MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Kamis, 06 Desember 2018 10:35
Wawancara dengan Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom
Serangan Berlanjut hingga Revolusi Total
Sebby Sambom

PROKAL.CO, class="Default">Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengaku bertanggung jawab atas pembantaian puluhan pekerja proyek PT Istaka Karya. Mereka yakin para pekerja itu adalah anggota TNI. Kemarin wartawan Jawa Pos Ilham Dwi Wancoko mewawancarai Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom melalui sambungan telepon. Saat ini posisi Sebby masih di Papua Nugini. Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana kabarnya, Bang Sebby?

Baik.

Apa yang membuat TPNPB-OPM yakin bahwa pekerja proyek itu intelijen dari TNI?

Semua proyek infrastruktur jalan trans-Papua, yang mengerjakan TNI. Hal itu merupakan rahasia umum di Papua.

Apakah pekerja itu melawan dengan senjata?

Iya (Sebby lalu mengirimkan sebuah video yang berisi pekerja berkaus loreng dan bersenjata laras panjang. Dalam video, mereka sedang berlindung di balik kendaraan proyek).

Berapa pekerja yang ditembak mati?

24 orang.

Awal mula penyerangan, apakah karena ada pekerja yang mengambil foto saat upacara 1 Desember?

Itu kan versi TNI dan Polri. Kami menyerang secara terencana. Setahun lalu kami juga menyerang proyek pembangunan.

Adakah pekerja yang disandera?

Tidak ada, semua tewas. Kami menyerang proyek dan sebuah pos TNI. Kami yang bertanggung jawab.

Bukankah proyek itu untuk menyejahterakan rakyat Papua?

Kami tidak membutuhkan pembangunan. Yang kami butuhkan adalah kesempatan menentukan nasib sendiri dengan referendum.

Ada warga sipil yang diketahui menjadi korban, bagaimana itu?

Jika mengetahui ada warga sipil, tentu kami tidak akan melukai. Bila benar ada warga sipil menjadi korban, tentunya itu tanggung jawab TNI. Seharusnya serahkan semuanya ke sipil. Selama ada TNI, kami serang.

Bagaimana bila pemerintah melobi TPNPB-OPM?

Tidak ada lobi, yang ada bila mau ditempuh adalah perundingan tingkat tinggi. Dengan tiga pihak, Indonesia, TPNPB-OPM, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Perundingan segitiga untuk menentukan nasib rakyat Papua.

Mengapa begitu kerasnya ingin menentukan nasib sendiri?

TNI dan polisi Indonesia ini memperlakukan kami seperti binatang. Banyak pelanggaran HAM yang terjadi di Papua. Pada 1977, ada pembantaian 500 ribu orang tua kami. Warga Papua diberangus. Itulah mengapa kami membentuk militer.

Berapa kekuatan TPNPB-OPM?

Kami memiliki 29 Komando Daerah Pertahanan (Kodap). Setiap Kodap memiliki 2.500 personel. Saya pastikan TPNPB-OPM merupakan militer kelas dunia.

Tapi, jumlah TNI kan lebih banyak, bagaimana itu?

Mereka boleh lebih banyak, tapi alam bersama kami. Hutan bersama kami, lembah bersama kami, dan kami tidak akan menyerah. Kami punya moto, satu butir senjata melawan seribu butir senjata.

Setelah ini apa yang akan dilakukan?

Serangan kami berlanjut hingga revolusi total. Saat ini masih revolusi tahapan, serangan kecil ke titik-titik tertentu. Saat sampai revolusi tetap, semua warga non-Papua akan kami usir dari negeri ini. (*/c7/oni/jpg/dwi/k16)

 

loading...

BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 09:58

Sudah Bau Nisan, Kakek-Kakek Ini Masih Doyan PSK di Bawah Jembatan

Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Ungkapan itu cocok untuk…

Minggu, 16 Desember 2018 09:44

FAKTA KOK..!! Sri Mulyani: Banyak Pemda Dinas ke Jakarta Hanya Buat Cari Uang SPJ

JAKARTA- Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut masih banyak pejabat pemerintah…

Minggu, 16 Desember 2018 09:42

Pria Ini Tulis Komentar Ngawur soal Ciracas, Gini Dah Jadinya...

SIDOARJO – Diduga berkomentar tak terpuji terhadap Tentara Nasional Indonesia…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:23

KPU Jawab Keraguan Kualitas Kotak Suara Pemilu, Katanya Tahan Air dan Tak Mudah Rusak

JAKARTA – Kotak suara untuk Pemilu 2019 sudah didistribusikan ke…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:17

MAKJLEB..!! Bupati Cianjur Ditangkap KPK, Warganya Syukuran

CIANJUR- Sebagai bentuk wujud syukur atas peristiwa oeprasi tangkap tangan…

Jumat, 14 Desember 2018 10:54

Tiga Pengeroyok Anggota TNI Diringkus

JAKARTA–Polisi fokus mengejar pengeroyok anggota TNI-AL Kapten Komaruddin dengan anggota…

Rabu, 12 Desember 2018 10:33

Istri Bos "Kuda-Kudaan" di Gudang dengan Karyawan

Usia Karin memang tak muda lagi. Sudah 47 tahun. Tapi…

Selasa, 11 Desember 2018 12:47

Soal HAM, Prabowo dan Jokowi 11-12

JAKARTA - Partai Demokrat menyatakan Prabowo Subianto belum tentu lebih…

Selasa, 11 Desember 2018 12:22

Awas Kasus e-KTP DANGER!

JAKARTA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai kasus-kasus yang terkait dengan KTP…

Minggu, 09 Desember 2018 11:09

Banyuwangi Dinilai Paling Inovatif

BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .