MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Kamis, 06 Desember 2018 10:35
Wawancara dengan Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom
Serangan Berlanjut hingga Revolusi Total
Sebby Sambom

PROKAL.CO, class="Default">Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengaku bertanggung jawab atas pembantaian puluhan pekerja proyek PT Istaka Karya. Mereka yakin para pekerja itu adalah anggota TNI. Kemarin wartawan Jawa Pos Ilham Dwi Wancoko mewawancarai Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom melalui sambungan telepon. Saat ini posisi Sebby masih di Papua Nugini. Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana kabarnya, Bang Sebby?

Baik.

Apa yang membuat TPNPB-OPM yakin bahwa pekerja proyek itu intelijen dari TNI?

Semua proyek infrastruktur jalan trans-Papua, yang mengerjakan TNI. Hal itu merupakan rahasia umum di Papua.

Apakah pekerja itu melawan dengan senjata?

Iya (Sebby lalu mengirimkan sebuah video yang berisi pekerja berkaus loreng dan bersenjata laras panjang. Dalam video, mereka sedang berlindung di balik kendaraan proyek).

Berapa pekerja yang ditembak mati?

24 orang.

Awal mula penyerangan, apakah karena ada pekerja yang mengambil foto saat upacara 1 Desember?

Itu kan versi TNI dan Polri. Kami menyerang secara terencana. Setahun lalu kami juga menyerang proyek pembangunan.

Adakah pekerja yang disandera?

Tidak ada, semua tewas. Kami menyerang proyek dan sebuah pos TNI. Kami yang bertanggung jawab.

Bukankah proyek itu untuk menyejahterakan rakyat Papua?

Kami tidak membutuhkan pembangunan. Yang kami butuhkan adalah kesempatan menentukan nasib sendiri dengan referendum.

Ada warga sipil yang diketahui menjadi korban, bagaimana itu?

Jika mengetahui ada warga sipil, tentu kami tidak akan melukai. Bila benar ada warga sipil menjadi korban, tentunya itu tanggung jawab TNI. Seharusnya serahkan semuanya ke sipil. Selama ada TNI, kami serang.

Bagaimana bila pemerintah melobi TPNPB-OPM?

Tidak ada lobi, yang ada bila mau ditempuh adalah perundingan tingkat tinggi. Dengan tiga pihak, Indonesia, TPNPB-OPM, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Perundingan segitiga untuk menentukan nasib rakyat Papua.

Mengapa begitu kerasnya ingin menentukan nasib sendiri?

TNI dan polisi Indonesia ini memperlakukan kami seperti binatang. Banyak pelanggaran HAM yang terjadi di Papua. Pada 1977, ada pembantaian 500 ribu orang tua kami. Warga Papua diberangus. Itulah mengapa kami membentuk militer.

Berapa kekuatan TPNPB-OPM?

Kami memiliki 29 Komando Daerah Pertahanan (Kodap). Setiap Kodap memiliki 2.500 personel. Saya pastikan TPNPB-OPM merupakan militer kelas dunia.

Tapi, jumlah TNI kan lebih banyak, bagaimana itu?

Mereka boleh lebih banyak, tapi alam bersama kami. Hutan bersama kami, lembah bersama kami, dan kami tidak akan menyerah. Kami punya moto, satu butir senjata melawan seribu butir senjata.

Setelah ini apa yang akan dilakukan?

Serangan kami berlanjut hingga revolusi total. Saat ini masih revolusi tahapan, serangan kecil ke titik-titik tertentu. Saat sampai revolusi tetap, semua warga non-Papua akan kami usir dari negeri ini. (*/c7/oni/jpg/dwi/k16)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 24 April 2019 11:01
Seharian di Rumah Tengah Hutan Komika Dodit Mulyanto

Aku Pengin ke Minimarket Numpak Jaran

 Ada dua alasan kenapa Dodit Mulyanto membangun rumah di tengah…

Rabu, 24 April 2019 10:58

Ma’ruf Berencana Temui Sandi

JAKARTA – Cawapres 01 Ma’ruf Amin mengungkapkan rencana menemui cawapres…

Rabu, 24 April 2019 10:48

Pembantaran Rommy Bikin Cemburu Tahanan Lain

JAKARTA – Pembantaran eks Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan…

Rabu, 24 April 2019 10:48

Pembantaran Rommy Bikin Cemburu Tahanan Lain

JAKARTA – Pembantaran eks Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan…

Rabu, 24 April 2019 10:47

Divonis 3 Tahun, Idrus Pikir-Pikir

JAKARTA – Idrus Marham terlihat tegang ketika mendengar vonis majelis…

Rabu, 24 April 2019 10:29

PARAH..!! Rebutan Suara, Sesama Caleg Baku Tikam

JAYAPURA-Rekapitulasi hasil pemungutan suara Pemilu Serentak 2019 Distrik Bidogai, Kabupaten…

Rabu, 24 April 2019 10:24

Sofyan Basir Tersangka PLTU Riau 1

JAKARTA – Setelah melewati proses panjang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)…

Rabu, 24 April 2019 10:23

Petugas KPPS yang Meninggal dan Sakit Dapat Santunan

BOGOR - Pemerintah memastikan akan memberikan uang santunan kepada keluarga…

Selasa, 23 April 2019 08:57

GEGER..!! Tetangga Gila Timpas Satu Keluarga, Pelaku Masih Keliaran Bawa Parang

Satu keluarga di Desa Abbanderang, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi…

Senin, 22 April 2019 11:15

Bupati Madina Mundur Karena Prabowo Menang Telak, Ini Respon TKN

Mundurnya Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara Dahlan Hasan Nasution…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*