk mengetahuinya, cukup kita menginput gejala-gejala yang kita alami dan menjawab yang sudah tersedia dan tersusun rapi di dalam sistem. Maka sistem ini akan memberikan informasi berdasarkan input yang kita berikan.

Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan explanation facility yang artinya kita dapat memperoleh penjelasan dan masukan dari hasil informasi yang kita dapatkan layaknya seorang pakar. Dengan demikian, kita tidak perlu lagi mencari dan mengeluarkan uang untuk hanya sekadar berkonsultasi. (ndu/k15)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 22:09

ASN Turn Back Hoax

Oleh Dewi Sartika, SE., MM Peneliti Muda pada Lembaga Administrasi…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:02

Akibat Tambang, Kerusakan Meradang

KALIMANTAN  Timur adalah provinsi yang memiliki potensi kekayaan alam yang…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:00

Masa Depan 212

REUNI 212 yang berlangsung pada 2 Desember 2018 di Kawasan…

Jumat, 14 Desember 2018 07:27

Pelaku Penghina Fisik Harus Siap-Siap Dipidana

Oleh: Elsa Malinda (Warga Balikpapan) AKHIR-akhir ini istilah body shaming…

Jumat, 14 Desember 2018 07:25

Penggunaan "Kafir" dalam Masyarakat Multikultural

Oleh: H Fuad Fansuri, Lc M Th I (Dosen Ilmu…

Kamis, 13 Desember 2018 07:28

Pembangunan Berkelanjutan Kaltim?

Oleh: Bambang Saputra (Sekretaris MES Balikpapan) PEMBANGUNAN berkelanjutan (sustainable development),…

Kamis, 13 Desember 2018 07:25

Menanam Toleransi Memetik Damai

Oleh: Arief Rohman Arofah MA Hum (Penyuluh Agama Islam Kementerian…

Kamis, 13 Desember 2018 07:21

Keterbatasan Data Bisa Hambat Pencapaian SDGs

Nama: Rezaneri Noer Fitrianasari (Aparatur Sipil Negara di Badan Pusat…

Rabu, 12 Desember 2018 07:47

Menanti Hadirnya Taman Wisata Rohani

Oleh: Muslan PEMERINTAH tampaknya harus melakukan inovasi dalam memberikan pilihan…

Rabu, 12 Desember 2018 07:44

Lestarikan Budaya Gotong Royong Bersama BPJS Kesehatan

Oleh: Windi Winata Paramudita (Mahasiswa Magister Kebijakan Publik Universitas Mulawarman)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .