MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 06 Desember 2018 10:46
Relokasi Masih Belum Jelas

BPBD Baru Usulkan Penanganan Longsor Telemow ke BNPB

MENUNGGU: Bencana longsor terjadi di Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, 11 April 2018. Hingga kini belum ada kepastian rencana relokasi.

PROKAL.CO, PENAJAM - Relokasi korban longsor di Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), masih belum jelas. Sebanyak 35 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 72 jiwa, hingga saat ini terpaksa mengungsi. Lantaran 23 rumah yang sebelumnya mereka tempati, sudah rata dengan tanah. Bencana longsor yang melanda Desa Telemow itu terjadi awal April 2018.

Kepala Desa Telemow Wakid Santoso menuturkan, berdasar komunikasi terakhir dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU, para korban longsor dijanjikan akan direlokasi pada Februari 2019. “Penyampaiannya hanya sebatas itu. Lantas para pengungsi setuju semua. Sekarang, warga hanya menunggu realisasinya,” kata  Wakid saat ditemui harian ini di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), beberapa waktu lalu.

Sembari menunggu relokasi, para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal, ada yang menumpang di kediaman keluarga mereka. Selain itu, sebagian terpaksa menyewa rumah,  dengan biaya sendiri tak jauh dari lokasi bencana longsor tersebut. “Kalau yang enggak punya keluarga, ya terpaksa menyewa. Sampai mereka direlokasi,” imbuhnya.

Dengan adanya relokasi nantinya, menurut Wakid, akan mengurangi jumlah warga di RT 06 dan RT 07 Desa Telemow. Karena itu, pihaknya telah menyiapkan penataan administrasi kependudukan. Yakni mengenai perubahan jumlah warga di RT yang ditinggalkan itu. Termasuk penambahan warga pada  RT lagi di lokasi relokasi nanti. “Mudah-mudahan relokasi warga RT 06 dan RT 07 bisa segera dilaksanakan,” harapnya.

      Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD PPU Andi Dahrul menuturkan, usulan anggaran relokasi rumah korban longsor di Desa Telemow baru disampaikan kepada Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), awal pekan ini. Anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 7 miliar lebih. Yakni untuk pembangunan 53 rumah dengan bangunan permanen. Di luar fasilitas penunjang seperti air bersih, listrik, satu bangunan TPA dan musala, serta akses jalan. “Satu rumah diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 144 juta,” ucapnya yang ditemui di ruangannya, belum lama ini.

Setelah usulan itu diterima BNPB, akan dilakukan verifikasi dokumen yang disampaikan tersebut. Termasuk meninjau lokasi yang akan dibangunkan rumah untuk para korban longsor Desa Telemow. Rencananya mereka direlokasi di RT 01 Desa Telemow dengan luas lahan sekira 9.400 m2.

 “Yang jelas, kalau anggarannya disetujui dan turun, setelah itu membutuhkan waktu pembangunan selama enam bulan. Karena ini sudah Desember, mudah-mudahan awal tahun depan bisa disetujui usulan kami,” ungkapnya

Menurut data BPBD Kabupaten PPU, tercatat 23 rumah ambruk. Terbagi atas 13 rumah di RT 06 yang dihuni oleh 21 kepala keluarga dengan 43 jiwa. Serta 10 rumah di RT 07, dengan jumlah 14 kepala keluarga dan 29 jiwa. Untuk korban yang berpotensi terkena longsor susulan sebanyak 30 rumah lagi, pada RT yang sama. Dengan jumlah penghuni sekitar 50 kepala keluarga dan 120 jiwa. (*/kip/san/k16)

 

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 25 Mei 2019 13:45

Kejari Deteksi Potensi Korupsi, Soroti Dugaan di Dua Proyek

SENDAWAR–Setelah kasus dugaan korupsi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mahakam…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:28

Sekretariat DPRD Minta Hak Pengelolaan Rumjab

  SANGATTA-Rumah jabatan (rumjab) pimpinan DPRD Kutim di kawasan Kompleks…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:27
PPDB Jenjang Sekolah Dasar

INGAT..!! Calistung Bukan Syarat Penerimaan

TENGGARONG-Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SD segera dibuka. Sebelum…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:26

Fogging Tak Efektif Cegah DBD

SANGATTA– Angka penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kutim terus…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:16

Cegah Wabah Dari Luar, KKP Tanah Grogot Perketat Jalur Masuk

TANA PASER — Seiring maraknya penyebaran Monkeypox atau virus cacar…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:15

Pantau Jalur Transportasi dan Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

PENAJAM- Operasi Ketupat Mahakam 2019 akan dimulai pekan depan. Selama…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:13

MASIH BANYAK LOWONG..!! SD Kurang 823 Siswa, SMP Defisit 652 Siswa

PENAJAM- Batas tertinggi jumlah rombongan belajar (rombel) pada Penerimaan Peserta…

Jumat, 24 Mei 2019 11:05

Di Kabupaten Ini, DBD Makin Meresahkan

SANGATTA - Deman berdarah dengue (DBD) semakin meresahkan masyarakat Kutai…

Jumat, 24 Mei 2019 11:03

Warga Keluhkan Illegal Fishing dan Logging

SENDAWAR - Penindakan illegal fishing dan illegal logging disambut positif…

Jumat, 24 Mei 2019 11:01

Akui Tak Mudah Awasi Tahura Bukit Soeharto

TENGGARONG - Upaya UPTD Tahura melakukan upaya pencegahan atas perusakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*