MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 06 Desember 2018 06:59
Pengusaha Dituntut Manfaatkan Direct Call
TAMBAH PAD: Pengusaha Kaltim saat ini bisa melakukan ekspor langsung dari Kawasan Industri Kariangau ke berbagai negara seperti Tiongkok, namun layanan ini belum dimaksimalkan.(dok/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Pengusaha di Kaltim dituntut memanfaatkan layanan direct call dari Kawasan Industri Kariangau (KIK) Balikpapan. Pasalnya selama ini layanan ekspor langsung masih belum maksimal. Padahal layanan ini diyakini mampu menambah pendapatan asli daerah (PAD).

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan, hadirnya direct call punya banyak manfaat untuk Bumi Etam. Makanya untuk mendorong kinerja, pada 1 Januari mendatang rencananya kembali dibuka untuk layanan ekspor komoditas perkayuan.

“Selama ini mereka (pengusaha) masih ekspor perkayuan melewati Surabaya, sehingga yang mencatatkan ekspor Surabaya. Begitu juga pajaknya yang dapat Surabaya, bukan Kaltim,” ungkapnya Rabu (5/12).

Dia membeberkan, layanan direct call dari Pelabuhan Kariangau Balikpapan bisa memangkas waktu dan biaya pengiriman barang dari Kaltim, ke sejumlah negara. Seperti Tiongkok yang biasanya memerlukan waktu 37 hari, kini cukup 17 hari. Artinya pengusaha Kaltim bisa memangkas 20 hari proses ekspor.

Namun sayang, direct call belum maksimal. Saat ini masih banyak komoditas-komoditas yang didata untuk bisa ekspor langsung dari pelabuhan Peti Kemas Kariangau Balikpapan. “Kami meminta para pengusaha memanfaatkan fasilitas ini. Selain menghemat waktu, direct call juga turut memacu peningkatan PAD,” tuturnya.

Menurutnya, direct call tidak akan sukses tanpa dukungan para pengusaha. Oleh karena itu harus ada komitmen dari pengusaha. Keberlanjutan produk dan pasarnya harus terjamin. Diyakinkannya, direct call akan menjadi stimulus perkembangan kawasan industri Kaltim dan juga mempercepat transformasi ekonomi daerah.

“Para pengusaha di Kaltim bisa memanfaatkan keuntungan besar dari sistem direct call ini. Sebab, selain waktunya lebih singkat tentu biayanya juga lebih murah yang bisa menekan biaya logistik kita,” kata Hadi.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo menuturkan, program direct call sangat baik dan bisa menguntungkan para pengusaha. Karena, ekspor-impor langsung lewat Kaltim jadi lebih efisien dibanding daerah lain di Pulau Jawa. “Tapi para pengusaha memiliki perhitungannya masing-masing,” katanya.

Ketika memaksimalkan ekspor langsung ke luar negeri, pengusaha juga memikirkan kapal yang kembali ke dalam negeri harus mengangkut barang lain. Jangan sampai kapal pergi ke luar negeri membawa komoditas langsung, tapi kembalinya tidak memuat apa-apa.

“Memang sudah saatnya kita harus memanfaatkan ini dengan menggali potensi ekspor. Direct call itu bisa menjadi pintu besar bagi mereka yang bergelut di bidang ekspor-impor,” ujarnya.

Menurutnya, pengusaha mungkin masih memikirkan komoditas impor apa yang bisa diangkut langsung dari luar tanpa harus singgah di Jakarta atau Surabaya. Karena, untuk impor, skema rute internasional juga sangat bermanfaat. Karena, selama ini pasokan barang dari luar negeri masih melalui proses bongkar muat di Jakarta atau Surabaya.

“Kalau ekspornya direct, maka impornya juga direct ke Kaltim. Nah, ini untung karena biaya logistik menjadi lebih murah. Jangan sampai hanya ekspor saja, kembalinya kosong. Ruginya akan semakin besar. Lebih baik tidak direct,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k18)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 11:26

Terancam Izinnya Dicabut, 50 Perusahaan di Kariangau Dievaluasi

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim berencana evaluasi sekitar 50 izin…

Minggu, 16 Desember 2018 08:26

Daftar Pemilih Tetap Naik 5,7 Juta

BUTUH 101 hari bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bolak-balik…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:05

Bisakah Tol Balikpapan-Samarinda Dipakai Fungsional Saat Natal?

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda saat ini tengah dalam proses pengerjaan. Tol…

Sabtu, 15 Desember 2018 17:20

DPK Kaltim dan Kaltara di Bank Terkumpul Rp 98,82 Triliun

SAMARINDA - Hasil penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:41

ALHAMDULILLAH..!! Proyek Jalan Menuju Jembatan Pulau Balang Boleh Dilanjutkan

SETELAH mencapai kesepakatan dengan pemilik lahan, Panitia Pengadaan Lahan Pulau…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:30

Tiket Pesawat via APT Pranoto Lebih Mahal

SAMARINDA  –  Harga tiket pesawat lewat Bandara APT Pranoto Samarinda…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:09

Kinerja Industri Non-migas Membaik

SAMARINDA  -   Kinerja industri pengolahan non-migas mulai menunjukkan perbaikan.…

Jumat, 14 Desember 2018 22:17

Pendirian Pabrik Semen di Kutai Timur Berlanjut

SAMARINDA - Tidak lama lagi, pabrik semen yang pertama di…

Jumat, 14 Desember 2018 22:14

Gubernur Tanya Isu Sawit ke Dubes Belgia, Begini Jawabannya...

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor melakukan pertemuan dengan Dubes…

Jumat, 14 Desember 2018 09:57

Bos Bank Indonesia Bilang, Harga Tiket Pesawat 2,1 Juta Masih Wajar

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor rapat bersama dengan Tim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .