MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Kamis, 06 Desember 2018 07:21
Spurs oh Spurs...
AKUI TUAN RUMAH: Power forward San Antonio Spurs Chimezie Metu melesakkan bola dibayangi pemain Utah Jazz saat pertandingan di Vivint Smart Home Arena. (Melissa Majchrzak /AFP)

PROKAL.CO, SALT LAKE CITY - Markas Utah Jazz, Vivint Smart Home Arena, menjadi mimpi buruk San Antonio Spurs. Tim Asuhan Gregg Popovich kemarin kalah telak dengan margin 34 poin, 105-139. Ini sudah kali ketiga dalam empat laga terakhir Spurs kalah dengan margin 30 poin lebih. Sinyal darurat makin kencang dikeluarkan tim yang dalam 21 tahun terakhir selalu menembus playoff tersebut.

Spurs kehilangan gairah untuk melakukan defense. Para pemain Jazz kemarin leluasa menkoyak-koyak pertahanan mereka. Sebanyak 20 tembakan tiga angka sanggup dilesakkan para pemain Jazz ke ring Spurs (20-33). Itu tertinggi dalam sejarah franchise Jazz di satu laga. Spurs hanya sanggup membalas tujuh kali (7-22).

“Kami tidak cukup agresif,” ucap center Spurs Jakop Poeltl dilansir SBNation. “Atau malah terlalu pasif,” tambah pemain 23 tahun tersebut. Poeltl kemarin menjadi penyumbang poin terbanyak Spurs dengan 20 angka.

Menurut Poeltl, para pemain Spurs sudah berusaha merubah gaya main yang pasif itu. Tapi masih terjebak dengan kebiasaan buruk. “Kami masih reaktif. Tidak berusaha mengarahkan mereka ke posisi yang kami mau,” tambahnya.

Musim ini Popovich memang masih kebingungan mencari racikan terbaik timnya. Terutama setelah dia kehilangan dua pemain sekaligus yang bekerja keras dalam defense. Hengkangnya NBA Defensive Player of the Year 2015 dan 2016 Kawhi Leonard ke Toronto Raptors membuat pertahanan Spurs tak sesolid dulu.

Kondisi makin runyam ketika pemain yang disiapkan Popovich sebagai suksesor Leonard, Dejounte Murray, juga harus menepi setahun penuh musim ini pasca mengalami cedera robek ACL kaki kanan sejak preseason lalu. Menurut ESPN Stats, musim lalu Murray adalah point guard terbaik di liga dalam urusan defense.

Kebingungan Popovich mencari pengganti Murray masih tampak kemarin. Rotasi barisan guard yang dilakukan Popovich dengan bergantian memasukkan DeMar DeRozan, Bryn Forbes, Patty Mills, dan Marco Belinelli malah menjadi mimpi buruk untuk tim. Ketiganya gagal menjaga pergerakan pemain-pemain Jazz hingga leluasa merangsek ke paint area dan membangun set play di pertahanan Spurs.

“Kami masih sangat-sangat harus belajar lagi membangun defense,” uca Popovich dilansir ESPN. Kondisi ini membuat Spurs kini masih berada di ranking 14 wilayah barat dengan rekor 11-13. (irr/jpg/tom)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2012 08:04

Demokrat Belum Buat Laporan 2 Tahun

<div> <strong>PENAJAM</strong> - Partai Demokrat Penajam Paser Utara belum menyampaikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*