MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM REDAKSI

Rabu, 05 Desember 2018 09:11
Yang Terpilih Jangan Langsung Menghilang

PROKAL.CO, Catatan: Faroq Zamzami (*)

AYO main tebak-tebakan. Pertanyaan ini akan membuat sebagian pembaca bergumam, "O, iya juga ya. Atau, "Enggak kepikiran ya". Atau terkaget-kaget. Terkesima. He, he, he... Itu dugaan saya saja. Oke, langsung ke tebakan. Pertanyaannya ringan. Berapa jumlah anggota DPR RI dan DPD RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim?

Langsung jawab ya. Jangan minta bantuan Google. Sudah. Dapat berapa? Satu, dua, lima, atau 10. Simpan dulu jawaban Anda. Kita ke pertanyaan selanjutnya. Sebutkan nama-nama anggota DPR RI dan DPD RI dapil Kaltim itu? Sekali lagi, jangan minta bantuan Paman Google. 

Oke. Dapat berapa nama? Satu, dua, atau enam. Siapa saja? Kalau sudah dapat jumlah anggota DPR RI dan DPD RI dapil Kaltim plus nama-nama mereka, sesuai kemampuan Anda, baru cocokkan dengan data-data di Google. Berapa yang cocok. Satu, dua, atau enam. Atau tidak ada yang cocok sama sekali.

Baiklah, untuk mencari tahu nama wakil kita di Jakarta, masukkan kalimat ini di kolom pencarian Google; Jumlah anggota DPR RI Dapil Kaltim. Maka jawaban yang tersaji paling atas datang dari website DPR RI.            

Pada halaman anggota DPR RI Periode 2014–2019, Dapil Kalimantan Timur. Di situ tertulis nama-nama anggota DPR RI Benua Etam. Lengkap dengan foto-foto mereka. Itu adalah nama anggota dewan terkini. Tak semua legislator yang langsung menang pada pemilu sebelumnya. Ada beberapa nama yang menggantikan kolega mereka. Alias pergantian antarwaktu (PAW). Dengan berbagai sebab.

Kalau Anda mencari nama untuk senator Kaltim, jawaban paling atas dari Google adalah milik Wikipedia. Tertulis begini. Ahmad Hendry menggantikan Martin Billa karena maju dalam Pilkada Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) 2015. Aji Muhammad Mirza Wardana, Muslihuddin Abdurrasyid, dan Muhammad Idris S menggantikan Bambang Susilo yang maju dalam Pilkada Bupati Kabupaten Paser 2015. Data dari Wikipedia itu sama dengan website www.dpd.go.id.

Setelah mencocokkan jawaban dengan di website, kita ke pertanyaan selanjutnya. Kenalkah Anda dengan nama-nama yang tersaji di website itu? Atau pernahkah Anda melihat foto-foto yang terpampang di website tersebut, sebelumnya?

Jika kenal, tahukah Anda kiprah mereka? Mudah-mudahan jawaban Anda bukan hanya kenal, dan tahu kiprah mereka, karena ini masa-masa jelang pemilihan umum (pemilu). Yang mana, beberapa dari mereka kembali maju dalam suksesi. Artinya sering muncul lagi untuk kampanye. Bertebaran lagi wajah mereka di baliho dan spanduk di pinggir-pinggir jalan. Dan mendadak jadi orang yang sangat peduli. Dan mengaku paling amanah dan merakyat.

Semoga Anda kenal mereka karena kiprah selama ini dalam membawa suara sebagai wakil rakyat. Setidaknya dalam empat tahun terakhir. Kenal karena suara lantang mereka yang terekam di media karena menyuarakan kepentingan rakyat Kaltim. Kenal karena aksi mereka memperjuangkan suara publik.

Jika mayoritas jawaban Anda benar, kenal dan tahu kiprah mereka, itu pertanda baik. Karena memenuhi beberapa indikator sederhana yang coba saya buat. Yakni, para wakil Kaltim itu familier. Para wakil Kaltim itu membumi. Mereka sering muncul di ruang publik, lantas tersaji dalam pemberitaan-pemberitaan di media yang mengulas kiprah dan sudah melakukan apa saja untuk provinsi ini. Sehingga nama-nama mereka mudah ditemukan di Google. Dan ada kepedulian publik terhadap wakil mereka, yang membawa suara rakyat di Senayan, Jakarta.

Artinya, ada kepedulian mengawasi wakil mereka. Ada kepedulian menyorot wakil mereka. Dan menjadikan para wakil itu tempat mengadu ketika ada permasalahan di daerah, yang harus dituntaskan di pusat. Misalnya, soal anggaran sejumlah pembangunan. Yang butuh dukungan pusat. Perbaikan jalan. Pembangunan jembatan. Hingga pengentasan masalah kemiskinan, masalah kesehatan, juga pendidikan.

Jika mayoritas jawaban salah, atau mayoritas tidak tahu, atau tidak kenal, ini baru masalah. Harus jadi bahan evaluasi. Ya untuk para wakil Kaltim itu. Berarti mereka kurang membumi. Jarang turun ke Kaltim. Hanya saat reses. Artinya mereka tidak dikenal. Atau hanya satu dua nama yang awam di publik. Mereka hanya butuh rakyat saat pemilu. Dan hilang ketika terpilih.

Jika kondisinya begini, ada beberapa faktor penyebab. Pertama, setelah terpilih, para wakil rakyat itu tidak melakukan apa-apa. Sekadar hadir saja di Senayan. Menggugurkan tanggung jawab. Kedua, saat melakukan kerja-kerja untuk publik Kaltim, mereka tidak mau ria, tidak mau diekspos, yang penting publik merasakan. Tapi apa ada politikus begini? Enggak ria. Ketiga, bisa jadi karena publik kurang peduli dengan keberadaan wakil mereka.  

Pandangan saya dan penelusuran kecil-kecilan, saya menemukan hipotesis yang bikin khawatir. Ternyata, lebih banyak orang yang saya temui tak mengetahui siapa wakil mereka di Senayan. Saya pernah membuat pertanyaan langsung. Kepada beberapa orang di lingkungan saya. Pertanyaan simpel; kenalkan Anda dengan anggota DPR RI dapil Kaltim? Mayoritas menjawab hanya satu dua nama. Itu pun tidak yakin. Saat ditanya jumlah wakil rakyat Kaltim di Jakarta, mereka juga justru tak tahu. Secara spontan mencoba untuk menghitung-hitung dan menerka-nerka. Menyebut beberapa nama. Bahkan ada yang keliru karena yang mereka sebut sudah tak terpilih lagi. Ada juga yang langsung googling karena memang sama sekali tidak tahu. Dan ingin mencari tahu.

Kondisi yang saya temui ini tentu bikin miris. Ternyata kiprah wakil rakyat setelah terpilih tak semua membumi. Hanya satu dua. Itu pun karena mereka sering muncul. Minimal di media-media lokal. Sering mengunjungi komunitas-komunitas. Lantas dirilis ke media. Atau menjadi pembicara dalam seminar-seminar tertentu. Lantas diulas media.

Hipotesis lain, setelah terpilih anggota dewan terkesan tenggelam dalam kesibukan di Jakarta. Kalaupun ada reses tak merata. Atau tak tersosialisasikan secara masif di media. Padahal, ini penting untuk mereka. Agar kiprah mereka diketahui publik. Misal, bagaimana perjuangan mereka dalam memperjuangkan anggaran pembangunan jalan negara di Kaltim? Atau pembangunan Jembatan Pulau Balang? Atau proyek-proyek besar lainnya. Atau perjuangan mereka dalam meloloskan regulasi-regulasi yang membawa kepentingan daerah.

Oke jika Anda ini dia anggota DPR RI dapil Kaltim. Mahyudin dan Hetifah Sjaifudian dari Fraksi Partai Golkar; Ari Yusnita, Fraksi Partai NasDem; Aus Hidayat Nur, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera; Zuhdi Yahya, Fraksi PDI Perjuangan; Budisatrio Djiwandono, Fraksi Partai Gerindra; Ihwan Datu Adam, Fraksi Partai Demokrat; dan Kasriyah, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan. Bagi para anggota dewan yang saya sebut di atas dan maju lagi, lumayan kan, kampanye gratis... he, he, he…

Kalau saya menjawab tebakan yang saya buat itu, saya tahu enam nama anggota DPR RI dapil Kaltim. Tapi hanya tiga yang sering muncul dan bersuara. Baik di ruang publik, seminar-seminar, atau yang diulas media. Sementara anggota DPR RI saya hanya tahu dua nama. (far/k8)

(*) Pemred Kaltim Post


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2012 07:14

Sambaliung-Gunung Tabur Bakal Terhubung

<div> <div> <strong>TANJUNG REDEB</strong> - Selain Pembangunan Jembatan Kelay…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .